
Pagi-pagi sekali mama Dewi sudah berangkat ke tempat beliau bekerja, yakni ke kafe nya mama Dewi . Karena disana akan ada acara arisan ibu-ibu sosialita teman sebaya masa mudanya mama.
Sedangkan pada pukul 10 pagi, Reno dan Ara baru kembali membuka mata mereka, tapi enggan untuk melakukan apa-apa, setelah bangun rasanya makin remuk redam saja badan Ara di karenakan ulah suaminya, tapi rasa nyeri di inti tubuhnya tak sesakit kala pertama mereka bercinta.
Reno mengeratkan pelukannya pada Alya, lalu membuat morning kiss di wajah istrinya.
" Kalo cinta mah ilernya aja bau wangi ya. " Ucap Reno setelah mengecup bibir mungil sang istri.
" Dih apaansi, emang aku ileran apa? ." protes Ara.
" Engga sih, tapi i—Love—you. " lalu Reno terkekeh.
" Gombal terosssss "ucap Ara.
" Hehe.. Tapi liat, muka adek merah, apalagi kalo lagi pura-pura marah, ck padahal mah suka kan yah ." jawab Reno
_Ck! Emang muka aku gampang banget di tebak nya ya_
Tapi setelah itu tawa di bibir Reno kian sirna, kala ia mengingat percakapan sengitnya kemarin dengan Arka
" Dek. " panggilnya.
" Hemmm. "
_kenapa raut mukanya jadi berubah_ ( Ara)
" Kemarin laki-laki itu bilang bahwa adek tak bahagia ada sisi kaka , apa—?"tanya Reno
" Dan kaka percaya?. " sergah Ara.
Reno ragu untuk menjawab pertanyaan istrinya, ingin ia berkata iya, tapi melihat lagi perubahan sikap Ara padanya membuat ia menggeleng kan kepala.
" Bagus! Jika memang kaka percaya pada nya, beri saja aku satu alasan untuk berkata tidak. "
" Kaka hanya orang biasa dek. " sambil menatap mata istrinya.
" Apa aku pernah meminta harta bahkan membahas kasta kita?. "jawab Ara.
" Tidak, tapi Kaka tidak dapat memberimu apa-apa seperti dia. "tegas Reno.
" Lihat aku! Dan tatap mataku sedalam dalamnya, adakah kebohongan di sana? Aku sadar kaka , aku pernah merasa sakit dan tak dihargai hanya karena soal kasta dan harta, dan aku tak mau orang yang ku sayangi pun merasakannya, toh dihadapan tuhan kita ini sama. Kaka , kamu sudah selalu berusaha membuat aku jatuh cinta, berusaha membuatku bahagia dengan cara kaka yang sederhana, dan kaka lihat! akhirnya hatiku mengalah, dan perlahan aku memutuskan untuk berubah untuk kita, lalu apa hanya karena perkataan nya membuat kaka jadi ingin berhenti memperjuangkan cinta kita yg baru saja kita bangun sama-sama? begitu hemm? ."
jawab Ara.
Reno menggeleng, ia terharu dengan jawaban istri nya, hatinya tergugah, benarkah ia akan segera mendapatkan cinta gadis yang sudah ia damba sejak lama. Tapi dihati kecilnya masih ada saja yg mengganjal, bagai batu kerikil yg masuk dan mengakibatkan rasa tak nyaman. Apa ia harus menanyakannya kembali sekarang?
" Apa adek masih mencintai Arka ? . " tanya nya, walaupun ragu tapi terlontar juga dari mulut nya.
" Kaka, aku sudah pernah meminta waktu untuk itu, kamu tahu kan tidak mudah bagiku menerima ini semua, tapi melihatmu berjuang mendapatkan hatiku, aku luluh Aku mau ikut berjuang denganmu, jadi ku mohon biar rasa itu hilang dengan sendirinya, dan tergantikan oleh mu, suamiku satu-satu nya, kita pelan-pelan saja ya. "
Tak terasa air mata bahagia Reno luruh begitu saja. Lalu Ara mengelap mata suami nya yg basah. Dan mendekap kepala Reno kedalam dadanya.
" Aku bahagia bersamamu kaka,walaupun hatiku belum mampu terisi penuh untuk bisa mencintai mu. "jawab Ara tulus.
" Kaka mencintaimu dek, sangat, sangat mencintai mu. "tegas Reno.
" Terimakasih. "jawab Ara.
Lalu Ara kembali mengeratkan pelukannya.
