
Ara yang sudah bersiap dengan seragam sekolahnya sedikit kesal melihat Reno yang sedang tertidur kembali dengan pulas padahal tidak tahu saja Ara jika justru Reno baru saja tertidur setelah Ara beranjak dari tempat tidurnya.
"Ka ??? Kok tidur lagi sih bukannya tadi sudah bangun ya??" sambil mengguncang-guncang badan Reno.
Namun Reno tetap tak bergeming.
"Masih ngantuk ya kalo masih ngantuk tidur lagi tidak apa-apa nanti biar Ara pesan taxi online saja untuk mengantarkan kesekolah!!".
"Tidak apa-apa mungkin aku hanya terlalu lelah kemarin ! Aku siap-siap dulu ya kamu tunggu dibawah dulu!" jawab Reno.
"Baik ka, Ara tunggu dimeja makan yaaa!".
"Ya!".
Setelah memakan sarapannya Reno pun berangkat bersama Ara kesekolah nya.
Sesampainya disekolah,
"Ini uang saku harian kamu Ra !"ucap Reno sambil menyodorkan uang 200 ribu.
"Makasih ya ka !!" jawab Ara sambil mencium tangan Reno dan terus tersenyum.
"Kenapa tidak juga turun??? Memangnya ada yang ketinggalan ??" heran Reno karena Ara tidak juga turun setelah mencium tangannya.
"Dasar tidak peka!!!! Aku ini istri kaka bukan lagi adek kaka dicium kek dielus kek malah disuruh pergi gitu aja!!"
Reno pun dengan canggung menarik Ara dan mencium sekilas dahi Ara .
Namun Reno kaget saat tiba-tiba,
cuppppppp
"Terimakasih ya olka !! Itu tadi bayaran nya karena sudah mau menciumiku!"
Reno kaget saat Ara mencium bibirnya dengan singkat.
Namun entah mengapa tiba-tiba Reno menarik tangan Ara dan mengecup bibir itu.
Tak puas sampai disitu saja Reno pun Mel*mat bibir Ara yang sejak kemarin terus saja membayanginya.
Ara pun tak kalah terkejutnya saat Reno mendadak menciumnya.
Saat Reno merasa tak ada perlawanan dari Ara, ia pun semakin menarik tengkuk Ara dan memperdalam ciuman itu Reno senang karena Ara membalas ciumannya meski mereka sama-sama kaku.
Bibir Ara terasa sangat manis sekali dan ini ketiga kalinya Leo mencium Ara bahkan mengecup bibirnya.
Saat dirasa sudah kehabisan nafas Reno pun melepaskan ciuman mereka dengan nafas yang terengah-engah.
Wajah Ara saat ini sudah seperti kepiting rebus karena ciuman dari Reno.
Ara terkejut namun bahagia mengetahui Reno sudah mau menciumnya itu artinya Reno sudah berbaikan kembali dengannya.
"Maaf Aku lancang!"
"Sudah seharusnya seperti ini Ara,karena aku sudah sah menjadi istrimu!"
jawab Ara sambil berlalu meninggalkan Reno.
Reno yang ditinggalkan bingung dengan dirinya sendiri.
Mengapa dia tidak bisa menahan diri saat berada didekat Ara.
__ADS_1
Bahkan baru sejak semalam Reno menyadari jika ternyata Ara sudah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik bukan lagi anak kecil seperti yang ia anggap sebelumnya.
Apa yang terjadi padaku?? Apa mungkin aku sudah sangat menginginkan nya. Reno pun keluar dari mobilnya menuju kelasnya.
**********
"Kamu kenapa sih Ra dari tadi senyum-senyum Mulu???" tanya Salsa.
"Iya kenapa sih?? Gitu ya sekarang main rahasia-rahasia an!!!" sambung Sesil.
"Gimana sih perasaan kalian saat ciuman pertama dulu???".
"Whaattt??? Kamu serius tanya itu ke kita Ra ? Gadis sepolos kamu nanya kaya gitu gak kesambet??".
Hahahahahahha Rara , Salsa dan Sesil pun justru menertawakan pertanyaan konyol dari Ara itu.
"Tunggu!!! Tunggu!!!!! Jangan-jangan bibir suci kamu ini sudah tidak p*rawan lagi???"selidik Salsa.
Arapun mengangguk malu.
"Wah-wah siapa pria beruntung yang bisa menaklukkan hati Arabell Sofiyani Renanta ??" tanya Salsa
"Gilaaa!!! Aku gak nyangka gadis sepolos kamu sudah melakukan itu!!!" sahut Sesil tidak percaya.
"Eh kalian jangan mikir yang macem-macem ya aku ngelakuin ini tuh bukan dengan orang sembarangan tapi dengan suamiku sendiri!!!" tegas Ara karena tidak ingin dipojokkan oleh teman-teman nya.
"APAAAA!!!!????? SUAMI??????????" kaget Salsa, Rara dan Sesil secara bersamaan.
Reflek Ara langsung menutup mulut mereka berdua.
"Sttttt bisa tidak sih jangan keras-keras ngomongnya nanti kalo ada yang denger gimana?? Bisa kacau semuanya!!!".
"Kamu menyembunyikan hal sebesar ini sama kita?? Tega kamu Ra !!!".ketus Salsa.
Dan Ara mulai menceritakan kejadian dari awal bagaimana bisa ia menikah dan dengan siapa ia menikah.
"What?? Jadi kamu nikah sama Reno ketos handsome??? Patah hati deh kalau gini!" ujar Rara sambil pura-pura sedih.
