Gadis Imut Kesayangan Playboy

Gadis Imut Kesayangan Playboy
Eps. 143.Pembalasan Gino untuk Aldo


__ADS_3

Kembali dengan pasangan bobrok..


****


Menjelang malam hari, Tania sibuk dengan handphonenya berlukis apel dicasing nya tidak lupa kamera tiga tertera di belakangnya juga.


Saking sibuknya chatan dengan Aldo-si pacar, ia lupa akan suaminya yang sejak tadi memerhatikan keseruan Tania, yang layak disebut orang gila,-- tertawa sendiri sambil tepok-tepok sofa yang empuk.


"Sakit nih anak," celoteh Gino sambil meraih air segelas yang ada di nakas.


Byur!


"Woy! basah'kan , kamu kira aku belum mandi apa?" omel Tania mengusap mukanya yang disiram air.


"Lagian, malam-malam ketawa sendiri ... gila kamu ya?" tunjuk Gino sambil bergedik ngerih.


"bukan urusan kamu ya ... ini urusan aku, kita tidak perlu ikut campur sama privasy masing-masing, " terang Tania sembari meletak ponselnya disofa lalu ke kamar mandi.


"Lagi ngapain dia," Gino ragu untuk membuka ponsel milik orang, tetapi ia tidak dapat menghentikan rasa penasaran nya.


"Buka aja deh, kan saya suaminya ...," ujarnya sembari mengambil ponsel milik Tania.


Jelas saja Gino membaca isi chatan Aldo dengan istrinya itu, cemburu? tentu saja tidak ... malah Gino ngakak dengan isi chatan mereka yang sangat lebay, maklum saja anak kampus pacaran ? ya taulah seperti apa?"


Satu pesan masuk, dan Gino merencanakan ide jailnya.


Rupanya besok adalah hari ulang tahun Aldo itu, dan mereka berencana untuk makan malam di sebuah kafe.


"Pembalasan dimulai esok hari, lihat saja ... akanku rusak momen indah kalian, lihat lah Tania, ha-ha," tawa jahat Gino kemudian buru-buru menaruh ponsel tersebut di tempatnya semula.


"Ngapain kamu? kamu buka hape aku ya?" tuduh Tania dan meraih ponselnya.


"Kaya gak ada kegiatan lain aja, sudah malam enakan juga tidur," kata Gino lalu merebahkan tubuhnya diatas kasur.


Tidak lama kemudian Tania ikut berbaring disebelah nya dan menempatkan guling sebagai jarak mereka


"Awas aja kamu melewati batas ini ya? " peringat Tania


"Terserah, mataku sudah mengantuk berat," jawab Gino.


***


Brak!


Membuat Aldo ddan Tania terkejut bukan kepalang, mereka yang sedang asik mengobrol di dalam kelas.


"Apaan si pak? ngagetin aja ," kata Aldo


"Ganggu orang pacaran aja," sambung Tania.


"Lari kelilimg lapangan sana, 20 keliling kalau berhenti jadi 40 keliling," titah Gino dengan muka datar. Aura sosok menyeramkan selalu hadir jika ia berada di kampusnya.


"What? gak bisa gitu dong pak, kita pacaran juga bukan diwaktu jam pelajaran bapak !" selah Tania.


"Apa seorang maling dengan alasan lapar akan di lepas begitu saja? walaupun ada keringanan setidaknya dia akan dihakimi juga, jadi ... cepat lakukan !" suruh Gino.


"Panas pak, nanti aku jadi item gimana?" protes Tania


"Oh, nilainya saya tulis E ya?" ancam Gino


"Udah lah sayang, yok ... kita jalanin hukuman Ini," ajak Aldo


"Iya," balas Tania dengan terpaksa.


***


Ditengah terik panasnya matahari, dan kedua sejoli itu tengah menjalani hukuman mereka. Sedangkan Gino memantau mereka sambil meneguk air minum.

__ADS_1


"Semangat! Lembek banget kalian!" seru Gino


"Woy, pak ! Ini panas lagian kaki ku sakit banget, kejam banget si bapak ini!" seru Tania juga


"Berhenti saja kamu Tania nanti kamu pingsan lho ...," saran Aldo yang tidak tega melihat nya


"Aku mampu ko, " balas Tania


"Yakin?" tanya Aldo


"Iya, sana larilah ... ku ikutin," kata Tania sambil mengelap keringat di pelipisnya.


"Oke" Aldo berlari lagi, dan Tania tidak bisa berlari lagi karena merasa sekujur tubuh nya sangat letih, ditambah sinar matahari benar benar menguras tenaganya.


Kini ia terlihat seperti siput, tidak berlari ya... dia hanya berjalan.


"Lemah sekali kamu, saya suruh lari!" bentak Gino sembari menepuk bahu Tania


Bruk!


