
Setelah kejadian yang menimpa Rissa dan Papanya Ara. Keajaiban datang pada papa Ara, yang alhamdulillah papa Ara mengalami kecelakaan tidak parah yang masih butuh perawatan dan Rissa sesudah tiga hari dia pun bangun dari koma ( tidur panjang nya).
Kini tiba Hari kelulusan di sekolah Ara🥰🥰
Hari ini adalah dimana siswa SMA NUSA BANGSA melihat hasil ujian mereka. Ar Cs dan Reno Cs sekarang sedang menuju mading sekolah, mereka melihat apakah nama mereka tertera disana.
"Yes, gue lulus." Ara berteriak sekencangnya ketika melihat namanya paling atas, itu artinya Laura adalah siswa yang mendapatkan nilai terbaik.
Mereka yang mendengarnya hanya tersenyum lalu kembali melihat nama mereka.
"Yeay, gue juga!" teriak Salsa,Sesil Citra, dan Putri bersamaan.
"Gue juga," sahut Reno
"Kita juga," balas Bayu, Dimas, dan Aldo bersamaan.
Mereka pun menjauh dari mading karena banyak siswa lainnya yang juga ingin melihat daftar nama mereka.
"Kita foto dulu yuk," ajak Ara Mereka pun mengangguk. Ara mulai mengangkat hp nya ke udara setelah itu berpose.
Cekrek!
Cekrek!
__ADS_1
Cekrek!
Ara pun melihat hasilnya. Tidak terlalu buruk. Dia memberhentikan seorang siswa perempuan yang sedang berjalan di depannya.
"Ada apa, Kak?" tanya gadis tadi.
"Boleh tolong fotoin kita gak?" tanya Ara , gadis itu pun mengangguk. Ara memberikan hp nya pada gadis tadi, dan mereka pun mulai bergaya.
Cekrek!
Cekrek!
"Makasih ya," kata Ara tersenyum.
"Iya kak, sama-sama," balas gadis tadi lalu berlalu pergi.
"Eh guys, gimana kalo nanti malam kita adain party, sebagai ucapan syukur kita," kata Aldo memberikan usulan.
"Wah, boleh tu. Di rumah gue aja," sahut Sesil mereka pun hanya mengangguk.
☆☆☆☆☆
Kini mereka sedang berada di halaman depan rumah Sesil. Mereka mulai menyiapkan apa saja yang di perlukan. Ya, mereka akan mengadakan acara bakar-bakaran ayam.
__ADS_1
"Bayu, kipas yang bener dong! Lemot amat sih lo!" bentak Sesil ketika melihat api juga tak kunjung menyala.
"Sabar dikit napa sih ah," sahut Bayu kesal. Dia kembali mengipas api dengan tenaganya, tapi api tersebut tak kunjung hidup yang membuat Bayu menjadi kesal sendiri.
"Susah bangsat! Gak mau lagi gue!" bentak Bayu lalu menghempaskan kipas daun yang tadi diliat pegang.
"Goblok memang," sahut Sesil lalu berjalan mendekati api.
"Huuuuuuuuufff," Sesil menghembuskan napasnya dengan kuat ke arah api, dan berhasil. Api pun menyala.
"Tu 'kan nyala!" bentak Sesil. Bayu yang melihatnya hanya cengengesan.
☆☆☆☆☆
Setelah semuanya selesai, mereka pun duduk melingkar, dan makan di atas daun pisang. Namun sebelum itu, Citra dan Putri mengambil fotonya, sebagai kenang-kenangan.
Setelah membaca doa, mereka pun mulai memakan makanan. Tidak ada yang bersuara, semua hanya diam. Sehingga Reno membuka keheningan dengan menyuapi Ara Dengan senang hati Ara pun menerimanya. Mereka yang melihatnya hanya tersenyum, lalu melakukan hal yang sama pada pasangannya.
"Bayu, suapin gue dong," pinta Sesil yang iri melihat teman-temannya. Bayu pun mengangguk.
"Aaa ... buka mulutnya," kata Bayu sambil menyodorkan nasi ke mulut Sesil, Sesil dengan senang hati menerimanya.
"Mmmmm ... enak," sahut Sesil tersenyum. Bayu yang melihatnya juga ikut tersenyum, entah mengapa jika melihat Sesil tersenyum, hatinya menjadi damai.
__ADS_1
"A cieeee!!!" Ara dan teman-temannya menggoda Bayu dan Sesil mereka hanya diam menahan malu.
See you part selanjutnya👋👋