Gadis Imut Kesayangan Playboy

Gadis Imut Kesayangan Playboy
Eps. 80. Ara di Gombalin YOza ( S2 )


__ADS_3

Setelah Ara dan Risa puas dengan belanjaannya, mereka berdua pun makan di restoran di mall tak lama datang lah Reno yang datang menjemput Ara.


" Sayang, aku juga lapar! " kata Reno, Risa yang melihatnya pun kaget dan melotot bertanya dalam hatinya siapa cowok ini.


" Hai, Risa kenalin ini suami aku. " ucap Ara.


" Apa?? suami!! " Risa pun terkaget, sementara Ara malah tertawa.


" Haha, ga usah kaget gitu Ris. "


" Hai, aku suaminya Ara, Reno. Btw makasih udah nemenin Ara! jelas Reno.


" Sayang, aku pesan makan dulu ya. " ucap Reno mencium kening Ara dan pergi meninggalkan Ara dan Risa yang masih schock.


" Beneran loh udah nikah. Suami koh ganteng, ada yang kembaran ya ga, gue mau dong Ra!! " ucap Risa sambil menggoyangkan tangan Ara


" Dia ga punya kembaran, aku yang punya kembaran, sayangnya dia kuliah di London sama Ayahku. "jelas Ara.


" Kamu punya kembaran Ra? " tanya Risa lagi, Ara pun mengganguk.


" Ayo, makan di abiskan, Ris! " perintah Ara, Risa pun kembali makan, dan datanglah Reno dengan membawa pesanan. Mereka makan bertiga dengan tenang, setelah selesai makan Risa pun diantar pulang oleh Ara dan Reno.


Sesampainya dirumah Ara, masuk kedalam kamar nya, menyimpan tas nya dan pergi ke kamar mandi. Reno merebahkan tubuh yang di sofa kamar nya.


Setelah Ara keluar dari kamar mandi. Reno pun masuk ke kamar mandi, Ara mengeringkan rambutnya dan tak lama keluar Reno mengambil hairdryer dari tangan Ara dan membantu mengeringkan rambut Ara.


" Sayang, kalo kamu mau tidur duluan, tidurlah. Aku mau cek kerjaan dulu! " titah Reno, Ara pu mengangguk dan membaringkan tubuhnya keatas tempat tidur.


Di pagi hariβ˜€


Reno sudah terbangun dan bersiap -siap akan pergi kekantor, sementara Ara pun sudah siap.


" Kenapa berangkat pagi sekali ka? " tanya Ara.


" Ada meeting penting hari ini. " jawab Reno mengecup kening Ara.


" Ayo, aku antar ke kampus dulu. " ajak Reno.


Sesampainya di kampus


Suara kebisingan kelas menghiasi pagi di ruangan itu, kadang terdengar suara gelak tawa orang-orang karena ucapan Zaki dan Galih. Serta, kep -frustasi'an Risa membuat kelas agar tidak ribut. namanya saja anak kuliahan, tapi tidak bisa di larang seperti anak 'SD.


"Woy, jangan ribut napa! Capek loh gue nimbrung di depan pintu gara-gara kalian!" ujar Risa kesal, pasalnya memang dia sekarang sedang, jadi mata-mata didepan pintu, untuk berjaga-jaga. Jangan sampai mereka ketahuan ribut oleh dosen, hingga Risa 'lah yang akan batunya.


"Pak Ali woy!" teriak Risa dan langsung berlari ke tempat duduknya. Begitupun dengan semua orang, mereka langsung diam dan duduk kalem.


Risa berdecak kesal dengan teman sekelasnya, suaranya sudah habis menegur untuk diam. Tapi hanya sebentar mereka diam, dan dilanjut lagi ributnya. Giliran pak Ali yang langkahnya masih jauh dari kelas, jika mereka lihat langsung kicep.


Pak Ali memasuki kelas, dan mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut dan wajah penghuni kelas itu.


"Saya langsung ke penjelasan materi ...."


"Tipe perusahaan dalam ekonomi industri .... Dalam ekonomi industri terdapat dua tipe perusahaan yaitu:


-Perusahaan berkompetisi, contohnya pasar persaingan sempurna


-Perusahaan bebas,contohnya pasar oligopoli


Perusahaan dalam perekonomian, ada yang mampu bertahan dan ada yang tidak mampu bertahan. Perusaahan yang mampu bertahan menggunakan strategi bisnis sehari-hari. Ada beberapa faktor yang menyebabkan perusahaan tidak mampu bersaing yaitu :


-Kekurangan modal


-Kekurangan SDM


-Kekurangan strategi."


Pelajaran berlangsung dengan tenang, tanpa ada kebisingan. Tidak seperti sebelum pak Ali datang, kelas sudah seperti pasar malam.


