
Semua yang pernah membully Tania mendapatkan ganjaran nya pada pagi ini. Bahkan Tania mengabadikan momen ini.
Setelah berakhir semuanya. Rektor Kampus memanggil Tania dan juga Anabela untuk ke kantor Rektor
Disaat perjalanan Tania berpas-pasan dengan Gino yang dari ruang dosen.
"Ada apa pak?" tanya Gino kepada Rektor
"Kebetulan juga anda ada ... Anda juga ikut ke ruangan saya," kata Rektor.
_
Rupanya Tania Sudah memberi tau perihal video asusila Anabela dengan anak kelas sebelah. Lalu Rektor itu meminta agar Anabela mengonfirmasi kebenaran nya.
Vano cukup terkejut setelah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Tania dapat menyombongkan diri di hadapan semua orang termasuk dihadapan Gino itu sendiri. Bisa di liat apa yang mereka tuduhkan selama ini kepadanya itu tidak lah benar.
"Selain dia menjadi mahasiswi yang liar dia juga memfitnah aku, sampai membuat semua orang tidak ada yang percaya sama aku, aku sangat merasa di kucilkan selama ini, aku ingin bapak bertindak tegas untuk Anabela,"
"Apa yang kamu inginkan Tania?" tanya Rektor.
"Kalau bapak nanya sama aku, keinginan aku cuma satu, aku--" Tania menatap Anabela lalu Gino juga bergantian kemudian melanjutkan ucapannya. "Aku ingin Anabela dikeluarkan dari Kampus, "
Anabela langsung berlutut di hadapan Rektor dan meminta agar hukumannya diganti saja.
"Anabela kesalahan kamu memang sudah sangat besar, tidak bisa di maafkan sama sekali. Kamu saya keluarkan dari kampus, dan untuk Tania sebagai perwakilan guru khususnya guru matematika dikelas mu meminta maaf kepada kamu telah menuduh kamu ya? Semoga hal ini tidak akan terjadi lagi, dan untuk pak Gino anda kan dosen pembimbing di kelas mereka harusnya anda bisa mengontrol para anak didik anda." Jelas Rektor.
"Baik pak, maafkan saya atas kejadian ini," kata Gino.
______________
"Tania !" seru Gino dan terus berjalan mengikuti Tania. Namun ia tidak sedikit pun memelankan langkahnya justru ia setengah berlari agar menghindari Gino.
"Tunggu, saya perlu bicara sama kamu," kata Gino lalu menahan lengannya.
"Hal penting apa yang bisa kamu bicarakan sama aku?" tanya Tania seraya melepaskan tangan Gino yang menahan tangannya.
"Saya juga bersalah disini jadi saya minta maaf sama kamu, sebagai guru dan juga sebagai seorang suami. Saya benar tulus untik meminta maaf," kata Gino.
"Soal maaf, sebelum kamu bilang juga aku udah maafin tapi ... rasa kecewa aku terhadap kamu tidak akan mudah buat aku terima kamu dengan baik seperti semula," kata Tania.
"Saya mengerti Tania, saya juga tidak memaksa kamu harus memaafkan saya sepenuhnya. Kamu kecewa itu wajar, dan saya akan memperbaiki semuanya," kata Gino.
"Memperbaiki? semua yang kamu lakukan terhadap aku ... Itu menyakiti aku, sangat menyakiti aku dan kamu tidak akan bisa memeperbaikinya. Aku bahagia dengan diri aku sendiri aku enggak butuh orang kaya kamu, yang cuma bisa bikin aku sedih. Aku capek jadi orang lemah karena cinta, cinta itu bikin aku lemah. Dan aku enggak percaya akan cinta aku sendiri dan cinta kamu buat aku juga palsu, aku ga percaya semua itu, dan sekarang aku minta kita hidup atas dasar keinginan kita masing-masing," setelah mengatakan itu Tania langsung pergi meninggalkan Gino.
_______________
Sudah sebulan penuh keadaan rumah tangga Tania dan Gino seperti sudah tidak ada tanda-tanda keharmonisan lagi. Mereka hanya sekedar bersapa biasa baik dirumah maupun disekolah. Mereka juga sudah lama berpisah ranjang, berpisah dalam segala hal hanya saja mereka masih tinggal dalam satu atap yang sama.
Namun permasalahan mereka itu tertutup rapi dari kedua orang tua mereka. Jadi orangtua mereka tidak tau perihal masalah keduanya yang begitu serius.
Rumah terasa sepi, karena dulunya mereka berdua sering sekali bercanda ria. Sehingga membuat para maid yang bekerja merasa sangat kehilangan. Lalu, mereka merencanakan sebuah sesuatu supaya bisa menyatuhkan kedua majikannya lagi.
"Silahkan diminum, tuan ...," Suruh maid pada Gino lalu Gino segera meneguknya.
Merasa tidak bisa untuk fokus lagi sehingga Gino meninggalkan tempat nya bekerja kemudian memasuki kamar tamu dimana disana ada Tania yang sedang belajar.
"Haus banget," Tania minum hingga abis
__ADS_1
Bersamaan dengan Gino yang datang dengan memegang kepalahnya yang terasa menusuk nusuk.
"Ngapain kamu kekamar aku? " tanya Tania
"Ada apa ini dengan tubuh aku," Tania tidak mengehentikan gejolak dalam dirinya itu.
Gino tidak menjawabnya lalu mengunci pintu kamar tersebut. Obat perangsang yang sudah ditaruh oleh maid itu berjalan cepat dikedua nya. Ya, karena obat itu bukan hanya ditaruh di air minum Gino saja melainkan diminuman Tania juga. Sehingga mereka diselimuti oleh hasrat dengan dorongan obat itu.
