Gadis Imut Kesayangan Playboy

Gadis Imut Kesayangan Playboy
Rps 163.Minta Cerai


__ADS_3

Di sebuah ruangan khusus ini lah mereka duduk berhadapan. Tania menghela napas beberapa saat untuk menyakinkan Fikiran dan juga tindakannya nanti.


"Kamu ingin mengatakan apa?" kata Gino


"Dari sebelum aku hamil, aku keberatan akan pernikahan kedua kamu mas, kamu tidak pernah mendengarkan aku ... Kamu tidak pernah memikirkan aku, aku memang bodoh dengan perasaan dan hati aku buat kamu, aku muak dengan segala nya Mas. Kamu bisa menyakiti aku tapi kamu tidak bisa menyakiti anak kita, kamu tidak pernah berfikir bagaimana Deby selama ini? kamu bilang akan adil? Aku tidak pernah merasakan keadilan itu, dulu kamu bilang akan menceraikan Rika setelah ia melahirkan anaknya tapi apa kamu malah menaruh hati dan membagii cinta yang telah lama kita bina, aku yang menderita dan Rika yang bahagia, anaknya yang bukan darah daging mu tapi lebih kamu sayangi dibanding Deby. Deby itu buah cinta dan ketulusan aku selama ini menjadi istri kamu Mas, kamu memang tidak bisa menghargai aku setidaknya hargai perasaan anak kita, " jelas Tania mengeluarkan segala yang ada di dadanya selama bertahun-tahun.


"Ada apa dengan kamu Sayang?" tanya Gino


"Kamu tidak mengerti?" Tania balas dengan pertanyaan juga .


"Aku capek, aku sudah lelah berjuang mempertahankan pernikahan kita, dulu mama kamu begitu menyayangi aku tapi setelah aku mempunyai sebuah masalah. Ia tidak menyukaiku lagi, dengan mudahnya berpaling dengan orang lain. Aku tidak menyalakan Rika karena dia tidak membuat masalah denganku, tapi Vanya anaknya itu ... dia menjauhi anak ku dari kamu Papa kandungnya, aku tau itu. Mas ... Aku ingin bebas, lepaskan aku dari pernikahan ini, aku sudah tidak tahan lagi," terang Tania.


"Ini hal yang tidak penting Tania, kamu sudah tau jika saya tidak akan melepaskan kamu ... kamu itu pasti membutuhkan aku sebagai suamimu, dan juga Deby dia butuh sosok Papa seperti diriku," kata Gino.


"Kamu sudah cukup bahagia bersama dengan Rika dan juga Vanya bahkan calon anak kedua kalian itu, kenapa kamu egois sekali. Tidak ingin membebaskan aku? Apa kesalahan aku selama ini?" tanya Tania.


Gino mendekati Tania mencoba untuk meraihnya. Namun Tania mengangkat kelima jarinya pertanda mengehentikan Gino.


"Jangan mendekatiku, aku akan mengurus perpisahan kita, bagaimana pun caranya ...!" setelah itu Tania keluar dari ruangan itu.


Air matanya mulai menetes, hatinya benar tidak kuat harus memaksakan diri nya dengan keputusan ini. Tania begitu mencintai Gino, bahkan ia rela mati demi Gino tapi di lain sisi ia memikirkan nasib anaknya jika terlalu lama maka anaknya yang akan sakit. Satu-satunya obat untuk Tania selama ini adalah anaknya.


Tania masuk ke kamar lalu menyiapkan koper untuk membawa semua pakaiaan nya dengan Deby.


"Ma, kok mama nangis ... Apa Papa marahin Mama?" tanya Deby sambil memeluk Mamanya.


"Enggak apa-apa sayang, kamu ikut Mama ya?" kata Tania


"Kemana Ma?"


"Kita jalan-jalan Sayang, hanya kita berdua. Pasti kamu akan senang," kata Tania


"Asyik! mau Ma? jangan Ajak Papa ya Ma?!" kata Deby


"Tidak akan Sayang, hanya ada kamu dengan Mama. Jadi, kamu bantuin Mama ya Sayang?"


"Iya ma,"


_________________


"Kamu masuk sayang," suruh Tania pada Anaknya membuka pintu Taxi lalu menunggu Deby agar masuk.


