Gadis Imut Kesayangan Playboy

Gadis Imut Kesayangan Playboy
Eps. 142 Goreng Telur sama Cangkang nya


__ADS_3

Mampir aja dulu, siapa tau nyaman ea ...


Tinggal pencet like dan ngetik Next? gak akan bikin haus sama lapar kan 🤔


_______________________


,Seketika jantung Tania mengadakan konser dadakan.


Jedag!


Jedug!


Tania terpaksa memejamkan matanya, berpura-pura tidur merupakan jalan ninja Tania untuk saat ini.


Sementara Gino, ia sudah mulai memasuki alam mimpinya. Karena tidak ada lagi kebisingan terdengar dan itu membuat ia aman sentosa.


__________________


"Tania, kenapa kamu belum masak?" tanya Gino saat membuka tudung saji ternyata tidak ada makanan.


"Ya, aku enggak bisa masak ... kamu pasti nyesel'kan? nikahin aku, makanya kamu si, udah kamu bilang aku masih kecil dan tidak pantas jadi istri kamu ... kamu tidak mengikuti saran ku waktu itu, batalkan pernikahan kita," cerocos Tania


"Udah? ngomongnya?" tanya Gino


Tania mengerutkan alis karena kurang mengerti. Karena lain yang di bicarkan dan reaksi Gino juga keluar jalur.


"Mendingan kamu pakai celemek, dan kita masak bareng-bareng," usul Gino


"Masak bareng? aku harus bilang apa ke kamu, aku tuh selama delapan belas tahun tidak pernah menyentuh barang dapur apa lagi masak!" bantah Tania


"Terus, semalam buat kebisingan dari panci itu ulah siapa? itu kan salah satu barang dapur, " Ledek Gino


"Oh, jadi itu namanya panci? panci itu yang cowok dandan kaya cewek'kan?" Tania malah memainkan obrolannya sedikit ada humor.


"Banci! sudahlah ... kamu sebagai istri harusnya bisa melayani suami dengan baik, kamu bisa dapat pahala lho ... dan sebaliknya kalau kamu bikin saya kesel kamu dapat dosa, pilih yang mana ?" jelas Gino


"Kamu ngancem melulu," sungut Tania


Gino Mengambilkan celemek dan memakaikan untuk Tania.Dan tidak lupa Gino menyanggul rambut Tania agar tidak rontok selagi masak.


"Kita masak yang simpel aja, kamu goreng telur nya dan saya yang siapin bumbu nasi goreng kita," simpul Gino


"Hah? gak salah kamu?" tanya Tania


"Ayo! gerak cepat Tania, kamu juga hari ini mau kembali ke kampus kan?" suruh Gino lalu mulai menjalankan tugasnya.


"Gimana cara pecahin telornya?" tanya Tania


"Ya, ampun ... kamu tinggal pukul telor nya pakai sendok terus tuangin kedalam wajan,huh mana mata perih lagi karena bawang ...," jelas Gino dengan mata merem melek.


"Oh,oke ...!"


Tania menuruti apa yang disuruh oleh Gino bahkan cangkang telur juga ikut ia masukan kedalam wajan.


"Udah gitu apa lagi?" tanya Tania


"Kamu aduk-aduk lah, kasih garem sama penyedap rasa secukupnya. Nanti kalau Mateng kamu panggil aku ya?!" saran Gino


"Ini udah mateng belum? tanya Tania


"mana?" tanya Gino sembari mendekati Tania


"Astagfirullah, Tania ! kenapa cangkang telurnya kamu gorengin juga ?!" teriak Gino


"emangnya kenapa? salah?" tanya Tania


"Salah lah! minggir saja, kirain bakalan makan segera eh malah begini," dumel Gino


_________________


Tania membuka mobil dan berkacak pinggang.


"Kenapa kamu masih di kampus Tania? kenapa gak pergi?" tanya Tania


"Urusannya sama kamu, Apa?" tanya balik Gino sembari turun dari mobil juga bahkan Gino berjalan mendahului Tania


"Mau ngapain?"


"Saya sudah kerja di sini, masalah?" tanya Gino


Kemudian Gino berlalu begitu saja. Dan Tania mengacak rmabutnya kesal.


"Kenapa jadi begini?" lirih Tania


"Sayang!" seru Aldo


"Aldo, kamu ko disini?" tanya Tania

__ADS_1


"Aku pindah sekolah ditempatku Sayang, biar bisa terus berduaan sama kamu ... kamu apa kabar, katanya kamu cuti selama dua Minggu liburan kemana kamu?" tanya Aldo


"Aku, e ... " gugup Tania


********


Hai temu lagi di pasangan Bobrok comunity 😙


Mampir gak bayar kok


Tinggal like doang samyank 🤣


******


"kamu ko gugup gitu sayang?" heran Aldo, dan membuat Tania harus memutar akal mencari jawaban yang sebisa mungkin dapat membinasakan pertanyaan Aldo lebih banyak lagi.


"Sayang, kamu ko gak ngasih tau aku kalau kamu bakalan pindah sekolah disini? tanya Tania mengalihkan topik.


"Iya sih, kejutan buat kamu, kamu seneng'kan? kita bisa menimbah ilmu bareng di kampus yang sama, dan kamu akan terkejut juga karena--" Aldo menjedahkan ucapannya membuat Tania sangat penasaran.


"karena apa?" Tania terlihat tidak sabaran.


"Karena aku sekelas dengan kamu !" ucapnya dengan rasa bahagia


"Yey!" seru Tania


Mereka saling berpelukan, melepas rindu yang sudah lama terpendam. Mereka merupakan pasangan kekasih dari sejak SMP, dan kini mereka sudah kelas XII SMA.


