
Hari Jum'at pun tiba di mana SMA NUSA BANGSA akan mengadakan kemping tahunan.
Saat ini Reno sedang menunggu Ara yang sedang siap-siap, tak butuh waktu lama Ars pun keluar dengan celana jeans panjang warna hitam, dan baju kemeja kotak-kotak warna mocca, dengan make-up tipis menambah cantik muka Ara, Reno menatap Ara tanpa kedip.
"Ka ayo berangkat," ucap Ara namun Reno masih menatap wajah cantik milik Ara. .
"Kaka ayo nanti kita kesiangan, malah bengong," rengek Ara sambil mengguncang-guncang badan Reno.
"Ehh iya ayo berangkat," ucap Reno tersadar dari lamunannya.
"Ngelamunnin apa si, sampe gue di lupain," ucap Ara pelan agar tak terdengar oleh Reno. Tapi ternyata masih saja terdengar oleh Reno.
"Aku gak lamunin apa-apa By," ucap Reno.
"Iki gik liminin ipi-ipi By," ucap Ara kesal dengan bibir yang di manyun-manyunkan.
"Yaudah lah ayo berangkat, nanti kita telat," ajak Reno.
"Dari tadi udah di ngajak bengong Mulu Nyebelin," ucap Ara.
"Iya-iya maaf," kekeh Reno.
"Iya," singkat Ara. dan mendahului Reno masuk ke dalam mobil.
"Sabar-sabar," ucap Reno sambil mengelus dadanya. Reno pun menyusul Ara.
☘️☘️☘️☘️
Kini Reno dan Ara. sudah berada di sekolah, mereka segera gabung bersama teman-teman yang lain.
"Oke anak-anak sebelum naik ke bus kita absen tempat duduk dulu," ucap pak Doni.
"Dimas duduk bersama Karin,"
"Denis bersama Salsa. "
"Reno bersama Ara ," belum sempat melanjutkan sudah di potong oleh Cecil.
"Pak aku sama Reno boleh gak," ucap Cecil.
"Tidak bisa sayang, karna Reno sudah sama Ara ," ucap pak Doni.
"Plis Cecil sama Reno yaa, kan biar gampang juga kalo mau nanya tentang kemping lagian Cecil sama Reno kan OSIS," ucap cacil dengan berbagai alesan.
"Yaudah Cacil duduk bersama Reno,"
"Ara duduk bersama Vani,"
Pak Doni menyebutkan satu-persatu hingga selesai. Setelah selesai semuanya segera masuk ke bus.
Ara masuk dengan mulut yang terus berkomat-kamit, Vani yang melihat temanya kesal pun hanya terkekeh.
__ADS_1
"Gak usah ketawa," ketus Ara
"Ha-ha-ha iya-iya maaf," ucap Vani.
☘️☘️☘️
Kini Ara duduk di pinggir jendela dengan bibir yang di manyun-manyunkan, Ara melirik kearah Reno yang sedang duduk bersama Cecil, terlihat jelas bahwa Cecil sedang menggoda Reno.
"Cari kesempatan dalam kesempitan," ketus Ara . Vani sekuat tenaga menahan tawanya, karna melihat sahabatnya yang sedang kesal.
"Cie cemburu yaa," goda Vani.
"Gue gak cemburu," ucap Ara .
"Kalo gak cemburu kenapa tuh muka di tekuk kaya gitu," ucap Vani terus menggoda Ara .
"Gakpapa," ucap Ara.
Berbeda dengan Reno yang risih karna perlakuan Cecil. .
"Sayang kamu mau ini gak," tawar Cecil.
"Gak," singkat Reno.
"Dingin yaa," ucap Cecil.
"Hmm," hanya di balas deheman oleh Reno.
Cecil tertidur sambil memeluk Reno, Reno sesekali melirik kearah Ara,Ara juga sama kadang melirik ke arah Reno. Reno yang takut akan amukan Ara pun mencari cara agar terlepas dari Cecil.
