Gadis Imut Kesayangan Playboy

Gadis Imut Kesayangan Playboy
Eps.37.Yuli Pacar Marfel


__ADS_3

"Tau dari mana lu, atau jangan..." Marfel. menggantung ucapan nya dan menyipitkan matanya..


"Ape lu! " ucap Refan.


"Kak Refan bajak akun Marfel ya" ucap Marfel masih tetep dalam kondisi mata menyipit.


"Auk ah, mals ngomong sama lu" ucap Refan


mendahului Marfel yang masih menyipitkan matanya.


"Eh kak, jawab dulu main pergi aja" kesal Marfel. dan mengejar Rehan yang sudah lumayan jauh dari nya namun tiba-tiba dia tak sengaja menabrak seorang gadis.


"Ah maaf maaf, aku tidak sengaja" ucap Marfel


sembari membungkuk beberapa kali


"Akh, lu kalau jalan pake mata dong" ucap wanita tersebut kesal


"Kan saya sudah minta maaf" ucap Marfel.


"Maaf maaf....... " ucap wanita tersebut terpotong oleh seseorang yang berteriak memanggil Marfel.


"bang Marfel .., eh lu ngapain di sini ha lu mau ngegoda abang gw ha" ucap Ara kesal, namun wanita tersebut hanya diam.


"Ara kenal sama dia"Tanya Marfel.


"ng..nggak kok, yaudah yok kita makan"ucap Ara berbohong dan menarik Marfel., Marfel. pun hanya mengikuti Ara.


"Ara pasti berbohong aku harus mencari tau nya" Batin Marfel di sela sela jalan nya. Marfel. adalah orang yang sangat peka melalui mata saja dia tau bahwa orang itu tengah berbohong


"Owh, jadi dia abang nya Ara, gw harus manfaatin dia buat bls dendam ke Ara, toh dia kayak nya polos" Ucap Yuli tersenyum smirk


#Skip_Ara_dan_yang_lain_sudah_selesai_makan_dan_belanja(Author mls ngetiknya soal nya, jadi author skip aja)


#Satu_Minggu_kemudian_malam_hari_di_sebuah


_cafe_Marfel_sedang_berkumpul_bersama_teman_teman_kuliah_nya


"Hay" wanita yang baru saja datang,kepada Marfel


"Owh hay,kamu bukanya orang yang beberapa hari lalu gak sengaja aku tabrak ya? " Tanya Marfel sembari berdiri.


"Haha, ternyata kau masi mengingat ku, namaku Yuli" ucap Yuli tersenyum manis sembari mengulurkan tangannya, Marfel pun terpesona dengan senyuman manis milik Yuli Marfel pun menatap Yuli tanpa berkedip


"hay, halo" ucap Yuli sembari melambai lambai kan tangannya di depan wajah Marfel.karena Marfel tak menyambut tangannya melainkan menatap nya tanpa berkedip


"Owh, hay nama ku Marfel " ucap Marfel sembari menjabat tangan Yuli dan tersenyum.


"Nama yang bagus, emmm boleh minta No HP kamu? " tanya Yuli ramah.


"Boleh boleh, sini HP kamu" ucap Marfel, Yuli pun memberikan HP nya dan Marfel menyatat No HP di HP Yuli dan memberikan nya kembali.


"ok, kalau begitu nanti malam aku telpon ya,oh itu ayah ku sudah aku pergi dulu daa " ucap Yuli tersenyum lalu pergi,Marfel tersenyum menatap kepergian Yuli.


"Eh, lu ngapa senyam senyum kesambet lu" Tanya teman Marfel yang bernama Leon.


"Eh, kagak lah, yaudah yuk lanjutin kerjain tugas nya" ucap Marfel lalu duduk.


"Owh, gw kira lu tadi kesambet, eh btw cewek tadi sapa cantik bahenol lagi" Tanya Leon.


"Mana gw tempe" ucap Marfel sembari mengangkat bahunya.


"Tempe tempe Tahu kalik" ucap Leon membenarkan ucapan Marfel. yang salah menyebutkan kan Tahu.


