Gadis Imut Kesayangan Playboy

Gadis Imut Kesayangan Playboy
Eps. 159.Mertua Meresahkan


__ADS_3

Ikuti aja dulu konflik nya, apa bila keberatan jangan di ikutin lagi.


_________________________


Pada malam harinya. Tania tidak bisa tidur dengan nyaman, membuat Gino juga terusik dalam tidurnya.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Gino


"Enggak apa apa kok, aku cuma haus aja," kata Tania sambil mengambil gelas kosong lalu menuju dapur.


Tania meminum air didalam gelas itu hingga habis lalu meletakan gelas di atas meja lalu dia duduk sambil memijat kepalahnya yang terasa sakit, karena seharian ini dia terus memikirkan ucapan mertuanya.


"Sayang," panggil Gino sambil memijat bahunya .


"Kok kamu kesini juga?" heran Tania


"Aku tau kamu sedang dalam masalah, ayo ceritakan sama aku sayang, ada apa hm?" tanya Gino


"Aku ngerasa omongan mama itu bener, ini memang kesalahan aku, andai aja aku bisa kembali di waktu itu, aku bakaaln jaga anak kita, dan pasti bikin kamu sama semua keluarga kita bahagia, aku pengen banget bahagian kalian, tapi aku enggak bisa, aku sedih dengan kenyataan ini," jelas Tania dengan air matanya sudah tumpah.


Gino segera memeluknya.


"Sayang, sampai berapa kali aku harus bilang, aku yakin sekali kamu bisa hamil. Tapi tidak sekarang, Tuhan punya rencana yang baik untuk keluarga kita, percayalah sayang . Jangan di dengerin omongan mama atau lainnya, yang terpenting adlaah kamu punya aku, aku akan selalu ada untukmu, " jelas Gino


"Tapi--"


"Stt!" Gino menaruh jari telunjuknya di depan bibir Tania


"Jangan bicara yang aneh-aneh, kita berdoa terus dan juga berusaha supaya bisa memiliki anak, " saran Gino


Tania mengangguk lalu Gino membawanya kembali ke kamar. Mereka Kembali memadu kasih agar bisa memiliki keturunan ditengah keluarga mereka.


___________


"Aku pengen banget makan rujak di pinggir jalan, tapi siapa yang bakalan beliin ya ... Minta tolong sama pak supir aja kali ya?" fikir Rika lalu ia keluar rumah mencari supir.


Berpas-pasan juga dengan Mama Gino yang datang membawa oleh-oleh pasti ini untuk Rika itu.


"Lho, kok kamu jalan keluar sih? kamu lagi hamil nak,"


"Tidak apa Tante, kan buat olahraga juga, dan Rika pengen nitip supir buat beliin Rika rujak," jelas Rika sambil membayangkan rujak sdjah ada didepan nya.


"Oh kamu ngidam? Sini," Mama mengajak Rika masuk kedalam rumah lagi.


Gino juga Tania hendak keluar.


"Tania kamu gimana sih? kenapa kamu biarin Rika keluar sendiri, nanti terjadi sesuatu sama dia gimana?" omel Mama


"Bukan salah Tania ko Tante, Rika sendiri yang mau keluar ," bantah Rika


"Ada apa si ma?" tanya Gino


"Ah, begini saja. Mendingan Gino kamu anterin Rika buat makan rujak soalnya Rika lagi kepengen makan rujak, kasian sama anaknya lho," jelas Mama


"Tapi ma, Gino mau pergi ke kampus ada jam ngajar pagi," kata Gino


"Bentar doang, udah sana anterin!" suruh Mama


"Tania aku--" Gino baru saja ingin berpamitan namun Mamanya segera mendorong Gino untik pergi.


"Jaga Rika sama anaknya ya?"


Gino hanya bisa menghela napas pelan, kemudian masuk kedalam mobil yang di ikuti oleh Rika. Mobil mereka melajuh meninggaljan rumah.


