Gadis Imut Kesayangan Playboy

Gadis Imut Kesayangan Playboy
Eps. 165. Sebuah Rencana Aditya


__ADS_3

Tania juga sangat kefikiran dengan anaknya.


Dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi kepada anaknya tanpa dirinya. Selama ini Deby hanya mendapatkan kasih sayang penuh dari seorang ibu.


"Tania" panggil Aditya membuyarkan lamunan Tania.


"Iya, kenapa? kamu cari om Irfan?" tanya Tania


"Tadi ketemu di kantor sih, aku kesini mau bilang sama kamu. Kamu harus tetap optimis dan semangat, karena aku sangat yakin kamu bisa mengambil Deby kembali sama kamu," kata Aditya


"Bagaimana caranya, hak asuh sudah ditangan mantan suami aku. Aku harus apa?" lirih Tania


"Tentu saja bisa, aku punya rencana semoga ini berhasil sih, aku kasihan melihat anak kamu waktu itu, jadi aku fikir aku juga harus memutar cara. Agar Deby bisa kamu ambil hak asuh nya," jelas Aditya


"Makasih kamu perduli walaupun kita tidak terlalu mengenal, tapi aku rasa kamu orang baik, emang apa rencana kamu?" tanya Tania.


"Kita pasangkan alat penyadap dan juga cctv di rumah mantan suami kamu, disana kita bisa lihat. Bagaimana mereka memperlakukan anak kamu, jika mereka menyiayiakn anaknkamu itu bisa jadi senjata untuk kita Tania, lalu ... kamu harus kuliah biar pendidikan kamu juga bsia menjamin kehidupan kalian nanti, kamu juga jangan pesimis harus optimis, kamu mengerti'kan? maksud saya?" jelas Aditya


"Kamu bener juga ya ? tapi gimana caranya agar aku bisa masuk kerumah itu? Aku takut aku enggak kuat berhadapan sama mereka," kata Tania


"Kamu ini ibunya, saya juga yakin anak kamu pasti sangat merindukan kamu. Kamu pasti bisa kesana, " kata Adit


"Makasih ya, kamu cukup membuat perasaan aku tenang walau tidak sepenuhnya," balas Tania


Aditya mengangguk.


"Aku bikinin kamu kopi atau Teh?" tawar dan tanya Tania


"Kopi tapi gulanya sedikit saja," balas Aditya


"Baiklah, tunggu sebentar?" Tania kedapur untuk membuat kopi.


____________________


"Aku kesini bukan untuk ribut sama kamu mas, aku cuma pengen ngeliat anak aku, kamu enggak bisa ngelarang aku'kan?" kata Tania


"Awas saja kalau kamu berani menculik Deby dari aku," kata Gino


Tania pun masuk kedalam rumah lalu memanggil anaknya. Dengan semangat Deby menghampiri mamanya.


"Mama! Deby kangen banget sama mama! Mama Deby selalu pengen ada mama disamping Deby, " kata Deby


"Mama juga sayang kangen banget sama kamu. Oya, kamu udah makan belum?" tanya Tania


"Udah tapi makanan disini tidak seenak makanan yang mama masakin, aku mau makan makanan dari mama," kata Deby


"Mama bawain kamu makanan sayang, ini ! makan ya?" kata Tania


"Yey!" Tania begitu senangnya.


Gino memantau mereka dari jauh. Ia juga harus pergi ke sekolah.


"Bi, awasi Tania ya? kalau dia berbuat macam-macam bibi usir saja dia," kata Gino


"Iya Tuan," balas pembantunya


_


"Bibi enggak percaya sama aku?" Tanya Tania


"Maaf Nyonya ini perintah tuan, memang nyonya mau ngapain ke kamar?" tanya Pembantunya.

__ADS_1


"Saya ingin mengambil pakaian saya yang tertinggal. Kamu tidak bisa mencegah saya, lagian saya tidak ngapa-ngapain," kata Tania


"Bibi mending kedapur aja, mama Deby juga bukan seorang maling kok !"


"Iya baiklah,"


____________________


"Mama sering-sering datang ya? soalnya Deby selalu kangen sama mama," kata Deby dan masih memeluk Tania


"Iya nak, mama janji akan sering nemuin kamu disini, kamu jaga diri baik-baik ya ... jangan lupa buat sholat juga, " saran Tania


"Iya ma," balas Tania lalu melepaskan pelukan.


Gino melihat mereka saja. Lalu Tania pun masuk kedalam Taxi dan meninggalkan rumah tersebut.


Sting!


Tania segera membuka notifikasi dari WhatsApp nya ada sebuah chat dari Aditya masuk.


(Pekerjaan mu bagus Tania, semua sudah jelas di sini) katanya


Tania tersenyum dan tidak sabar untuk menemui Aditya.


"gimana, gampangkan?" tanya Adit


Langsung di angguki oleh Tania


"Aku harap rencana kita, berhasil 100% ," harap Tania


"Aku juga demikian, sekarang kamu baca buku ini. Untuk modal kamu masuk universitas yang sudah ditentukan," kata Adit


Aditya mengangguk mantap. Tania tersenyum senang tanpa di duga semuanya sudah di rencanakan oleh Aditya.


