Gadis Imut Kesayangan Playboy

Gadis Imut Kesayangan Playboy
Eps. 78. Risa Gombalin Dosen ( Sessions 2 )


__ADS_3

Suara burung di pagi hari saling bersahutan, sinar mentari masuk kedalam kamar pasutri ini yang sejak semalam ini sudah pindah kerumah nya kembali bersama dengan ade iparnya Zayan, sementara mama sudah berangkat di jemput papa Nando tinggal di Korea.


Pagi-pagi Ara bangun setelah sholat subuh membuatkan sarapan untuk mereka bertiga nasi goreng kesukaaan Ara.Setelah selesai membuat sarapan Ara pun membangunkan Reno, Reno pun terbangun, Ara segera pergi ke kamar mandi dengan ritual mandinya, sementara Reno pergi ke kamar Zayn untuk mandi, karena acara mandi Ara pasti lama menurut Reno yang tidak sabaran.


Ara pun turun kebawah bersama Reno, sementara Zayn sudah ada di meja makan menyantap sarapan nya duluan, karena menunggu kedua kaka nya sangat lah lama menurut Zayn.


Akhirnya mereka pun sarapan dengan tenang, setelah sarapan Zayn pergi ke sekolah diantar supir rumah dan di suruh menunggu nya atas perintah Reno, sedangkan Ara akan berangkat bersamanya karena searah dengan kantor Reno.


Ara kini sedang bersiap-siap untuk pergi ke kampus. Setelah selesai, Ara mulai berjalan keluar kamar, saat Ara membuka pintu, ia di kagetkan dengan Reno yang udah menunggunya, tepat didepan pintu.


"Aaaa!" teriak Ara . Reno yang melihat Ara seperti itu, hanya memutar bola matanya males.


"Huff ... kamu ini, bikin aku kaget aja, untung aku engak ada penyakit jantung," ucap Ara.


"Ngapain kamu di depan kamar aku? ... emm, kamu engak ke kantor?" tanya Ara .


"Engak. Aku mau nganter kamu ke kampus," jawab Reno.


"Eh, engak usah aku bisa sendiri kok, ke kampus," tolak Ara dengan lembut.


"Engak ada penolakan. Yuk, kita berangkat," ucap Reno , sambil menarik lembut tangan Ara


Di Kampus Ara.


Tiga puluh menit diperjalanan, akhirnya mereka sampai ditempat tujuan.


"Terimakasih Ka , kamu ud---"


"Iya. Cepat gih, keluar dari mobil aku. Soalnya aku masih ada keperluan yang harus diselesaikan," ucap Reno.


"Eh, iya," ucap Ara


'Dasar suami aneh! Dia sendiri yang ngajak aku ke kampus, sekarang malah aku yang diusir, nyesal aku udah mau dianter sama dia,' batin Ara kesal.


"Entar, aku jemput," ucap Reno , dan di balas anggukan dari Ara.


Saat kepergian Reno , Ara mulai berjalan masuk ke kampus. Saat di perjalanan, Ara di kagetkan dengan kedatangan seorang cewek.


" Araaaaa !"


"Risaa! Bisa engak sih, sekali aja engak usah ngagetin?" tanya Ara


"Hehehe ... maaf-maaf," ucap Risa.


Rissa Anggita, cewek yang memiliki kulit putih, mata indah dan ginsul. Rissa, adalah sahabat baik Ara di kampusnya.


"Eh, tadi kamu ke kampus bareng siapa?" tanya Rissa.


"Kepo!"


"Iss, aku, 'kan pengen tau aja, emangnya engak boleh aku kepo?" tanya Rissa.


"Udah, kita ke kelas aja. Nanti, aku ceritain di kelas," ucap Ara.


"Janji?"


"Iya, aku janji."


"Oke, yuk kita ke kelas," ajak Rissa.


"Yuk!"


Sesampainya di ruang kelasnya.


Pak dosen ganteng yang di bilang Risa pun datang ke dalam kelas kami. Setelah beliau mengajar beliau pun pamit dari kelas kami.


"Baik anak-anak Bapak cukupkan sampai disini. Tapi sebelumnya, apa ada yang ingin bertanya?"


Hening. Mungkin karena Pak Ekhem ini guru akutan jadi gak ada yang mau nanya. Kalian tau karena apa? Ya karena gak ngerti lah! Yakali kita faham haha.


"Baik jika tak ad---,"


"Pak!"

__ADS_1


"Iya, kamu?"


"Translate dari 'I want you to be my wife' apa?"


"Aku ingin kamu menjadi istriku,"


"Maaf Pak, saya masih sekolah. Nanti aja kalo mau halalin saya pas saya udah lulus."ucap Risa.