"Wah, mereka keliatan seperti keluarga sungguhan ya?" kata Mertua Tania


Tania diam saja, ingin sekali ia kembali kenkamrnya namun merasa tidak sopan jika pergi tanpa mengajak mertunya mengobrol.


"Mama masuk ma," suruh Tania


"Tidak usah, lagian tidak ada yang bisa di bahas dengan kamu. Kalau ada Rika kan saya bisa sharing mengenai kehamilan, perkembangan anak, sementara kamu ... boro-boro deh, ini saya titip untuk peralatan bayi nya Rika ya, awas jangan sampai rusak lho. Saya mahal belinya Tania ... " setelah memberikan sebuah hasil belanjaan cukup banyak dengan seenaknya mertunya pergi begitu saja.

__ADS_1


"Biar kami saja Nyonya," kata maid


Lalu Tania memberikan pada maid itu, ia menuju kamarnya.


"Hiks, kenapa mama mertua sekarang berubah, dia udah sering banget bandingin aku sama Rika, aku hiks, aku juga enggak mau kaya gini, kenapa cobaan hidup aku kaya gini Tuhan, aku capek sama semua permasalahan aku hiks," tangis Tania


Maid yang bekerja di depan kamar Tania merasa ikut sedih.


"Kasian nyonya,"


"Iya,semoga saja nyonya bisa hamil ya?"


Begitulah harapan mereka pada nyonya mereka itu.


_____________


"Ini tas kamu," Tania memberikan tas jinjing Gino


"Makasih sayang," Gino meraihnya


Cup!


Gino mengecup dahinya sejenak lalu Tania mengecup punggung tangan Gino lalu mengantarnya sampai kedepan pintu utama


"Hati-hati," seru Tania.


"Iya sayang," Gino tersenyum


Kemudian Rika buru-buru keluar dari rumah sambil memberikan bekal.


"Kamu ketinggalan ini deh, nanti bisa laper lho?" kata Rika


"Oh, tidak usah Rika ... aku sudah kenyang kok," tolak Gino karena dia memikirkan perasaan istrinya.


"Oh, yaudah deh...,"


Tania mendekati mereka lalu mengambil bekal itu.


"Yaudah deh," Gino menerima bekal itu dari Tania lalu masuk kedalam mobilnya.


****


Beberapa bulan kemudian. Kandungan Rika sudah menginjak usia 9 bulan, tinggal menghitung hari maka lahirlah buah cinta nya dengan Aldo.


Rika duduk sendiri di ayunan sambil mengelus perutnya yang begitu besar


"Seandainya Papamu masih hidup, pasti dia akan sangat bahagia menantikan kehadiranmu," gumam Rika dengan rasa sedih


"Rika kamu disini?" ujar Tania sembari membawa susu hamil.


"Iya Tania , ada apa ya?" tanya Rika


"Aku membuat Susu untukmu," Tania menyodorkan segelas air susu itu.


"Ya ampun Tania enggak usah repot-repot lah ... Tapi, makasih ya kamu perhatian sama ku," kata Rika sambil menerima segelas air susu itu


Prang!


Rika dan Tania begitu terkejut karena gelas itu di hempas oleh Mertua Tania.


"Kenapa Ma?" tanya Tania


Plak!


Tania memegang pipinya yang sudah ditampar. Lalu menatap mertuanya dengan rasa bingung, kenapa dia ditampar seperti ini?


"Ma?" lirih Tania


Mertuanya alias mama Hani, menenteng susu dan memperlihatkan tanggal kadaluarsanya


"Kamu pengen ngeracunin anaknya Rika? kamu memberi dia susu yang sudah kadaluarsa Tania!

__ADS_1


Rika langsung mendekati Mama Hani lalu mengecek sendiri dan ternyata benar


"Tania? kamu?" Rika menunjuk Tania karena ini menyangkut keselamatan baby-nya hingga ia menjadi emosi juga


Plak!


