
"Tania, saat pertama kali saya ketemu sama kamu, saya langsung merasa nyaman dengan kamu, saya pengen kamu menjadi menantu saya, ibu mohon menikahlah dengan Aditya," Jelas Mira. Sungguh Tania di landa kebingungan saat ini, ia ingin sekali memenuhi permintaan Mira, namun ia tidak bisa. Sedang Aditya hanya diam saja.
"Saya tidak bisa buk," tolak Tania sambil melepas tautan tangan itu, Mira dan Aditya langsung menatap Tania . Apa yang kurang dari Aditya?
"Tapi kenapa Tania?" tanya Mira dengan nada sedih.
"Maaf saya benar-benar tidak bisa, saya mempunyai Debby kalo saya menikah, saya mau Debby juga menerima suami saya. Saya mau kehadiran Debby itu juga dianggap bukan saya saja yang dianggap dan saya juga enggak bisa menikah tampa dasar cinta," jelas Tania yang langsung berlalu pergi keluar.
" Aditya, kejar Tania," suruh Mira yang langsung dibalas, anggukan oleh Aditya.
***
Aditya mengejar Tania yang baru keluar dari kamar ibunya, ia memegang tangan Tania dan menariknya, alhasil Tania berbalik dan berhadapan langsung dengan Aditya.
"Tan ," panggil Aditya lembut.
"Maaf kalau saya menolakmu, saya tidak punya maksud apapun, saya hanya ...." Belum selesai Tania bicara tapi sudah di potong oleh Aditya.
"Saya ingin menikah denganmu," ucap Tania mantap. Nadira menatap tak percaya ke Aditya, ia tau bahwa ibunya sakit dan menginginkan ia menikah dengan Aditya, dan Aditya menyetujui itu.
Tania Pov
Aku tak tau harus menerima apa tidak, sejujurnya aku juga merasa nyaman berada di dekat Aditya, tapi aku juga tidak ingin menikah tampa dasar cinta.
Dan aku juga belum bicara terhadap dua orang penting di dalam hidupku, yaitu Nabila dan dan Debby. Aku harus meminta persetujuan mereka, mereka menerima Aditya apa tidak.
"Saya gak mau Aditya " Ya aku menolaknya untuk kedua kalinya, aku memantapkan hatiku untuk tidak menerima pernikahan itu. Dan aku juga masih sadar diri, aku tak sepadan dengan Aditya.
"Kenapa?" tanya seraya mengenggam tanganku. Aku melepas tanganku dengan kasar dan memanglingkan wajahku, aku tak sanggup bila melihat wajah Aditya.
"Tapi kenapa Tania?" tanya ia sekali lagi. Aku berani menatap Aditya sekarang, air mataku jatuh aku tak sanggup.
__ADS_1
"Bukan kamu udah tau, alesannya," ucapku yang mulai terisak. Dan dia kembali mengenggam tanganku.
"Ya, aku tau alesannya, aku mencintaimu Tania. Aku mau kamu menjadi istriku Tania ... apa lagi yang kamu minta ... Deby, aku juga menganggap dia sebagai anakku, kamu tau itu," katanya, aku langsung menatapnya sambil tertawa sinis, dia bicara cinta yang tak semestinya datang dalam waktu sekejab ini.
"Hahahh kamu lucu Aditya, kamu bicara cinta sekarang itu tidak masuk akal, kita baru kenal masak kamu langsung cinta sama aku, itu gak mungkin Aditya, berhenti membual aku tau kamu khawatir sama bule kamu, dan kamu ingin bahagia tapi gak gini caranya Aditya," ucapku panjang lebar, agar dia juga mengerti kalau pernikahan bukanlah permainan.
"Tania, aku mencintai kamu bukan karna mama, tapi karna aku melihat kamu, sifatmu dan saat pertama kali aku melihatmu aku udah jatuh cinta," ucapnya, aku mendongak melihat matanya yang menunjukan ketulusan, tapi aku masih ragu, apakah aku harus menerimanya? Atau tidak? Entahlah aku masih bingung dengan keputusanku.
Nadira pov off
Aditya masih mengenggam tangan Nadira, menyalurkan perasaannya yang sekarang berharap agar Tania percaya bahwa ia telah mencintai Tania dengan tulus. Ia ingin menikah dengan Tania dan itu bukan karena Mira, tapi karena cinta yang sudah tumbuh di hatinya.
