Gadis Imut Kesayangan Playboy

Gadis Imut Kesayangan Playboy
Eps 62. Kamu cuma punya aku


__ADS_3

Setelah beberapa hari Ara di urusi dengan telaten oleh Reno, sang kekasih, Ara pun sembuh dan bisa bersekolah kembali.


Sesudah Ara sembuh, Ara pun berdamai dengan hatinya, Ara merasa kasihan dengan keadaan Rissa yang kian makin parah penyakit hingga Ayahnya akan membawa berobat keluar negeri yang diikuti bang Revan juga.


Di Pagi πŸŒ„πŸ™‹hariβ˜€


Sang surya telah menampakan sinarnya seorang gadis cantik terusik dari tidurnya.


"Yang bangun udah siang," ucap seorang lelaki membangunkan kekasihnya.


"Emm bentar lima menit lagi," jawab gadis itu, tapi matanya masih tertutup sempurna.


"Ini udah siang sayang bangun cepetan," ucap lelaki itu lagi.


"Bentar gue kaya kenal sama suaranya," ucap gadis itu, gadis itu pun membuka matanya, dan betapa terkejutnya dia melihat siapa yang membangunkannya.


"Kak Reno ngapain pagi-pagi di sini," ucap Ara terkejut, Ara mengubah posisinya menjadi duduk, yaa benar dia adalah Reno dan Ara.


"Pagi dari mana, ini udah siang tau," ucap Reno sambil mengacak-acak rambut Ara.


"Kaka jangan di berantakin ahh," kesal Ara..


"Ehh emang sekarang jam berapa?" Tanya Ara.


"Ini udah jam setengah tujuh," ucap Reno anteng.


"Apa!!!" Teriak Ara .


"Gak usah teriak-teriak ini bukan hutan," ucap Reno kesal.


"Hee yaa maaf, yaudah Ara mandi dulu Kaka tunggu di luar yaa," ucap Ara menyengir kuda.


"Gak Kaka mau di sini aja, sambil liat kamu ganti baju," ucap Reno, Reno merebahkan diri di ranjang Ara


Bugh.


Ara melemparkan bantalnya tepat mengenai muka Reno.


"Aduh sakit tau yang," Reno meringis kesakitan.


"Suruh siapa mes*m, udah keluar sana," ucap Ara sambil menyeret Reno keluar.


Setibanya di luar kamar Ara,Ara.berhenti menyeret Reno.


"Jahat banget si kamu," Reno mendengus kesal.


"Makannya jadi cowo jangan mes*m," ucap Ara sambil menjewer telinga Reno.


"Awss sakit tau ish, kejam banget si," kesal Reno sambil menarik hidung Ara .


"Bodo amat, udah ahh udah siang ini gimana kalo kita telat," ucap Ara sambil menghentakkan kakinya.


"Yaudah mandi gih," suruh Reno.


"Ehh bentar liat deh di atas ada cicak," ucap Reno sambil menunjuk ke atas.


"Mana gak ada," ucap Ara celingak-celinguk mencari cicak.


Cup.


Reno mencium pipi Ara dan segera berlari menuruni tangga dengan beroari terbirit-birit.


"Selamat mandi sayang!!!" Teriak Reno sambil berlari. Jangan di tanya lagi muka Ara sudah memerah menahan kesal.


"Awas Lo ka gue bunuh!!!" Teriak Ara dan berjalan menuju kamarnya.


Brukk.


Ara membanting pintu dengan kasar.


.........


"Nak kenapa lari-lari?" Tanya nenek heran.


"Enggak ko nek ," ucap Reno sambil menyengir kuda.


"Owhh gitu," ucap nenek sambil mengguk-anggukan kepalanya.


"Ehh tadi Ara kenapa teriak?" Tanya nenek heran.


"Biasa nek, Ara lagi sensi banget," ucap Reno terkekeh.


"Kamu yang sabar yaa hadepin dikapnya Ara soalnya kata dokter sifat Ara akan berubah menjadi bar-bar dan agresif," bisik nenek.


"Iyaa nek, Reno juga udah tau," ucap Reno tersenyum.


Ketika sedang asik mengobrol datanglah Ara dengan bibir yang di manyun-manyunkan.