Kiri kanan pipi Tania terasa panas.


"Rika!" seru Tania yang tidak terima karena Rika belum mendengar jawabannya sudah berani menampar ia, memang ia tidak bisa melawan jika lawannya adalah mertuanya tapi Rika, mereka tidak terlalu jauh umurnya. Sehingga Tania membalas tamparan itu.


Plak!


"Tania !" seru Hani langsung menyentak lengan nya.


"Ayo Rika," ajak Mama Hani lalu Rika mengangguk.


Mereka meninggalkan taman belakang ini.


Tania meraba pipinya lalu mengambil kotak susu itu.


Selagi berfikir bahkan membuat Tania tidak sadar bahwa Gino sudah pulang.


"Sayang?" Panggil Gino


Tania membalikan tubuhnya lalu berlari untuk memeluk Gino..


Bruk!


Didalam dekapan Gino ia mengeluarkan segala air matanya, bahkan ia menangis tersedu-sedu. Gino mengajak istrinya untuk duduk santai lalu mengelus rambutnya membiarkan Acha menangis sepuasnya setelah tenang baru bisa ia tanya.


"Ada apa sayang?" tanya Gino sambil mengelap air mata Tania.


"Aku --"


"Udah deh enggak usah mencari pembelaan segala!" potong Mama Hani.


"Mama? apa maksudnya Ma?" heran Gino


"Mama berat hati untuk mengatakan nya sama kamu tapi kamu juga harus tau," kata Mama Hani


Kotak susu itu di ambil Mama Hani dari tangan Tania lalu menunjuk pada Gino.


"Mama ngeliat sendiri istri kamu itu bikinin susu udah kadaluarsa begini buat Rika, tujuan nya biar ada masalah di janinnya Rika. Maklum saja, wanita yang tidak bisa hamil maka akan muncul rasa iri di hatinya, pasti dia berharap anaknya Rika bisa bernasib sama seperti anaknya dia. Pantas saja dia keguguran waktu itu," terang Mama Hani dengan kalimat pedas.


"Cukup Ma! Mama udah sering banget hina Tania, Tania juga enggak mau kaya gini , iya Tania terima karena memang kesalahan Tania tapi perihal susu itu Tania tidak tau kalau sudah kadaluarsa begini, Tania ingat banget kalau Tania bikinin susu itu yang baru kok, tapi Tania bingung kenapa bisa susu seperti ini ada? Mama enggak campur tangan buat bikin kericuhan rumah tangga kita'kan?"sindir Tania dari akhir ucapannya.


"Lihat Gino, istri kamu berani menuduh mama kamu sendiri!"


"Kenapa mama semarah itu, padahal Tania cuma nanya,"


"Gino, kenapa istri kamu kurang ajar sama mama sekarang, apa kamu akan diam saja?" tanya Mama Hani


"Gino tidak bisa bela siapapun sekarang!" simpul Gino


Lalu menatap Tania.


"Tapi Tania kamu tidak boleh berbicara begitu sama mama, kamu ini masih muda bicara yang sopan pada yang tua," peringat Gino.


Lalu Gino meninggalkan mereka berdua.


Hani mencengram rahang Tania


"Berani sekali kamu berbicara seperti itu pada putraku, rupanya kamu ingin bermain-main denganku?"


"Saya akan pastikan . kamu akan diceraikan oleh anak saya, karena saya tidak butuh menantu seperti kamu, yang tidak berguna ini! "


Mama Hani melepaskan cengraman ya.


"Mama bisa hina Taniasemau mama, tapi mama enggak akan bisa pisahin aku sama mas Gino, karena kita saling mencintai ma, Tania yakin mas Gino tau yang salah sama yang benar," kata Tania


"Kita lihat saja nanti!"

__ADS_1


Setelah mertunya pergi. Tania duduk kembali merasakan dadanya terasa sesak rasanya begitu sakit hati terhadap apa yang sudah terjadi.


__ADS_2