" lihat, siapa yg berubah jadi cengeng sekarang, mungkin kemarin dan semalam aku yang menangis karena mu ka , tapi pagi ini huhu ka Renren ku yang malang menjadi cowok melow dan mlehoy. " ledek Ara membuat Reno menghentikan tangisnya.
" Awas saja kamu ya, nanti kaka buat adek tak bisa berjalan, biar saja tetap dikamar, dan kita akan main terus²an."
Sambil menggelitiki pinggul istrinya.
" Ahaha kaka geli. "
" ha.. Ampun tidak... "
" tidak mau, ahaha gelii. Sudah "
" Ayo minta ampun tidak?. " terus menggelitiki istri nya.
" Ahaha iya ampun paduka, maafkan haha hamba, ah geli. "
" Minta ampun yg benar jangan sambil tertawa, ha ayo bisa tidak. "
" Ahaha berenti dulu dong, mas geli, iya aku minta ampun , ah geli. "
__ADS_1
Gelak tawa masih tersisa di bibir mungil Ara meski Reno sudah berhenti menggelitiki nya , bahkan ada air disudut matanya karena saking lamanya ia tertawa.
Reno kembali memeluk istrinya.
" Oiya dek, kaka mau cerita. "
" Cerita apa?. "
" Adek tau pemilik toko besar yg ada di desa sebelah?. "
" Oh mba kalisa, kenapa? ."
" Kok adek bisa tau namanya?. "
" Iya mama kan sering nyuruh aku beli kesana kalo di warung sini pada gaada, aku juga suka main sama anaknya yg kecil, lucu cantik lagi." jawabnya seperti gemas sendiri mengingat anak kecil yg sering ia ajak main bersama ketika ia sedang berbelanja kesana.
"Kok tiba-tiba kaka membahasnya, ada apa sama dia, atau jangan-jangan mas ?. " lanjut Ara sambil mendelikan matanya .
" Huss jangan seudzon dulu, apa adek tau suaminya?. "
" Tau, suaminya seorang pembisnis luar kota. "
Reno manggut-manggut.
" Jadi kalisa itu menantu sahabat nya paman kardun, pamannya kaka, adek ingatkan? Nah kemarin kaka mandengar pas lewat , terus tiba-tiba dia menangis histeris di depan mas, kaka kaget, kaka tenangin malah makin kenceng dia nangisnya, kalo aja ada warga yang denger bisa-bisa kaka dikira abis ngapa-ngapain dia ."
" Emang mba kalisa kenapa kok bisa nangis begitu?. "
" Kata nya sih suaminya menikah lagi dengan seorang wanita yang usianya lebih muda darinya, padahal katanya dia yg sudah menemani suaminya dari masih berproses hingga kini dia sukses."
" Hih laki-laki emang begitu ya. Ketika dibawah sama siapa, udah diatas beda lagi ceritanya. Awas saja kalo mas sampai begitu. " Ancamnya.
" Ya engga lah dek, kaka kan belum pernah di bawah, yang di bawah kan dek Ara ." sambil mengedipkan matanya menggoda Ara.
" Ihhhh bukan bawah-atas itu kaka ." Ara berkata dengan geram.
" Pokoknya awas aja kalo kaka sampai begitu, cacingmu benar-benar akan hilang dan menjadi makanan Ayam. " lanjutnya, dibumbui ancaman pada Reno sang suami.
" HAHAHA.... Ya tidak lah dek, cacingku hanya milikmu, sudah kaka bilang dia akan bereaksi jika berdekatan dengan dek Alya saja. Tapi kalo beberapa tahun lagi kaka mencintai wanita lain adek jangan marah ya?. " pinta nya.
Ara memicingkan matanya. Dan beberapa waktu kedepan kita akan mendengar ocehan siraman rohani dari mulut kecilnya.
" Maksud kaka apa? Baru kemarin kita melakukannya, dan baru saja tadi bilang kaka mencintaiku, tidak mau ini itu, yakinin aku kalo memang hanya ada aku di hati kamu, dan sekarang kaka bilang mau mencintai wanita lain? kaka menikah lagi begitu, iyah? ."
" Lalu, apa itu tadi? Kaka mau mencintai siapa hah?. " sungutnya.
" Putri kita. "
_cih bisa-bisa nya dia ya, membuat hatiku ingin marah sekaligus senang juga_
" Ciat-ciat udah mau marah tapi akhirnya senang juga ya" sambil menusuk nusuk pipi chuby istrinya.
