Gadis Imut Kesayangan Playboy

Gadis Imut Kesayangan Playboy
Eps. 174.Lamaran Aditya ke Tania


__ADS_3

Setelah 6 bulan Kemudian


Aditya mengejar Tania yang baru keluar dari kamar bulenya, ia memegang tangan Tania dan menariknya, alhasil Tania berbalik dan berhadapan langsung dengan Aditya.


"Tania," panggil Aditya lembut.


"Maaf kalau saya menolakmu, saya tidak punya maksud apapun, saya hanya ...." Belum selesai Tania bicara tapi sudah di potong oleh Aditya.


"Saya ingin menikah denganmu," ucap Aditya mantap. Tania menatap tak percaya ke Aditya, ia tau bahwa bule nya sakit dan menginginkan ia menikah dengan Aditya, dan Aditya Menyetujui itu.


Tania Pov


Aku tak tau harus menerima apa tidak, sejujurnya aku juga merasa nyaman berada di dekat Aditya, tapi aku juga tidak ingin menikah tampa dasar cinta.


Dan aku juga belum bicara terhadap dua orang penting di dalam hidupku, yaitu Nabila adikku dan dan Debby anakku . Aku harus meminta persetujuan mereka, mereka menerima Aditya apa tidak.


"Saya gak mau Ditya ." Ya aku menolaknya untuk kedua kalinya, aku memantapkan hatiku untuk tidak menerima pernikahan itu. Dan aku juga masih sadar diri, aku tak sepadan dengan Aditya.


"Kenapa?" tanya seraya mengenggam tanganku. Aku melepas tanganku dengan kasar dan memanglingkan wajahku, aku tak sanggup bila melihat wajah Aditya.


"Tapi kenapa Tania?" tanya ia sekali lagi. Aku berani menatap Aditya sekarang, air mataku jatuh aku tak sanggup.


"Bukan kamu udah tau, alesannya," ucapku yang mulai terisak. Dan dia kembali mengenggam tanganku.


"Ya, aku tau alesannya, aku mencintaimu Tania. Aku mau kamu menjadi istriku Tania.. apa lagi yang kamu minta ... Debby, aku juga menganggap dia sebagai anakku, kamu tau itu," katanya, aku langsung menatapnya sambil tertawa sinis, dia bicara cinta yang tak semestinya datang dalam waktu sekejab ini.


"Hahahh kamu lucu Aditya, kamu bicara cinta sekarang itu tidak masuk akal, kita baru kenal masak kamu langsung cinta sama aku, itu gak mungkin Aditya, berhenti membual aku tau kamu khawati sama ibu kamu, dan kamu ingin bahagia tapi gak gini caranya Aditya," ucapku panjang lebar, agar dia juga mengerti kalau pernikahan bukanlah permainan.


"Tania, aku mencintai kamu bukan karena mama, tapi karena aku melihat kamu, sifatmu dan saat pertama kali aku melihatmu aku udah jatuh cinta," ucapnya, aku mendongak melihat matanya yang menunjukan ketulusan, tapi aku masih ragu, apakah aku harus menerimanya? Atau tidak? Entahlah aku masih bingung dengan keputusanku.


Author Pov


Aditya masih mengenggam tangan Tania menyalurkan perasaannya yang sekarang berharap agar Tania percaya bahwa ia telah mencintai Tania dengan tulus. Ia ingin menikah dengan Tania dan itu bukan karena Mira, tapi karena cinta yang sudah tumbuh di hatinya.


Secepat itukah? Entahlah Aditya tak tau, tapi bukan cinta datang bisa kapan saja dan apakah Aditya salah mencintai Tania secepat ini.


"Aku gak bisa jawab sekarang, karena aku harus tanya Debby dan Nabila," ucap Nadira. Senyum Aditya merekah mendengar itu, itu tandanya secara tidak langsung Tania menerima lamaran Aditya.


"Kalian ngapain di sini?" tanya Diva yang baru datang dari kantin.


"Kita gak ngapain-ngapain kok," ucap Aditya yang mendapat senyum menggelikan dari Diva.


"Hayo ... kakak habis godain kak Tania kan," goda Diva.

__ADS_1


"Sok tau," ucap Aditya sambil menyentil dahi Diva.


"Debby, kok beli jajan banyak banget sih," tegur Tania yang melihat Debby di gendongannya Dava, sedang tangan satunya memegang kresek yang di pastikan itu belanjaannya Tania


"Tadi Debby udah gak mau, tapi tante Diva yang nyuruh," ucap Debby dengan menundukkan wajahnya merasa bersalah.


"Udah kak, gak papa sekali-kali kan, lagian 'kan aku pengen anaknya aku itu mirip sama Debby biar lucu," ujar Diva sambil mengelus perut ratanya.


Sedang semua yang ada di sana tertawa mendengar ucapan Diva tadi, memang Debby lucu yang membuat siapa saja melihat anak itu, langsung jatuh cinta.


•••••


Tania kini telah berada di rumahnya, duduk bersama Nabila yang sedang bermain dengan Debby, ia ingin bilang soal lamaran Aditya tapi ia takut.


"Em ... Bil gimana sekolah kamu?" tanya Tania.


