Gadis Imut Kesayangan Playboy

Gadis Imut Kesayangan Playboy
Eps. 32.Kerjasama Nathan-Monica


__ADS_3

“Ara benci kakak!” teriak Ara


Degh!


Kemudian Ara berlari menerobos kerumunan siswa dan siswi yang berada di koridor tersebut.


”Ara !” pangil Reno kemudian kembali berdiri dan berlari mengejar Ara yang mulai menjauh.


”Seperti nya gue harus kerjasama, dengan tu cowok,” gumam Monica diantara kerumunan yang perlahan bubar. sambil menyungingkan senyum miring nya.


”Ara denger kakak dulu,” ucap Reno berjalan cepat menyusul gadis mungil yang berada di depan nya.


Ara berhenti kemudian berbalik dan mundur beberapa langkah menjauhi Reno.”Apa?!apa yang mau di jelasin kak?!”


Reno mengusap wajah nya kasar, ”Ok, gue ngak mau milik gue di sentuh sama orang lain. Okey. Apalagi dipeluk lo tahu kan lo itu hanya milik Reno Fernandez seorang.” tekan Reno. Entah kenapa dia sekarang memakai lo-gue dengan tunangan mungil nya.


Ara masih bergeming menatap Reno dengan tatapan polos, ”Maksud nya?” Ara menaiki sebelah alis nya.


Reno terkekeh pelan kemudian maju beberapa langkah kemudian menarik tangan mungil Ara hingga jatuh di pelukan nya.


”Arabell Hanya milik Reno Fernandez seorang.” ulang Reno sembari mencium pucuk kepala gadis mungil nya.


Sementara di tempat Monica


”Eh. Tunggu,” Nathan berbalik menatap datar Monica yang menyusul nya.


”Apa?” tanya Nathan bernada dingin dengan tangga memegang almamater nya.


”Gue mau kerja sama dengan lo,” Nathan menaiki sebelah alis nya kemudian melipat tangan nya di dada.


”Maksud lo?” Monica memutar bola matanya malas kemudian berkata. ”Kerjasama buat misahin Ara dan Reno ” jawab Monica.


”Lo mau kan?”


”Sorry gue ngak tertarik,” jawab Nathan. Kemudian berlalu hanya beberapa langkah Monica berteriak.


”Oke kalau Lo ngak mau, berarti lo itu pengecut!” teriak Monica.


Nathan menghentikan langkah nya kemudian berbalik dan berjalan mendekati Monica.


“Ck ... oke,”


”Ok. Deal?”


”Deal.”


Di tempat Ara


Reno melepaskan pelukan nya dan menarik lembut pergelangan tangan Ara.


“Ikut kakak yuk.” Ajak Reno, Ara mengernyit kan dahi nya bingung.


”Tapi ... kita harus belajar, kak masak harus bolos di hari pertama sekolah sih,” cecar Ara menatap kesal Reno yang terus menuntun nya ke suatu tempat.

__ADS_1


”Ikut saja.” Ara menyerah kemana Reno akan membawa nya sampai pada akhir nya menaiki tangga satu persatu dan berakhir di rooftop sekolah.


“Ngapain kita kesini kak?” tanya Ara mendongak kan wajah mungil nya.


”Ngak ada,” jawab Reno kemudian berjalan dan menduduki sofa yang berada di dekat sana dan menepuk nya mengisyarat kan agar Ara ikut duduk di samping nya.


Ara menurut dan langsung menduduki sofa yang berada di sana kemudian Reno berbaring dengan bantal mengalaskan paha Ara


”Kak kita kok bolos sih?” tanya Ara sembari mengusap-ngusap rambut suami nya.


”Ngak papa. Lagian ini sekolah milik orangtua kakak, jadi bebas dong.” Ara yang mendengar kan itu langsung menjambak rambut Reno


”Aduh ... jangan di jambak nanti kalau suaminya botak gimana.” ringis Reno.


”Biarin.” jawab Ara kesal. kemudian beranjak dan berlalu meningal kan Reno.


”Astaga ... punya bini sadis amat.” gumam Reno. Sembari mengusap-ngusap rambut nya.


Ara menuruni anak tangga satu persatu dengan wajah yang di pasang cemberut dan mulut mungil nya tak henti-henti berkomat-kamit.


”Hei!” Ara berbalik dan menatap polos Monica yang berada tak jauh dari belakang nya. Ara celingak-celinguk dan menunjuk diri nya. Yang mengisyarat kan diri nya.


Monica memutar bola matanya malas kemudian berjalan menghampiri Ara


”Iya lo. Lo kan ja**ng yang sudah menghasut Reno agar dia benci gue,” ujar Monica tersenyum miring. Wajah Ara berubah menjadi ketakutan dan mencoba mundur menghindari Monica yang semakin mendekat .


Brukh!


Ara menabrak dada bidang seseorang dan berbalik dan langsung membulat kan mata nya.


