
"ngapain kamu ikut makan?" pertanyaan sewot ini berasal dari mulut Hani.
"Mama, kok ngomongnya begitu! Gino tidak mau ada keributan di meja makan ini. Jadi tolong jangan buat keributan," pinta Gino.
"Sayang, duduk ... Mau makan apa?" tanya Gino
"Gino, kamu jangan terlalu manjain istri kamu deh, memang nya dia lagi sakit harus banget kamu yang layanin dia makan? Enggak'kan?" sambil menatap sinis Tania.
"Jangan di dengerin omongannya Mama ya? kamu makan aja," Gino memberikan makanan di piring Tania.
Baru saja mereka mulai makan.
"Rika mana? kok enggak ikut makan sama kita?" bingung Hani.
Tiba-tiba terdengar suara roda koper yang diseret oleh Rika. Membuat Mama Gino beranjak dari kursi menghampiri Rika.
"Rika, kamu mau kemana nak? ko bawa koper segala?" tanya Hani.
"Enggak apa-apa Tante, Rika udah nyari kost'an jadi lebih baik Rika tinggal disana aja," katanya
"Jangan dong, Tante tidak setuju kamu sebentar lagi lahiran sayang, nanti bayi kamu juga kamu kenapa-napa lho," Hani terlihat sangat mengkhawatirkannya.
"Tidak apa-apa Tante, kan Rika bisa telpon Tante kalau Rika perlu apa-apa," kata Rika.
"Kamu pasti melakukan ini karena Tania'kan?" tuduh Hani
Gino dan Tania yang mendengar mereka lalu menghampiri keduanya. Gino heran dengan Rika yang membawa koper pasti isinya baju miliknya.
"Rika, kamu mau kemana malam-malam begini?" tanya Gino
"Aku mau pergi Gino, aku ngerasa lebih baik aku pergi dari sini, aku enggak mau bikin kalian bertengkar antara kamu, juga ibu kamu," kata Rika
"Rika sayang, kami enggak bertengkar, Tania saja yang berlebihan. Dan, Ravano tolong dong kamu ajarin istri kamu itu, jangan berbuat jahat sama Rika, kamu lihat kan sekarang Rika lagi hamil tua kaya gini, dia butuh perhatian dari kita, " jelas Hani selalu menyalahkan Tania
"Tante, ini bukan salahnya Gino atau Tania , Rika rasa juga Tante cukup berlebihan sama Rika, sehingga buat Acha jadi kaya gini, sekarang Rika cuma pengen bilang makasih atas segalanya dan Rika mau memulai hidup baru bersama calon anak Rika," jelas Rika
Baru beberapa langkah Rika pergi.
"Tunggu Rika!" seru Gino
Rika mengehntikan langkahnya. Lalu menghadap Ravano yang menatapnya.
"Saya tidak mengizinkan kamu untuk pergi, kamu harus tetap tinggal disini, karena saya merasa sudah berhutang Budi terhadap kamu dan juga almarhum suami kamu, apapun yang terjadi kepadamu adaalh tanggung jawab saya, jadi kamu harus tetap tinggal disini," terang Gino
"Tapi?" Rika melirik Tania.
Hani mendekati keduanya.
"Mama rasa itu benar Gino kamu memang harus menjaga Rika sepenuhnya kamu harus menikahi Rika ini supaya Rika jelas statusnya," usul Hani
"Tania enggak setuju mas, aku enggak mau di madu," lirih Tania
Gino mendekati Tania
"Kamu jangan lupa Tania, mata kamu ini bisa melihat kembali juga karena suami Rika, aku akan adil pada kalian berdua," kata Gino
"Tidak Gino, itu tidak perlu," ujar Rika
"Itu perlu Rika, dan Tante sangat setuju. Tania kalau kamu memiliki hati yang besar kamu setujui saja, lagian pria boleh kok punya istri lebih dari satu," kata Hani
"Aku tetap enggak setuju! kamu jahat banget sama aku mas, kamu mengambil keputusan ini tanpa bilang dulu ke aku? aku ini istri sah kamu, kenapa kamu kaya gini ke aku, apa salah aku?" Setelah mengatakan itu Tania berlari ke kamarnya ia menangis penuh kepedihan dihati.
Mungkin ada wanita diluar sana yang rela dimadu tapi bukan dia, dia tidak setegar itu.
"Hiks, jahat semuanya jahat! " maki Tania
__ADS_1
Ceklet
Gino masuk kedalam kamar.