"Taniaaaaaa!" teriak Aldo karena Tania yang terjatuh diatas ubin lapangan. Gino yang kaget lalu merengkuh pinggang Tania sambil menepuk pipinya


"Tan , sadar ... malah pingsan segala lagi," kata Gino sembari membawa Acha ke UKS.


**"


Sepulang dari kampus mereka benar ke kafe yang sudah dijanjikan itu.


"Masuk," ajak Tania


"Iya," kata Aldo


Mereka sudah booking tempat itu, sehingga ditempat mereka sudah terdekorasi dengan indah.


"Tiup lilin nya," suruh Tania


Aldo mematikan api dililinnya, dan kemudian berniat memotong kue


Boom!


"Aaaa!" Seru keduanya


Rupanya kue tersebut merupakan balon yang di olesi coklat dan merupai sebuah kue.


Dan coklat muncrat kemuka mereka. Dan pengunjung lain yang melihat jadi tertawa menyaksikan mereka.


"kamu ngeprank aku ya? " tanya Aldo


"Enggk ko, tadi aku beli kue beneran sebelum berangkat ke kampus ko ," kata Tania


"Tapi ini balon yang di olesin sama coklat, lihat muka ku jadi kena coklat nya," kata Aldo


"Maaf, yaudah kita pakai makanan yang ada disini aja, maaf banget ya?" pinta Tania


"Baiklah,"


***


"Ini hidangan terspecial untuk pasangan seperti kalian," ucap pelayan sambil meletakan makanan yang masih tertutup.


"iya makasih," Tania dan Aldo tersenyum ramah.


Pelayan itu hendak pergi namun Tania menghentikannya. "permisi, kenapa kamu pakai topi ya?" tanya Tania


"tidak apa mba, saya pergi ya ada kerjaan lain soalnya," alasannya lalu pergi.


"Udah sayang, mendingan kita buka hidangannya ini, ku sudah tidak sabar mau mencobanya," kata Aldo

__ADS_1


"Iya sayang,"


Saat Tania membuka hidangannya.


Kecoa terbang hinggap di jidatnya.


"Kya! makanan apaan ini ko ada kecoa nya? Bantuin lepasin kecoa nya dong!" teriak Tania


Plak!


"Aw! kamu ko nampar jidat aku? sakit tau!" ringis Tania


"Ku juga takut lagi sama kecoa, "


"Hah?


Tania berdiri dan menepuk jidatnya lalu kecoa tersebut berpindah di balik telinga Aldo


"Aldo di telinga mu,"


"Huaaaa! mana mana!" Aldo menepis-nepisnya lalu kecoa itu berjalam masuk kedalam bajunya.


"Tania ada yang gerak-gerak," kata Aldo melihat perutnya.


"Apaaan?" tanya Tania


"Kecoa!"


Bruk!


"Aldo? malah pingsan, ih bangun Aldo ... !" Tania menarik narik tangannya.


Rusak! Benar -benar rusak momen yang mereka fikirkan akan berjalan indah dan sempurna.


"Punya pacar kaya cewe aja, putusin aja mba," sindir pengunjung lainnya


Kuping Tania cukup panas mendengarnya, lalu dia meninggalkan Aldo yang pingsan dilantai. Dengan rasa malu Tania memutuskan untuk pulang.


***


"cie, yang habis jalan sama pacarnya ... tapi saya mencium aroma kekesalan disini," ucap Gino


"dari mana kamu tau kalau jalan sama pacarku, atau kamu buntutin aku ya? Atau, kamu ya yang membuat semuanya jadi kacau?" tuduh Tania


"Kasih tau gak ya?" goda Gino


"Kurang kerjaan banget kamu, liat semua nya jadi berantakan tau ga!" marah Tania


"kamu yang kurang kerjaan, suami ada tapi sibuk pacarn,sungguh kamu berdosa banget Tania" kata Gino


"Cemburu? "


"saya biasa aja ko, cuma ingetin kamu doang ... kamu lupa kalau dirumah kamu itu istri nya aku, terserah kalau diluar kamu pacaran sama siapa, yang jelas dirumah kamu istri aku, jangan menunjukan rasa kesalmu itu padaku, " terang Gino


"Ih, nyebelin !" Tania memasuki rumah


"Rasain kamu Tania, makanya jangan main-main sama Gino, saya bisa membalas apapun yang telah kamu lakukan terhadap saya," gumam Gino


Semua memang sudah Gino rencanakan. Bos kafe tersebut juga sudah Gino suap, sehingga mereka membiarkan Gino menyamar jadi Pelayan.


Perihal balon Juga itu Gino sengaja menukar kuenya, disaat Tania sedang lengah dan rencananya sukses besar . Pembalasan Gino berjalan dengan mulus.


Bersambung


Maaf guys kita skip dulu kisah Ara dan Reno juga Dina dan Marvel.. lagi seru ceritain Gino dan Tania.


Part menuju ending 🙏🙏

__ADS_1


Sorry for typo


__ADS_2