
Gino bersama kedua orangtuanya serta mertuanya berkumpul di rumah sakit. Mereka begitu panik dan berusaha untuk meredam semua itu sambil menunggu kabar dari dokter yang sedang menanggani Tania didalam ruangan UGD.
"Ya Allah Pa, gimana ini ... kenapa bisa terjadi hal seperti ini?" sesal Mama Tania sambil memeluk suaminya. "Sabar ma," kata suaminya
Menunggu cukup lama akhirnya dokter keluar memberi tau keadaan Tania kepada mereka semua.
"Pasien mengalami luka dimatanya, sehingga dengan berat hati kami mengatakan bahwa dia akan mengalami kebutaan permanen, lalu ada satu hal lagi --" dokter itu tidak kuasa melanjutkan ucapannya
Gino mendekati dokter itu mengguncangkan bahu dokter. "Katakan yang jelas dokter!" seru Ara dan Dina bersamaan.
Ara yang sibuk dengan anak kembarnya begitu pun dengan Dina dengan baby nya, ikut kaget mendengar kabar Tania dari Gino dan mereka bergegas kerumah sakit tempat Tania dirawat sahabat mereka, begitu mendengarkan penjelasan dokter Ara dan Dina sangat shock dan dipeluk suaminya masing-masing.
"Istri anda, mengalami keguguran karena janinnya masih baru sehingga hal ini bisa terjadi dan akibat benturan keras itu membuat rahimnya rusak, ia tidak bisa hamil lagi" terang Dokter
"Apa?!" kaget semuanya
"Jangan bercanda dokter!"
Papa Gino menenangkan putra nya.
"Bodohnya aku ini Pa, bahkan aku tidak tau jika Tania sedang hamil dan betapa tragis nya kejadian ini," Gino menjambak rambutnya kesal dan marah.
"Tenanglah, serahkan semuanya kepada Tuhan. Karena Mama yakin Tuhan akan memberi keajaiban untuk kalian, yang terpenting sekarang keadaan Tania" kata Mama Tiara.
Gino menyadari hal itu benar adanya. Hingga ia mencoba tenang.
_
"Aku enggak mau buta ! Dokter sembuhkan aku dokter !" teriak Tania sambil meraba-raba tangannya keudara.
Gino membawa Tania kedalam pelukannya. "Kamu pasti akan sembuh, kamu bisa melihat lagi, tenanglah ," peringat Gino.
"Hiks, aku gak mau buta ... aku enggak mau!" betapa terpuruk nya Tania saat ini. Ia tidak berhenti berteriak histeris
Perihal ia keguguran, semua orang belum memberitahu nya. Bahkan sebenarnya Tania tidak tau jika hamil pada waktu itu.
________________
Seminggu berlalu.
Tania sudah diperbolehkan pulang kerumah. Gino membantu Tania untuk bisa masuk kedlaam rumah.
Dengan bantuan tongkat juga, untuk mengiring langkah Tania.
"Biarkan aku sendiri, aku bisa!" kata Tania
"Tapi--"
"Aku bisa!"
Dengan terpaksa Gino melepaskan tangannya dari bahu Tania. Lalu gadis itu berjalan perlahan dengan tongkat menjadi arahannya.
Bruk!
Tania terjatuh karena menabrak meja, Gino berlari untuk menolongnya.
"Jangan menolongku, aku bisa sendiri!"
Gino tidak bisa membiarkan Tania mengalami kejadian itu lagi walaupun Tania marah ia segera menggendong Tania menuju kamar mereka.
"Lepaskan! jangan sentuh aku!"
__ADS_1
"Tania, dengan keadaan kamu seperti ini, kamu membutuhkan bantuan orang lain, cobalah jangan keras kepalah, aku memohon hal itu kepadamu, biarkan aku merawatmu dan juga menjaga dirimu, karena kamu adalah istriku," jelas Gino.
"Aku ini tidak berguna lagi, aku yang terburuk aku pasti akan merepotkan mu, jangan perduli kan aku, " kata Tania.
Gino memeluk Tania sambil mengelus rambutnya. "jangan bicara begitu, aku akan menemanimu sampai kapanpun, aku menikahimu bukan sekdar ingin merasa senang saja, dalam suasana sedih susah seperti ini aku akan menemanimu untuk melewati semuanya bersama sama ," kata Gino.
Lalu Tania membalas pelukan Gino lalu menangis sejadi-jadinya
"Mengapa hiks, ini terjadi padaku,"
"Sabar, aku akan berusaha untuk membuatmu bisa melihat lagi,"
Tania hanya menangis menumpahkan segala rasa kesal dan juga sedihnya. Hingga ia merasa lelah pada akhirnya ia tertidur didalam dekapan Gino.
Gino membaringkan Tania tidak lupa menyelimutinya lalu duduk di pinggir ranjang sambil memegang jemari Tania lalu mengecup dahinya sekilas.
"Semoga kamu cepat sembuh 'Sayang, aku akan berusaha untuk mengembalikan penglihatan mu," ujar Gino memerhatikan wajah damai istrinya itu.
***
Anabela begitu gembiranya ketika mengetahui bila keadaan Tania sangat menyedihkan. Semua rencana nya telah berhasil dari awal hingga ke tahap akhir.
Dia mengadakan pesta atas penderitaan yang di rasakan oleh Tania itu.
"Malam ini, kalian semua bebas mau pesen makanan apa saja, karena aku sedang dalam masa bahagia!" Seru Anabela.