"Tania saya akan berlaku adil kepada kamu dan juga Rika, saya akan jaminkan itu," katanya
Tania bangkit dari tengkurap nya.
"Aku enggak rela mas Gino menikah lagi, mas ... aku cinta sama kamu, kamu itu cuma milik aku, tidak ada wanita lain yang boleh mendampingi kamu mas, aku enggak rela ! kenapa mas tega mengambil keputusan seperti itu? kenapa mas? Kenapa?!"
"Kita tidak bisa mencampakkan Rika begitu saja, dengar Tania ... aku ini suamimu kamu harus mendengarkan semua yang aku katakan ini juga untuk kebaikan kita semua, " kata Gino
"Kebaikan? kebaikan apa mas? ini keburukan yang mas ciptakan untuk keluarga kita, apa mas sudah tidak mencintai Tania lagi sehingga mas melakukan semua ini?"
"Saya mencintai kamu Tania,"
"Kalau gitu, urung niat mas buat nikah lagi!"
"Tania saya akan tetap menikahi Rika, setelah menikah saya juga akan tetap sama seperti suami kamu yang dulu,"
"Bohong! mas bohong! Kalau mas tetap sama keputusan mas Gino itu, lebih baik--" Tania menjedahkan ucapannya.
"Kita cerai! "
"Acha, aku akan adil pada kalian nanti, kamu harus percaya padaku Tania?" pinta Gino
"Ya, aku percaya sama kamu ... aku percaya kamu merusak kepercayaan aku terhadap kamu selama ini mas, apa artinya aku bagi kamu kalau semua keputusan kamu hanya mengandalkan keputusan kamu sendiri, kamu gak mikirin aku, gak mikirin hati juga perasaan aku, kamu bahkan enggak nanya apa yang aku alami selama ini? aku cukup bertahan atas semua penderitaan didalam rumah tangga kita Mas, tapi untuk memberi kamu izin menikahi lagi, maaf mas aku enggak bisa. Aku tidak mau di madu mas, aku cukup sakit dihina sama mama kamu aku coba ikhlas ngeliat kamu perhatiin Rika, karena kamu pria yang mau bertanggung jawab terhadap wanita, tapi untuk kali ini apa lagi soal pernikahan, aku tidak mau mas, jika mas Gino tetap akan menikah, ceraikan saja aku mas, aku siap lahir batin menerima jika memang harus aku yang mengalah," jelas Tania
Plak!
Tania meraba pipi sebelah kanan telah di tampar oleh Gino
"Sebelah kiri belum kamu tampar mas, ayo tampar lagi! tampar aku mas! aku bilang tampar!" pekik Tania
"Tania! saya tidak akan pernah menceraikan kamu, kamu akan tetap jadi istri saya, saya juga pastikan akan berlaku adil terhadap kalian nantinya," simpul Gino
Perlahan Tania merosotkan tubuhnya dilantai, ia menekuk mukanya di lipatan kakinya.
____________________
"Ma, Tania mohon batalkan pernikahan mas Gino sama Rika, mama ... Tania janji Tania bakalan bisa bahagiain suami Tania ," lirih Tania
"Minggir, saya tidak ada waktu untuk mengobrol hal tidak penting sama kamu, jangan buang waktu deh, soalnya kami akan pergi untuk pernikahan Gino dengan Rika sore ini," kata Hani
"Tania enggak akan bangkit sebelum mama batalkan pernikahan ini ma, Tania minta tolong sama mama," Tania masih berlutut di depan kaki mertuanya.
Hani mendorong Tania hingga menjauh dari kakinya.
"Kami tidak akan pernah bisa merubah keputusan saya maupun keputusan ank saya, lebih baik kamu juga bersiap untuk menghadiri pernikahan Rika dengan suami kamu," suruh Hani
"Ayo Rika sayang, hati-hati jalannya ," peringat Hani
"Iya Tante," balas Rika
"Rika," panggil Tania
Membuat Rika membalikkan badannya menghadap Tania.
Tania meraih tangan Rika lalu ia menatap nya juga dengan dalam.
"Aku mohon jangan rebut suami aku, Rika seperti kmu yang mencintai suami kamu, begitu juga dengan aku yang mencintai suami aku, kamu pasti tau bagaimana perasaan aku, sebagai seorang wanita yang penuh dengan hati yang mulia aku mohon yakinin mertua aku, batalkan pernikahan kalian. Aku tidak mau dimadu, aku juga yakin kamu juga tidak akan mau dimadu seperti ini," jelas Tania
"Aish, jangan dengarkan wanita itu, ayo calon menantuku. Kita pergi saja," ajak Hani
Tania mengejar mereka sampai ke mobil.
