
Tania sudah menebalkan telinganya atas sindiran semua teman-temannya yang mengatainya menyontek. Karena, dia memiliki rencana besar untuk menutup mulut mereka nanti. Siapa saja anggota yang paling suka membullynya sudah masuk kedalam buku hitam ciptaannya sendiri. Toh khususnya Anabela akan ada waktunya menunjukkan siapa gadis itu sebenarnya.
"Temen-temen kalian datang ya ke pesta ulangtahun aku, nanti malam. Jangan lupa?!" peringat Anabela sembari membagi undangan.
"Em, kamu juga boleh datang ko ...," suruh Anabela sambil menyerahkan undangan pada Tania. Mata Tania melihat undnagan tersebut dan tersenyum tipis.
"Di pesta ulangtahunku wajib membawa pasangan masing-masing, karena rencananya aku mau Adain pesta dansa juga," kata Anabela
"Asik dong,"
__________________
Tania sudah bersiap untuk pergi tanpa adanya Gino. Bahkan dia tidak berpamitan sama sekali. Dia merasa hidup nya terbebas dari ikatan siapa pun. Tidak ada yang bisa mencegah apapun yang ingin dia lakukan.
Tanpa sepengetahuan Tania tentu saja Gino mengikuti Tania. Gino memakai topi agar dia tidak mudah dikenali.
Beberapa teman prianya mengajak ia mengobrol dan Tania melayani mereka juga.
"Untuk apa Tania datang ke pesta ulang tahun Anabela ? Apa yang dia ingin perbuat?" gumam Gino memantau setiap pergerakan Tania yang mencurigakan dan Gino berfikir bila Tania akan membuat keonaran.
Bruk!
"Pulang," ajak seorang pria bertopi pada Tania.
"Lepas! siapa si kamu?" Tania memerhatikan pria itu ternyata tidak lain suaminya sendiri.
Gino menarik tangan Tania menuju tempat sepi dari kerumunan.
"Kamu jangan bikin onar di pesta ulangtahun orang Tania , kamu ini kenapa si?!"
"Lepasin!" Tania menepis kasar tangan Gino
"... Semua yang aku lakuin bukan urusan kamu, dari sejak kamu belain Anabela kamu enggak punya hak atas aku! Aku bisa nekat kalau kamu cegah aku sekarang ?!" ancam Tania
Setelah mengatakan itu Tania berlalu menuju pesta kembali. Karena akan ada acara dansa. Semua yang hadir berdansa kecuali Tania . Dia tidak masalah akan itu. Mata semua orang menatapnya dengan penuh ejekan tetapi Tania tidak menggubris hal itu.
Lalu Tania naik perlahan kepodium dan mengehntikan dansa para undangan yang datang.
"Perhatian buat semuanya, kasih aku waktu buat bicara 5 menit saja disini, " kata Tania
"Huh mau ngapain si dia,"
"Gangguin aja,"
Begitulah suara mereka yang tidak terima.
Anabela melihat Tania dengan tatapan jengkel karena Tania mengehntikan kemeriahan pestanya.
"Maaf untuk Anabela sejenak pesta dansanya terhenti, karena aku memiliki pertunjukan yang sangat heboh, aku yakin ini akan jadi sangat meriah!" seru Tania
Tania menunjukkan layar besar yang ada di depan semua orang.
Orang-orang menunggu apa yang akan diputar di layar itu.
"1..2..3!"
Boom!
__ADS_1
Semua mata orang menatap dua ornag sedang bercumbu diatas roftop. Bahkan pria itu juga melancarkan aksinya dengan menyentuh gadis itu. Gadis itu adalah Anabela
Setelah melakukan hal sekotor itu Anabela menagih uang pada pria tersebut.
"Selamat ulang tahun, wanita MURAHAN! "
Muka Anabela memerah padam. Ia menghampiri Tania lalu menarik Tania untuk turun dari podium itu.
Anabela melayangkan tangannya keudara namun dengan cepat Tania menahannya lalu meghempas tangan Anabela.
"Kenapa? malu ya?! kerjaan kamu terbongkar di semua teman-teman kamu? Omg mereka bahkan tidak bisa berkata-kata, ini bener kejutan Ra, aku juga terkejut?!" kata Tania
"Nikmati pestanya, semua hal yang ada dipesta ini begitu mewahnya hasil dari menjajahkan tubuh Anabela, jadi jangan sungkan untuk menikmati apa saja yang ada di pesta ini," kata Tania sambil berlalu dari sana.
Ia menyaksikan hal selanjutnya dari kejauhan.
Semua teman-teman Anabela membullynya mereka melempar Anabela dengan kue, mengacaukan pestanya dan mengumpat Anabela
"Dasar wanita murahan!"
"Tidak disangka kerjaan kamu sekotor itu Ana !"
"Boleh juga temenin kita lain kali" kata teman pria
"Bisa gratisan gak kira-kira haha,"
"Diam!" pekik Anabela
"Di depan aja kaya orang suci padahal di belakang menjijikan sekali!"
Begitulah komentar mereka lalu satu persatu pergi dari rumah Anabela
"Aku seneng banget liat kamu kaya gini Anabela ... Anabela, kamu bodoh jika berusan dengan seorang Tania dan ini tentu belum berakhir, kamu liat selanjutnya apa yang akan aku lakuin untuk kmu, sabarlah untuk menunggu hari esok," gumam Tania sembari keluar dari rumah Anabela.
