
Hai ๐๐Readers, happy reading sekarang kita liat kisah Ara dan Reno.
Reno menuruni tangga rumah Ara, dia pun menengok kanan kiri mencari keberadaan abang Hendra, dan ada satu pelayan rumah lewat.
"Mba, mau tanya bang Hendra ada? " tanya Reno.
"Ada tuan, di ruang kerja. permisi tuan. " balas si pelayan. "Iya, terimakasih. " jawab Reno.
Reno pun menuju ruang kerja abang Hendra.
Took... Took.. Took..
"Ya, masuk. " jawab Hendra.
Sambil melihat siapa yang datang. Reno pun tersenyum kikuk.
"Permisi, bang ada yang mau saya bicarakan? ".kata Reno.
" Ya, silahkan duduk. " balas Hendra.
"Ada apa? mencari ku? " tanya Hendra, penuh selidik menatap ke arah Reno
"Hmm, aku menyukai Ara, menyayangi nya, ingin melindungi nya dan memiliki nya bang. " penjelasan Reno.
"Ah, itu ya. " ucap Hendra, sambil tersenyum.
"Kamu yakin dan bisa aku percaya kah? " tanya Hendra ragu dengan pernyataan Reno, calon kekasih ade nya Ara.
"Abang meragukan ku.? " balas Reno.
"Hmm." jawab Hendra.
"Ya, aku mengerti akan ku buktikan sama abang dan abang Ara dan yang lainnya kalo aku layak jadi kekasih Ara. " pernyataan Hendra.
"Baiklah, aku tunggu itu, dan akan aku lihat gimana caramu mendapatkan cinta ade ku dan menjaga nya.!! " titah Hendra.
"Awas saja kalo kau membuat ade ku menangis" ancam Hendra.
"Ya, aku janji tidak akan membuat Ara menangis, " jawab Reno dengan tersenyum dan tenang.
Hendra bisa melihat ketulusan dalam mata Reno, Hendra pun mengangguk dan mendekati Reno, "Berdiri lah, Reno. " titah Hendra. Reno pun berdiri, dan Hendra memeluk Reno, Reno pun membalas pelukan Hendra.
"Jadi kalian sudah resmi berpacaran. " ucap Hendra. "Aku merestui mu. " balas Hendra sambil tersenyum. "Dan ingat satu hal, jika kau membuat menangis dan terluka nyawa mu lah taruhannya. " titah Hendra.
"Ara segalanya bagiku, nyawa ku pun tidak berarti. " ucap Reno sambil tersenyum pada Hendra.
"Baiklah, aku yakin dengan ucapan mu. " kata Hendra. Reno pun berpamitan pada Hendra. "Bang, kalo gitu aku pulang dulu, besok- besok aku kan kemari lagi lebih sering, " kata Reno.
"Baiklah, pulanglah sudah malam, princess ku pasti sudah terhibur bersama grandma nya. " jawab Hendra.
Reno pun menunduk, dan segera keluar dari ruang Hendra dan keluar dari rumah Ara menaiki mobilnya menuju rumahnya.
Hendra pun menelpon seseorang, "Tolong kau cari tau aku tentang seseorang bernama Reno Fernandez. " kata Hendra, dan segera menutup telepon. "Aku harus tau semua tentang calon kekasih Ara. " katanya dalam hati.
__ADS_1
Sementara Ara sudah tertidur bersama grandama nya.
Di pagi ๐๐hari di mansion Ara dan kelima abangnya.
Ara pun terbang melihat nenek nya sudah membangunkannya. "Sayang bangun yuk sudah pagi, kamu sekolah tidak nak? " tanya nenek.
"Ara belum ke sekolah hari ini nek, " jawab abang Hendra tiba-tiba muncul di depan pintu kamar Ara.
"Hmm, Ara belum sekolah bang? " tanya Ara
"Ya, istirahat dulu hari ini, besok baru ke sekolah. 'jawab Hendra.
"Oke, "kata Ara.
"Nenek, Ara mau mandi dulu. "Ara sambil meninggalkan nenek sama abang Hendra.
"Nek, Hendra berangkat dulu ada meeting dengan klien pagi ini, Hendra sarapan di kantor, "ijin Hendra pada sang nenek.
"Hati-hati di jalan nak"ucap nenek.
"Kalo masalah Ara, aku sudah minta ijin ke sekolah nya nek, nenek jangan khawatir. " ucap Hendra sambil mengusap punggung nenek nya dan mencium pipi nya, dan segera keluar dari kamar Ara.
"Ah, kapan Hendra segera menikah, dia seperti gila kerja, kasian anak itu harus mengurusi ade adenya. " tatap nenek melihat punggung Hendra berlalu dari kamar Ara.
