
Setelah beberapa hari Ara akhirnya kaki Ara sembuh berkat ketelatenan Reno membantu Ara.
Di rumah Reno
Mama Reno sedang sibuk memilah memilih kartu undangan pernikahan Reno dan Ara.
"Sayang Ara kamu mau yang mana? " tanya Mama Reno. Ara yang ditanya terlihat bingung, "Ara terserah Mama aja, Ara bingung mah. " ucap Ara yang jelas kebingungan memilihnya.
"Ya sudah kalo kamu bingung, biar Mama yang tentuin oke,! " ucap Mama dengan tersenyum manis. "Oh, ya mah foto prewedding nya kapan? " tanya Reno pada sang Mama. " k
Kata orang WO besok, coba kamu telpon lagi pihak Wo nya! " titah Mama pada Reno.
Semua sedang sibuk dengan acara pernikahan Ara, Abang Hendra sudah mempersiapkan hotel untuk acara pernikahan Ara. Semua keluarga berkumpul di rumah Ara, terasa ramai sekali.
Dan begitu pula dengan keadaan Rissa yang sedikit berangsur dari penyakit nya, karena Ayahnya membawa berobat keluar negeri.
Alhamdulillah pengobatan Rissa berjalan dengan baik, kesehatan berangsur membaik, dan acara pernikahan Ara nanti, Rissa izin pulang dulu ke dokter nya. Hari ini rencananya Rissa dan ayah pulang ke tanah air.
Setelah Reno menelpon pihak WO, , Reno dan Ara besok akan melakukan foto prewedding nya.
Keesokan harinya.
Ara dan Reno sudah ke lokasi buat acara Foto pre wedding nya. Ara dan Reno pun berganti pakaian sesuai tema prewedding mereka dan di foto dengan arahan sang fotografer.
Foto Prewedding Ara dan Reno di 🌊☀Pantai. cerita nya ya Guys
Setelah seharian foto prewedding, Ara dan Reno pulang ke rumah Ara terlebih dulu, setelah itu Reno pulang ke rumah nya.
Jam 9 malam ayah bersama baru sampai di rumah Ara, dan abang-abang Ara yang lain pun berkumpul di rumah tapi abang Hendra ada d apartemen nya.
Karena sudah malam tidak ada banyak yang menyambut Rissa kecuali sang nenek dan Zain yang nampak belum masuk kamar.
"Kamu istirahat dulu ya Rissa biar, nenek antar ke kamar mu! " titah nenek pada Rissa. Rissa hanya menggangguk sambil tersenyum, ayah pun masuk ke kamar untuk meng istirahat kan tubuhnya.
Keesokan 🌄🙋pagii hari☀ nya
Acara pernikahan di rayakan d hotel milik bang Hendra dan adek-adeknya, yang sangat meriah.
Di dalam Hotel Aliya di tempat inilah Acara pernikahan Ara dan Reno.
Dengan satu tarikan napas, Reno lantang membacakan ijab qobul. "Saya terima nikah dan kawin nya Arabell Sofiyani Reynanta binti Kean Egi Syah Abraham dengan mas kawin seperangkat alat sholat beserta emas 500 gram dibayar kontan," Ucap Reno.
Pernikahan ini di gelar pada malam hari dan hanya tamu nya hanya kerabat terdekat.
"Bagaimana para saksi sah," ucap Bapak Penghulu.
"Sah," ucap para saksi dan tamu spesial.
Reno Fernandez dan Arabell Sofiyani Reynanta sekarang resmi menyandang status suami istri.
Reno mengambil cincin dan memasukan ke jari manis ku begitupun aku sebalik nya.
Aku meraih tangan nya dan mencium punggung tangan nya, begitu pun sebaliknya Reno mencium kening ku dengan lembut.
Banyak orang berkata kalo cinta akan tumbuh dengan seiring berjalannya waktu, aku akan mencoba untuk mencintai Reno seseorang yang telah sah menjadi suami ku.
Aku berharap ini adalah pernikahan yang pertama dan terakhir.
Saat ini adalah acara pemotretan.
__ADS_1
Aku berusaha tersenyum. Sebenarnya entah apa yang ada di pikiran ku. Aku ingin menikah dengan orang yang aku cintai, tapi alhasil aku di jodohkan dengan orang yang sama sekali aku tak kenal.
Pukul 23.30
Aku baru saja memasuki kamar hotel ku. Yaps karena aku menikah di hotel. Di kamar banyak sekali hiasan bunga dan lilin.
Aku sedang melihat-lihat bunga di atas kasur tiba-tiba.
Cklek
Ternyata Reno masuk kamar dan berjalan ke arah kamar mandi. Dia sama sekali tidak menyapa ku, mungkin karena lelah.
Aku masih duduk di atas ranjang, menunggu Reno selesai mandi.
Pintu kamar mandi terbuka dan keluar lah Reno memakai bathrobe berwarna putih, mungkin sudah di sediakan.