’Kak Nathan.’ batin Ara terkejut.


’Kak Nathan.’ batin Ara terkejut.


Grep!


Seseorang memeluk tubuh Reno dari belakang membuat pria itu tersentak sedetik kemudian seulas senyuman menghiasi bibir nya.


”Kamu kalau meluk---”


Reno membalikan tubuh nya dan kaget melihat Orang yang memeluk nya. Ya pasti itu Monica.


”Apaan sih lo.” ucap Reno mendorong tubuh monica hinga gadis itu mundur beberapa langkah.


“Reno sudah gue bilang lo itu hanya milik gue.” ucap Monica dengan nada manja membuat Reno merasa jijik dengan tingkah laku nya.


“Mingir lo.” sentak Reno kemudian berlalu belum beberapa langkah Monica meneriaki nya.


”Lo pasti mau ketemu sama gadis ja**ng---”


Belum Monica melanjutkan ucapan nya Zero lebih dahulu memotong nya.” Gadis gue bukan ja**ng yang sebenar nya ja**ng itu lo!” tekan Reno kemudian berlalu meningalkan Monica yang tersenyum menyeringai.


”Ck ... lihat saja nanti.”

__ADS_1


”Kak Nathan mau bawa Ara kemana?” tanya polos Ara kepada Pria tampan yang berada di samping nya menuntun nya kesuatu tempat dan berakhir di sebuah taman tidak terlalu besar yang berada di belakang sekolah.


Kemudian Nathan mengalihkan pandangan nya ke Ara kemudian mengambil secarik foto dari saku nya dan memperlihatkan nya kepada Ara.


Ara terkejut dan berkata ”Kak Tathan.” Nathan tersenyum simpul. Ternyata foto itu adalah foto Nathan dan Ara semasa dimana Ara kelas 2sd dan Nathan kelas 3sd yang sedang merangkul satu sama lain.


”Iya gue Tathan.” ucap Nathan kemudian menangkup kedua pipi Ara.


Tak jauh dari sana seseorang memerhatikan kedua sejoli tersebut dengan tangan yang mengepal.


”Sudah gue bilang gadis itu ja**ng.” ucap Monica tiba-tiba di belakang Reno.


”Ck ... *****.” tekan Reno pada Monica kemudian berlalu berjalan menghampiri kedua sejoli tersebut dengan tangan yang mengepal.


Bugh!


Bugh!


Bugh!


Reno membogem wajah Nathan membuat pria itu mundur beberapa langkah dengan sudut bibir nya mulai mengeluarkan bercak darah.


”Kak Nathan!” teriak Ara kemudian berjalan menghampiri Nathan tapi tangan mungil nya lebih dahulu dicekal oleh Reno.


Ara berpaling kemudian mendongakan wajah mungil nya menatap tajam Reno yang berada di atas nya.


Dengan gerakan cepat Reno menarik Ara hinga jatuh di pelukan nya kemudian mengangkat gadis mungil itu seperti karung beras.


”...,iih kak lepasin, turunin Ara!” berontak Ara memukul pungung suami nya bertubi-tubi dengan tangan mungil nya.


”Diem atau gue cium!” sentak Reno membuat Ara diam tidak berkutik.


”Nah, itu baru gadis Reno .” ucap Reno berakhir kekehan kecil dari mulut nya. Ara memberengut kesal kemudian pasrah Reno mengendongnya dan berjalan berlalu meningalkan Nathan sendirian ditaman itu.


”Ck ... jadi cowok lemah amat.” decak Monica berjalan menghampiri Nathan dengan tanggan dilipatkan didada nya.


Nathan memutar bola mata nya malas, ” Apaan sih lo!” cetus Nathan kemudian mencoba berdiri dan membersihkan pakaian nya.


“Gue ada rencana lain, buat lo lakuin.” Monica tersenyum smirk.


”Kak, lepasin Ara.” sentak Ara mulai membuka suara disaat Reno mengendongnya dan berjalan melewati setiap lorong koridor sekolah.


”Lo bisa diem ngak!” kemudian Reno melepaskan gendongan nya dan menurunkan Ara gadis mungil itu memberengut kesal kemudian mendongakan wajah mungil nya menatap kesal Reno dengan tangan dilipat kan di dada nya.


”Ngapain monyongin bibir minta dicium.” ucap Reno tersenyum miring membuat Ara membulatkan mata nya kemudian menutup mulut nya dengan kedua tangan.


”Masuk atau gue cium.” ucap Reno. mendekatkan wajah nya. Ara tersentak kini jarak mereka hanya beberapa Cm dan hidung mereka hampir bersentuhan.


”Apa kakak gila.” Ara mendorong dada Renoo dengan kedua tangan nya.


”Sana gih masuk.” Reno mengacak rambut Ara.


👋🙋Hai readers,

__ADS_1


Semoga suka dengan cerita nya,


Tinggalkan jejak dan koment bawelnya.


__ADS_2