__ADS_1
"Pa, Tania mohon pa ... jangan biarin suami
Tania nikah lagi Pa, " pinta Taniamemohon pada mertua laki-lakinya.
"Maafkan papa , Tania semua keputusan ada ditangan suami kamu," kata mertua lelakinya.
Di ambang pintu. Tania melihat Gino yang sudah rapi memakai jas berjalan menghampiri nya.
"Ayo masuk," suruhnya pada Tania
"Aku enggak izinin kamu nikah lagi mas, aku ini istri kamu mas, dengerin aku sekali aja. Aku mohon mas," tangis Taniakembali menemani.
"Gino , tinggalkan saja dia, ayo cepat penghulu sedang menunggu kita," seru Hani.
"Tidak mas, jangan! aku mohon dengan sangat, jangan menikah lagi ... hargai perasaan aku mas," pinta Tania seraya memeluk Gino membuat jas Gino basah karena air mata Tania
Gino melepaskan pelukan Tania. Lalu mengecup dahi Tania sejenak.
"Saya akan berlaku adil untuk kamu maupun untuk Rika nanti,"
___________________
"Sah!"
Beberapa orang yang diundang dengan serentak mengatakan itu, semua yang ada disana merasa puas dan bahagia.
Berbeda dengan Tania, ia sejak tadi menangis dari awal hingga sahnya Rika menjadi istri kedua dari Gino. Ia segera meninggalkan masjid dengan berlari
Langit mulai menghitam dipastikan hujan akan segera turun. Bahkan langit seperti ikut merasakan kecewanya seorang Tania.
Hujan lebat turun membasahi tubuh Tania yang berjalan tanpa arah, ia sudah lelah berlari sehingga ia hanya berjalan Gontai. Jalanan mendadak sepi mungkin karena hujan ini.
Bruk!
Tania bersimpuh di tepi jalan. Mendongak keatas sambil berteriak keras.
"Aaaaaaaahhhhh!"
"Hiks, ini tidak adil buat aku Tuhan? kenapa engkau melakukan ini terhadap aku, semua nya jahat tidak ada yang perduli terhadap aku, tidak ada! Mami! Papi! tolongin Tania! " Seru Tania sambil menangis juga
_________________
"Kamu dari mana saja sayang? aku sejak tadi tidak melihat kamu," kata Gino sambil memberikan handuk pada Tania yang baru pulang.
Tania melirik seisi rumah , ia sebenarnya tidak ingin berada dirumah yang bagaikan neraka baginya namun statusnya yang masih menjadi istri Gino yang mengharuskan untuk tetap kembali kerumah ini.
"Buat apa mas, kamu perdulikan aku? sementara kamu juga tidak perduli terhadap perasaan dan hati aku mas, lebih baik kamu urusin istri baru kamu itu," kata Tania
"Tania tentu saja aku sangat perduli terhadap kamu, kamu kehujanan begini kamu bisa sakit," kata Gino.
"Aku udah sakit mas, hati aku udah sakit parah karena kamu, kamu tau'kan jika orang sakit perlu obat, dan begitu juga dengan hati aku, hati aku perlu obat . Kamu ingin tau apa obatnya?" Tania menggantungkan ucapannya sesaat.
"Perpisahan kita, itu obat untuk sakit hati aku terhadap kamu mas," lanjut Tania
Gino menarik tangan Tania lalu memeluknya erat
"Saya sudah bilang, saya tidak akan menceraikan kamu... saya tidak akan menceraikan kamu," ulang Gino
Tania memberontak dalam pelukan ini sembari memukul punggung Gino
"Lepaskan aku, aku tidak Sudi dipeluk oleh suami sebrengsek kamu mas, lepaskan!"
"Tania! Jaga bicara kamu itu," marah Hani
"Gino ceraikan saja dia, lagian Mama yakin kok sama Rika kamu pasti bisa lebih bahagia, Rika bisa memberikan kamu keturunan dan kalian akan bahagia," ucap Hani
__ADS_1
"Kamu denger kata mama kamu mas? itu semua benar, kamu ceraikan saja aku, beri aku talak mas? Walaupun ini berat aku akan terima dan siap lahir batin jika memang aku yang harus menjadi janda, dari pada aku harus menjadi istri tapi tidak pernah di anggap ada sama kalian semuanya," kata Tania
"Saya tidak akan menceraikan kamu," balas Gino