***
Senyuman keceriaan Tania memudar saat melihat Gino berada di kap mobilnya sambil menatap kearahnya.
"Kamu masih disini? Apa kamu ingin membela Anabela dan membenarkan pekerjaan nya itu?" sindir Tania
"Sudah malam, pulanglah ...," suruh Gino
"Menyetir lah dengan hati-hati," saran Gino juga.
Tania tanpa menjawab lalu memasuki mobilnya lalu meninggalkan tempat tentu disusul oleh Gino yang juga membawa mobilnya.
___________________
"Ahaha, yes! menyedihkan sekali kamu Anabela ! malam ini, aku bisa tidur nyenyak sekali," kata Tania sambil menutup laptopnya setelah menonton video Anabela yang menangis ditengah pestanya.
"Tidak sabar buat besok, "kata Tania sambil merebahkan tubuhnya sambil menarik selimut juga.
Beberapa saat akan tidur, Tania memikirkan hal lain. Mungkin saja besok Anabela tidak sekolah atau bahkan berniat pindah sekolah.
"Besok aku akan kerumahnya," simpul Tania
______________
__ADS_1
Tok!
Tok!
"Kamu ngapain kerumah ? belum puas kamu semalam?" tanya Anabela dilihat dari penampilannya dia memang tidak akan berangkat kesekolah hari ini.
"Sekarang lihat siapa si pengecut yang sebenarnya kamu atau aku? Bahkan kamu tidak berani untuk sekolah karena Perbuatan ku, dan yang ku lakukan atas kebenaran sedangkan kamu hanya memiftnah aku selama ini, berlaku seperti korban padahal kamu dalang dari permasalahan yang kamu buat sendiri, sekarang ... cepat ganti baju seragam mu bila kamu tidak melakukannya maka, video ini aku kirim ke media sosial dan juga orangtua mu ... Bagaimana ?" Jelas Tania dengan ancaman
"Kamu!" tunjuk Anabela
"Satu ...!"
"Sialan!"
"Dua!"
"Baiklah! Aku juga tidak pernah takut dengan semua ancaman mu itu?!"
"Itu bagus, cepatlah bersiap dan berangkat kesekolah," kata Tania
_______________
Anabela menutup telinganya saat berjalan dia jadi bahan pembicaraan hangat pagi-pagi. Hinaan dan juga umpatan terjadi disepanjang jalan.
"Aku melarang kalian untuk menyebar video itu, apabila kalian melanggar maka kalian dalam zona tidak nyaman!" ancam Tania pada teman-teman nya yang hendak menyebar video Anabela. Bukan karena Tania bersimpati pada Ara tetapi ia memiliki rencana lain dan semua itu hanya dia yang tau.
"Sekarang kamu ajak teman terbaikmu untuk berdiri ditengah lapangan itu, dan kali aja semua ikut aku," ajak Tania sambil membagi tugas pada teman sekelasnya.
Setelah semua orang berkumpul di lapangan untuk menyaksikan pertunjukan yang mungkin lebih heboh dari semalam.
Tania memberikan mic pada Anabela
"Katakan kejujurannya, atau kamu menerima akibatnya?" peringat Tania
Anabela menatap tajam Tania, dan teman Anabela hanya bisa menunduk karena menjadi pusat perhatian semua orang.
"Sebenarnya, kejadian semalam itu terjadi karena ancaman dari Tania dia yang mengedit video itu dan dia melakukan semua ini supaya aku terlihat buruk di mata semua orang," Anabela menipu semua orang
Tania merebut mic itu dan mendorong Anabela lalu menarik kerah bajunya.
"Apa kamu bilang? kamu mulai drama lagi, oh rupanya mulutmu ini seperti sampah dan kamu tidak bisa dipercaya, kamu lihat ini!" Tania menghentikan jarinya lalu muncul lah seorang wanita yang takut-takut untuk datang
Anabela membelakkan matanya. Bagaimana Tania bisa membuat rencana sebesar ini. Dirinya benar akan tamat hari ini.
Lalu dosen matematika juga datang dengan menatap tajam kearah Anabela juga.
"Sebenarnya tanpa kamu jujur semuanya udah pada tau kok, apa yang sebenarnya kamu lakukan, namun ... bagi aku itu tidak cukup, aku ingin kamu mengakuinya didepan umum sekarang, jika kamu tidak mau video ini yang aku sebar tanpa aku cegah mereka yang juga pasti ingin menyebar video ini?" Kata Tania
Dengan rasa malu namun Anabela harus melakukannya sebelum Tania benar melakukan tindakannya itu. Ia meraih mic kembali.
"Baiklah aku akan jujur, sebenarnya aku yang menyuruh anak kelas satu untuk menaruh contekan di laci meja Tania, jadi Tania memiliki nilai tinggi itu memang nilai nya murni maafkan aku Tania, aku khilaf melakukannya." Anabela perlahan berlutut didepan Tania.
Tania melirik teman teman Anabela lalu mereka juga ikut berlutut betapa senangnya Tania karena mereka semua terlihat tidak berdaya.
"Aku belum puas, " kata Tania
"Kamu mau apa lagi Tania ?" Ibu dosen.
__ADS_1
"Aku mau semua orang yang ada disini termasuk ibu meminta maaf sama aku, walaupun ibu seorang guru tapi ibu itu bersalah karena sudah menuduh saya dan merobek nilai saya, jadi cepat minta maaf pakai mic ini," suruh Tania.
Bersambung