Gadis Imut Kesayangan Playboy

Gadis Imut Kesayangan Playboy
Eps. 162.Ajak Papa Pulang


__ADS_3

Beberapa tahun kemudian.


Gino sudah memiliki anak bersama dengan Tania. Anak mereka perempuan bernama


'Geby Natsya Andriano' sudah umur 5 tahun.


Sementara Anak Rika bersama dengan Aldo sudah berumur 6 tahun. Namanya adalah


'Vanya Afriani Renando,'


Saat ini Rika juga sedang mengandung anak keduanya hasil pernikahan sirinya bersama Ravano.


Gino sudah membagi waktu juga fikirannya untuk kedua istrinya. Disaat Tania benar membutuhkannya maka Rika akan kesampingkan begitu juga sebaliknya.


Sudah beberapa hari Gino sibuk tinggal dirumah Rika. Dan hal ini membuat Deby merasa kesepian.


"Ma, jemput papa dong. Deby kangen papa," suruh Deby


"Papa kamu masih dirumah Mama Rika sayang, sabar ya?" balas Tania


"Apa mama Rika sakit? kenapa papa sibuk kerumah mama Rika terus?" heran Deby


"Nanti kalau urusan Papa selsai, pasti papa akan pulang kerumah dan ajak main kamu," bujuk Tania.


"Yaudah, kalau gitu kita aja main kerumah mama Rika," usul Deby


"Boleh juga, yaudah kita siap-siap kesana," sambung Tania dan direspon baik oleh anaknya.


_________________


"Mereka mau kemana tuh Ma?" tanya Deby


Tania sengaja mengehntikan lajuh mobilnya tidak terlalu jauh dari rumah Rika. Karena ia sudah menyadari mobil Gino akan keluar dari sana.


Kebetulan kaca mobil Gino terbuka terlihatlah didalam sana ada ' Vanya dan juga Rika' artinya mereka pergi. Mau kemana mereka?


Tania mengikuti Gino pergi.


Rupanya mereka ke rumah sakit.


________________


"Terima kasih Rika, kamu akan memberikan aku anak laki-laki, ini yang aku harapkan selama ini, kamu harus benar menjaga anak kita ini?" suruh Gino.


"Iya Mas, aku juga senang kalau kamu senang," kata Rika


"Yes, Vanya punya adek. Cowok lagi nanti ... makasih Mama," kata Vanya


_


"Ma, kok Papa bahagia banget ya?" tanya Deby


"Sayang kita pulang aja yuk?" ajak Tania


"Ma, suruh papa pulang dong ... Deby sedih banget karena papa lebih suka ajak Mama Rika sama Kak Vanya pergi," kata Deby


"St, kok ngomong gitu sih sayang, jangan begitu ya?" peringat Tania.


Lalu Deby berusaha membuka pintu ruangan, karena ia masih kecil tentu saja tidak bisa sehingga Tania memantapkan hatinya menemani sang anak yang ingin masuk kedalam.


"Deby?" kata Gino


"Papa, pulang yuk Pa? Deby kangen," kata Deby sambil menarik tangan besar Gino.


Rika dan yang lainnya cukup terkejut.

__ADS_1


Lalu Vanya menghadang. "Papa, itu masih tinggal sama kita lagian juga baru dua Minggu, " cegah Vanya


"Kak Vanya, aku juga butuh Papa ... pulang yuk Pa?" ajak Deby


"Enggak boleh!"


Bruk!


Deby di dorong Vanya.


"Astagfirullah, Vanya kamu ini tidak boleh kasar sama adik kamu," peringat Gino lalu meraih Deby yang meraba b*kong nya.


"Vanya nak, jangan seperti itu, " kata Rika


Vanya menatap tidak suka pada Mamanya lalu berlalu dari ruangan. Vanya suka sekali merajuk.


"Mama Rika, Deby mau Papa nemenin mama Deby sama Deby Juga. Boleh ya?" Izin Deby


"Iya boleh sayang," balas Rika


"Iya baiklah, Papa anterin Mama Rika dulu ya?" kata Gino.


Deby memeluk kepala Gino sambil menggeleng. "Jangan, nanti pasti Papa tidak jadi pulang nya. Suruh mereka naik taxi aja," kata Deby


"Aku bisa naik Taxi sama Vanya kok," kata Rika


"Hati hati ya?" saran Tania.


Konflik nya berat harus kuat. Jangan baca bagi yang lemah jantung 😗


_________________________________


"Akhirnya papa pulang juga, papa ... sering ajak main Deby juga dong pa, jangan kakak Vanya terus. Kan Deby anak papa juga," protes Deby


Gino melirik Deby lalu mengelus rambut panjang nya. "Iya sayang, papa akan sering main sama kamu juga sama mama kamu, dirumah kita ini ... sekarang Deby mau apa?" tanya Gino


"Iya, kebetulan Papa juga lagi laper banget," sambung Gino


Mereka menuju dapur. Disana sudah ada Tania yang menyiapkan makanan untuk anak dan suaminya .