"Kelas saya akhiri, terima kasih," ucap pak Ali dan keluar dari kelas.


"Instagram lo diserbu komen noh, Ra ," ucap Risa sambil memperlihatkan ponsel Ara yang kebetulan ada di tangan Risa.


Di situ foto Ara yang di unggah ke Instagramnya, dengan pose yang duduk di kursi sambil memejamkan mata.


❀ πŸ’¬ βœ”.


Disukai oleh Risa _GIRELA011 dan 12. 000 lainnya.


Arabell _P14 πŸ‘‰If dreaming is the only way to be with you, then i'll never open my eyes.πŸ‘«β€


(Jika mimpi adalah satu-satunya cara agar aku bisa bersamamu, maka aku tidak akan pernah mau membuka mataku).


TANIA_V.L 888, uhhuk!🀧


Arabell_P14, Batuk? Minum konimex.🀣


Risa _GIRELA011, Ehhem. Tag orangnya Re!πŸ˜‚


Arabell _P14, Kalau kau mau temanmu ini, jadi bahan bullyan plus gunjingan!😭🀣


Zaki_Ss 711, Ada yang nggak jomblo lagi nih.πŸ€ͺ Btw, bantuin gue napa buat Dina terima cinta gue Re. πŸ˜™πŸ˜₯


Arabell _P14, Usaha sendiri! Jangan lama-lama tapi Zak, gue lihat ada orang yang juga lagi ngincer 'dia. Zaki_Ss 711😝🀣🀣


Salsa _AN 182, Keknya udah ada yang nggak lama lagi, bakal ninggalin status 'Jodinya nih ...πŸ€ͺ


Ara _P14, S-O-T-O-Y! Salsa _AN 182😝

__ADS_1


Adinda_put233, Wah, nggak ngajak-ngajak. Parah!πŸ˜₯🀣


Arabell _P14, Hehe. Lain kali aja ....πŸ˜‚


Astrid_KP220, Itu di Bandung kan Reya? Foto kemarin 'kan? ReYaAderia_P14.


Arabell _P14, Yes.


Heters_semuaOrang, Dih! Sok kecantikan!


Arabell _P14, Tapi emang cantik 'kan?πŸ€ͺ


Faris_H`S45, Udah lamanih nggak ketemu, makin cantik aja. By the way, kapan nih kita ketemu? Katanya mau di traktir, Arabell _P14 πŸ₯°πŸ˜


Arabell _P14, Thanks. Kapan-kapan aja lah, lagi sibuk soalnya gue.


FrAldi_L931, Cantik. Tapi lebih cantik kalau di lihat langsung ....😍😊


Arabell _P14, B aja.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Masih banyak lagi komenan orang-orang, ada yang positif ada juga yang negatif. Tapi, tidak di ambil pusing sama sekali oleh Ara.


"Ngemeng-ngemeng, tu komenan Faris emang benar?" tanya Salsa .


"Yah, waktu nggak sengaja bertabrakan di restorant saat itu. Dia mau traktir gue, tapi gue bilang 'lain kali aja," ucap Ara.


"Gue mau ketawa juga kasihan tau, sama komenan nya si 'Aldi. 'B aja,' singkat banget balasnya," ucap Risa sambil cekikikan.


"Gue heran, punya misi apa lagi tu orang kembali ganggu lo. Eh tunggu, emang kalian pernah ketemu? Soalnya kan dia komen 'tapi lebih cantik kalau dilihat langsung' artinya dia udah lihat lo langsung?" cerocos Tania.


"Hmm. Kemarin waktu kalian pergi ninggalin gue sama pak Revano berdua, dia langsung aja gitu muncul di depan kita," ujar Ara.


"Setelah kita pergi, dia baru muncul gitu?" tanya Risa di angguki Ara . "Berarti dia ngikutin kita dong, karena nggak mau ketemu sama 'abang lo jadi ... dia munculnya saat 'kak Marfel ngejauh, kek gitu mungkin," ucap Risa sambil memikir.


"Ya mungkin, bisa jadi gitu."


"Hati-hati loh Ra , pelakor sama pembinor bertebaran dimana-mana kata 'author," ucap Tania membawa-bawa authornya.


"Tania bener Ra ada berapa orang nih yang gue tau mau dekat sama lo. Mulai dari ... Faris, Aldi, sama anak kedokteran itu, yang pernah ngasih lo coklat," kata Risa . "Gue lupa, namanya dia siapa?" tanya Tania melirik kedua temannya.


"Yoza Calsairen," ucap Ara


Krukk ... krukk.


Ara dan Risa langsung menatap Tania yang sedang menyengir. "Laper gue, pergi kantin kuy!" ajak Tania dengan memegang perutnya yang keroncongan.