"Eh tiang listrik mending lu diem sebelum mulut lu gw jait" ucap Marfel dingin.


"Buset, kenapa dah gw mau temenan sama psychopath kayak lu" ucap Leon bergidik ngeri, Marfel. pun hanya menatap tajam Leon, Leon yang di tatap tajam pun hanya bisa meneguk air liur nya kasar.


#Di_mobil_Yuli


Siapa tadi itu, pacar kamu ya?" tanya ayah Yuli yang bernama Alex Ferguson (masi inget dia kan guys)


"Bukan lah, dia tu abang nya Ara, Yuli mau bls dendam sama Ara karena dia udah buat Yuli malu di depan umum" ucap Yuli sembari mengingat kejadian saat dia di permalukan di sekolah nya sendiri


"Owh, Ayah dukung kamu 100%, berani berani nya dia buat anak kesayangan Ayah ini malu" ucap Alex Ferguson, Yuli hanya tersenyum penuh Arti


#Ke_esokan_pagi_nya_di_kantor_Hendra.


"Bagaimana apa kau sudah menemukan laki laki tersebut" Tanya Hendra dingin.


"Sudah bos, tapi jan dingin napa dah serem tau bos" ucap Juna merinding.


"Jangan banyak bicara, katakan saja di mana laki laki brengsek itu sekarang" Ucap Hendra


dingin.

__ADS_1


"Dia berada di jakarta sekarang, dia tinggal di apartemen yang lokasi nya xxx dan dia tinggal bersama putri nya yang umur nya kira kira sama dengan adik bos Ara tapi kami belom tau siapa namanya, kami juga belum mendapatkan fotonya karena Alex Ferguson sangat menutupi tentang anaknya tersebut" ucap Juna panjang lebar.


"bagus stidaknya kita sudah tahu di mana pria brengsek itu tinggal, tapi kau tau dari mana nama adik ku hmmm seingat ku aku tidak pernah memberi tahu mu" ucap Hendra sembari menyipitkan matanya menatap Juna


"Ah.. anu.. itu...anu..anu" ucap Juna gugup,seluruh tubuhnya sudah berkeringat dingin kala Hendra menatap nya dengan lekat


"Tamat riwayat mu Juna,sapa suruh kau menyukai adik bos mu sendiri pada pandangan pertama bahkan sampai ngepoin adik nya habis lah kau Juna" Batin Juna


"Anu itu anu itu apa" ucap Hendra dengan menatap Juna tajam


"Sa.. saya" wajah Juna semakin pucat.


" Apa, "


"Apa, saya apa" tanya Hendra dingin.


"Sa.. saya, menyukai Ara bahkan saya ngepoin Ara secara diam-diam" ucap Juna jujur


"Akhirnya kau mengakuinya" ucap Hendra tersenyum


"Maksud bos? " tanya Juna bingung


"aku sudah tau bahwa kau menyukai Ara, bahkan sudah lama aku mengetahui nya" ucap Hendra kembali ke nada biasa


"Tamat Riwayat ku" lirih Juna


"kau bilang apa" tanya Hendra padahal dia sudah tau apa yang di katakan oleh Juna


"Tidak saya tidak bilang apa apa"bohong Juna


"Kejar lah Ara jika dia mau maka aku akan mengiklaskan dia, tapi kau harus jaga Ara baik baik jika dia menangis karena ulah mu, makan bersiap lah berhadapan langsung dengan malaikat Izrail" Ucap Hendra Tegas.


"Beneran bos" tanya Juna berbinar


"Iya,Ini sudah waktu nya makan siang ikut lah bersama saya kita makan bersama di apartment" ucap Hendra dan langsung pergi di ikuti Juna.


#Skip_Apartemen_Hendra.


"Assalamu'alaikum" ucap Hendra masuk ke Apartmentnya.


"Wa'alaikumsalam, yee bang Hendra pulang" jawab Ara saat mendengar Hendra mengucapkan salam,dan Ara tentu saja langsung berhambur kepelukan Hendra.


