
Part bikin baper dalam kesedihan
bca aja deh biar tau hehe
***
kalau yang ini dibikin emosi juga gimana? gimana?
***
Tania menggepalkan tangannya, air mata mulai menetes di pipi. Dia, tidak bisa menahan rasa sakitnya walau sebentar saja. Tania bingung kenapa semenjak Gino menyatakan perasaannya, dia jadi seolah mengklaim Gino tidak boleh dekat dengan wanita lain. Apa benar dia cemburu? atau iri pada Ara yang mendapatkan nilai tertinggi dikelas ?
Bruk!
"Kangen sama kamu," lirih pria yang sudah memeluk Tania.
Taniaterbelak kaget dan menyentuh tangan yang mendekap tubuhnya. Perlahan Tania membalikan badannya
"A-aldo ? "
"Iya Cha, ini aku ... kenapa kamu disini malam begini, ini enggak baik buat kesehatan kamu" jelas Aldo
Apakah Acha harus senang sekarang? pria yang selalu ia cintai sampai detik ini, harusnya iya dia senang karena ada Aldo tapi sepertinya keadaannya telah salah.
"Lepas!"
Aldo melepaskan pelukannya.
"Kenapa Cha? kamu nangis? nangisin aku?"
"Pede banget kamu do, aku enggak nangis karena kamu lagi ... aku udah moveon dari kamu," balas Tania
"Kenapa kamu bilang kaya gitu, tapi mata kamu enggak liat ke mata aku? " selidik Aldo
"Udahlah, bukannya kamu yang akhiri hubungan kita, karena kebrengsekan kamu itu ... kamu mau menikah'kan? temui aja calon istri kamu dan jangan ganggu aku," setelah mengatakan itu Tania hendak berlalu
Tetapi tangannya di tahan oleh Aldo
"Aku gak bisa bohong perasaan aku Tania aku juga masih sayang dan cinta sama kamu ... beneran, kita bisa berhubungan dibelakang pasangan kita, " Aldo menarik Tania mendekat.
Tania terdiam, terjadi keheningan beberapa saat. Kening keduanya menyatuh. Sebentar lagi bibir mereka akan bertabrakan.
"Aku tau posisi ku emang jadi orang ketiga, tapi ... aku tidak bisa melepaskanmu Cha, ya tuhan apa yang harus aku lakukan, apakah aku bisa bertahan dengan istri yang jelas tidak mencintaiku," gumam Vano ia mengurungkan niatnya untuk menghampiri mereka. Vano kembali kerumah dengan perasaan hancur, jelas dimatanya ia menyaksikan kemesraan mereka. Kalau seperti ini, Vano mulai bertanya apakah yang harus dia lakukan. Memperjuangkan cinta atau melepas kebahagiaan orang yang dia cintai?
__ADS_1
_
"Lepas! aku enggak Sudi punya hubungan sama kamu lagi, aku emang buta cinta karena kamu tapi aku enggak mau jatuh kedalam perangkap kamu lagi, karena aku tau sulit buat aku terima kenyataan nya, "
"Apa kamu mencintai Pak Gino itu?"
Tania diam.
"Tidak'kan? kamu itu masih cinta sama aku, jadi kita bisa berhubungan lagi atau kamu bercerai dengan suamimu aku juga nanti akan bercerai lalunkita menikah hidup bahagia ...!" Jelas Aldo
"Hentikan do! percuma, kamu udah nyakitin aku soal aku udah cinta atau pun belum sama suami aku itu bukan urusan kamu, " Lalu Tania kembali kerumah.
__________________________
'bahkan dia enggak ngejar aku, apa dia enggak perduli sama aku' batin Tania karena melihat Gino ada didalam kamar sedang sibuk pada pekerjaannya.
Tania kenkamar mandi untuk mencuci mukanya,menggosok gigi, lalu mencuci tangan dan kaki.
Sampai Tania berbaringpun Gino tetap diam. Tidak ada satu katapun yang ia ucapkan atau sekedar bertanya.
'bahkan dia sangat senang sekarang, pasti dia sudah kembali berhubungan dengan Aldo ... baiklah Tania ini mau mu, aku akan coba ikhlas karena memang aku lah yang salah, cinta ku ini salah," batin Gino
__________________________
"Apa kita tidak pergi bersama?" tanya Tania
"Ara? apa masih berlaku waktu mu untuk orang lain?" tanya Tania
"Orang lain? Ara adalah mahasiswi terbaik yang aku miliki, kenapa memangnya? kamu keberatan dengan kenyataan itu?" tanya Gino
"Mahasiswi terbaik yang kamu miliki? kamu kaya banggain dia banget ya? didepan aku lagi?"
