Gadis Imut Kesayangan Playboy

Gadis Imut Kesayangan Playboy
Eps.66 Extra Part 3 ( Ara Cemburu )


__ADS_3

"Pepet tross Jan kasih kendor," sindir Ara pada Cecil.


"Apa Lo," ucap Cecil menatap tajam Ara


"Lah gue kenapa? santai aja kali orang gue sama Salsa , iya gak sin," ucap Ara dan dibalas anggukan oleh Salsa.


"Udah yaa saya pergi dulu, asalamualaikum," ucap Ara kesal dan meninggalkan orang-orang yang berada di sana.


"Maaf pak saya gak bisa, saya sudah menikah sama Ara ," jujur Reno. Reno pun pergi mengejar Ara.


"Papih Cecil gimana," rengek Cecil pada pak Doni.


"Kamu sudah denger kan kalo Reno sudah bersama Ara " ucap pak Doni.


"Pokonya Cecil gak mau tau, Reno harus jadi milik Cecil," ucap Cecil.


"Udah sayang ikhlasin aja Reno yaa, kan masih banyak yang ngejar-ngejar kamu," ucap pak Doni.


"Iyaa di kejar-kejar, di kejar polisi," bisik Rian pada ketiga sahabatnya. Salsa ,Vani dan Denis yang mendengar itu hanya terkekeh.


"Pokonya kalo papih gak mau bantuin Cecil dapetin Reno, Cecil gak mau ngomong sama papih," ancam Cecil.


"Ehh jangan dong, iyaa nanti papih bantu oke," ucap pak Doni.


Cecil yang mendengar itu langsung berbinar menatap pak Doni. "Makasih papih," ucap Cecil memeluk pak Doni. Pak Doni pun membalas pelukan Cecil.


Gini nih kelemahan pak Doni, terlalu memanjakan Cecil, dan apapun yang Cecil minta pasti di turutin.


Rian, Denis, Salsa dan Vani pun meninggalkan drama orang tua dan anaknya itu.

__ADS_1


☘️☘️☘️


Ara berjalan dengan cepat, dan mulut yang terus berkomat-kamit, Reno mengikuti Sinta dari belakang.


"By tungguin aku," ucap Reno mengejar Ara..


"Ngapain Pake ngikutin si," kesal Ara dalam hati.


"By udah dong emang gak Cape dari tadi kelilingin tenda," bujuk Reno. Ara menghela nafas panjang dan berhenti berjalan, Ara membalikan badannya menghadap ke arah Reno.


"Apa!" Ketus Sinta.


"Jangan marah dong By, aku kan gak tau apa-apa," Reno memelas di hadapan Ara.


"Siapa juga yang marah," ketus Ara.


"Gak papa," ketus Ara.


"Udah dong sayang jangan marah-marah Mulu nanti cepet tua loh," bujuk Reno.


"Ngomong apa tadi? Cepet tua," ucap Ara. menatap tajam Reno.


Reno yang di tatap tajam oleh Ara menelan slvia nya kasar. "Maksud aku tuh bukan gitu, maksud aku kamu jangan marah-marah nanti cantiknya nambah terus aku makin cinta sama kamu," ucap Reno.


"Basi," singkat Ara


"By udah dong jangan marah," rengek Reno.


"Siapa yang marah, udah sana temuin calon istri kamu yang gatel itu," ucap Ara memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


"Owh ceritanya cemburu nih," goda Reno.


"Udah tau cemburu Pake nanya lagi, dasar jadi cowo gak pekaan," menolog Ara dalam hati.


"Siapa juga yang cemburu," ketus Ketika Reno hendak berbicara namun di potong oleh kedatangan Cecil.


"Hay Ren," sapa Cecil, Sinta yang melihat itu memutar matanya melas.


"Hmm," dehem Reno.


"Saya pergi dulu," ucap Sinta. Namun ketika Sinta akan pergi namun tanganya segera di cekal oleh Reno.


"Apa lagi," ucap Sinta melas.


"Disini aja yaa, sama aku," ucap Reno lembut.


"Gak bisa saya harus pergi," ucap Sinta menepis tangan Reno kasar. Ketika Reno akan mengejar Sinta namun segera di cegah oleh Cecil.


"Gak usah pegang-pegang," ucap Reno dingin.


"Iyaa maaf, aku kesini di suruh papah, katanya ada rapat OSIS," ucap Cecil.


"Mendadak banget, biasanya ngasih tau gue dulu," dingin Reno.


"Aku gak tau, yaudah yu," ajak Cecil.


"Hmm," dehem Reno. Reno pun pergi bersama Cecil. Ara menengok ke belakang melihat Reno berjalan dengan Cecil.


" Emang yah, cowok lihat yang menarik sedikit berpaling. " ucap Ara sambil menghentak-hentakan kakinya.

__ADS_1


__ADS_2