"*Eh ada kak Juna, sini Ara mo peluk kak Juna" ucap Ara pada Juna, Tentu saja Juna terkejut saat Ara mengajak nya berpelukan


Juna melihat me arah Hendra se olah olah dia bertanya "Apa boleh"Hendra yang mengerti pun mengangguk tanda memperboleh kan, Juna tersenyum dan merentangkan tangan nya, Ara langsung memeluk Juna erat*


jantung Juna langsung langsung konser wkwkwk,jantung Juna pun berdetak 3 kali lebih cepat dari biasa nya.


" Kak Juna, jantung kakak kenapa kok berdetak nya cepat banget"tanya Ara polos sembari melepas pelukan nya...


Blush....


seketika wajah Juna langsung merah padan, bukan merah padan tanda dia marah ya guys melainkan malu karena Ara mendengar detak jantung nya yang tak beraturan,infinite sekali Hendra tertawa terbahak bahak melihat wajah merah padam Juna .


"Kak, loh muka nya kok malah jadi merah, kakak marah? " tanya Ara yang lagi lagi membuat wajah Juna tambah merah


"Itu... " ucapan Juna terpotong oleh Rizal yang datang.


"Ara kenapa di biarin di pintu sih, suruh masuk gih" ucap Rizal lembut .


"Hehe, Ara lupa, Ayo masuk kak Juna" Ucap Ara mempersilahkan Juna untuk masuk, Juna mengangguk lalu masuk.


"Abang ga di suruh masuk juga" tanya Hendra cemberut.


"Hehe, Ayo bang masuk kita makan, Ara tadi Bantu in bang Rizal masak loh" ucap Ara bang ga, lalu ia menarik tangan Hendra untuk masuk ke apartemen.


****


"Marfel mana?"tanya Hendra.


" Dia...... "ucapan Rizall terpotong seseorang yang datang.


" Marfel di sini"jawab Marfel sembari menggandeng seorang Gadis, semua Mata tertuju ke Arah Marfel tidak dengan Ara, Ara sedang asik makan Samyang ke sukaan nya


"Dia siapa Marfel ?"tanya Ref an dingin


" Dia Yuli pacar Marfel ,Yuli kenalin ini kak Hendra kakak pertama ku, ini kak Rizal kakak kedua ku, ini Kak Karfel kakak ku yang ketiga,ini ka Refan kakakku yang keempat dan ini Adik kesayangan ku Ara"ucap Marfel sembari memperkenalkan Yuli pada kakak- kakak nya, Saat Ara mendengar nama Yuli seketika ia terbatuk setelah ia minum Ara langsung melihat ke Arah Marfel dan Yuli.


"Bang Marfel serius pacaran sama dia" tanya Ara memastikan bahwa yang di dengar nya tadi itu salah


"Iya, cantik kan" tanya Marfel tersenyum.


"Cantik banget kayak l*nte yang jual diri cuma buat uang"ucap Ara dingin.


" Ara jaga omongan kamu, dia pacar abang"ucap Marfel menaikkan nada suara nya

__ADS_1


"Semoga cepat putus" ucap Ara ketus


"Ara apa apa an ucapan mu barusan itu hah" bentak Marfel. pada Ara.


"Ara udah kenyang, Ara mau ke kamar" ucap Ara dingin dan pergi ke kamar, namun saat dia ber pas pasan dengan Yuli dia menatap Yuli tajam lalu menarik rambut Yuli dengan kuat sehingga be berapa rambut Yuli rontok,setelah menarik rambut Yuli Ara langsung berlari ke kamar.


"Aduh, Rambut ku" Yuli meringis kesakitan


"Yuli, kamu gak papa kan sini biar aku lihat" ucap Marfel khawatir.


"Nggak kok, aku gak papa sakit sikit doang"ucap Yuli sembari tersenyum paksa


" Ara, lihat saja apa yang akan terjadi pada mu, pembalasan dendam ku baru di mulai"Batin Yuli dan tersenyum saaaaangat tipis sehingga tak terlihat bahwa ia sedang tersenyum..