"Baik kok kak," jawab Nabila.


"Bil, kakak mau ngomong samau kamu," kata Tania


"Ngomong aja kak, Nabila dengerin kok."


"Bil, kakak di lamar sama Aditya ," ucap Tania. Dan seketika fokosnya Nabila teralihkan ke pada Nadira.


"Jujur kakak gak mau nerima ini, karena kakak gak mau cuman kakak yang di anggap, sedangkan kamu dan Debby tidak, kakak takutin itu, terus apa jawaban kamu?"


sambung Tania


"Kak, Nabila itu terserah kakak, bahagia kakak bahagia Nabila juga, jujur aku setuju kalo kaka nikah ama kak Aditya karena aku liat dia, bukam hanya sayang sama kakak, tapi juga sama Debby. Tapi aku juga gak mau kakak nikah karena paksaan aku mau kakak nikah dengan cinta kakak, dan tampa paksaan dari siapapun," jawab Nabila panjang lebar, ia akui kalau ia juga senang dengan Aditya karena kedatangannya di keluarganya Nabila bisa merasakan seorang ayah, bagaiman Nabila bisa tau? Itu karena tetangga yang bercerita kepadanya.


"Kamu setuju kalo kakak, sama Aditya?" tanya Tania memastikan takut kupingnya salah dengar.


"Iya kak, aku setuju tapi itu keputusan kakak," ucap Nabila dengan senyum merekahnya.


"Debby mau gak punya papa kayak om Aditya?" tanya Nabila ke pada Debby .


"Iya Debby mau, soalnya Debby udah sayang sama papa Aditya ," ucap Debby yang membuat senyum terbit di bibir Nabila dan Tania. Dan Tania putuskan untuk menerima lamaran Aditya.


Tania tak tau ini keputusan yang tepat atau tidak, yang pasti ia akan berusaha untuk menerima Aditya, melihat Debby yang senang dengan keberadaannya, dan juga Aditya menyayangi Debby layaknya anak, berbeda dengan Gino yang meninggalkan dirinya dan Debby.


Tania pun lansung mengambil handphonenya dan langsung menelfon Aditya untuk mengabari keputusannya, tak perlu menanti lama karena Aditya langsung mengangkat telfon dari Tania.


📱"Halo Aditya, saya mau mengabari kalau saya mau menikah dengan kamu."

__ADS_1


Aditya yang menerima telpon dari Tania sangat senang sampai tidak bisa berkata-kata.


📱"Iya Tania, saya akan melindungi kamu dan Debby dengan jiwa raga ku menuju jannah NYA."


****


Flashback On


Cukup lama Tania berbinicang-bincang dengan Mira dan Diva, sedangkan Aditya hanya mendengarkan perbincangan perempuan itu, Aditya sungguh mengagumi kecantikan yang di miliki oleh Tania.


"Em ... Maaf buk, saya harus pamit, karena hari ini udah mulai sore," ucap Tania sopan ke pada Tania.


"Yah ... Ngapain pulang sih Kak, padahal Diva masih pengen banget cerita lagi sama kakak," ucap Diva yang merasa sedih.


"Maaf ya Div, bukannya kakak gak mau bercerita lagi sama kamu, tapi kakak harus pulang," ujar Tania lembut.


"Emangnya kakak udah punya suami ya ...?" tanya Diva yang mendapat senyum manis dari Tania


"Kaka belum punya suami," jawab Tania yang di balas anggukan oleh Diva.


"Kalo aku udah nikah kak," ucap Diva.


"Owh ... suami kamu?" ucap Tania sambil menunjuk ke arah Aditya yang sedang fokus ke benda pipihnya. Mira dan Diva yang mendengar itu hanya tertawa pelan.


"Bukan, itu kakakku, dia masih singgel kok," bisik Diva ke pada Nadira yang membuat Nadira tersenyuk kikuk.


"Suamiku lagi kerja kak," sambung Diva yang membuat Mira tersenyum hangat, ya memang adik kandung Aditya itu sudah menikah namun masih belum di karuniai anak.


"Emm ... saya pulang ya, Assalamualaikum," pamit Tania yang langsung menyalami tangan Mira dan ingin berlalu pergi, namun di tahan oleh Mira.


"Nadira kamu pulangnya di anter sama Aditya aja ya," tawar Mira, Tania melirik Aditya yang masih fokus ke benda pipihnya itu dan tampa berniat melirik ke arah Tania. Andai kamu tau Tania kalau Aditya itu menganggumi mu dalam diam.


"Emm gak usah buk Tania bisa pulang sendiri," tolak Tania di sertai senyum manisnya.


"Gak papa kok, Aditya tolong antar Tania ya," pinta Mira ke pada Aditya, Aditya pun menatap sang ibu dengan mengangkat sebelah alisnya.


"Kamu anter Tania pulang, kalo enggak mama marah sama kamu," jelas Mira yang di setiap katanya penuh dengan penekanan. Dan tampa aba-aba Aditya langsung menarik tangan Tania, menuju ke mobilnya sedangkan Tania hanya pasrah.


Di dalam mobil hanya ada keheningan sampai Aditya membuka percakapan di antara mereka.


#B E R S A M B U N G .....


Moga suka ya 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2