Sehingga malam itu kembali terjadi persatuan dari kedua pasangan yang sebenarnya masih dilanda oleh banyaknya permasalahan.
***
Tania merasakan ada sebuah tangan menimpa badannya. Ia perlahan membuka matanya perlahan betapa terkejutnya ia mendapati tangan kekar itu perlahan menurunkannya dari atas tubuhnya.
"Akkkkkhh!" pekik Tania
Membuat Gino terbangun karena terkejut mendengar suara Tania.
"Hn ... Ada apa ?" tanya Gino
"Kamu apain aku semalam?!" seru Tania sambil memeluk erat selimut mereka.
Gino memijat sejenak dahinya lalu perlahan mengingat sesuatu yang terjadi semalam.
"Kamu nyari kesempatan buat perkosa aku ! Dasar pria gila mesum! "
Depak!depuk!
Tania memukul Ginodengan bantalnya sambil menuduh Gino memperkosanya.
"Tunggu dulu, saya tidak akan melakukan nya jika kamu tidak menggoda saya semalam," bantah Gino
"Tunggu, apa salahnya ... bukan kah kita suami istri ini bukan hal pertama kali kita lakukan kok, kenapa kamu sekaget ini?" kata Gino.
Keduanya sama-sama diam.
Memutuskan untuk rebutan untuk ke kamar mandi.
"Ini kamarku jadi aku yang mandi duluan,"
"Ya sudah, "
Setelah menunggu 30 menit akhirnya Tania selesai kemudian Gino juga mandi.
____________
"Siapa yang berani melakukan ini semua?" tanya Tania
"Maaf nyonya," lirih Maid
"Ide siapa?" tanya Gino
Semua maid saling menatap satu sama lainnya. Kemudian dengan kompak mereka berlutut dihadapan keduanya.
"Maafkan kami Tuan, Nyonya, kami melakukan ini berharap kalian bisa bersama lagi, kami sangat sedih melihat pertengkaran kalian, rumah ini bagai kan kuburan jika kalian tidak mengisi nya dengan kebersamaan kalian seperti dulu," terang ketua Maid
" Benar, kami bekerja disini untuk melayani kalian dan membuat kalian selalu senang dan bahagia, namun sebulan penuh kami juga ikut dalam rasa kesedihan karena Tuan dan Nyonya, " sambung yang lainnya
__ADS_1
Sehingga mereka mengungkapkan perasaan mereka masing-masing. Ternyata pertengkaran mereka berdua membuat seisi rumah ikut merasa kehilangan.
"Kami minta untuk Tuan dan Nyonya berdamailah, dan ciptakan kembali kebahagiaan itu, karena kami akan merasa ikut serta dalam merasakannya." Mohon mereka
Tania melirik mereka satu persatu. "Kalian sudah keterlaluan, saya benci dengan apa yang kalian lakukan ini ...! mulai hari ini saya tidak butuh pelayanan dari kalian!"
Semuanya hanya bisa diam. Ternyata keinginan para maid itu belum terwujud pasalnya Tania terlihat masih marah bahkan semakin marah.
Berbeda dengan Gino tidak sekalipun marah pada mereka ia juga berlalu begitu saja.
"Jangan fikir aku akan mudah menerima semuanya begitu saja, tidak! tidak akan mudah ... ," Kata Tania sembari menatap sengit Gino
"Tania, apa tidak ada kesempatan untuk memperbaiki rumah tangga kita?" tanya Gino
"Ada, tentu ada ... Cuma tidak sekarang, aku masih kecewa sama kamu. Aku tidak tau kapan waktunya tiba, " lirih Tania
__________________
Anabela sudah pindah kampus ditempat lain.
Sesungguhnya hati Anabela masih menyimpan dendam yang begitu dalam terhadap Tania.
Dia melangkah bertahap untuk ide liciknya.
Bersama dengan teman-teman barunya di kampus itu, ia menceritakan kisah nya selama berada disekolah lama tentu saja Anabela menipu semua temannya mengenai permusuhannya dengan Tania.
"Udah keterlaluan banget itu cewek, kita hajar aja," usul teman Anabela
"Iya, aku juga udah geram banget pengen bikin perhitungan sama dia," sambung temannya yang lain.
"Sabar, aku akan atur waktu dan tempatnya kok, kalian tinggal nunggu kabar dariku saja," kata Anabela.
"Oke,"
____________
Tidak seperti biasanya, Gino begitu mengkhawatirkan Tania. Ingin sekali rasanya Gino mengikuti Tania pulang kerumah namun ternyata ia masih harus berada di sekolah untuk ikut rapat penting.
Tania menyetir mobil dengan kecepatan sedang tiba-tiba ada pengendara mobil lainnya sebanyak 3 satu dibelakangnya dan dua mobil memepet mobilnya.
Brak!
"Ahh, kenapa mereka menabrak mobilku?" heran Tania lalu berupaya menghindari tabrakan diantara mereka. Walaupun sebenarnya mereka terus menabrak mobil Tania.
Brak!
"Kya! hentikan!" seru Tania.
Tania sibuk melirik kesamping dan juga spion mobilnya tidak bisa fokus kedepan ternyata ada truk yang melajuh kencang ia membanting stir namun tidak bisa menghindari tabrakan itu
Brakkkkkkk!
"Aaaaaaaa! "
Prasssss!
Kaca mobilnya pecah tiada bersisa bahkan kaca tersebut menusuk kedua matanya, membuat matanya berdarah dan tidak lama setelah itu mobilnya terbalik.
__ADS_1
"Gino" panggil Tania sebelum kesadarannya benar hilang.
Bersambung