"hmmm, Ayo duduk kita makan bersama" ucap Marfel dan menarik sebuah kursi untuk di duduki oleh Yuli,Yuli tersenyum lalu ia duduk di kursi yang di tarik Marfel tadi dan di susul Marfel duduk di sebelah nya


"Juna, pergi lah ke kamar Ara, dia sepertinya sedih saat mengetahui salah satu abang nya sudah memiliki kekasih" ucap Hendra tersenyum,


Marfel yang mendengar itu pun langsung tersenyum penuh arti


"Baik lah" ucap Juna dan langsung berdiri lalu berjalan menuju kamar Ara namun terhenti saat Rizal menghentikan nya.


"Juna" panggil Rizal,Juna yang merasa Terpanggil pun langsung menoleh ke belakang


"Jika kau macam macam.... " ucap Rizal. menggantung ucapan nya, Juna Pun penasaran jika ia macam macam apa yang akan terjadi padanya.


"Apa yang terjadi jika aku macam macam" tanya Juna sembari menunjuk kan wajah penasaran nya


Shrek


Rizal dan Refan meletak kan jari telunjuk nya di leher sambil me ngeluarkan lidah nya. (kalian tau maksud nya kan guys)


"Juna ga mau macam macam kok, Juna cuma mau satu macam aja, yaitu menikah dengan Ara" ucap Juna sembari memelet kan lidah nya dan langsung berlari ke kamar Ara saat ia melihat Rizal ingin berdiri.


"Rizal diam dan duduk lah" Ucap Hendra sembari memasuk kan makana nya ke mulut.


"Tapi kak.... " ucapan Rizal terpotong.


"Diam lah kak Rizal , jika kak Hendra menyuruh Juna untuk masuk ke kamar Ara maka dia sudah percaya ke pada Juna, kau tau kan kak Hendra tidak mempercayai sembarang orang" ucap Refan sembari melirik Yuli sekejab lalu kembali menatap Rizal , Rizal diam dan kembali duduk.


"Kalau bukan mau bls dendam sama tu bocah bau kencur, gw juga ogah masuk ke rumah kalian apa lagi pacaran sama salah satu dari kalian. b*ngs*t" Batin Yuli kesal.


#Kamar_Ara


Tok tok tok


"Ara, buka pintu nya"ucap Juna lembut


"........ " hening tak ada sahutan


"Ara buka pintu nya" ucap Juna lagi, masi sama tak ada sahutan


"Ara buka pintu nya, atau kak Juna dobrak pintu nya" ucap Juna menaik kan tiga oktav suara nya agar di dengar oleh Ara


"Ar..... " ucapan Juna terpotong


Cklek(Suara pintu terbuka)


"Emang kakak berani dobrak pintu kamar Ara? " tanya Ara sembari me ngeluarkan ke palanya di celah pintu yang terbuka tak terlalu lebar


"Hehe, nggak"ucap Juna sembari menggaruk tengkuk nya yang tak gatal


" Hmmmmm"ucap Ara ingin kembali menutup pintu namun tak jadi kala tangan Juna yang hampir kejepit di pintu dan ia berpura pura mengaduh kesakitan


"Apa an sih kak, Padahal ga ke jepit jugak" ucap Ara kesal.


"Hehe, kan kakak mau masuk ke kamar" ucap Juna cengengesan.


" Ga takut apa dibunuh sama bang Hendra."


Tanya Ara.


"Nggk, bang malah bang Hendra sendiri yang nyuruh masuk" Ucap Juna dengan muka songong nya


"Hmmmmm, yaudah Ayo masuk" ucap Ara tersenyum paksa...


👋🙋Haii readers,


Gimana keadaan Reno?


Nanti kita lihat episode selanjutnya,


kita lihat aksinya Yuli dan ayah nya Alex.


Semoga suka dengan cerita nya.

__ADS_1


Tinggalkan jejak dan koment


bawelnya.


__ADS_2