"Ayo berangkat," ucap Ara sambil menarik rambut Reno.


"Nek,kami berangkat dulu yaa, asalamualaikum," ucap Reno sambil menyeimbangkan badannya.


Setelah sampai di depan motor Reno, Ara. melepaskan jambakannya.


"Ayo berangkat," ucap Ara dingin.


"Iyaa ayo naik," suruh Reno, Ara. hanya menurut dan menaiki motor Reno.


Selama perjalanan hanya ada keheningan, dan pada akhirnya mereka pun turun dari motor dan berjalan sambil bergandengan tangan.


Sesekali mereka bercanda ria mereka berjalan sambil tertawa bahagia.


"Woy kenapa kalian bisa telat?" Tanya Rian heran.


"Nih bidadari mandinya lama," ucap Reno asal.


"Lah ko salahin aku, kamu yang gangguin aku terus," ketus Ara. .


"Iyaa aku yang salah," akhirnya Reno yang mengalah.


"Gitu kek dari tadi," ucap Ara.


"Iyaa sayang," ucap Reno kesal.


"Ke kelas yu," ajak Salsa.


"Yo lah kita ke kelas," ucap mereka serentak.

__ADS_1


Ketika mereka hendak berjalan namun ada yang memanggil nama Reno.


"Sayang!!!" Teriak seseorang, semuanya pun melirik ke arah orang itu. Orang itu pun menghampiri Reno dan yang lain.


"Mau apa Lo kesini?" Tanya Reno dingin.


"Aku kan sekolah di sini sekarang," ucap Jesicca.


Siapa lagi si biang onar selain Jesicca.


"Gue sih owh aja," ucap Ara.


"Lo yaa," ucap Jesicca sambil menunjuk wajah cantik Ara


"Apa," ketus Ara. .


"Lo tuh cewe gak tau diri, kegatelan banget Lo sama calon suami gue dasar jalanh," ucap Jesicca tepat di muka Ara.


"Apa gue gak salah denger, heh ogeb yang kegatelan tuh Lo, udah tau Reno pacar gue masih aja Lo deketin, murahan tau gak," sindir Ara..


"Dasar cewe gak punya harga diri Lo," ucap Ara.


"Gue tanya yang gak ada harga diri itu gue apa Lo," ucap Ara anteng.


"Dasar Mak lampir," sindir Salsa .


"Apa Lo bilang!!' bentak Jesicca.


"Mak lampir, mau apa Lo mau marah ayo baku hantam kita," ucap Salsa sambil mengambil ancang-ancang.


"Sayang kamu ko mau si sama cewe jalan kaya dia," ucap Jesicca sambil bergelayut manja di tangan Reno.


"Bosen gue liat muka Lo sumpah dah," ucap Ara .


"Sayang liat cewe jalang itu," rengek Jessica.


"Gak usah pegang-pegang," tepis Ara. .


"Yang sini," ucap Ara pada Reno. Reno hanya menurut dan mengkilat kearah Ara. .


Ara mengeluarkan Tisu basah dari tasnya.


"Sini tangan kamu," pinta Sinta. Reno hanya menurut dan memberikan tanganya pada Ara


"Tangan kamu itu harus di elap sama tisu biar gak kena bakteri, apalagi tadi kamu di pegang sama nenek Lampir itu," ucap Ara sambil mengelap tangan Reno. Reno hanya mengangguk dan tersenyum Sinta membalas senyuman itu, di saat Reno berbalik...


Cup.


Dengan lancangnya Jesicca mencium pipi Reno di tengah lapangan upacara.


"Main nyosor aja Lo Mak lampir," Ara menjambak rambut Jesicca.


"Awss sakit, sayang tolongin aku," uacp Jesicca dengan nada manjanya.


"Mau gue masukin lagi Lo kerumah sakit hah!!" Bentak Ara.


"Kak sini ngadep ke aku," ucap Ara. Reno pun menatap kearah Ara


"Muka Kaka tadi tercemari oleh bibir si nenek sihir," ucap Ara sambil mengelap muka Reno yang di cium tadi.


Cup.


"Kamu hanya punya aku," ucap Ara. di dekapan Reno. Reno tersenyum dan membalas pelukan Ara. .


"Begitupun sebaliknya kamu hanya punya aku," ucap Reno.