"Tania tunggu!" seru Gino berlari dari dalam rumah menyusul Tania yang akan pergi.


"Jangan ganggu aku Mas, atau kamu mau menalak aku? cepat katakan Mas? aku sudah tidak sabar untuk mendengarkan nya," kata Tania


"Jangan pergi Tania, aku tidak ingin berpisah dari kamu. Kembalilah Tania ini rumah kita, aku membeli rumah ini untuk keluarga kita, aku memberikan segala yang kamu butuhkan Tania, " jelas Gino


"Tapi 'hati, aku tidak bisa kamu beli dengan uang Mas,"kata Tania


"Kita akan bertemu di persidangan secepatnya," sambung Tania lagi


"Jika kamu melakukan itu, aku tidak akan membuatmu bisa mengambil Deby dariku. Ku pastikan hak asuh akan jatuh kedalam tanganku nanti," ancam Gino


Tania mengabaikannya memilih untuk masuk kedalam taxi. Meninggalkan rumah yang selama ini menjadi tempat ia merasakan kepedihan dihati.


Cerita ini konfliknya berat Sayang.


Jangan maen-maen.

__ADS_1


Tidak terasa rumah besar nan mewah ini begitu sepi karena tidak ada lagi Tania Dan Deby didalam nya. Pada maid bahkan memilih untuk berhenti bekerja. Karena mereka ikut merasakan perbedaan nyata dari dalam rumah itu.


Gino mengunjungi rumah impian mereka itu. Ya, dulu Tania begitu mengimpikan rumah seperti ini, memiliki segala nya didalam nya. Tapi kini semua hanya tinggal kenangan.


Gino menyusuri sebuah kamar tidur mereka. Ia seolah olah melihat Tania sedang mengomeli nya, atau mereka yang sedang bercanda. Itu terjadi beberapa tahun yang lalu.


"Aku benar-benar tidak setuju jika kamu ingin berpisah dariku Tania, apa ku sudah keterlaluan ya?" gumam Gino sambil memijat pelipisnya.


"Gino putraku," Hani datang setelah mengetahui jika rumah tangga anaknya diujung tanduk.


"Kenapa Tania meninggalkan rumah?" tanya Hani


"Mama, Gino tidak ingin bercerai dari Tania,Ma, bantu bujuk Tania agar terus bersama dengan Gino," kata Gino.


"Akan Mama Lakukan, kamu tenang saja ya? kamu jangan bersedih seperti ini nak, lagi pula perihal Tania itu gampang ... kamu tau dia begitu penurut selama ini," kata Hani


"Tapi akhir ini Tania sudah berbeda Ma, Gino tidak yakin dengan apa yang Mama katakan itu, tapi ... mama cobalah dulu, " suruh Gino.


"Akan Mama Lakukan sayang,"


____________________


"Masuk ma," suruh Tania pada Hani.


Lalu Hani masuk kedalam rumah sederhana tempat Acha tinggal bersama anaknya.


"Pulang lah kerumah, apa kamu tidak kasihan terhadap anak kamu yang harus tinggal dirumah kecil ini," kata Hani


Tania diam saja. Karena anaknya yang antusias melihat Omanya datang. Ia berlarian untuk memeluk Omanya.


"Oma! Deby kangen sama Oma," kata Deby


Seketika itu Deby melepaskan pelukan Omanya. "Deby enggak mau ketemu sama Papa, Papa jahat Oma, Deby enggak mau ketemu Papa !" seru Deby lalu menuju Tania untuk berlindung pada ibunya.


"Deby kasian Papa kamu nak, dia sangat merindukan kamu, Tania Mengertilah dan bujuk anak kalian itu, perpisahan juga tidak baik," kata Hani


"Maafkan Tania Ma, tapi keputusan Tania tidak akan pernah Tania rubah sampai kapanpun. Deby sayang, kamu main di kamar saja ya?" suruh Tania pada Deby


Setelah Deby pergi.