"Kenapa nggak bilang dari tadi kalau lo laper, bego!" ketus Ara dan Risa bersamaan , Tania hanya bisa menyengir bodoh.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


"Keren bener, nggak suami enggak istri, sama-sama punya banyak fans ya. Lihat nih Instagram istri lo Ren banyak banget yang komen," celoteh pak Gino, namun di anggap 'piring terbang eh, angin lewat oleh Reno .


"Ini lagi, banyak banget yang gombalin Ren. Dari Rendi, 'Cantik, mau temenin gue ngedate gak?' Dari Yoza, 'Cinta gue kapan di balas Ra? Atau ngasih kepastian, jangan di gantung.' Emang jemuran di gantung. Ini lagi nih, dari Faris, 'udah lamanih nggak ketemu, makin cantik aja. By the way, kapan nih kita ketemu? Katanya mau di traktir.' Busyet, pembino β€”." Belum selesai pak Gino berbicara, namun ponselnya langsung direbut oleh Reno


"Minta Ren , minta! Jangan langsung rebut, mana etika sebagai atasan ? Hp orang langsung di rebut," oceh pak Gino namun tidak dipeduli Reno . Dia hanya sibuk membaca semua komenan anak-anak buaya yang menggoda istrinya, Reno berdecak kasar.


"Gue nangkep guratan kesal di muka lo sekarang, ada apa nih? Lo cemburu, kalau istri lo di gombalin sama anak-anak buaya itu?" tanya pak Gino menggoda, tapi cuma di balas delikan tajam dari Reno .


"Keruangan saya sekarang!"


"Lha Pak, saya lagi maka β€”."


"Tidak ada bantahan!"


"Urusan apa memang? Bentar aja kali di rumah."


"Keruangan saya sekarang, atau β€”."


Ara pun pergi ke kantor Reno yang emang tidak jauh dari kampusnya.


"Udah tau. Ya udah, saya mau minum dulu. Empat menit, saya udah sampai!" Dan telepon langsung dimatikan sepihak oleh Ara.


Pak Gino sudah ketawa ngakak melihat wajah kesal temannya. "Lihat kan, batas kesabaran orang itu juga ada Ren ! Kalau sikap lo kayak gini terus sama dia, gue nggak yakin kalau dia bisa tahan lama-lama sama lo," ucap pak Gino seperti mengejek tapi punya makna.


"Dah, dah. Gue keluar dulu, gue nggak mau campurin urusan rumah tangga orang. Ingat kata gue, 'setiap orang punya batas kesabaran! Jangan sampai 'adek gue hilang kesabarannya, terus berpaling ke orang lain."


"Dan satu lagi, mungkin memang sulit buat lo nggak bersikap dingin dan datar ke dia. Tapi, lo harus coba. Jangan sampai Ara benar-benar bosan, terus β€”."


"Anda bisa keluar sekarang! Pintu ada di sana!" potong Reno sambil mengusir.


"Ck. Ditanya, inget loh Van."


"Silahkan keluar!"


"Oke-oke, ingat jangan sampai β€”."


"Keluar!" tekan Reno dengan berkas-berkas di tangannya, yang siap mendarat ke arah pak Gino. Sedangkan pak Gino yang sadar dengan keadaan temannya yang sudah marah mode on, langsung keluar tanpa berbicara apa-apa.


Tapi saat di luar, mati-matian dia menahan tawanya agar tidak meledak di situ. Dengan cara menarik nafas dan buang. Hingga ....


Sesampainya Ara depan ruangan Reno bertemu dengan pak Gino asisten Reno.


"Lagi olahraga apa 'Pak?"


"Astaghfirullah, mata kamu yang lagi olahraga!"

__ADS_1


"Mata saya cuma kedip sama melihat perasaan, nggak olahraga," ucap Ara membuat pak Gino mendengus.


"Laki, bini, sama-sama buat orang darah tinggi," gerutu pak Gino, dan langsung meninggalkan Ara yang sedang menertawakannya.


Ceklek ....


Pintu terbuka, menampak 'kan sosok Reno yang sedang bersedekap dada memandang Ara datar seakan dia adalah musuhnya.


"Masuk!" ucap Reno dengan nada dingin, Ara cuma mengekor masuk kedalam.


"Ada apa 'Pak?" tanya Ara dengan formal.


Reno menggaruk kepalanya, karena tidak tahu mau bicara mulai dari mana. "Saya β€”." Perkataan Reno terpotong, dengan masuknya notif pesan dari ponsel Ara . "Bentar dulu 'la ada urusan penting. Bentar ya," ucap Ara dan mulai membuka pesan 'whatsApp, yang ternyata dari 'Yoza.


YOZA


[Lo tau Kan Ra kalau gue suka sama lo?]