"Kami ko gitu si?" Tanya Jesicca kesal.


"Yang ke kelas ayo, di sini ada Mak lampir," ucap Ara sambil menarik tangan Reno.


Ketika Reno dan yang lain sudah tidak ada, Jesicca mendapatkan bulyan dari semua orang.


"Huh gak tau malu banget,"


"Kalo gue si gak mau yaa sampai segitunya mah,"


"Gue emang suka sama kak Reno tapi gak gitu,"


"Dasar cewe murahan,"


Begitulah perkataan-perkataan dari semua orang Sinta tidak peduli dengan omongan mereka.


"Apa Lo iri yaa sama gue," ucap Jesicca tersenyum miring.


"Idih amit-amit deh, kami iri sama cewe jalang kaya Lo," ucap mereka.


"Udah gue gak peduli," ucap Jesicca sambil meninggalkan lapangan dan berjalan menuju ruang kepsek.


....


"Pagi anak-anak," ucap Bu guru.


"Pagi buk," ucap semua serentak.


"Hari ini kalian kedatangan murid baru," ucap bu guru.


"Siapa buk?" Tanya salah satu siswa.


"Silahkan masuk," ucap guru, Jesicca pun masuk dan berjalan dengan nada menggodanya, kali ini Jesicca bukan seperti anak sekolah melainkan cewe malam, baju yang ngetat, kancing baju bagian atas yang di buka dan menampakan bulahan buah dadanya, memang badan Jesicca cukup pantas di katakan badan yang bak model lekukang badan yang sempurna, itu juga yang membuat dia tidak susah menggoda pelanggannya.


Note: Jesicca itu orang miskin, dia berlaga kaya itu dapat menjual dirinya.


Semua orang yang berada di sana menatap Jessica dengan tatapan penuh nafsu.


"Jesicca kamu duduk di sebelah Zain, Zain angkat tanganmu," Zain dengan malas mengagkat tanganya.


Sudah satu jam lebih mereka memulai pelajaran pertamanya, akhirnya selesai juga dan mereka segera keluar untuk beristirahat. Reno, Rian dan Zain berjalan menuju kelas Ara. . Sesampai di sana mereka segera masuk.


"Siang," ucap Reno tersenyum.


"Ehh kamu aku kira siapa," ucap Ara. terkekeh.


"Ke kantin yu," ajak Reno.


"Yu aku juga udah laper," rengek Ara.


"Yaudah ayo," ucap Reno dan menarik tangan Ara.

__ADS_1


"Yang ke kantin yu," rengek Rian.


"Ayo, tapi pulang sekolah aku mau jalan-jalan yaa," ucap Vani sambil menyengir kuda.


"Iyaa nanti aku tunggu pulang sekolah," ucap Rian.


"Yaudah ayo," ucap Vani sambil menarik Rian.


"Sin gue mau ngomong," ucap Zain.


"Mau ngomong apa? Ngomong aja," ucap Salsa.


"Gimana yaa cara ngomongnya," ucap Zain gugup.


"Ngomong aja," ucap Salsa lagi.


"Sebenernya gue mau ngajak Lo dan yang lain kerumah gue, buat rayain ulang tahun nya bilkis, dia kangen banget sama kamu, udah hampir setahun kamu gak kerumah," ucap Denis.


"Aku juga kangen sama bilkis, sama mama Mirna juga, tapi aku takut mama Mirna gak mau liat aku lagi," ucap Salsa menunduk.


"Mama Mirna kangen banget sama kamu sin, dia juga suka nanyain kabar kamu," ucap Zain, Salsa.yang mendengar itu mendongak menatap dalam Denis.


"Aku gak bisa datang," ucap Salsa. sambil menyeka air matanya.


"Plis demi bilkis," lirih Zain.


"Tapi aku takut mama usir aku den," Salsa menatap sendu Zain.


"Tenang aja ada aku," ucap Zain. sambil memegang pundak Sindi.


"Yaudah aku mau," ucap Salsa.


"Makasih," ucap Zain tersenyum.


"Sama-sama, ke kantin yu," ajak Salsa ,Zain hanya mengangguk dan berjalan beriringan bersama Salsa.


Sesampai di kantin mereka segera duduk di kursi langganan mereka.