Namun di sisi lain Tania bimbang dengan statusnya yang sekarang, ia sudah halal dimiliki oleh pria lain . Tetapi, Tania tidak sanggup membicarakan kebenarannya pada Aldo, karena Tania takut kehilangan dia.


_________________


"Selamat siang semuanya ! " seru Gino berdiri didepan kelas Tania


Tania yang semula sibuk dengan teman nya langsung menggerutu kesal karena Gino akan mengajar didalam kelasnya.


"Perkenalkan nama saya, Gino Andriano kalian cukup memanggil dengan sebutan Pak Gino saja, mulai hari ini dan sampai kalian lulus, saya akan jadi wali kalian dan pelajaran yang saya bawa adalah Kimia Fisika, jadi kalian harus menguasai itu ... jika kalian ingin lulus dengan sempurna ikuti semua aturan dari saya, apa kalian mengerti ?" tegas Gino, disini keliatan sekali aura horor dari seorang Gino.


"walaupun galak, yang penting ganteng," celetuk Ara


"semuanya aja kamu nilai ganteng," sindir teman lainnya.


"Ye... sirik aja kalian,"


"Sudah! sudah! jangan ribut, saya akan menulis beberapa list peraturan saat berada dikelas saya," Gino mulai menulis poin-poin aturan untuk muridnya.


tidak boleh bermain ponsel


Sebelum belajar ponsel


Dikumpulkan


Dua. :


Tidak boleh ribut


Walau hanya sekedar


Berbisik sekalipun


Tiga. :


Tidak boleh keluar kelas


Sebelum istirahat


Empat. :


Tidak boleh mengeluh


Dengan apapun materi


Yang akan di bahas.


Lima. :


Dilarang telat


Tidak diterima


Dalam alasan klasik


Enam. :Dilarang berpacaran


Didalam kelas


Melanggar maka akan kena

__ADS_1


Sanksi berupa ;


-Surat peringatan


-lari keliling lapangan 20X


-Tidak diberi nilai


"Hah!" semua muridnya menganga lebar, baru pertama kali mereka bertemu dengan seorang guru yang berlaku kejam seperti ini.


"Kalian mengerti ?" tanya Gino


"Me---mengerti pak, huh ...," jawab mereka seperti orang kelelahan saja.


"Sekarang saya mau bertanya siapa sekretarisnya disini?" tanya Gino dan memerhatikan seluruh orang yang ada dikelas.


Tania menunjuk tangannya dengan malas. "Saya pak, " kata Tania.


"Oh baiklah, kamu catat semua poin peraturan ini dalam waktu 5 menit, kamu harus cepat menulisnya, kalau kamu telat maka kamu akan saya hukum," ucap Gino


"Apa? Bapak sudah gila apa? nulis dalam waktu lima menit, kalau cuma beberapa kata bolehlah, tapi kan?" protes Tania yang tidak terima


"Saya mulai hitung dari sekarang, ayo tulis !" titah Gino


"Tulis aja Tania, cepetan ... ," suruh temannya


Dengan terpaksa Tania cepat-cepat menulis.


Tania melirik Gino dengan tatapan sengit, dan Gino hanya memainkan balpoin diatas meja sambil membuka buku Kimia Fisika yang siap akan di bahas hari ini.


________________


Tania sudah pulang dari kampus, rasa kesal dari sekolah sampai terbawa kerumah.


"Awas aja aku balesin juga ulahnya tadi, apa ya kira-kira ? bingung Tania, kemudian ia kedapur dan mencari ide licik untuk mengerjai suaminya- Gino itu.


Ting!


Nong!


Tania buru membuka pintu dan melihat Gino yang baru pulang sepertinya kelelahan karena pekerjaan nya seharian ini disekolah.


"Mas," panggil Tania


"Mimpi apa kamu manggil saya mas?" heran Gino


"Emangnya salah? kan' aku udah jadi istri kamu mas, kamu pasti capek ya? masuk yuk ... aku bikinin kamu minum ya?" tawar Tania


Walau sempat heran dengan sikap Tania, tapi Gino mengangguk karena memang haus.


_


"Gimana mas? enak juice nya?" tanya Tania dengan tersenyum manis


"Lumayan, tumben kamu bersikap begini ... tapi bagus si, karena memang kamu harus bersikap begini kepada saya," kata Gino dan terus meneguk juice buatan Tania.


"Iya dong mas, mas udah enggak haus lagi'kan?" tanya Tania


"Enggak ko, saya mau ke kamar dulu ya ? Gino berdiri dari tempatnya duduk


"Kok perut saya jadi mules begini ya Cha?" tanya Gino dan meraba perutnya dan reaksi mukanya seperti menahan sesuatu yang hendak meledak.


"Kenapa mas? kok gitu mukanya?" heran Tania hanya dibuat-buat


"Perut saya Tania, aduh ...,"


Pret!


Dpret!


"Aduh mas, jorok ih ... kentut lagi, malu dong mas ?!" Tania menutup hidungnya.


"Perut saya ga enak begini, kamu campurin apa di minuman ini? kamu pasti menaruh sesuatu'kan?" tuduh Gino


Prepett!


Bud! Bud!


Kentut yang berirama , dan Tania tidak mampu untuk menahan tawanya lebih lama


"Cepetan keluarin mas, nanti berserakan dilantai lho! ha-ha!" tawa Tania


Gino menunjuk Tania."kurang ajar kamu Tania aaakh! liat saja pembalasan saya nanti,"ancam Gino sembari berlari ke kamar mandi di dekat dapur, kalau berlari ke kamar mandi di kamar atas pasti tidak akan sempat lagi.


'haha, makanya ... jangan ngerjain aku waktu dikampus, emangnya enak kena batunya ?" sindir Tania kemudian berlalu kekamar.


Bersambung

__ADS_1


Sorry for typo 🙏


__ADS_2