Gadis Imut Kesayangan Playboy

Gadis Imut Kesayangan Playboy
Eps. 161.Tania Hamil


__ADS_3

"ya ampun Gino, ngapain juga kamu pertahankan istri kamu itu, mendingan kamu ceraikan saja," suruh Hani


"Mama, Gino tidak ingin berpisah dari Tania Ma, Tania ayo ke kamar. Kamu harus mandi dan juga ganti baju mu," peringat Gino


Selepas kepergian Gino. Hani mendengus kesal. "Bagaimana lagi caranya agar mereka berpisah, bahkan Gino sendiri yang masih mempertahankan Tania itu, menyebalkan sekali!"


_________________________


"Kenapa kamu dikamar aku Mas? kasian Rika, dia sedang menunggu kamu malam ini, sana pergi temani dia," usir halus Tania.


Gino tidak menghiraukan nya. Ia mengajak Tania untuk berbaring disampingnya nya. Tidak lupa untuk memeluknya juga


Bertatapan beberapa detik, berhasil membuat Tania Menghadirkan air mata nya.


"Maaf ya, aku memang pasti menyakiti kamu ... tapi, kamu jangan takut. Aku ini tetap menjadi suami mu seperti sebelum-sebelumnya," jelas


Gino.


"Kamu memang tetap jadi suami aku mas, tapi rasanya berbeda. Karena sekarang aku harus menerima Rika sebgai sebgian dalam nyawa rumah tangga kita, kamu kenapa mas melakukan ini? apa kamu bosan sama aku hingga kamu harus menyakiti aku secara perlahan, aku tidak percaya dengan yang kamu katakan. Kamu bilang bisa adil? saat ini saja dimana keadilan itu untukku? dimana mas?"


"Tania, sudahlah ... Rika hanya sekedar kunikahi, kamu lihat sendiri bahkan malam ini aku memilih untuk bersama dengan kamu, aku janji hanya bersamanya setelah anaknya lahir saja," ujar Gino


"Mas Gino, kamu ini jahat sekali . Walaupun aku ini sakit hati dengan pernikahan kalian, tapi ucapan kamu yang saat ini sangat menyakiti aku sebagai wanita Mas, kamu anggap pernikahan itu apa? sebuah mainan?"


"Tania cobalah mengerti sedikit saja, sudah malam ... tidurlah, ya?!" suruh Gino


Berjam-jam keheningan terjadi, sampai Tania merasa lelah sendiri ia pun tertidur dalam dekapan Ravano.


______________________


Rika buru-buru dibawa kerumah sakit. Karena ia akan segera melahirkan anaknya itu. Hani, Andi, Ravano juga Tania pergi kerumah sakit.


Rika berhasil melahirkan anaknya yang berjenis kelamin perempuan.


"Anak kamu cantik Rika, sama seperti kamu," kata Hani


"Makasih ma," balas Rika


"Gino coba kamu lihat anak nya Rika, cantik'kan?" tanya Hani


"Iya Ma,"


"Coba kamu gendong deh, pasti kamu akan tau rasanya punya anak itu begitu membahagiakan," Hani dengan hati-hati menaruh bayi itu didalam gendongan Gino


Gino tersenyum tipis menatap wajah mungil anak Rika.


"Mama yakin banget Rika, kamu bisa memberikan kebahagiaan untuk kita semua," kata Hani


"Makasih ma," balas Rika


__________________


Beberapa hari kemudian.


Gino pulang dari kantornya dengan wajah lesuhnya.


"Gino, kamu kenapa?" tanya Rika


"Dimana Tania ?" tanya Gino


"Mungkin di kamarnya," balas Rika


Gino langsung ke kamar Tania. Melihat gadis itu sedang menulis diary nya. Merasakan ada Gino yang datang ia menutup diary.

__ADS_1


Bruk!


Gino memeluk Tania erat.Membuat Tania kebingungan


"Yang kuat ya?" lirih Gino.


"Kenapa mas?" tanya Tania


"Mami dan papi kecelakaan pesawat hari ini," ujar Gino.


"Hah? apa! Mami? Papi?"


Tania begitu shock mendengar berita ini, memang selama ini kedua orang tuanya ada pekerjaan di luar negeri. Mungkin mereka akan pulang ke Indonesia, padahak Tania ingin sekali membicarakan permasalahan nya dengan Gini. Tapi mereka malah meninggal dengan cara setragis ini.


Tania tidak kuasa menahan dirinya untuk tetap sadar. Hingga ia jatuh pingsan, Gino menaruh Tania di kasur lalu menunggu nya untuk sadar.


Tania juga sampai memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Tania.


"Bagaimana keadaan Tania dokter?" tanya Gino.


"Dia hanya kelelahan, jangan biarkan istri anda banyak fikiran Tuan. Karena dia sedang hamil muda sekarang," kata Dokter itu.


"Hamil muda? " kaget semua orang.


"Iya, apa anda tidak tau ... istri anda sekarang sedang hamil," kata dokter itu lagi


Senyuman terukir di bibir Gino


"Alhamdulillah, aku yakin sekali Tania bisa hamil lagi ... dan ini buktinya, Ma ... lihat'kan sekarang, Tania hamil Ma. Hamil anakku," antusias Gino.


"Semoga saja nanti dia tidak akan membunuh anaknya lagi,"


"Selamat ya Gino atas kehamilan nya Tania. Aku ikut senang mendengarnya," kata Rika


Beberapa saat kemudian Tania terbangun.


