Gadis Imut Kesayangan Playboy

Gadis Imut Kesayangan Playboy
Eps. 166. Dllarang Bertemu


__ADS_3

"Bi, Deby mau telpon Mama Tania. Boleh pinjem hapenya nggak?" tanya Deby pelan


"Aduh gimana ya Non kecil, Bibi takut di marahin Tuan alias Papa nya Non," balas Pembantu.


"Deby mau ngobrol sebentar aja sama Mama, Deby kangen sama suara mama Bi. Bibi boleh ya?" pinta Deby sambil menangis iba. Pembantunya tidak tega sehingga ia mengangguk lalu memberikan hapenya.


Deby membawa hape itu kedalam kamarnya. Ia mengunci pintu dengan susah payah. Lalu mencari nomor ibunya.


Sebelumnya ia mengeja dulu nama kontaknya.


"Ta NI a, hah pasti ini nomor nya Mama!" Deby langsung menyambungkan telponnya.


Tidak butuh lama telpon tersembung dengan mamanya.


πŸ“ž"Halo, ada apa Bi? tanya Tania


πŸ“ž"Mama, ini Deby ma ... Deby kangen sama mama, kata Deby


πŸ“žDeby? ini kamu nak ... mama juga kangen sama kamu, besok mama aakn datang lagi kok, kamu yang sabar ya?balas Tania.


πŸ“ž"Rasanya aku pengen cepet-cepet ketemu Mama,"kata Deby


πŸ“žBegitu juga dengan Mama sayang, kamu udah makan belum? tanya Tania


πŸ“ž" Udah kok ma, mama sendiri gimana?" Deby balas dengan bertanya juga.


πŸ“ž"Udah juga sayang, kamu kok bisa punya ide pinjem hape pembantu buat telpon Mama sih, pinter banget anak nya Mama," puji Tania


πŸ“ž" Walau Deby kecil kan punya akal ma, hehe ... emang nya Papa gede tapi enggak punya akal hihi," kata Deby sambil tertawa girang setelah menyindir Papanya sendiri.


πŸ“ž"Deby kamu enggak boleh gitu, yaudah sekarang balikin hape bibi terus tidur kamu enggak boleh tidur kemalaman sayang, tidak baik untuk kesehatan, jelas Tania.


πŸ“ž"Mama juga, Deby sayang Mama ! Muach! seru Deby


πŸ“ž"Mama juga Saaaayang sama kamu, Assalamualaikum!?)


πŸ“ž"Walaikumsalam Mama,"


Tuttt


Deby buru- buru menuju pintu lalu membuka pintu kamarnya.


"Ekhm!" deheman Hani membuat Deby melotot kaget.


Hani menjewer telinga Deby lalu membawanya keluar dari kamar


"Hisk, ampun Oma ... sakit, " ringis Deby


"Masih kecil udah pandai ngomongin Papa kamu sendiri ya? Sini hape nya!" tagih Hani lalu merampas hape dari tangan kecil Deby


"Kamu akan Oma bilangin ke Papa kamu, liat aja besok setelah Papa kamu pulang dari rumah mama Rika, lihat saja apa yang akan Papa kamu lakukan terhadap kamu," ancam Hani


"Sekarang masuk! tidur sana!" Suruh Hani lalu menutup pintunya tidak lupa menguncinya dari luar.

__ADS_1


"Maafkan saya Nyonya besar," lirih Pembantu.


"Kamu saya larang untuk menggunakan ponsel selama satu bulan, ini karena kamu membuat kekacauan saja," kata Hani lalu membuang ponsel itu dari lantai 3. Dipastikan ponsel milik Pembantu hancur tidak bersisa.


________________


"Kasian Deby nya, aku mau kesana Dit!" kata Aceh yang tidak tahan


"Jangan, Tania. Itu akan membuat semua rencana kita akan sia-sia," cegah Aditya


"Yang dikatakan oleh Aditya itu benar, kamu jangan nekat kesana. Kamu tau bagaimana liciknya Mama Gino Itu kepadamu Tania, apa kamu mau terjadi fitnah seperti dulu lagi?" kata om Irfan


"Sabar lah Tania, besok kamu bisa datang kerumah mereka'kan?" kata Tante Dian


"Jangan sampai, semuanya akan membuat rencana ini gagal total," kata Aditya


"Hah, baiklah ..., Aku menuruti saran dari kalian," pasrah Tania


"Sekarang kamu tidur, supaya besok segar kembali," saran Tante Dian lalu Tania mengangguk. Ia menuju kamarnya. Tidak lama Aditya juga berpamitan untuk pulang ke Apartment nya.


__________________


"Aku melarang mu untuk menemui Deby," kata Gino


"Kenapa aku tidak boleh bertemu dengan anakku?" heran Tania


"Pengaruh kamu begitu minus untuk anakku, jadi kamu tidak boleh kesini lagi. Penjaga, usir dia jangan sampai ia menginjak kakinya kesini lagi," seru Gino pada bodyguard yang ada di rumahnya.