"Makasih banyak Adit, kamu sangat membantu aku," kata Tania


"Iya, sama-sama," balas Aditya


Sembari memantau apa saja yang di lakukan keluarga Gino. Tania bisa belajar juga di bimbing oleh Aditya.


___________________


"Papa, ko jarang pulang kerumah sih?" omel Vanya


"Sibuk, mama kamu mana?" tanya Gino


"Mama lagi di kamar, tidur. Vanya mau makan ice cream Pa, beliin dong?!" pinta Vanya


"Memang nya kamu sama mama kamu enggak pergi belanja? Sampe stock ice cream gak ada?" tanya Gino


"Udah abis lagi Pa, kan cuma dikit," kata Vanya


"Kebanyakan makan ice cream bisa bikin sakit nanti," peringat Gino


"Enggak lah Pa, Papa mulai pelit deh sekarang, gara-gara Papa sibuk ngurusin Deby itu," kata Vanya


"Vanya, kamu ini selalu menyalahkan adik kamu. Deby itu adik kamu, ngerti kamu?" kata Gino


"Mas, kamu kok datang-datang marahin Vanya sih? tumben kamu kerumah segala," heran Rika


"Gatau tuh Papa, belain aja terus anak kesayangannya. Nyebelin banget," ambek Vanya lalu pergi.

__ADS_1


"Tuh kan Mas, aku udah capek lho bujukin Vanya supaya baik lagi sama kamu. Kamu nya kaya gitu, kasihan Vanya," kata Rika


"Kamu bisa nggak sih, jangan bikin aku pusing !" bentak Gino.


"Lho, kok jadi marah-marah sih? kamu kalau cuma datang buat marah-marah ngapain kesini," sewot Rika


"Rika, rumah ini saya yang beli. Saya yang punya jadi terserah saya mau kesini kapan saja. Lagi pula saya ini suami kamu jadi saya berhak untuk datang kesini, saya tidak ingin berdebat. Sekarang, kamu bikinin saya minuman," suruh Gino.


"Mas, kamu enggak liat. Aku lagi hamil besar ini lho, aku susah mas jalannya kedapur. Kamu bikinin sendiri mas," bantah Rika


"Kamu itu beda banget ya sama Tania dulu juga Tania selagi hamil tidak kaya kamu deh! Pemalas!" seru Ravano langsung membandingkan Rika dengan mantan istrinya.


"Apa kamu bilang? kamu nyamain aku sama mantan istri kamu itu? Aku ini Rika mas, bukan Tania sudah jelas bedalah. Apa lagi aku lagi hamil calon penerus keluarga kamu lho, ingat itu!" peringat Rika


'Mama Tania emang bikin masalah buat Mama sama Papa aku, aku makin benci sama Mama Tania !' batin Vanya ia mengintip kegiatan kedua orang tuanya.


_________________


"Bi, Deby mau telpon Mama Tania. Boleh pinjem hapenya nggak?" tanya Deby pelan


"Aduh gimana ya Non kecil, Bibi takut di marahin Tuan alias Papa nya Non," balas Pembantu.


"Deby mau ngobrol sebentar aja sama Mama, Deby kangen sama suara mama Bi. Bibi boleh ya?" pinta Deby sambil menangis iba. Pembantunya tidak tega sehingga ia mengangguk lalu memberikan hapenya.


Deby membawa hape itu kedalam kamarnya. Ia mengunci pintu dengan susah payah. Lalu mencari nomor ibunya.


Sebelumnya ia mengeja dulu nama kontaknya.


" T-a-n-i-a hah pasti ini nomor nya Mama!" Deby langsung menyambungkan telponnya.


Tidak butuh lama telpon tersembung dengan mamanya.


πŸ“ž"Halo, ada apa Bi? tanya Tania


πŸ“ž"Mama, ini Deby ma ... Deby kangen sama mama,kata Deby


πŸ“žDeby? ini kamu nak ... mama juga kangen sama kamu, besok mama aakn datang lagi kok, kamu yang sabar ya?balas Tania


πŸ“ž"Rasanya aku pengen cepet-cepet ketemu Mama,"kata Deby


πŸ“žBegitu juga dengan Mama sayang, kamu udah makan belum? tanya Tania


πŸ“ž" Udah kok ma, mama sendiri gimana?" Deby balas dengan bertanya juga.


πŸ“ž"Udah juga sayang, kamu kok bisa punya ide pinjem hape pembantu buat telpon Mama sih, pinter banget anak nya Mama," puji Tania.


πŸ“ž" Walau Deby kecil kan punya akal ma, hehe ... emang nya Papa gede tapi enggak punya akal hihi,"kata Deby sambil tertawa girang setelah menyindir Papanya sendiri.


πŸ“žDeby kamu enggak boleh gitu, yaudah sekarang balikin hape bibi terus tidur kamu enggak boleh tidur kemalaman sayang, tidak baik untuk kesehatan, jelas Tania.


πŸ“ž"Mama juga, Deby sayang Mama ! Muach! seru Deby


πŸ“ž"Mama juga Saaaayang sama kamu, Assalamualaikum!?


πŸ“ž"Walaikumsalam Mama,"


Tuttt


Deby buru- buru menuju pintu lalu membuka pintu kamarnya.


"Ekhm!" deheman Hani membuat Deby melotot kaget.

__ADS_1


__ADS_2