Yaaaa hampir semua teman sekolah Ara bahkan kedua teman Ara ini sangat mengagumi ketampanan Reno.
"Apaan sih Ren!! Reno itu cuma punyaku ya gak boleh ada yang berani merebutnya dariku!!!" ucap Ara pura-pura marah kepada temannya.
"Bercanda kali ah baper amat!!! Terus kalian udah ngapain aja nih???" kepo Rara.
"Apaan sih kepo banget deh!!"
"Tuh kan rahasiaan lagi!!".ucap Sesil.
"Kami hanya ciuman belum lebih!!".
"Wahhh dasar kamu dit b*go nya minta ampun udah tau punya suami bening kaya dia masih aja di anggurin!!! ".
"kami berjanji sama mama untuk tidak melakukan sampai lulus ujian. " ucap Ara lemah.
"Ra kita tau bagaimana perasaan kamu saat ini tapi kamu jangan mau nyerah gitu aja dong kalo kalian sudah ciuman itu tandanya Reno ketos handsome sudah untuk kamu. Percaya deh sama kita!".ucap Sesil menenangkan Ara.
"Terimakasih ya kawan kalian memang yang terbaik!! dan terimakasih sudah mau merahasiakan ini semua dari orang lain!".ucap Ara.
"Enak saja!!! Itu semua tidak gratis!!!".ucap Salsa.
"Kalau kalian minta diajak shopping aku belum bisa! Belum cukup uangnya!!".ucap Ara.
__ADS_1
"Kamu pikir kita matre!!! Noh depan sekolahan cilok mang Ujang enak kayanya!!" ucap Rara sambil mengedipkan matanya genit.
"Duhh urusan makanan saja kalian nomor satu tapi baiklah kalau itu bisa membuat kalian menutup mulut!".ucap Ara.
Mereka pun berlalu pergi.
👋🙋Haii reader's,
kasih extra part sampai kelulusan sekolah dan liburan ya.
Tinggalkan jejak like dan koment bawelnya.
"Yang terhormat, para hadirin. Di hari kelulusan sekolah SMA ini, untuk menutup acara, kami akan mengumumkan beberapa siswa/siswi yang mempunyai nilai-nilai yang bagus," ucap Ibu Willy selaku wakil kepala sekolah.
"Pengumuman memberitahuan peringkat kelas 12 ini akan disampaikan oleh Bapak Rusyadi selaku Kepala Sekolah SMA ini." Ibu Willy tersenyum lebar dan memberikan sambutan kepada Bapak Kepala Sekolah.
"Baiklah, saya akan mengumumkan siswa/siswi dengan nilai terbaik tahun ini. Dimulai dari peringkat sepuluh, yaitu Udin Kasyafudin."
"Woooow," seru girang semua siswa/siswi. Sedangkan di sisi lain ....
"Hah, Udin? Kenapa nggak Tono aja?" tanya Reno sedikit kaget.
"Lo pikir ini pengumuman peringkat pembolos dengan nilai terbaik, gitu?" ketus Ara
"Peringkat 9 adalah Tono Budiyono ...," lanjut Pak Kepala Sekolah.
"Nah, tuh 'kan! Tono tuh emang pintar dari pada si Udin, meskipun agak gesrek orangnya," ucap Reno dengan lantang.
"Serah." Ara memutarkan bola matanya, malas.
"Peringkat ke-8 adalah Ririn Tanita." Pak Kepala Sekolah tersenyum ramah.
"Woow! Ririn," seru Ara . Ririn adalah sahabatnya dan Salsa sejak masuk ke SMA itu.
"La, gue mau nantang lo." Reno merangkul pundak Ara dengan santai.
"Apa?" Ara mengernyitkan alis kanannya dan mendongkak menatap wajah Reno.
"Aku mau nantang kamu, siapa yang paling tinggi peringkatnya ... dia bakal dapat traktiran bakso pak Somad selama dua hari, gimana? Setuju?" tantang Reno kepada Ara dengan percaya diri.
"Kaka mau nantang gue?" ucap Ara menunjuk dirinya sendiri.
"Iya." Reno melepaskan rangkulannya dari pundak Ara .
"Hahaha ... tahun kemarin aja lo peringkat 6, dan gue peringkat 4. Tapi ... oke juga, sih. Kan lumayan dapat teraktiran gratis dua hari." Ucap Ara menepuk pundak Reno dengan akrab, sedangkan Reno tersenyum sinis.
"Peringkat ke-7 adalah Reno Fernandez ...."
"Hah?! Ja, peringkat lo turun." Ara menyenggol lengan Reno seraya menahan tawanya.
"Eh, maaf ... maaf, ini kesalahan. Peringkat ke-7 adalah Daffa Davidson," ucap Pak Kepala Sekolah seraya membenarkan kacamatanya.
"Tuh, 'kan." Reno tersenyum lega.
"Peringkat ke-6 adalah Nur Safitri."
'Antara masuk lima besar atau keluar, nih," batin Reno , sedikit gugup.
"Peringkat 5 adalah Reno Fernandez dan peringkat ke-4 adalah Maya Ayu Tika Lestari."
"Dan ini saat-saat yang ditunggu-tunggu, yaitu pengumumman tiga besar dengan nilai terbaik. Peringkat ke tiga adalah ... Salsabila , ke dua adalah..Arabell Renanta. Dan yang di yang pertama yaitu Denis Setiawan.
__ADS_1
Prok... Prok
" Kamu kalah ka. " ucap Ara menunjuk Reno..