☘️☘️☘️
Sesampainya di tempat tujuan, mereka pun turun dari bus beda dengan Ara dan sahabat-sahabatnya yang masih menunggu Reno. Sengaja atau tidak Reno tidur dengan Cecil yang sedang memeluknya.
"Nta bangunin Reno," ucap Rian.
"Males banget gue, Lo aja gue Meles bangunin mereka, tau gini gue gak ikut," ucap Ara yang kembali duduk di kursi yang tadi di tempati nya.
"Lah ko gitu si," ucap Rian.
"Apa lagi si berisik tau gak," ketus Ara. . Ketika Rian dan Ara. sedang beradu mulut, datang lah pak Doni.
"Ko belum turun?" Tanya pak Doni. Mereka pun melihat kearah Reno dan Cecil. Pak Doni pun ikut melihat.
"Wah kayanya Cecil suka sama Reno," ucap pak Doni.
"Reno juga kayanya suka sama Cecil," ucap pak Doni lagi, Ara semakin kesal terhadap semuanya.
"Menurut kalian kalo anak saya Cecil di jodoh kan sama Reno setuju gak?" Tanya pak Doni.
"Emm ta-tapi pak Reno pac-ar," belum selesai Salsa bicara sudah di potong oleh Ara. .
__ADS_1
"Uhh setuju banget pak, kalo bisa besok nikahin," kesal Ara dan keluar dari bus.
"Kenapa anak itu?" Tanya pak Doni.
"Mungkin lagi Pms kali pak biasa perempuan, yaudah pak kami susul dulu yaa" ucap Vani.
"Owhh iya silahkan," ucap pak Doni. Vani dan Sindi pun segera berlari mengejar Ara.
Karena cukup berisik akhirnya Reno pun perlahan membuka matanya, begitu juga dengan Cecil. Reno mengerjap-ngerjapkan matanya, ketika Reno bangun dia melihat Cecil yang sedang memeluknya. Reno pun melirik lagi ke arah Rian, Denis, dan pak Doni. Tapi Reno tidak melihat kehadiran Ara.
Reno pun melepas pelukan Cecil darinya. Reno berdiri dan menghampiri kedua sahabatnya.
"Ara kemana?" Tanya Reno sambil berbisik.
"Gue gak tau kemana, tapi kayanya Lo bakal dapet amukan deh," bisik Denis.
"Emang apa yang terjadi," bisik Reno.
"Nanti gue ceritain," bisik Denis. Reno hanya mengangguk.
"Nak Reno saya mau bicara," ucap pak Doni.
"Mau bicara apa pak?" Tanya Reno.
"Saya mau bicara tentang," belum selesai berbicara handphone pak Doni berbunyi.
"Nanti saja bapak bilang nya, sekarang kalian keluar dari bus," ucap pak Doni dan meninggalkan semuanya.
Mereka pun keluar dari bus, Reno terus di ikuti oleh Cecil kemanapun Reno pergi, Reno yang mulai kesal pun menatap tajam ke arah Cecil.
"Gak usah ngikutin gue bisa," ucap Reno penuh penekanan.
"Gak bisa aku mau ikut sama kamu kemanapun itu," ucap Cecil.
"Gue bilang gak usah ikutin gue!!" Bentak Reno. Cecil hanya menunduk takut.
"Pergi dan jangan ikutin gue paham, Atau gue bongkar pekerjaan Lo," ancam Reno. Cecil pun langsung pergi dari situ.
"Sekarang Lo jelasin semuanya," ucap Reno menatap Denis.
Denis pun menceritakan semuanya, dari Reno tertidur bersama Cecil, dan pak Doni yang akan menjodohkan Reno, dan Ara yang keluar dan meninggalkan semuanya.
Reno yang mendengar itu membulatkan matanya.
"Mending Lo cari Ara deh," usul Rian. Reno berlari mencari Ara Denis dan Rian mengikuti dari belakang.
👋🙋Haii reader's,
semoga suka extra part nya,
mohon maaf tidak sesuai ekspatasi para reader's.
__ADS_1
Tinggalkan jejak like dan koment bawelnya.