Gadis Imut Kesayangan Playboy

Gadis Imut Kesayangan Playboy
Eps. 75.Pukis / Pukpuk sambil kiss ( Sessions 2 )


__ADS_3

Reno masih punya rasa perikemanusiaan terhadap istrinya. Jadi malam itu ia tak melancarkan serangan-serangan yg dapat mengakibatkan terjadinya peperangan besar di atas ranjang. Tapi jangan lupa, bukan ardi namanya kalau ia tak menjahili istri kecil besar itunya.


Hari ini Ara kembali beraktivitas seperti biasa, karena rasa sakit pada inti tubuhnya sudah berangsur membaik seperti semula.


Ara membangunkan suaminya yang tertidur kembali selepas subuh tadi, bahkan seperti nya sangat pulas sekali. Bagaikan orang yg kelelahan setelah perjalanan panjang.


_cih dasar! Anu nya kapan, capeknya sekarang_


" Kaka , bangun. " sambil menarik selimut lalu menggoyangkan tubuh suaminya pelan.


Reno yang mendapat guncangan ditubuhnya mencoba membuka mata tanpa berniat mengubah posisinya.


" Kaka ayo bangun, udah siang tahu. "


" Pukis dulu. " Ucap Reno dengan suara parau.


" Hih! Tidak mau, nanti kamu mengerjai ku. " tolaknya.


" Kali ini tidak sayang. " merayu Ara, agar mau melakukan pukis ditubuhnya.


" Yaudah, tapi abis itu bangun ya. " pinta istrinya.


Reno mengangguk ditempatnya. Lalu.. Tuk tuk...


Reno mengetuk bagian tubuhnya, memberi titah agar Ara melakukan pukis disana.


Puk.. Puk


CUP


" Sudah. "


Tuk.. Tuk lagi berpindah ke bagian yg lainnya.


Puk.. Puk


Cup


" Sudah. "


Lalu tuk.. tuk ... Reno mengarahkan kembali Ara dengan senyum merekah .


" Terakhir. " ucapnya manja.


Mata Ars mengikuti kemana arah yg dituju suaminya.


_Lihat, bilangnya tidak, tapi mengarah kesana juga_ (Ara )


" Oh disitu yaaa. "


Reno mengangguk so imut.


" Baiklah suamiku, di puk-puk dulukan ya?. "


Reno mengangguk kembali, dan menambah keimutannya lagi.


Dan..


" PLAK!!! HAHAHA. "


" Aww dek Ara . " pekik Reno saat Ara menggeplak cacing miliknya.


Sedangkan Ara langsung kabur sambil sesekali menjulurkan lidahnya dan tertawa ke arah suaminya .


_Sudah berani kamu yaa, awas saja kamu dek, tak ku beri ampun kamu nanti ,meskipun kamu merintih dan meminta berhenti_ (Reno)


Ia tersenyum sejenak, lalu kembali meringis karena merasakan mules yg luar biasa di asetnya yg berharga.


_Tangannya kecil, tapi kalo nabok kerasa juga ya sakitnya_ ( Reno )


🌻🌻🌻🌻🌻


Ara mengantar suaminya yg hendak bekerja hingga di depan teras rumah. Mereka hanya berdua sedari pagi.


" Kaka berangkat ya sayang. " Pamitnya.


" He'eum, ati ati ya dan semangat. " sambil mengacungkan tangannya ke udara.

__ADS_1


" Siap istri kecilku, biar lebih semangat lagi cipika-cipiki dulu. "


" Idih liat banyak tetangga yg lewat, emang kaaka ga malβ€”."


" Engga. " Sergahnya.


" Dih kaya ga punya ********. " cibir Ara.


" Yeh kalo kaka gak punya, gak mungkin kemarin kaka buat adek ngga berdaya. " sambil menoel hidung istrinya .


_Cih, bawa-bawa nya kesana_ ( Ara )


" Lagian gaada salahnya lah dek, kan yg nyium istri kaka , bukan istri orang. " sambungnya.


" Dih awas aja kalo ada yg berani cium-cium kaka selain aku. " mulai terpancing api asmara permisahhh.