[Gue nggak maksa buat lo nerima gue, tapi bisa nggak lo perjelas?]


[Maksud gue, lo tegasin 'nerima atau nolak gue.]


'Sorry Za, bukannya gue berniat gantungin lo. Tapi gini ya, gue rasa gue nggak pernah lakuin apa-apa yang bisa menarik perhatian orang sampai suka sampai cinta sama gue.'


"Eh, ka ! Jangan di ambil dulu kali, belum selesai ke intinya itu," ucap Ara dengan sedikit terkejut.


"Kenapa orang terlalu suka bertele-tele, bisakan langsung ke intinya?!" tanya Reno dengan nada kesal.


"Lha, kenapa jadi kaka marah? Gini, kalau kita sedikit berbasa-basi, apa lagi soal ini. Orang-orang nggak terlalu tersinggung, atau apalah. Tapi kalau langsung 'to the point, saya yakin orang-orang bakal kesal atau tersinggung," ucap Ara panjang lebar.


"Langsung balas 'gue nolak!' Gampang 'kan?"


"Kalau saya nulisnya, 'gue terima' gimana?" tanya Ara dengan jahil, tapi di anggap serius oleh Reno. Lihat saja sekarang, dia sudah mengeraskan rahangnya, dengan menatap Ara dua kali lipat tajamnya dari biasa.


"Ya s -saya nolak, nggak usah marah gitu kali Pak. Sini hpnya." Ara mengambil hp dari tangan Reno walaupun agak susah karena ponselnya di genggam erat oleh Reno . Tapi kaerna aksi melototkan matanya, dengan ancaman akan menemui Yoza dengan 'menerimanya menjadi pacarnya.


YOZA


'Sorry sekali lagi Za, gue nggak bisa. Gue nolak.'


'Sorry.'


"Udah 'kan!" ucap Ara agak ketus, sambil memasuk 'kan hpnya kedalam tas.


"Ada lagi, itu komentar di Instagram kamu. Senang banget kayaknya di gombalin," cibir pak Reno.


Ara menganga, orang di depannya ada masalah apa. " kaka kenapa sih? Itu cuma komenan loh ka ."


"Tapi saya tidak suka!"


"Saya juga tidak suka, dan saya tidak pernah berharap di gombalin mereka ka !" tekan Ara dengan menahan emosinya.


Reno mengusap rambutnya kebelakang, dengan helaan nafas kasar. Reno berjalan perlahan ke arah Ara , dengan satu tarikan ....


Grep ....


Ara sudah berada dalam pelukannya, Ara berusaha melepas tapi na'as, tidak terlepas-lepas. Bukan apa-apa, nanti kalau ada yang masuk, terus melihat mereka bagaimana?


"Maaf, saya cuma tidak suka kalau mereka gombalin kamu," lirih Reno.


Diam-diam Ara mengulum senyumnya. "kaka cemburu?" goda Ara.


"T -tidak, saya cuma tidak suka kalau ada yang gangguin kamu," elak Reno. .


"Tidak sukanya itu, pasti ada alasannya! Kenapa?" tanya Ara . "Lepas 'kaka , nanti ada yang lihat," lanjutnya.


"Saya di panggil kesini, cuma buat itu?"


Reno menggeleng. "Saya mau kasi tau sama kamu, kalau saya ... akan pergi 'seminar di luar kota, besok," ucap Reno.


"Besok?" tanya Ara memastikan, dibalas anggukan oleh Reno.


"


"Hmm, kalau kamu bisa. Kalau tidak mau, saya bisa tinggal kirimkan saja," ucap Reno di balas gelengan kepala.


"Nggak usah, biar saya aja yang ngasih," ucap Ara , tiba-tiba Reno menatap Ara tajam. "Jangan tebar pesona, nanti!" peringatnya.


"Emang kalau saya tebar pesona, kenapa?" goda Ara dengan kedipan mata genit, Reno berdecak. "Itu lagi matanya, udah berani ternyata," ucap Reno, Ara hanya tertawa menanggapi.


"Berapa hari emang?"


"Empat hari paling," ucap Reno.


"Oke, selama suami Ara pergi. Ara bakal jaga pandangan, jaga kesehatah, jaga jantung, jaga hati agar tidak berpaling nanti," ucap Ara sekenanya.


"Ceh, baru ditinggal empat hari, udah mau berpaling. Bagaimana kalau di tinggal berhari-hari, udah β€”."


"Jadi istri orang lain," potong Ara tampang watadosnya. Reno geleng-geleng kepala sambil tersenyum kecil.


Sorry for typo. πŸ™


πŸ‘‹πŸ™‹Haii readers,


Semoga suka cerita nya,


Tinggalkan jejak like dan komwelnya.

__ADS_1


TerimakasihπŸ™πŸ’•


__ADS_2