"Kamu jangan egois Tania kamu tidak berfikir bagaimana kehidupan dan juga pendidikan Deby nanti, lihat sekarang. Tempat tinggalmu saja sekecil ini kamu pasti akan kesusahan. Selama ini kamu juga hidup senang bersama putraku, iyakan?" kata Hani


"Yang dikatakan Mama itu benar, tapi itu semua kebahagiaan palsu yang Tania rasain selama ini, kalau mama hanya datang untuk menghina aku, aku mempersilahkan mama untuk pergi dari rumah kecil ku ini, " usir halus Tania


"Sombong sekali kamu Tania, lihat saja kamu akan menyesal dengan keputusan kamu ini, kamu jangan macam-macam dengan keluarga saya, karena kamu akan tau akibat nya," ancam Hani setelah itu ia keluar dari rumah mereka.


'Ya tuhan, sekarang aku bener-bener sendiri harus melwan mereka ... semoga aku bisa melewati ini semua seperti apa yang sudah aku lewati selama ini, bantu aku Tuhan. " gumam Tania


Ceklet


Deby keluar dari kamar lalu berlari memeluk pinggang Tania.


"Mama?"


Tania langsung mengendong anaknya. Ia mengurungkan air matanya untuk jatuh.


"Mama sedih?" tanya Deby


"Enggak kok," Tania tersenyum manis.

__ADS_1


Deby mendekap Tania Lalu mengelus bahu ibunya dengan sentuhan lembut dan sayang.


"Jangan sedih ya, kan' ada Deby ... Deby sayang Mama," ungkap Deby


"Mama juga sayang banget sama kamu nak," balas Tania


Cup!


Tania mengecup dahi putrinya lamat-lamat.


_________________


"Mama gagal?" tanya Gino


"Lagian buat apa kamu fikirkan istri tidak tau diri kamu itu, mendingan kamu ceraikan saja. Lagian kamu itu Mas punya istri kok Rika itu juga istri kamu, kamu lupa sekarang Rika sedang hamil anak kamu ?" kata Hani


"Tidak bisa begitu Ma, Gino mencintai da menyayangi Tania juga Deby. Gino sudah menuruti semua keinginan Mama selama ini, tapi tidak ingin melepaskan Tania dari hidup Gino Ma," kata Gino.


"Hah, tapi Tania sudah sangat bulat dengan keputusan nya, mama sudah berusaha semampu mama, " kata Hani


"Kalau begitu, aku akan bertindak dengan kuasaku Ma," tekad Gino.


"Maksud kamu?"


"Mama akan tau ,"


_______________________


"Mas, kamu enggak bisa giniin aku mas ... lepaskan Deby !" seru Tania


"Tidak, Deby akan tinggal ... dia pasti lebih bahagia saat bersama denganku, jika Deby tinggal dengan kamu. Maka, dia akan sengsara!" bentak Gino


"Mas, jangan ambil Deby dari aku Mas! Aku mohon, aku sangat menyayangi dia Mas. Aku mohon mas," lirih Tania dengan menangis


"Mama! lepasin! Deby mau sama Mama! Papa jahat lepasin Deby!" rontahan Deby namun Gino semakin erat mendekapnya lalu membawanya keluar dari rumah Tania.


"Mas tunggu Mas, jangan bawa Deby!" Tania menghalangi Gino


"Sini, biar Mama yang bawa Deby," Hani menggendong Deby lalu membawanya kedalam mobil.


"Ma, Mas kalian jahat banget sih. Kenapa Deby kalian ambil dari aku hah? Deby itu anak aku Mas, biarkan Deby sama aku," lirih Tania


"Tidak akan, kamu yang ingin berpisah bukan? Maka kamu juga harus siap berpisah dengan Deby, karena Deby anakku juga. Dia harus tinggal bersama denganku, "


"Kita belum melakukan persidangan Mas, kamu tidak bisa megambil Deby dari ku begitu saja!"


"Tentu saja Bisa, segalanya aku bisa lakukan. Ini juga karena kamu, kalau saja kamu tidak meninggalkan aku. Maka aku tidak akan melakukan ini,"


Mobil Gino melesat jauh meninggalkan Tania sendiri. Teriakan tangisan Deby cukup menggema ditelinga Tania.


"Hiks ! Mama!"


"Deby!!!!!!!!!!"


Bersambung


Visual Deby


__ADS_1


__ADS_2