
Hari yang di tunggu-tunggu pun datang, hari ini adalah hari pernikahan Aditya dan Tania, ya setelah Tania mengabari Aditya, keluarga Aditya datang dan menentukan hari pernikahan mereka, dan hari inilah yang dijanjikan oleh mereka berdua.
Aditya nampak sangat gagah dan tampan, memakai tuxedo hitam, dan Tania sangat cantik memakai gaun putih dengan ekor yang panjang dan belahan dada yang tidak terlaluh rendah, dan tak lupa mahkota kecil di kepalanya, membuat Tania kelihatan sangat cantik, pasanagn serasi tentunya.
"Selamat ya kak, udah jadi kakak iparku," ucap Diva ke pada Tania, ia berharap semoga pernikahan kakaknya ini selalu bahagia.
"Iya Div," jawab Tania dengan menampakkan senyum manisnya.
"Selamat ya bang," ujar Dava ke pada Aditya
"Iya bro," jawab Aditya.
Setelah Dava dan Diva mengucap selamat, kini para tamu yang mengucap selamat pada kedua mempelai.
"Selamat ya bro, akhirnya lo nikah juga, gue kira lo gak normal," ujar Bara--sahabat Aditya, dengan nada bercanda, namun malah mendapatkan tatapan tajam dari Aditya.
"Lo tuh gak normal, buktinya sampai sekarang lo belum nikah," balas Aditya dengan sinis.
"Yee walaupun gue belum nikah, tapi gue udah pernah ngerasain yang namanya surga dunia," ujar Bara yang dibalas geblakan dikepalanya, bisa-bisanya ia berbicara seperti itu tepat saat ada Tania.
"Hehe sory-sory keceplosan, oh iya jangan lupa lu bahangiain istri lo ya, kalau lu sakitin dia gue yang bakal gantiin posisi lo sekarang," ujar Bara dengan mengedipkan matanya ke Tania. Sontak Aditya langsung cemburu, baru nikah udah ada saja yang menggodanya apalagi kalau tidak cepat dinikahi, wah habis.
"Siapa juga yang mau nyakitin, gue mah maunya bahagiain," ucap Tania sambil melirik ke arah Tania yang menundukkan wajahnya.
"Yakin gak mau nyakitin, tar malem gimana? Pasti sakit loh kalau pertama kali," ujar Bara menggoda Aditya dan Tania, dan benar saja Tania semakin menundukkan wajahnya, menyembunyikan wajahnya yang memerah. Sedang Aditya semakin geram dengan tingkah laku sahabatnya ini.
"Pergi sono lu," usir Aditya sambil menendang pantat Bara.
•••••
Satu persatu acara telah selesai, tamu undangan pun satu persatu juga sudah meninggalkan gedung pernikahan itu, kini tinggal keluarga Aditya dan Tania.
"Sayang, mama udah nyiapin tempat bulan madu, untuk kalian berdua," ujar Mira. Aditya dan Tania yang mendengar itu terperejat kaget, padahal keduanya tidak ada niatan untuk bulan madu, tapi kenapa mamanya malah menyuruh mereka bulan madu.
__ADS_1
"Gak usah deh mah, kita gak usah ke mana-mana, lagian kita gak punya rencana kok," tolak Aditya dengan nada halus.
"Gak ada tapi-tapian Dit " bantah Mira. Aditya mendengus kesal mendengar itu.
"Ma, kalo kita liburan terus siapa yang gantiin aku di kantor, terus siapa yang jaga Deby," ujar Aditya, agar sang mama membatalkan liburan itu.
"Aduh itu mah gampang Aditya, kalau masalah kantor itu bisa serahin sama Leon asisten kamu, dan kalau soal Deby itu bisa sama mama atau adik kalian." Kekeuh Mira agar sang anak dan mantu mau liburan atau bisa di bilang bulan madu.
"Tenang bang soal kantor, gue bisa kok," ujar Dava.
"Iya benertuh, soal Debyjuga ada aku sama Nabila, yankan Bil," kata Diva sambil meminta persetujuan kepada Nabila adik sepupu Tania.
"Iya kak," jawab Nabila dengan senyum manisnya.
