Gadis Imut Kesayangan Playboy

Gadis Imut Kesayangan Playboy
Eps. 40.Ara semakin benci ka Marfel


__ADS_3

"Huwaaaa, bang Tv di kamar Ara mati, Padahal Ara lagi enak enak nya liatin 7 pangeran yang sangat tampan, Ara ga mau tau pokok nya tv di kamar Ara harus di ganti huwaaa" Rengek Ara pada abang abang nya (Et dh Ara gitu doang masak harus di ganti sih, maklum holkay mah bebas_-)


"Yaudah, nanti di ganti tv yang di kamar Ara taruh di kamar abang aja, kebetulan tv di kamar abang juga lagi rusak" ucap Hendra karena tak tega melihat Ara yang merengek- rengek.


"Yeeeey, sayang abang banyak banyak" ucap Ara dan langsung memeluk Hendra sangat erat sehingga napas Hendra sesak.


"Ara udah udah,napas abang sesak ni" ucap Hendra selembut mungkin agar Ara mengerti.


"As'salamu'alaikum Marfel pulang" Marfel memberi salam saat sudah memasuki memasuki apartment dan menghampiri Ara lalu hendak memeluk Ara namun Ara menghindar dan mendatar kan muka nya.


"Bang Ara ke kamar" ucap Ara dan langsung pergi ke kamar


"Kak Hendra, Marfel ga kuat di gini in sama Ara, Marfel harus minta maaf sama Ara" lirih Marfel dan hendak pergi menyusul Ara lalu meminta maaf namun di hentikan oleh Hendra.


"Marfel ,tahan lah sebentar lagi" ucap Hendra.


"Tapi kalau Ara beneran benci sama Marfel gimana?Marfel ga mau itu terjadi" ucap Marfel sedih dan meneteskan air mata nya.


"Tenang lah itu tak akan terjadi, dan jika itu terjadi" ucap Refan sembari memeluk Marfel


"Aku tidak akan membantumu".


sambung Refan dengan jahil.


"Iiis, kak Refan" ucap Marfel,


kesal dan menonjok perut Refan


sedikit kuat.


"Akh,Asem lu Marfel kakak cuma bercanda" Refan kesakitan dan sedikit kesal karena Marfel menonjok perut Refan sedikit kuat namun tepat di pusat(bayangin guys sakit nya begimana) .


"Salah lu sendiri ah" ucap Marfel


dengan Tegas.


"tapi jangan lu tonjok perut gw, nanti kalau roti sobek gw ilang gimana" tukas Refan kesal.


"Perut buncit kek gitu mana punya roti sobek" ejek Marfel.

__ADS_1


"Eh buncit pa... " ucapan Refan terpotong.


"Sudah sudah, kalian ini udah kayak Tom and Jerry tau nggak,nggk pernah akur" ucap Rizal kesal, sedang kan Juna malah asik melihat pertengkaran adik- kakak itu sambil memakan popcorn yang ada di meja.


"iya iya" ucap Refan dan Marfel. kompak.


"Yaaaah, aksi nya udah ga ada"Juna berpura- pura sedih


" Eee, anak pungut mending lu pulang, kerjaan di kantor udah numpuk"ucap Refan kesal.


"Eeeh,anda sia.... " ucapan Juna terpotong kala Hendra menatap nya tajam.


"Ba... baik bos, saya langsung ke kantor" ucap Juna takut dan langsung berlari keluar.


"Bang, lu kok bisa sih nyari Sekertaris songong kek dia" Tanya Refan.


"Songong songong gitu, dia orang yang sangat setia dan dapat di percaya,dia sangat cepat mendapat kan apa yang aku ingin kan" ucap Hendramemuji Juna.


#Skip


kebencian Ara pada Marfel. semakin besar, karena Ara selalu di bentak saat dia menggarami Yuli padahal Yuli dulu an lah yang mencari gara gara, seperti hari ini Ara di bentak lagi oleh Marfel saat dia berbicara kepada Yuli di dapur


"Karena aku ingin balas dendam ke pada mu" ucap Yuli dan menunjuk nunjuk Ara lalu dengan sengaja ia menyiram Ara dengan kopi yang lumayan panas.


"Ah panas, apa kau sudah gila hah" Bentak Ara,dan Yuli langsung menjatuhkan diri saat ia melihat Marfel menuju ke dapur.


"Akh, aku sudah minta maaf, kenapa kau mendorong ku hiks hiks"Yuli berpura -pura menangis


" Apa maksud mu, kau sendiri yang men....."ucapan Ara terpotong


"Ada apa ini, Yuli kau kenapa?apa kau baik baik saja" tanya Marfel khawatir lalu membantu Yuli berdiri.


"akh,Tidak aku tidak papa" ucap Yuli berpura- pura kesakitan


"Jelaskan yang terjadi, jangan berbohong pada ku" ucap Marfel dingin.


"Tadi aku tidak sengaja menumpah kan kopi di baju Ara, padahal aku sudah minta maaf tapi Ara malah membentak ku lalu mendorong ku" Dusta Yuli


"Apa maksud mu, jelas jelas kau sengaja menumpahkan kopi di baju ku, aku tidak juga tidak mendorong mu" ucap Ara Tegas

__ADS_1


Plak..


satu tamparan mendarat kuat di pipi Ara sehingga berbekas di pipi Ara, Ara spontan memegang pipi nya yang terasa perih


"Bang Marfel ... " lirih Ara, ya Marfel lah yang menampar Ara.


"Apa ini yang kami ajarkan padamu hah, sudah jelas jelas Yuli terjatuh karena kau mendorong nya lalu kau tidak mau jujur hah" bentak Marfel pada Ara,


Ara hanya menatap Marfel dengan mata berair, ia benar benar tidak percaya pada abang nya yang satu ini ia di bentak bahkan di tampar atas kesalahan yang tidak di perbuat nya.


"Ada apa ini, kenapa ribut ribut" tanya Rizal saat ia mendengar keributan dari dapur hingga keruang tamu.


"Ara Ada apa dengan pipi mu, siapa yang melakukan ini padamu hah" Refan khawatir saat melihat Ara dengan mata berkaca kaca serta pipi yang memerah akibat tamparan,


Sedang kan Ara ia tak bergeming dan menatap Marfel tak percaya.


"Marfel apa kau yang melakukan ini" Tanya Hendra dingin.


Ara mendekati Marfel dan....


bugh plak


Ara menendang pusaka Marfel lalu ia menampar Marfel.


"Akh" Marfel kesakitan.


"GW BENCI SAMA LU"teriak Ara dan langsung berlari keluar


Rizal, Karfel, Hendra dan Refanmenatap Marfel dengan sangat tajam lalu meninggalkan Marfel dan Yuli .


"Aku pulang dulu ya daa"Ucap Yuli dan langsung pulang meninggal kan Marfel sendiri.


"Akh, Yuli ini semua gara gara lu, seharusnya gw gak nampar Ara pasti dia tambah benci sama gw" Ucap Marfel dengan sangat menyesal.


Hai👋🙋 kak readers,


Semoga suka dengan ceritanya,


Tinggalkan jejak dan koment bawelnya.

__ADS_1


__ADS_2