"Ciee yang baru jadian ," ledek Ara..


"Mana ada," ucap Salsa.


"Itu tangan kenapa pegangan terus," sindir Salsa.


Salsa yang tersadar tanganya dan tangan Zain berpegangan pun melepas pegangannya. Salsa menunduk malu.


"Apaan si Lo Raa" ucap Salsa malu-malu.


"Kenapa muka Lo merah," kekeh Ara .


"Mana ada," ucap Salsa memanyunkan bibirnya.


"Udah-udah jangan godain Salsa terus kasian dia muka nya udah merah," kekeh Vani.


"Yang laper," rengek Ara.


"Mau makan apa emm?" Tanya Reno lembut.


"Mau makan mie ayam aja," ucap Ara berbinar.


"Yaudah tunggu aku pesenin," ucap Reno, Ara hanya mengangguk. Tak lama Reno pun datang membawa satu mangkuk bakso dan satu mangkuk mie ayam.


"Makasih," ucap Ara dan segera melahap makanannya.


"Pelan-pelan makanya," tegur Reno sambil mengusap bibir Ara , yang ada bekas Saud nya.


"Hee abisnya aku lepet," Ara cengengesan. Ara pun melanjutkan makanya. Akhirnya makanan nya pun abis.


"Kenyang juga," menolog Ara


"Ke kelas yu gue udah kenyang," ucap Ara. Dan beranjak dari duduknya. Mereka semua hanya mengangguk dan mulai mengikuti Ara.


........


"Kayanya murid di sini tergoda deh sama tubuh gue," menolog Jessica.


"Gue harus godain siswa di sini, biar mau jadi pelanggan gue," ucap Jesicca tersenyum miring.


Di saat Ara sedang memainkan handphone nya datang seorang pemuda. Yang hendak mengambil handphone nya. Jesicca kepikiran menjalankan aksinya. Jesicca mulai membuka kancing atasnya sampai menglihat kan belahan dadanya. Pemuda itu pun mati-matian menahan hasratnya.


Jesicca menghampiri pemuda itu dan duduk di pangkuan pemuda itu. Jesicca mulai membelai leher pemuda itu. Ketahuilah tidak ada orang di sana selain mereka sehingga Jesicca dengan leluasa melaksanakan aksinya.


"Apa kau tidak tergoda pada lekuk tubuhku sayang," ucap Jesicca dengan nada menggoda.


"Menjauh lah dari ku," ucap pemuda itu dan memalingkan wajahnya.


Dengan lancang Jesicca mencium leher pemuda itu membuat hasrat dari pemuda itu pun semakin tidak bisa di tahan.


"Kau sudah membangunkan jiwa kejantanan ku sayang," ucap pemuda itu.


"Dengan senang hati aku akan melayani mu," ucap Jesicca dengan nada menggoda.


.......


Sekarang seorang gadis sedang berada di kamar mandi dengan seorang pemuda, lebih tepatnya wanita. Siapa lagi kalo bukan Jesicca.


"Ayo cepat layani aku," ucap pemuda itu.


"Baik lah sayang," ucap Jesicca, dan mulai membuka satu persatu seragam yang di kenakannya. Sekarang Jesicca tanpa sehelai kain pun. Jesicca segera mencium b*b*r pria itu dengan rakus pemuda itu pun tidak kalah rakus dari jesica. Mereka pun melakukan hubungan terlarang itu.


Sensor author masih kecil><


Satu jam mereka bermain, dan akhirnya mereka pun menyudahinya.


Jesicca dan pemuda itu segera memakai kembali seragamnya, mereka melewatkan pelajaran keduanya.


"Mana bayarannya," ucap Jesicca.


"Ini nanti malam kita ketemu lagi di hotel nanti gue serlok tempatnya," ucap pemuda itu dan memberikan uang cukup banyak kepada Jesicca.


"Baik nanti gue temuin Lo nanti malam," ucap Jesicca dan pergi dari toilet itu.


Samapi sini dulu yaa.


Jangan lupa konwel yaa, jangan cuma komen next doang okhπŸ™†


Okh Babay see you next part πŸ–οΈπŸ–οΈπŸ–οΈ

__ADS_1


Salam literasi πŸ’ͺ


__ADS_2