Aditya melirik sejenak ke arah Tania yang sedang memangku Deby untuk meminta persetujuan, Tania yang mengerti tatapan Aditya, lansung menganggukan kepalanya pertanda setuju, mengingat ini permintaan Mira yang sedang sakit.
"Yaudah kalau gitu kita mau," jawab Aditya. Senyum dibibir Mira pun terbit mendengar itu.
"Mah, jangan sekarang dong kita kan belum persiapan," kata Tania dengan lembut, ya semenjak Tania mau menikah dengan Aditya Tania disuruh memanggilnya dengan sebutan 'Mama' biar sama dengan yang lain.
"Duh kalau masalah itu mah, gak usah dipikirin, mama udah siapin semuanya, tinggal kalian berangkat, terus bulan madu," ujar Mira senang.
"Yaudah kalu gitu kita berangkat sekarang aja," ujar Aditya uang dibalas anggukan oleh semua. Kecuali Tania pasti karna ia tak mungkin meninggalkan Deby.
"Tapi Deby" lirih Tania sambil memerhatikan wajah Deby yang sedang tertidur di pangkuannya.
"Biar sama aku aja kak," ucap Nabila sambil mengalih mengendong Deby.
"Ya udah kita berangkat," ujar Aditya, mereka pun lansung pamit dan menuju mobil, dan mulai perjalan menuju puncak.
•••••
Setibanya di puncak, Tania lansung mandi karna dihotel tadi ia belum sempat bersih, setelah menuntaskan ritual mandinya, Tania lansung memakai baju tidur diatas pahanya. Memperlihatkan paha mulusnya.
__ADS_1
Tania berdiri didekat jendela yang memperlihatkan pemandangan kebun teh, yang meluas, dan ditemani rintik-rintik hujan, memberi kesan sejuk dan juga dingin. Hey ini di puncak ya jelaslah dingin.
Tania memikirkan keputusan yang telah ia buat, menikah dengan Aditya. Semoga keputusan ini benar mengingat Deby yang antusias memiliki papah Aditya, dan ia berharap dalam waktu dekat ini ia bisa membalas cinta Aditya. Dan juga semoga keluarganya bahagia selalu.
Saat sedang asik-asik melamun, ia dikejutkan dengan tangan yang melingkar diperutnya dan meletakan dagunya di pundak Tania.
Namun Tania menormalkan wajahnya, saat tau kalau Adityalah yang memeluknya, sepertinya ia harus terbiasa dengan sikap Aditya yang berubah-ubah.
"Ngapain?" tanya Aditya.
"Ngak lagi ngapain-ngapin," jawab Tania dengan menatap lurua kedepan, Zean yang merasa dicukin pun lansung membalikkan tubuh Nadira yang lansung 180° menghadapnya.
"Kamu nyesel nikah sama aku," ujar Aditya sambil menangkup wajah Tania, dan Tania biaa merasakan nada kecewa dari Aditya, Tania pun lansung menggelengkan kepalanya.
"Enggak kok, aku tadi hanya liat pemandangan aja," jawab Tania, ia juga sebenarnya tidak menyesal menikah dengan Aditya.
"Kalo gitu, siap buat adik untuk Deby," ujar Aditya sambil tersenyum nakal. Dan tampa meminta persetujuan lagi Aditya langsung mencium bibir Tania. Tania yang semula kaget lansung mengikuti permainan Aditya.
Bagaimanapun Aditya adalah suaminya jadi ia harus melayani Aditya, Tania pun langsung mengalungkan tangannya dileher Aditya dan mengikuti permainan yang dipimpin oleh Aditya sendiri.
Merasa mendapat lampu hijau dari Tania, Aditya pun langsung mengendong Tania seperti mengendong koala, menuju ranjang.
Dan terjadilah hubungan suami istri, yang hanya diketahui oleh cicak didinding.
THE END
👋🙋Haii readers
Semoga suka dengan ceritanya ya.
🙏💕Terimakasih atas dukungan like, komwel, dan favorit juga vote nya.
Jangan lupa dukung trus Author di novel yang lainnya Terima🙏💕 kasih.
__ADS_1