"Mau makan ya? sini yuk ...!" Tania menyiapkan Piring dan menaruh makanan .


"Selamat makan," seru Tania


"Makan Ma," kata Deby


Saat sedang makan bersama. Tiba-tiba ponsel Gino berdering. Gino mematikan panggilan dari Rika karena tidak ingin mengecewakan anaknya.


Berkali-kali juga ponsel itu berdering sehingga mau tidak mau Gino mengangkat telpon dia segera menjauh dari meja makan.


"Apa! Vanya jatuh dari tangga?" kaget Gino


"Iya mas, aku coba bujuk dia tadi supaya gak marah sama kamu tapi dia malah lari terus jatoh mas, sekarang kita menuju rumah sakit," kata Rika


"Ya Allah, yaudah aku akan segera kesana. " Gino diam-diam pergi namun Deby melihatnya ia berlari dari meja makan


"Papa! jangan pergi Pa!"


Gino segera masuk kedalam mobil lalu meninggalkan rumah.


"Hiks! Papa kok pergi lagi sih?! Deby masih kangen!" tangis Deby


Tania menghampiri anaknya lalu memeluknya.


"Mungkin Papa ada urusan mendadak sayang,"

__ADS_1


"Enggak, Papa gak sayang sama Deby. Buktinya Papa pergi ninggalin Deby. Apa Deby nakal ya Ma? jadi Papa gitu ke Deby," keluh Deby dengan terus menangis.


Tania menggendong Deby membawanya masuk kedalam rumah.


'Kalau kaya gini, aku enggak bisa menahan semua ini mas, kamu keterlaluan banget. Kalau cuma aku yang kamu sakiti aku tidak apa-apa, tapi ini anak kita, masih kecil udah kamu bikin dia kecewa sama kamu,' batin Tania


"Sayang, kita lanjut makan aja ya? nanti Mama marahin Papa kamu itu, jangan nangis lagi ... kita makan saja," usul Tania


"Gak mau, Deby gak mau makan!"


"Gak boleh gitu sayang, nanti kalau Deby enggak mau makan. Cacing di perut Deby bakalan ngamuk. Kamu mau diamukin sama cacing dalam perut?" tanya Tania


Deby menggeleng.


"Makanya, jadi makan ya sayang? "


"Iya, Deby makan aja,"


Tania melihat anaknya yang makan. Ia juga ikut makan walau rasanya saat ini begitu hambar apa lagi saat mengingat Gino pergi begitu saja tanpa bilang apa-apa.


____________________


"Kamu hati-hati Vanya, kamu jangan bikin Mama kamu fanik, mama kamu lagi hamil adik kamu lho," kata Gino


"Ini semua karena Papa, coba aja Papa itu cerai dari mama Tania terus bisa tinggal selamanya sama mama Rika, pasti semua ini enggak akan terjadi pa," kata Vanya


"Rika? kamu ajarkan apa anak kamu itu?" Gino marah pada Rika


"Enggak mas, aku tidak pernah mengajarkan hal itu kepadanya, beneran. Vanya! kamu masih kecil bicara yang baik dan sopan sama Papa kamu," marah Rika


"Aku tau Pa,Ma ... penghalang kalian itu Mama Tania sama Deby, aku enggak suka sama mereka. " Kata Vanya


"Vanya ! Diam! Jangan pernah kamu mengatakan hal itu, apa kamu tidak tau hah? kamu ini hanya anak tiri saya, berani sekali kamu ?!" Gino tidak dapat mengontrol emosinya


"Mas Gino?" panggil Rika


"Papa jahat! " Vanya langsung memalingkan wajahnya .


Rika mengajak Gino keluar dari kamar Vanya.


"Kamu kenapa sih harus mengatakan itu? Kasian Vanya mas, aku tau dia emang bukan anak kandung kamu, tapi kamu mikir dong perasaan anak kecil itu," marah Rika


"Lalu, anak kecil seperti dia sudah keterlaluan mengatur orang tua, kamu sebagai ibunya seperti tidak becus mengurus anak mu sendiri," umpat Gino


"Kamu kok jadi nyalain aku sih, Mas yang salah itu kamu. Kamu yang tidak bisa mengontrol emosi kamu, "


"Rika!"


"Yang aku bilang itu benar Mas, aku enggak mau pusing aku lagi hamil begini, lebih baik Mas fikirin kesalahan si mas itu," kata Rika lalu pergi.


"Ah! Si*l!" dengus Gino


______________________


Gino pulang kerumah Tania Ia membawa sebuah boneka besar untuk Deby. Namun Deby menghindarinya.


"Sayang, maafin Papa ya ?"


"Enggak! Papa kecewain Deby terus, Deby marah sama Papa. Deby enggak mau bicara sama Papa lagi," setelah mengatakan itu Deby kekamarnya.


Gino hendak menyusul namun Tania mencegahnya.


"Aku perlu bicara empat mata sama kamu mas," kata Tania


👋Haii reader's semoga suka ceritanya

__ADS_1


🙏💕Terimakasih sudah mampir


__ADS_2