"Asik!"
"Ayo, kita pesen makanan yang banyak," usul teman Anabela.
Mereka terdiri dari Ayu,putri, dan Ria.
Tidak lama setelah itu pacar dari teman Anabela datang mereka adalah Gio,Reno dan Dion
"Wih, mantap dong! Oke!"
"Tapi ingat, semua yang udah terjadi jangan sampai bocor?!" peringat Anabela.
___________
Karena buta, membuat Tania tidak lagi melanjutkan sekolahnya seperti biasa. Dia sekarang belajar dirumahnya dengan seorang dosen yang ahli dalam mengajari seseorang dengan keterbatasannya. Mulanya Tania ragu juga merasa dia tidak akan bisa melakukannya. Namun, seiring berjalan nya waktu dia bisa beradaptasi dengan keadaannya yang sekarang.
Dalam masa ujian bahkan Tania mampu menyelesaikan ujiannya dengan baik. Dia mendapati peringat pertama dalam kelasnya. Ini merupakan suatu kebanggan yang sudah lama di idamakan, walaupun keadaan Tania sangat tidak memungkinkan bisa memiliki nilai seperti itu akan tetapi inilah kebenarannya.
Tania di nyatakan naek tingkat dengan nilai yang cukup memuaskan. Seharusnya Tania bangga dan senang, tapi mengingat kondisi nya yang pasti sudah jadi bahan ejekan teman-temannya hingga ia tidak ingin berlama lama dikampusnya. Tidak ada acara yang ingin ia selenggarakan.
Sepulang dari kampus Tania meraba kertas yang ia bawa. Acha menangis karena tidak bisa melihat apa saja yang tertulis disana.
"Selamat ya Sayang, kamu sudah lulus sekarang," ujar Gino lalu mengambil kertas yang di pegang Tania.
"Makasih," balas Tania.
"Kenapa kamu menangis?" Gino menyapu air matanya lalu memeluk Tania serta menepuk pelan bahunya.
"Aku sedih dengan keadaan aku yang sekarang, apa aku bener enggak bisa untuk ngeliat lagi ... aku pengen kaya dulu, aku bisa bebas melakukan apa saja dengan mataku, " kata Tania.
"Sabarlah dulu, kita akan mencari dokter yang bisa menyembuhkan matamu ini, sekarang kamu jangan banyak fikiran kamu harus tenang supaya semua bisa berjalan dengan baik. Aku yakin kamu bisa sembuh kok, jadi ... jadi jangan sedih lagi?" jelas dan pinta Gino.
***
Tania dan Gino menuju rumah sakit untuk mengecek keadaan Tania.
__ADS_1
Setelah itu mereka keluar dari rumah sakit itu. Tania berhenti melangkah membuat Gino heran.
"Kenapa?"
"Aku mau ke toilet dulu," kata Tania.
"Aku akan anterin kamu,"
"Tidak usah, aku sudah hapal tempatnya. Kamu tunggu aja aku disini," lirih Tania.
"Baiklah, hati-hati"
Tania berjalan menggunakan tongkatnya sebagai arahan supaya tidak menabrak benda atau pun orang lain.
"Tania?" lirih Aldo yang berpas-pasan dengan Tania.
"Kenapa Sayang?" tanya seorang wanita dibelakangnya.
"Antarkan aku padanya," suruh Aldo
Lalu wanita itu memutar kursi roda Aldo agar Aldo bisa menghampiri seorang wanita yang di sebutnya Tania.
"Tania!" seru Aldo
Tania membalikan tubuhnya.
Aldo meraih tangan Tania, lalu memerhatikan kondisi Tania yang sekarang
"Jadi, kamu beneran buta sekarang?" tanya Aldo
"Aldo, ini kamu?" tanya Tania sambil meraba tangan Aldo.
"Iya Tania "
"Kenapa kamu kerumah sakit?" tanya Tania.
Aldo diam beberapa saat. Wanita yang telah menjadi istri Aldo pun mendekati Tania.
"Suamiku sedang menjalani kemoterapi, dia sakit keras, kamu mantannya'kan?" tanya Wanita itu
"Iya," balas Tania
"Aku Rika, "
"Semoga kamu cepat sembuh ya Do, aku yakin kok kamu bisa melewati semua ini? dan Rika dia pasti malaikat yang dikirim tuhan buat jagain kamu," kata Tania
"Ngomong-ngomong, dimana pak Gino?" tanya Aldo
"Saya disini," ujar Gino sambil berjalan mendekati mereka.
Gini menjadi heran karena setelah sekian lama tidak bertemu dengan Aldo . Sekarang kondisinya sudah tidak sama seperti dulu. Wajahnya yang putih bersih dan berseri kini sudah memucat Pasih seperti aliran darah sudah terhambat disekitar wajahnya.
"Tolong jaga Tania, ya walaupun aku tau kamu pasti akan menjaga dia, Tania gadis yang sangat baik. Aku belajar banyak darinya dulu, maafkan aku juga karena menjadi orang ketiga diantara kalian," jelas Aldo
"Lupakan saja yang sudah berlalu, untukmu semoga cepat sembuh," kata Gino.
"Kalau begitu kami permisi dulu," kata Rika kemudian berlalu dari mereka.
"Kamu sudah selsai ke toiletnya?" tanya Gino
"Belum, "
__ADS_1
"Yasudah, " Gino membantu Tania ketoilet dan menunggu Tania diluar.
Bersambung