" Dih siapa juga yg senang, emang kaka yakin nanti baby kita perempuan. "
" Yakinlah, kan kaka ayahnya, kaka malah sudah mengabsen nya waktu mereka masuk kedalam perut dek Ara , dan kaka akan berusaha keras membuat nya benar-benar ada. "
" Ck, berasa kaka membuatnya sendiri saja! "
" Ckck, sama adek lah, kan nanti dia cantiknya kaya dek Ara muah ." mengecup bibir Ara sekilas.
" Ih ngeselin. "
" ngeselin apa ngangenin?. " tuing-tuing. Reno memainkan kedua Alisnya.
" Ihhhhhh ."
" Hehe adek seneng banget si, teriak ihhh, ahhh, ihh, ahh... apalagi kalo kita sedang bercinta, uh merdu sekali ditelinga. "
" kaka Reno." teriak alya sambil mengerucut kan bibirnya.
" Jangan kaya gitu. "
" Suka-suka aku, emang kenapa?. " ucap Ara lebih memanyunkan bibirnya.
" Gapapa, gemes aja. " balasnya.
" Ihhh. "
" Tuhkan, ihhh lagi, semalem 'ahhh' ."
__ADS_1
" Iii— ."
" Ihhhhhhhhh, kaka " Reno yang melanjutkan mengikuti gaya suara istri nya.
" Makanya ayo buat lagi, biar dia cepet jadi. " Ajak Reno.
" Cih, ngga cape apa?. " tanya Ara, yang sudah kehabisan kata-kata meladeni suaminya.
" Hehe untuk mu dan calon baby kita mas slalu punya tenaga, jadi adek tenang saja. "
_Otakmu ini isinya apa?_ ( Ara )
" Kaka ini ga ada bosannya ya. "
" Hehe kan nanti kita ganti gaya ."
" Gaya apasi?. "
" Rahasia. " sambil tersenyum nakal ke arah istrinya.
" Dih gila. "
🙈🙈🙈🙈🙈
Malam harinya keluarga kecil itu terlihat sedang menikmati makan malam mereka, dengan menu sederhana namun akan selalu nikmat jika di makan bersama-sama dengan orang tercinta.
Tak seperti biasanya, wajah mama Dewi malam ini begitu kuyu, dan banyak sekali gurat sendu , sampai si kecil Zayn saja menyadari perubahan air muka sang ibu.
" Mama kenapa? mama sakit ya?." tanya nya .
" Iya mah , dari tadi Ara lihat, mama tidak seperti biasanya, ada apa? Cerita sama kita. " timpal Ara.
" Mama tidak papa nak. " mencoba menenangkan anak-anaknya.
" Mama jangan sungkan, anak-anakmu begitu mengkhawatirkan mu, begitu pula aku. " ucap Reno tulus.
Mama menyelesaikan kunyahan nya.
" Mama Kangen papa mu Ren . "
" Kangen ? Telpon aja papa suruh pulang atau mama susul papa "ucap Reno.
Mama mengangguk, wajah yang mulai menua itu tampak sedih.
" Nanti aku siapin buat mama susul papa, " ucap Reno, di angguki sang mama.
" Adekmu Zayn gimana? bisa mama titip sama kamu? " tanya mama.
"Ga usah pikirin adek mah, kan ada abang Reno, nanti kalo ade liburan Reno anter ke mama. " jawab Reno menenangkan sang mama yang sedikit tersenyum bahagia.
" Adek yang tenang. " ucap Reno sambil mengusap usap punggung istrinya.
Terlihat mama meneteskan air mata, lalu beliau segera menghapusnya.
" Makasih banyak ya anakku . " ucapnya, beliau merasa begitu beruntung memiliki anak baik hati seperti Reno.
" Sama-sama ma ." sambil tersenyum ke arah mamanya
Melihat itu semua akhirnya Ara ikut tersenyum bahagia.
" Ummmm.. Makasih ya ka ."
" Berterimakasih lah nanti di atas ranjang. " bisik Reno.
Dan satu capitan kepiting melayang di perut nya yang malang.
" Awww." pekik Reno.
" Mulutmu itu bisa tidak bicara yang baik-baik saja. "
🙈🙈🙈🙈🙈
Salam kaka Reno 🎉
Semoga suka.
Dan jangan hakimi kaka lupa agi ya, huhu sedih tau kaka Reno dituduh yang engga-engga 😬😁
👋🙋Haii readers,
__ADS_1
semoga suka dan selamat membaca.
🙏💕Terimakasih