Gadis Imut Kesayangan Playboy

Gadis Imut Kesayangan Playboy
Eps. 146.Bermalam Madu


__ADS_3

Setelah baca ini bakalan bengek selalu 😂


"""""


Gino mengadukan sebuah perundingan bersama dosen matematika Tania didalam ruang dosen, dimana sang dosen sudah melarang anak didiknya - si Tania untuk mengikuti pelajarannya dan juga melarang ikut test harian dikarenakan telat, dan penyebab telat adalah Gino itu sendiri.


"Tolong, maafkan Tania... saya yang bersalah disini, " kata Gino


"Kenapa kamu melarang istrimu masuk kampus ? alasan mu tidak masuk akal sekali, apa lagi istrimu sudah kelas tiga, dia akan tamat sebentar lagi," bantah dosen itu lagi.


Padahal Gino sudah mati-matian membuat asalan yang masuk akal walau dalam bentuk kebohongan, tidak mungkin menceritakan kejailan mereka, nanti jadi bahan gosip dosen di kampus nanti.


Gino merangkul pinggang Tania. Dan guru itu membelakkan matanya.


"Jadi ibu ini mau tau yang jelas ya? ibu tidak pernah bermalam madu? " tanya Gino Dengan menatap sang dosen wanita itu dan menaik turunkan alisnya.


"Saya kira, permainan kita dimalam madu sungguh luar biasa yakan Sayang?" Gino menatap Tania, agar menganggkkan kepalahnya untuk membenarkan ucapan ngacohnya itu.


Tangan Gino mendorong pelan tengkuk Tania sehingga Tania terlihat mengangguk.


"Jadi Bu, apa mau diceritakan kronologis nya lagi? " tanya Gino


"Oh, baiklah ... tapi pak, bapak'kan tau Tania dikampus adalah seorang mahasiswi anda jga tidak bisa melarangnya untuk sekolah, soal itu urusan pribadi kalian, saya tidak ingin mengetahuinya. Ada-ada saja," kata dosen wanita itu


Tania menatap tajam pada Gino , namun Gino tidak menghiraukannya.


"Jadi, ibu berikan Tania untuk mengisi soal test hariannya," pinta Gino


"Baiklah, kerjakan disini saja. Kamu duduk disini Tania, dan pak Gino masih ada kelas bukan? " kata dosen wanita itu lalu Gino segera pergi.


Tak!


"Aaa"


Guru matematika itu menatap Gino dan Tania yang sedang berperang mata.


Gino menahan sakit dikakinya setelah diinjak oleh Tania dengan sengaja.


"Lepaskan kakimu, sudah bagus kubantu dirimu," bisik Gino


Tania mendekati Gino dan membalas bisikan itu. "Kalau begini, aku tidak suka dibantu olehmu, kamu nyari masalah terus denganku. Untuk apa kamu mengatakan hal yang tidak ada." Tania menatap tajam.


Tak!


"Aw!" Tania meringis karena Gino juga menginjak sebelah kakinya.


Kini posisi nya mereka saling menginjak satu sama lain.


Gino dan Tania saling menatap tajam, dan merasa sakit dipunggung kaki masing-masing.


"Sampai kapan kalian berada disana?" tanya dosen matematika ia sudah menaruh soal test harian untuk Tania diatas meja.


"Lepaskan kakimu dulu," suruh Gino

__ADS_1


"kamu yang lepasin duluan,"


"Bareng aja,"


"1..2..3!"


Gino dan Tania mengelus punggung kaki mereka masing-masing, kemudian Tania menuju kursi dekat dengan meja gurunya itu. Jalannya jadi pincang karena akibat di injak oleh Gino tadi. Membuat guru itu fikirannya kemana-mana dan mempercayai ucapan Gino tadi. Semalam mereka pasti benar, bermalam madu, mengecap surga dunia - milik pasangan halal tentunya.


"Tania jangan keseringan bermalam madu ya?" saran dosen wanitanya.


"Maksudnya Bu?" tanya Tania yang belum terkoneksi.


"Ya, kamu tidak tau akibatnya ... kamu bisa hamil, ya walaupun para dosen tau kamu sudah menikah," jelas dosen itu tanpa berdosa mengatakannya.


Tania meremas roknya kesal, dan berbatin saja " ini semua gara-gara Gino itu, coba aja dia tidak mengatakan itu, aku tidak akan di ceramahi begini,"


"Kerjakan soal-soalnya, saya mengawasi kamu," kata guru


***


"Aldo, kamu ko kekantin sendiri aja, enggak ajak aku si," protes Tania kemudian duduk disebelahnya.