Secepat itukah? Entahlah Aditya tak tau, tapi bukan cinta datang bisa kapan saja dan apakah Aditya salah mencintai Tania secepat ini.
"Aku gak bisa jawab sekarang, karena aku harus tanya Deby dan Nabila," ucap Tania. Senyum Aditya merekah mendengar itu, itu tandanya secara tidak langsung Tania menerima lamaran Aditya.
"Kalian ngapain di sini?" tanya Diva yang baru datang dari kantin.
"Hayo ... kakak habis godain kak Tania kan," goda Diva.
"Sok tau," ucap Aditya sambil menyentil dahi Diva.
"Deby, kok beli jajan banyak banget sih," tegur Deby yang melihat Deby di gendongannya Dava, sedang tangan satunya memegang kresek yang di pastika itu belanjaannya Deby.
"Tadi Deby udah gak mau, tapi tante Diva yang nyuruh," ucap Deby dengan menundukkan wajahnya merasa bersalah.
"Udah kak, gak papa sekali-kali kan, lagian 'kan aku pengen anaknya aku itu mirip sama Deby biar lucu," ujar Diva sambil mengelus perut ratanya.
Sedang semua yang ada di sana tertawa mendengar ucapan Diva tadi, memang Deby lucu yang membuat siapa saja melihat anak itu, lansung jatuh cinta.
•••••
__ADS_1
Deby kini telah berada di rumahnya, duduk bersama Nabila yang sedang bermain dengan Deby, ia ingin bilang soal lamaran Aditya tapi ia takut.
"Em ... Bil gimana sekolah kamu?" tanya Tania.
"Baik kok kak," jawab Nabila.
"Bil, kakak mau ngomong samau kamu," kata Tania.
"Ngomong aja kak, Nabila dengerin kok."
"Bil, kakak di lamar sama Aditya " ucap Tania. Dan seketika fokosnya Nabila teralihkan ke pada Tania.
"Emm kakak tau, ini terlalu cepat tapi ini permintaan mamahnya Aditya. Dia sakit jantung dan dia pengen kakak jadi istri kak Aditya," Nabila yang mengerti langsung menggangguk.
"Jujur kakak gak mau nerima ini, karna kakak gak mau cuman kakak yang di anggap, sedangkan kamu dan Deby tidak, kakak takutin itu, terus apa jawaban kamu?"
sambung Tania.
"Kak, Nabila itu terserah kakak, bahagia kakak bahagia Nabila juga, jujur aku setuju kalo kaka nikah ama kak Aditya karna aku liat dia, bukam hanya sayang sama kakak, tapi juga sama Deby. Tapi aku juga gak mau kakak nikah karna paksaan aku mau kakak nikah dengan cinta kakak, dan tampa paksaan dari siapapun," jawab Nabila panjang lebar, ia akui kalau ia juga senang dengan Aditya karna kedatangannya di keluarganya Nabila bisa merasakan seorang ayah, bagaiman Nabila bisa tau? Itu karna tetangga yang bercerita kepadanya.
"Kamu setuju kalo kakak, sama Aditya?" tanya Tania memastikan takut kupingnya salah dengar.
"Iya kak, aku setuju tapi itu keputusan kakak," ucap Nabila dengan senyum merehkanya.
"Nadiya mau gak punya papa kayak om Aditya?" tanya Nabila ke pada Deby.
"Iya Deby mau, soalnya Deby udah sayang sama papa Zean," ucap Deby yang membuat senyum terbit di bibir Nabila dan Tania. Dan Tania putuskan untuk menerima lamaran Aditya.
Tania tak tau ini keputusan yang tepat atau tidak, yang pasti ia akan berusaha untuk menerima Aditya, melihat Deby yang senang dengan keberadaannya, dan juga Aditya menyayangi Deby layaknya anak, berbeda dengan Viko yang menyuruhnya untuk membuang Deby.
Tania pun langsung mengambil hanrponenya dan langsung menelfon Aditya untuk mengabari keputusannya, tak perlu menanti lama karena Aditya langsung mengangkat telfon dari Nadira.
__ADS_1
"Halo Aditya, saya mau mengabari kalau saya mau menikah dengan kamu."