"Tapi mas, aku cuma pengen ketemu Deby aja ... aku enggak macem-macem mas?! " bela Tania


"Jangan mimpi kamu mas, aku tidak akan Sudi kembali sama kamu, " dengus Tania


"Oh, kalau begitu. Kamu tidak akan pernah bertemu dengan Deby lagi, sekarang pergilah sebelum mereka menyeret mu keluar dari sini?" kata Gino


"Tega kamu mas! aku akan bikin kamu menyesal seumur hidup kamu, karena kamu udah sering menyakiti aku mas!" seru Tania


Ravano mengibas tangannya sehingga dua bodyguard menyeret Tania lalu mendorongnya keluar gerbang.


"Buka! Buka! aku ingin bertemu putriku!" seru A


Tania namun tidak di gubris sama sekali.


"Mama! Oma, aku mau ketemu Mama!" seru Deby dari dalam kamarnya.


"Tidak boleh! Mulai hari ini sampai seterusnya kamu dilarang bertemu dengan Mama kamu itu, ngerti kamu?!" kata Hani


"Oma jahat! kenapa Oma jahat sama Mama Deby! Mama Deby enggak salah apa-apa, kenapa Oma jahat sekali! " marah Deby


"Berani kamu ya? dasar anak tidak tau diri kamu! " Hani begitu kesal dan emosi ia menyeret Deby ke kamar mandi lalu menyiram tubuh Deby dengan air dingin.


"Hiks, mama!" seru Deby sambil menangis


Lalu Hani meninggalkan kamar mandi itu. Deby duduk diubin sambil mengusap wajahnya yang tertutupi oleh rambut nya yang basah. Ia menangis sejadi-jadinya.

__ADS_1


Gino mendegar tangisan Deby lalu ia segera menuju kamarnya. Ia berpas-pasan dengan ibunya .


"Mama apain Deby?" tanya Gino


"Anak kamu yang itu harus di kasih pelajaran biar ngerti sopan santun, kamu jangan terlalu manjain dia deh, liat aja tingkah nya semakin menjadi," kata Hani


Gino masuk kedalam kamar lalu menghampiri anaknya yang basah.


"Kamu tidak apa-apa kan sayang?" tanya Gino lalu mengulurkan tangannya untuk disambut Deby . Tapi ternyata Deby menangkisnya.


"Aku benci sama Papa! aku benci sama Oma juga! jangan sentuh Deby!" teriak Deby lalu berdiri dengan sendiri lalu ke kamarnya.


"Papa bantu gantiin baju nya ya?" pinta Gino


"Enggak! Deby enggak mau dibantu Papa. Papa jahat!" lalu Deby mencari pakaian nya sendiri.


Gino mendekati anaknya lalu memeluknya.


"Maafin Papa ya sayang, ini juga untuk kebaikan kamu. Papa sayang banget sama kamu lho, " kata Gino


"Kalau Papa sayang, kenapa Papa usir Mama? Mama Tania enggak salah Pa. Dia cuma mau ketemu Deby. Kenapa Papa larang Mama Tania ketemu sama Deby? Papa jahat !" simpul Deby


"Apa Mama bilang,Deby itu harus kamu kerasin nak ... jangan manjain terus, lihat lah dia, menyebalkan sekali," kata Hani diambang pintu.


Deby mengambil pakaian gantinya lalu menuju kamar mandi lagi, ia sudah diajarkan oleh Mamanya untuk berganti pakaian jangan di depan orang. Walaupun orang itu adalah keluarga sendiri. Kata mamanya 'belajar lah malu sejak kecil'


"Apa yang harus Gino lakuin Ma? Hanya dengan cara ini supaya Tania bisa kembali lagi sama Gino, Gino melakukan ini supaya Tania kembali sama Gino Ma, " kata Gino


"Kamu tidak boleh kembali sama dia, mama tidak pernah setuju. Ngerti kamu?!" bantah Hani


Tiba-tiba Ponsel Hani berbunyi. Hani tersenyum karena Rika sedang menelponnya.


"Mama, mas Gino ada?" tanya Rika


"Ada, sebentar ya?" kata Hani lalu memberikan ponselnya pada Gino.


"Kenapa?" tanya Gino


"Mas, anterin aku cek ke dokter kandungan dong. Hari ini jadwal aku lho, kamu enggak lupa'kan?" tanya Rika.


"Oh, iya baiklah. Sebentar ya saya siap-siap dulu," kata Gino


Ceklet.


Deby keluar dari kamar mandi setelah selesai ganti bajunya. Ia memegang kepalahnya terasa pusing.


Bruk!


"Deby!" seru Gino lalu menuju anaknya ia menggendong ya.


"Ma, Gino mau bawa Deby ke rumah sakit ma," kata Gino


"Terus Rika nya gimana?" tanya Mama Hani

__ADS_1


"Mama aja yang jemput Rika, mama kan bisa bawa mobil, ini Deby pingsan ma, harus cepet di bawa kerumah sakit," kata Gino lalu pergi.


__ADS_2