Aku berjalan ke arah kamar mandi, saat di depan pintu kamar mandi, tiba-tiba dia menarik lenganku.
Alhasil aku berhadapan dengan nya.
"Awas, aku mau mandi ka "ucap ku.
"Dengan satu syarat," ucap nya.
"Apa?," ucap ku dengan nada sedikit tinggi.
"Sama suami jangan galak-galak loh nanti dosa," ucap nya.
"Iya makannya awas aku mau mandi, gerah, terus ini juga bajunya berat aw---," ucapan ku terpotong karena tiba-tiba Reno mencium bibirku dan sedikit melu***nya.
"Mmmpphh,"
Setelah selesai mandi aku berjalan menuju meja rias, aku juga sama memakai bathrobe berwarna putih.
Aku melihat Reno sedang menatap pada laptop dan duduk di pinggir ranjang.
Saat sedang memoles wajah ku, tiba-tiba Reno memeluk ku dari belakang, kepala nya bersender di ceruk leher ku.
"Ish, awas gak," ucap ku sambil menggoyang kan tubuh ku.
"Sebentar aja baby," ucap nya sambil merem.
Aku melanjutkan memoles kan liptin ke bibir.
Tiba-tiba Reno menciumi leher ku.
"Awas geli tau," ucap ku.
Reno masih bermain menciumi leher ku ini. Aku sudah memberontak tapi dia mengerat kan pelukan nya dan menahan tangan ku. Dia membalik kan badan ku tanpa berhenti menciumi leher ku.
Tiba - tiba dia mengecup bibir ku dan sedikit melu**tnya. Aku terus memberontak agar lepas dari ciuman ini. Tangan nya semakin liar merayapi tubuh ku. Dia membuka tali bathrobe ku, dan terlihat lah aku hanya memakai bh dan underwear. Dia menghisap sangat lembut dada ku.
"Ahhh mmmpphh, Van ahhh cu-- kup a-ku be-lum siap ahh" erang ku.
Dia tidak mendengar ucapan ku dan melanjutkan aksinya. Posisi ku duduk di pangkuan Reno dan Reno duduk di kursi depan meja rias.
Aku menggigit bibir bawah ku, karna tidak mau bersuara lagi. Aku mencoba memberontak lagi karna belum siap untuk melakukan hubungan intim itu.
Dia melepas bathrobe ku dan membuang nya ke sembarang arah. Aku sangat terkejut melihat aksinya itu. Aku berusaha menahan tangan nya karna dia ingin melepas kaitan bh ku.
__ADS_1
Dia berhasil melepas kan bh ku dan membimbing ku berjalan ke atas ranjang.
"Ka pliss ahhh a-ku belum siap ahh," ucap ku pada Reno.
Dia menghisap ujung ****** payudara ku. Sehingga aku berusaha menahan erangan ku.
Sekarang posisi berada di bawah tubuh nya. Dia masih bermain - main di payu**ra ku.
Tiba - tiba dia mengusap lembut paha ku. Bathrobe nya sudah di buka dan tinggal lah hanya ****** ***** dan begitu pun aku.
Perlahan - lahan dia ingin membuka underwear ku. Tapi badan ku memberontak agar dia tidak melakukan nya sekarang, aku benar - benar belum siap.
Aku menangis sejadi - jadinya. Tiba - tiba dia memeluk ku dari samping.
"Maaf," ucap nya sambil mengecup pucuk kepala ku.
Aku masih menangis, dan menutupi wajah ku dengan kedua tangan ku.
Aku memunggungi nya, dan tidak membalas ucapan nya. Dia tetap memeluk ku.
"Aku tidak akan melakukan nya, bila kamu belum siap baby," ucap nya lagi.
Aku tetap tidak merespon ucapan nya karena aku masih menangis.
"Maaf kan aku," ucap nya lagi dan lagi.
Dengan gerakan cepat dia membalik kan tubuh ku dan memeluk ku. Dia terus menciumi pucuk kepala ku dengan sangat lembut.
"Tolong maafkan aku, aku janji engga akan melakukan nya bila kamu belum siap baby, aku janji," ucap nya.
Aku tetap tidak merespon karena masih takut, dengan aku keadaan begini dan tidak memakai baju hanya memakai underwear saja. Aku takut bagaimana kalau dia melakukan nya saat aku tertidur?. Aku sangat sangat takut.
"Aku janji tidak akan melakukan nya disaat kau tidur," ucap nya.
Aku menatap wajah nya dia tersenyum pada ku.
"Janji yah," ucap ku.
"Janji, sekarang tidur lah," ucap nya.
"Apa kamu akan menepati janji mu?," ucap ku masih tidak yakin.
"Iya janji baby," ucap nya.
Cup
Dia mengecup bibir ku sekilas.
"Tidur lah, pasti kamu udah lelah," ucap Reno .
Aku menyimpan kepala ku di dada bidang nya, dan terlelap tidur.
END***
👋🙋Haii readers,
Semoga suka dengan cerita nya,
Tinggalkan jejak like dan koment bawelnya.
__ADS_1