" Cie adek cemburu, ciee. "


" Idih, tidak jadi, terserah mas saja sana. Mau dicium-cium siapa. " sungutnya, yg membuat Reno makin gemes aja.


" Cie tuhkan ngambek ." sambil menusuk nusuk pipi chuby istrinya.


Sedangkan ditempatnya berdiri, Arka memandang sendu cinta nya, cinta yg selalu ia yakini akan hadir kembali dan berakhir menjadi cinta sejati.


" Apa benar sekarang kamu sudah bahagia bersamanya, dan secepat itukah kamu melupakan aku, yang lebih dulu hadir dalam hidup dan cintamu. " Tanya nya pada diri sendiri.


" Ku rasa tidak, kau masih membohongi hatimu Arabell, aku yakin namaku masih tersimpan dengan indah disana. "


Arka terlalu percaya diri untuk itu, ia masih sangat yakin Ara tak mampu menggeser dirinya dengan orang lain.


Arka melangkah kan kakinya mendekati sepasang suami istri yg terlihat sedang memadu kasih. Ia tak goyah, dan terus melangkah, ia juga membawa beberapa bingkisan yg sepertinya itu adalah kesukaan Ara semua.


" Assalamualaikum dek. " Ucap nya mengarah pada pujaan hatinya.


" Waalaikumussalam. " balas mereka berdua berbarengan.


" Ada perlu apa ? Jika anda ingin menjemput mertua saya, beliau sudah berangkat bekerja, apa anda tidak bertemu dengannya di rumahnya?. " sindir Reno


" Aku tidak ada urusan denganmu, aku hanya ingin bertemu Ara ku. " balas arya .


" Heuh, dia istrimu, tapi hatinya milikku. " dengan senyum meremehkan.


" Percaya diri sekali kamu!. "


Arka tak menggubris ucapan Reno , ia malah kembali menatap Ara yang ada di depannya.


" Dek, ini bunga kesukaan mu. Dan lihat, ini boneka spongeboob yg kamu inginkan waktu itu, kaka udah janji kan ingin membelikan ini untukmu. "


" Adek masuk. " Titah Reno dengan nada suara yang tak biasa di dengar oleh Ara , Ara sempat ragu tapi akhirnya demi menjaga hati ardi dan juga hatinya, Ara menuruti perintah suaminya, untuk masuk ke dalam rumah.


" Dek. " panggil Arka , sebelum Ara melangkahkan kakinya. Reflek Ara berhenti.


" Adek masuk ." titah Reno agi, yan g melihat Ara berhenti.


Dan kali ini istrinya itu benar-benar menghilang dari pandangan mata mereka berdua.


Arka memicingkan matanya .


" Anda lihat! Dia lebih memilih untuk menuruti perintah siapa diantara kita berdua, sekarang buka matamu lebar-lebar Ar-ka . " ucap Reno dengan penuh penekanan.


" Heuh, itu tidak berpengaruh apa-apa, karena aku percaya masih ada aku dihatinya, memangnya kamu bisa memberi apa untuknya? Kendaraan yang layak saja kamu tak punya, hanya cinta? Bahkan aku yakin, denganmu Ara tak benar-benar bahagia. " Ucap Arka meremahkan.


"Jika begitu kenapa dia tak memilih mu? Kenapa dia malah memilih aku sebagai suaminya? ."


" Karena dia terpaksa. "


" Tapi apa kamu tahu, kini dia sedang mengandung benihku ."


_Ya walaupun masih proses si_ ucapnya dalam hati.


Arka sedikit menggeram mendengar penuturan Reno.


Secepat itukah?


" Kau tak percaya? Baiklah, dek Ara . " panggil Reno pada istrinya.


Orang yg dipanggil namanya lantas berjalan kembali keluar rumah.

__ADS_1


" Ada ap-a ka ?. " balas Ara sedikit terbata karena kaget masih ada Arka disana.


" Kemari sayang. " Reno meraih tangan Ara untuk mendekat ke arah nya, lalu Reno memeluknya dari belakang. Lalu 'Cup' Reno mengecup pipi kanan Ara.