"Oh tadi'kan kamu masih ngerjain soal diruang guru, jadi aku fikir masih lama gitu Sayang, taunya cepet juga kamu ngerjainnya, " balas Aldo


Ponsel Aldo yang biasanya berada di atas meja kini ia simpan kedalam saku jas almamater kampusnya.


"Sayang," panggil Tania


"Iya Sayang," saut Aldo


"Kamu sudah membuat pesta waktu itu, dan ukang tahunku sudah lewat, " kata Aldo


"Ya tapi semuanya hancur berantakan, karena itulah kita jadi jarang bersama aku yakin kamu kesel sama aku karena itu kan?jadi aku rasa aku perlu membuat pesta ulangtahun ulangan buat kamu sayang, aku pengen kamu ngerasa dirimu kmu itu Special buat aku," terang Tania


"Oh, gitu ya ?" jawab Aldo sangat singkat.


"Gitu doang Sayang?"


"Eh, maaf sayang ... lagi makan soalnya, hehe semuanya terserah kamu aja ya, " kata Aldo lalu makan dengan lahap kembali.


***


"Minta uang dong, " lantang Tania sambil mengadakan tangan dihadapan Gino.


"Uang, tidak ada cash, " balas Gino sambil menatap monitor laptopnya.


"kalau gitu kartu debit, ATM atau lainnya, " kata Tania.


"Buat apa? Sudah hampir tengah malam begini, kamu mau kemana ?" heran Gino


"Aku butuhnya sekarang, sebagai suami kamu harusnya manjain istri dong, kamu'kan kaya raya masa sama istri pelit," omel Tania


"Udah bangga kamu dengan gelar sebagai istri saya?" ejek Gino

__ADS_1


"Udah cepetan, "


'ada yang tidak beres,' batin Gino sambil mengambil salah satu kartu atm-nya


"Ini,"


"Makasih suami ," Tania segera pergi begitu saja setelah mendapatkan apa yang dimaunya.


Diam-diam Gino mengikuti kemana perginya Tania di hari yang hampir tengah malam ini.


Mobil Tania berhenti diparkiran, Tania bersiap siap untuk memberikan kue ulang tahun.


Gino juga turun dari mobilnya dan memantau Tania yang memasuki kafe yang buka 24 jam.


"Siapa yang ulang tahun, hingga membuat Tania repot menyiapkan kejutan seperti itu. Apakah untuk Aldo lagi? Fikir Gino


Sebuah motor lewat dan Gino melihat Aldo memboncengi seorang wanita dimotornya.


"Itu'kan Aldo, tidak salah lagi, yang barusan lewat adalah Aldo pacar Tania sedangkan Tania disini menunggunya guna untuk memberikan kejutan dia malah asik berpacaran dengan wanita lain, apa ku harus menghampiri nya dan mwngatakan segalanya. Pasti Tania tidak akan percaya kepadaku, lama-lama kasian juga dengan dia, cinta dibalas dusta seperti itu," ucap Gino


***


Tania menunggu kedatangan Aldo, berkali-kali ia chat namun tidak dibalas, jangankan dibalas dibaca saja tidak, padahal online.


"Kemana kamu do, bukannya kita udah janjian tadi siang, aku udah siapin ini buat kamu. " lirih Tania


Cting


Notifikasi masuk dari kekasihnya.


Semula Tania tersenyum mengetahui itu dari Aldo namun setelah membacanya ia menjadi sangat sedih


"Maaf sayang, aku lupa dan juga aku rasa kamu tidak perlu memberikan ku kejutan seperti itu, jika kamu masih di kafe (*****) silahkan kamu pulanglah, selamat malam,"


Tania meninggalkan kue ulangtahun itu dan berjalan keluar dari kafe dengan berjalan pelan, seperti tiada tenaga lagi.


***


"Apa! mau ngeledek!"


Tania memaki Gino yang melihat dirinya yang pulang dengan keadaan sedikit kacau karena menangis dan rambutnya sudah kusut.


"Biasa aja, kamu emosional terus deh, "


Brak!


Tania menutup pintu dengan kasar. Dan di dalam kamar ia menangis.


"Aldo! Hiks, kenapa kamu gampang banget bilang begitu di chat! harusnya kamu bisa paksain diri kamu buat dateng sebentar aja, hiks!" Tania menangis meraung-raung didalam kamar, membuang semua keluh kesahnya bersama dengan tangisan keras.


Gino membuka pintu kamarnya dan berniat untuk tidur disebelah Tania, karena sudah mengantuk. Tapi Tania benar menganggu tidur karena suara nya itu,


"Cha, ini sudah tengah malam lho, nangisnya bisa besok aja?" tanya Gino

__ADS_1


Mendengar pertanyaan itu membuat Tania memelankan suara tangisannya sembari menatap tajam Gino.


Bersambung


__ADS_2