"Mas, kita kerumah sakit sekarang ya? aku mau liat jasad kedua orangtua aku, ayo mas!"


Namun Gino menggeleng.


"Biar aku saja yang urus, nanti kalau sudah tiba disini kamu boleh melihatnya. Kamu tidak boleh kemana mana sayang," peringat Gino


"Kenapa aku tidak boleh? kenapa semuanya kamu Batasin buat aku mas, kamu kenapa sih?"


"Aku tidak ingin terjadi sesuatu sama kamu dan juga calon anak kita," kata Gino.


"Maksudnya?"


Hani menghampiri Tania.


"Kamu sekarang lagi hamil, jadi jagain bener-bener calon cucu mama kali ini, dengerin lah kata suami kamu ini," kata Hani


Di satu sisi Tania bahagia. Siapa yang tidak akan bahagia jika tau sedang hamil . Kehamilan yang sudah lama ditunggu. Sedihnya adalah suami yang saat ini berstatus sebagai milik orang juga, walaupun Rika tidak menuntut untuk terus ditemani oleh Gino selama ini.


Kedua orang tua Tania sudah di kebumikan. Tania begitu sedih atas kepergian mereka dengan cara seperti ini, namun ia harus bisa menerima nya.


Tania juga harus kuat dan tegar, ditamabh saat ini dia sedang mengandung anaknya bersama dengan Gino. Ia tidak ingin kehilangan janinnya lagi.


_____________________


Gino memperhatikan Tania, segala hal yang Tania inginkan pasti terkabulkan oleh Gino Hani juga mulai memperlihatkan kasih sayangnya juga terhadap Tania


"Gino, mama," panggil Rika

__ADS_1


"Iya," jawab keduanya.


Rika duduk di singke sofa menatap mereka serius.


"Aku disini pengen bilang, aku mau bercerai dari mas Gini, lagian tugas juga udah selesai. Menikahi aku sampai anakku lahir," kata Rika


"Lho kok ngomong nya begitu, Mama tidak setuju sayang, kamu akan tetap jadi menantu kedua mama kok. Mama bahagia bisa memiliki dua menantu sekaligus," kata Hani


"Mama tidak akan setuju jika kalian berdua berpisah, belum tentu juga Tania bisa mempertahankan bayinya itu, mama tidak mau ya ... Rika kamu ceraikan Gino, biarkan saja Rika jadi istri kedua kamu. Lagian juga kamu itu laki-laki kamu punya hak tinggi di atas istri, " kata Hani


"Selain mencintai Tania, aku juga merasa sudah mencintai Rika ... terlebih pada anak nya itu, membuat aku merasa cukup bahagia," ungkap Gino


"Mas, kamu kok jujur nya di depan aku sih? Aku lagi hamil lho, katanya kamu tidak mau buat aku banyak fikiran. Tapi mendengar semua itu kamu Fikir aku enggak cemburu?" kata Tania


" Maaf Tania tapi kamu tetap jadi nomor satu kok, aku ini pria yang normal Tania dan juga aku tidak bisa berbohong dengan apa yang aku rasakan. Jadi, akurlah kalian seperti saat sekarang, karena kalian berdua sudah aku cintai," jelas Gino


"Gitu dong, mama setuju kalau yang seperti ini," Hani tersenyum


______________________


Rika dan anaknya sudah Gino berikan tempat tinggal yang baru. Cukup mewah, Rika juga sudah di beli nya mobil dan tempat usaha juga.


Gino jarang-jarang menemui istri keduanya. Karena ia sangat fokus pada Tania yang sedang hamil sekarang.


Usia kandungannya sudah 5 bulanan.


Banyak sekali kemauan Tania namun dengan sabar Gino mengabulkannya selama itu masih di atas kewajaran.


"Mas, bisa pulang sekarang enggak?" tanya Gino dibalik telpon.


"Aku baru tiba di sekolah, ada apa?" sahut Gino


"Pengen di Elus sama kamu baby nya," rengek Tania begitu manja.


"Sebelum berangkat tadi udah,"


"Mau lagi, pulang sebentar aja lah. Maunya baby tau,"


Jika menyangkut Baby tidak ada yang bisa menghalangi lagi. Buru-buru Gino beranjak dari kursi lalu keluar dari ruangan guru Ia bertemu dengan dosen lainnya lalu ia mengatakan bahwa ia pergi sebentar.


_________________


"Tania, ini minum dulu susu nya ...," Suruh Hani


Hani yang begitu tidak ingin Tania kembali mendapatkan masalah, sehingga ia juga ikut turun tangan agar bisa menjaga Tania


" Nanti ma, Tania lagi nunggu Mas Gino Dateng," balas Tania


"Gino kan masih lama pulangnya, ini baru jam delapan pagi kok," kata Hani


Tiba -tiba bunyi mesin mobil semakin mendekati dirumah mereka.


Tania begitu gembiranya ia membuka pintu utama dan menyambut kedatangan Gino itu.


Gino tersenyum semabri merangkul pundak yang istri. Lalu mengajaknya duduk.


"Bagian mana nya yang mau di elusin?" tanya Gino


"Sini," menunjuk perutnya.


"Iya, manja sekali ya baby kita ...," Gino segera mengelus sesuai permintaan istrinya.


"Ya sudah jangan lupa diminum susunya. Mumpung masih hangat begitu," saran Hani

__ADS_1


"Iya Ma, makasih ...," balas Tania.


__ADS_2