" Kita beri tahu dia, bahwa diperutmu kini sudah ada benihku yg berkembang biak disana. " seraya menyunggingkan senyum ke arah Arka, lalu Reno juga mengelus-elus pelan perut Ar yg ada dalam dekapan nya seakan ada bayi mereka.


_memangnya anu satu kali bisa langsung jadi?_ (Ara )


Sedangkan Arka mematung ditempat nya, melihat beberapa adegan yg membuat darah nya naik hingga ke ubun-ubun, mendidih bersama kobaran api di dada nya. Apa yang Rebo ucapkan adalah pukulan telak baginya, harusnya Arka memahami ini bahwa dia itu sudah tak memiliki kesempatan lagi .


Tapi virus ego selalu ingin menguasai, ia tepis semua kenyataan bahwa sang pujaan hati kini sudah memiliki seorang suami, ia terlalu percaya diri bahwa cinta itu tak mungkin pudar, bahkan tergantikan.


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Waktu sudah menunjukan jam 9 malam.


Ara sudah berbaring di atas tempat tidur nya, sedangkan Reno masih dikamar mandi sedang gosok gigi setelah makan malam tadi .


Setelah selesai ia juga merebahkan tubuh nya di samping Ara lalu memeluknya dari belakang karena Ara sedang memunggungi nya. Dan ternyata Ara belum terlelap juga.


Menyadari itu, akhirnya bibir Reno mencoba menelusuri tengkuk leher Ara , agar istrinya tergoda.


" Ih mas geli. " ucap Ara.


Ah ampuh pikirnya.


Tak peduli dengan ucapan Ara, Reno kembali melancarkan aksinya, tangan laki-laki itu mulai masuk ke dalam piyama yg istrinya pakai, lalu menjelajah ke beberapa tempat dan berakhir di area favorit nya .


" Eungh.. kaa geli. " desah Ara, karena Reno sedang bermain main diarea sensitif nya.


" Kamu udah geplak dia tadi pagi, jadi rasakan pembalasan nya malam ini. " Ucap Reno sambil menyeringai ke arah sang istri.


" Akhhh haha ampun paduka raja " Ara tergelak kecil mengingat kesalahan nya pada sang suami tadi pagi .


Tanpa aba-aba Reno langsung mengungkung Ar di bawahnya. Reno kembali menyeringai nakal, karena soal ini pasti dia yang akan menang.


Reno mulai menyusuri leher putih istrinya, mencoba membuat kembali maha karya nya yang dahsyat di sana. Geli bercampur nikmat yang Ara rasakan membuat ia tak mampu untuk melawan.


Ia serahkan permainan ini pada sang suami yg kemarin sudah membuatnya tak berdaya dan hampir mati .


Reno meriah bibir merah merekah itu, mengulumnya dalam, lalu menuntut minta balasan, lidahnya bermain dilangit-langit mulut imut istrinya yg berada dalam kendalinya.


Telinga dan leher Ara pun sudah basah oleh lidah Reno yang menjelajah kemana mana .


Dan...


Bratttttt...


Terdengar suara robekan, karena Reno yang sudah tak sabaran .


" Ya ampun ka,kan bisa dibuka, ngapain dirobek segala. "


" Hehehe... Lama. "


" Cih! Dasar ngga sabaran! "


Reno hanya terkekeh pelan, lalu kembali pada permainan panas yg sudah ia mulai, ia takan membiarkan istrinya terlelap malam ini, pokoknya ia ingin bermain sampai pagi.


Ara meremat lengan kokoh suaminya tatkala Reno merasuki tubuh mungilnya.


Suara keduanya begitu menggema, dilangit langit kamar mereka. Hingga sudah tak terhitung berapa kali Reno melakukan nya malam ini.


Ditemani suara angin yg menyambut pagi, basah embun yg menyentuh dedaunan di pagi hari, Reno dan Ara mengerang bersama di penghujung permainan mereka berdua.


🐈🐈🐈🐈🐈🐈


Panas ya gayss πŸ™ˆ


Mas arka emang ganteng dan kaya.


Tapi maap hati dedek udah ada isinya, eaaa πŸ’ƒ


Tuh dedek Ara lagi melet-melet ke ka Renren😝


Semoga suka ❀


TerimaπŸ™πŸ’• kasih

__ADS_1


__ADS_2