Seketika semuanya bersorak-sorai, kayaknya sih itu bentuk apresiasi mereka ke Gua haha.


'Bisa aja lu kadal buntung'ejek Ara.


' Risaa ... Ajarin gua ngegombal dong!'ucap Ara.


'Penyakit buaya lu kumat nii!'


'Pepet terooosss!'


Dan masih banyak lagiii.


"Hehe heureuy Pak heureuy," (Hehe becanda Pak becanda).


"Ya sudah.Risa besok saya datang ngelamar kerumah kamu."


"Ehh."


"Kamu mau kan? Harus tanggung jawab loh, kamu sudah gombalin saya."


"Pak tapi 'kan----,"


"Apa hemm?"


"Oksigen woy oksigen ... Mamahh, jantung Dede mau copot ..."ucap Risa.


"Sa kalo Pak Ekhem beneran ngelamar lo. Gimana?" tanya Gea sedikit menggoda.


"Ya engga gimana-gimana lah bambangg!" jawab Risa dengan santay nya.


"Ya Gua terima dong."


"Lo serius?"


"Iyaaa curut ... Nikmat mana lagi yang akan 'ku dustakan huaaa,"


Pletak!


"Gaya lo, sitiii!"


Awsh!


"Sakit pala Gua sukiem!"


"Lagian, halu lo tingkat akut miskahh!"


"Kan lo nanya aing subroto! Gimana siii,"


"Iya dah iya,"


"Gua gak kebayang Ge kalo sampe Gua di lamar sama tuh Pak Ekhem ..."


"Udah ... Udah ... Abisin noh makanan, jangan sampe salah nelen lo. Bukannya nelen mie malah nelen garpu haha ..."


"Gegel siah ku aing kebel-kebel! (aku gigit juga kamu lama-lama!)" hardik Risa dengan tatapan siap menerkam.


"Assalamualaikum semuanya," sapa seorang guru yang masuk kedalam kelas.


"Waalaikumsalam Pak," ucap semua murid.


"Waalaikumsalam ..." balas salah satu murid yang sudah tak asing lagi. Siapakah dia? So pasti buaya cantik, uhuk!!


'Woy Risa ! Bangun lo jangan ngimpi teros!'


' Risa cuci muka nak, iler lu tumpah noh!'

__ADS_1


'Kumat dah kumat.'


'Jurus buaya-nya keluar gayss!'


Mungkin begitulah sindiran-sindiran yang mereka lontarkan kepada Risa.


"Apaansih lu pada, iri? Jangan bilang!"jawab Risa


"Sudah-sudah, mari kita mulai pembelajarannya. Baik, silahkan buka halaman 135,"


"Pak?"


"Iya Risa kenapa?"


"Yang mana?"


"Halaman 135, tentang 'What is your dream' ... "


"Ohhh ... Iya-iya. Contohnya kayak gimana ya Pak?"


'Huh ... Modus lo tuyul!' gumam Gea.


'Sutt ... Anak kambing ga boleh ngejek yaaa ...' ejek Risa.


"Contohnya, impian kamu ingin menjadi apa? Dokter-kah, guru-kah, atau yang lainnya,"


"Kalo impian saya pengen di halalin sama Bapak, bisa?" tanya Risa.


Brukk!


"Pak ... Bapak kenapa?"


"Saya sesak Risa "jawab pak dosen.


"K-ko bi-bisa?"tanya Risa.


"Iya. Soalnya separuh nafas saya ada di kamu,"


gombal pak dosen.


"Huaaa mamah ... Pengen nikahhh!!" ucap Risa.


Ring... Ring..


Suara bel menandakan jam pelajaran berakhir.


Setelah jam pelajaran berakhir Ara mengajak Risa untuk pergi ke kantin, dan mereka pun memesan makanan kesukaan mereka berdua.Makanan pun datang, Ara dan Risa memakan nya dengan santai dan tenang.


"Setelah jam terakhir kita ke mol yuk Sa?" ajak Ara.


" Oke, kamu yang traktir ya, " ucap Risa dengan polosnya.


" Emang kamu mau di traktir apa Sa? " tanya Ara.


" Apa aja boleh! " jawab Risa.


" Oke, deal yaa. " ucap Ara.


Mereka berdua masuk ke kelas satu pelajaran lagi setelah ini mereka pulang.


Next or no?


Ini real hasil kegabutan bukan copy yaaa.


-Salam, buaya cantik.


👋🙋Haii readers,


Semoga suka dengan cerita ku,


Tinggalkan jejak like dan komwelnya.


🙏💕Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2