Nenek merasa iba dengan cucunya lebih mementingkan ade-ade nya dari pada dirinya sendiri, sampai dah berumur 27 belum keliatan membawa pacar atau memperkenalkan pacar ke nenek nya.
Ara pun keluar dari kamar mandi dan berganti pakaian di bantu sang nenek,
"Iya, nek Ara makan dibawah, bentar Ara mau cek Handphone dlu ya, nek. " ucap Ara sambil mengambil HP nya.
Ara membuka aplikasi berwarna hijau itu.
Babang Reno Tamvanโค๏ธ:
Honey udah bagun? ๐๐๐ฅฐ
Babang Reno tamvan โค:
Jangan lupa makan, nanti siang aku datang๐๐๐
I Love you ๐ฅบโค๏ธ
Ara ๐๐:
Goodmorning
I Love you to๐
Iya ๐sayang
Ara pun tersenyum melihat HP, nenek yang sedari tadi diam menatap pun tersenyum melihat cucunya melihat isi HP nya.
"Dari Reno. " tanya nenek sambil mengedipkan matanya.
__ADS_1
"Hmm, iya nek, ayo kita turun nek. " balas Ara muka memerah dan nenek pun tersenyum.
Nenek dan Ara pun turun dari kamar Ara menuju ruang makan yang sudah ada abang Marfel, Karfel, Rizal, Refan dan kakeknya.
"Pagi, oppa oppa ku yang paling ganteng se apa yaa? tanya Ara. " Pagi juga kakek " sambil menciumi kedua pipi kakek nya.
Abang abang Ara cuma tersenyum, cuma Refan yang menjawab yang Ara bilang. "Ganteng lah, paling ganteng SSE dunia sambil tertawa. " Jawab Refan.
"Iya kalo ga ganteng mana mau Salsa sama abang ", balas Ara. lalu mendudukan pantatnya dekat sang kakek
Mereka makan dengan tenang, sang nenek mengambilkan nasi dan lauk pauk buat Ara juga kakek nya. " Makasih nek, "ucap Ara.
" Makan lah yang banyak sayang, "ucap nenek.
Setelah selesai sarapan keempat abang nya Ara pamit sama nenek kakek nya bang Refan ke sekolah, bang Marfel, Marfel kuliah dan bang Rizal pergi ke kantor membantu abang nya Hendra di kantor.
Tinggal lah nenek, kakek, Ara dan para pelayan di rumah. Nenek mengajak Ara ke taman belakang rumah, dan sang kakek membaca koran di taman belakang rumah mereka.
"Kalo ada nenek bunga itu terurus semua. " ungkap Ara.
"Iya, ini mama mu yang buat taman bunga disini, sayang kalo ga ada yang ngurus. " ucap nenek.
"Mama sangat menyukai bunga nek? kata Ara. " Ya, mama mu sangat menyukai nya? ucap nenek Ara sambil tersenyum.
Nenek menyirami bunga-bunga itu dan mengambil daun-daun yang kering juga memangkas tangkai dan membentuk bunga-bunga jadi keliatan indah.
"" Wah, bagus sekali nek. "ungkap Ara dengan mata berbinar.
" Hmm, nenek tau ga abang Refan punya rumah yang indah dengan taman bunga yang indah nek, "ucap Ara.
" Ya, nenek tau, Refan pernah bilang ke nenek cuma nenek belum pernah diajak kesana? jawab nenek lesu.
"Ah, benarkah nek? tanya Ara.
"Ya, abangmu itu Ra, kalo Salsa kekasihnya pasti diajak kesana. "Kata nenek keliat cemburu belum pernah diajak kerumah Refan.
"Heehe, nenek cemburu ya sama Salsa. "rayu Ara.
"Aku bilang bang Refan ga adil sma nenek. "ucap Ara.
"Nenek gapapa, sayang.. biar abang mu nanti yang ajak nenek mungkin saat ini kamu dan Salsa prioritas utamanya.'ucap nenek keliatan sedih terharu ,
"Suatu saat nanti abang pasti ajakin nenek. " ucap Ara menyemangati nenek nya.
"Ya, tentu saja, kalo tidak biar nenek hukum dia. " kata nenek sambil tertawa, Ara pun tertawa.
Kakek yang melihat interaksi cucu dan nenek yang sedang tertawa pun tersenyum.
Hai ๐๐readers, semoga suka ya?
Akhirnya Reno mendapatkan restu dari abang Hendra.
Jangan lupa tinggalkan jejak dan koment bawelnya.
__ADS_1