"Emang kenyataan nya seperti itu, kamu sama dia itu jauh berbeda Ara sangat rajin dan tekun sedangkan kamu suka bermain terus, dan --"
"Cukup! jangan bandingin aku sama dia, emang aku bodoh dan aku enggak sepintar dia, aku enggak nyangka ucapan kamu sangat kejam seperti ini, aku kecewa !" Tania terlihat menangis
Gino tidak kuasa melihat Tania yang bersedih namun ia juga tidak ingin membuat Tania terbebani dengan perasaanya.
"Bukan kamu yang harus kecewa, tapi aku Tania !" balas Gino
"Kamu? kamu kecewa? kamu bukan hanya pandai mengajar tapi pandai berakting! seolah kamu yang jadi korban nya sekarang,"
"Emang kenyataan nya begitu? aku capek debat sama kamu, sekarang kita seperti dulu aja urusan kamu dan urusan aku, itu tanggung jawab kita masing-masing"
__ADS_1
Setelah itu Gino meninggalkan Tania.
Setelah cukup jauh mobil Gino. Tania menjambak rambutnya prustasi.
"Apa yang terjadi sama aku, kenapa aku harus kecewa kaya gini sama perlakuan Gino ... kenapa saat aku mulai nyaman dia malah ninggalin aku luka kaya gini, hiks ... aku benci semua ini aku benci!"
Hal yang sama juga Gino lakukan ia sampai menyetir ugal-ugalan
"Argh! Sial, kenapa mulutku ini bicara kasar seperti itu, maafkan aku Tania ... aku adalah pria pecundang Tania , dan juga posisi ku yang salah aku tidak ingin membuatmu dilema cha, semoga semuanya berjalan sesuai keinginan kamu. Aku hanya memberi jalan untuk kebahagiaan mu"
________________________
Tania benar tidak kuasa melihat kedekatan Gino dengan Ara. Dalam beberapa Minggu ini mereka sering sekali pergi bersama entah ada apa. Gino juga tidak pernah meluangkan waktu untuk Tania sedikitpun .
"Mau kemana? tanya Tania
"Pergi ... jalan sama Ara, kenapa?"
"Berhenti, aku minta berhenti nyakitin aku" pinta Acha.
"Nyakitin kamu?bukan nya kita hanyalah sebatas pernikahan tanpa adanya cinta apa lagi perasaan jadi untuk apa kmu merasa aku menyakiti kamu?" jelas dan tanya Gino
Tania menggeleng pelan dia tidak percaya atas balasan Vano terhadap permintaanya itu.
"Lihat mata aku, mata aku sembab begini kamu tau kenapa?" tanya Tania
"Pasti karena Aldo'kan? kamu selalu menangisi dia, karena cinta mu yang sangat kuat untuknya." jawab Gino
"Kamu salah! ini semua karena aku nangisin kamu ! aku tiap hari buang air mata buat suami kaya kamu, aku lelah nangis aku lelah sedih aku lelah Gino... katanya kamu cinta sama aku, tapi kenapa kamu kaya gini? apa salah aku? " jelas Tania penuh dengan rasa kecewa.
"Berhenti Tania ! jangan berdrama! kamu Fikir dengan kamu seperti itu akan menjebak hatiku lagi, aku sudah memberi jalan untuk kebahagiaan mu! kau hanya tinggal nikmati saja, aku pergi!" Gino melangkah hendak masuk kedalam mobil.
Tania mendekap tubuh Gino dari belakang.
"Aku cinta sama kamu, aku cinta sama kamu! jangan pergi, aku mohon hiks!" Isak Tania membuat punggung kemeja yang dipakai Gino basah.
Gino tersenyum tipis seprti ada kupu-kupu bermain di hatinya. Gino menunggu Tania untuk bicara lebih dari itu.
Dekapan Tania mulai melemas bersamaan dengan dirinya yang hilang kesadaran untung nya Gino menahan tangan Tania lalu membalikan tubuhnya.
"Tania ? Bangun Tania ... pasti dia belum makan, " Gino membawa Tania kedalam kamar.
Ia menghubungi dokter untuk merawat istrinya.
__ADS_1
Bersambung
Gimana perasaannya?