
Flashback On
Bukk!
"Aaww,"
"Berdiri lo ... gak usah drama lagi, gue tau lo pura-pura patah tulang kan? ... jangan kira gue sebodoh itu, bisa di tipu sama lo!" ucap Rika setelah membuat Erina terjatuh dari kursi rodanya, sedangkan kedua pria itu diam saja.
"Sial," batin Erina, namun ia masih saja berpura-pura.
"Lo ngomong apa sih Rika? ... gue bener-bener patah tulang ko ... jadi, mohon jangan curiga sama gue!" ucap Erina, sembari menitik'kan air matanya.
"Alah drama lagi," ucap Rika, lalu memutar bola matanya malas.
"Rika ... kamu keterlaluan yah," ucap Gino sembari menghampiri Erina dan membantu sahabatnya itu, untuk duduk kembali di kursi roda.
Rika hanya menatap suaminya itu dan Erina tanpa mau membantu. percuma ia bantu, toh kenyataannya Erina hanya berpura-pura saja, dan Rika mengetahui jika Erina ingin sekali mendapatkan Gino, dengan merusak rumah tangganya.
***
Saat Yoga dan Rika sampai di kediaman pamannya keduanya langsung membersihkan diri secara bergantian, yah kali bareng. Rika juga beruntung karena pakaiannya yang dulu masih ada, dulu ia suka sekali menginap dan selalu saja lupa dengan pakaiannya yang tertinggal.
"Parah ... aura lo masih ada ajah!" puji Yoga, saat melihat Rika memakai pakaiannya tomboynya.
"Biasa ajah kali," ucap Rika yang memang merasa, ia lebih cocok dengan penampilannya dulu, di bandingkan saat ini, namun ia tak menunjukannya.
"Ya udah, sekarang kita ke rumah sakit saat Erina di rawat!" ucap Rika, membuat Yoga mengkerutkan alisnya bingung.
"Mau ngapain ke sana?" tanya Yoga.
"Makan ... yah cari tau lah tentang Erina, dia itu benar-benar patah tulang atau enggak, lo itu gimana sih!" omel Rika, pria itu pun nyengir kuda.
__ADS_1
Lalu setelah hujan reda, keduanya pun segera pergi ke rumah sakit minggu lalu Erina di rawat. sesampainya di sana, keduanya langsung saja mencari dokter yang menangani Erina minggu lalu dan akhirnya sekian lama, mereka bertemu dengan dokter tersebut.
"Dok ... saya mau bicara!" ucap Rika, yang membuat dokter tersebut menoleh.
"Oh ... silahkan ke ruangan saya," ucap Dokter tersebut dan diangguki oleh keduanya, lalu mereka bertiga pun berlalu memasuki ruangan dokter itu.
"Kenapa kalian berdua ingin berbicara dengan saya?" tanya Dokter tersebut, setelah duduk di kursinya.
"Saya mau Dokter jujur sama kita berdua ... tolong Dokter bilang sejujurnya, kalo pasien Erina minggu lalu tidak patah tulang!" ucapan Rika membuat Dokter tersebut diam.
"Jawab pertanyaan saya Dok!" pinta Rika, yang geram melihat Dokter tersebut hanya diam.
"Saya tidak bisa menjawab pertanyaan tentang itu ... maaf, saya masih ada banyak pasien!" ucap Dokter tersebut bangkit, namun Yoga segera menghadangnya.
"Dokter tidak bisa pergi ke mana-mana ... Dokter mau berbicara atau Dokter mati di sini, mati berdiri ... mau?" tekan Yoga.
"Oke-oke ... saya akan menjawabnya dengan jujur," ucap Dokter tersebut, saat melihat Rika mengeluarkan sebuah pistol, padahal pistol tersebut hanya lah pistol mainan.
"Bicara!" pinta Yoga.
"Oke, terima kasih Dok ... kalo begitu kita berdua permisi," ucap Rika, lalu ia dan Yoga pun segera keluar dari ruangan itu, yang membuat Dokter tersebut menghembuskan nafasnya. ia beruntung, jika nanti ia mati, siapa yang menafkahi keluarganya? ... yap, Dokter tersebut berkelamin laki-laki.
Setelah dari rumah sakit, kedua insan itu pun pergi ke rumah Darma, untuk menceritakan semuanya dan setelah itu baru keduanya pergi ke rumah Gino dan mendapatkan kemodusan seorang Erina Ganendra.
*Flasback Of*
"Kenapa kamu dorong dia hah?!" tanya Gino yang sudah menatap tajam istrinya itu, namun wanita itu hanya memutar bola matanya malas.
"Kinipi kimi diring dii hih?! ... bidiimit!" ucapan Rika membuat Yoga terkekeh.
"Sekarang aku tanya ... sebenernya yang istri kamu itu aku ... atau dia hah?!" tekan Rika, ia muak dengan pembelaan suaminya pada Erina.
__ADS_1
"Kamu gimana sih ... yah kamu lah istri aku, tapi ... kamu juga gak boleh gitu sama Erina, mau bagaimana pun dia itu sahabat kecil aku, sahabat yang selalu aku tunggu!" ucapan Gino membuat Rika tertawa.
"Itu tahu kalo aku ini istri kamu ... tapi, denger yah ... gak ada yang namanya sahabat, yang ingin menghancurkan rumah tangga sahabatnya sendiri!" ucap Rika, sembari melirik Erina.
"Maksud kamu ... Erina pelakor gitu? ... dia gak sejahat itu, aku pernah bilang yah sama kamu ... kalo dia itu cuma khilaf," ucap Gino.
"Terus ... terus ajah belain sahabat kamu itu, yang kamu tahu ... dia itu baik, polos, lemah lembut ... tapi, kenyataannya sifat dia itu, seperti iblis!" tekan Rika.
"Rika... jaga omongan kamu itu!" ucap Gino.
"Kenapa Yaa? ... kenapa kamu lebih belain dia hah?! ... sadar Yaa, dia wanita yang gak baik ... dia itu jalang ... dia gak pantas buat kamu, bahkan dia gak pantas jadi sahabat kamu!" ucap Rika, sembari mengepalkan tangannya kuat.
Plak!
Rika membulatkan matanya, saat suaminya sendiri menampar dirinya untuk kedua kalinya, hanya untuk membela Erina. Rika menoleh, lalu menatap suaminya itu dengan tajam.
"Kamu udah nampar aku untuk kedua kalinya? ... kamu tega Yaa ... aku ke sini mau minta maaf ... tapi, kamu malah kaya gini, aku kecewa sama kamu ... oke, kalo kamu memang lebih memilih sahabat kamu dari pada aku ... lebih baik kita cerai, dan aku akan pergi sejauh-jauhnya dari kamu ... supaya kamu puas!" ucap Rika, dengan berderai air mata, lalu ia pun segera pergi dengan menarik tangan sahabatnya.
Gino terdiam, saat mendengar kata 'cerai', ia tidak tahu, kenapa dirinya bisa menampar istrinya seperti itu. setelah melihat mobil Yoga pergi, Erina pun tersenyum, namun ia segera merubah raut wajahnya lagi.
"... Yaa, maafin aku ... aku gak bermaksud menghancurkan rumah tangga kamu dan Rika ... aku minta maaf," ucap Erina, yang sudah mengeluarkan air matanya.
"Bukan salah kamu ... ayo masuk, kamu harus istirahat!" ucap Gino, lalu ia mendorong kursi roda sahabatnya itu, memasuki rumahnya.
Di sisi lain, Rika terus menangis, sesekali sesenggukan di dalam mobil sahabatnya yang berjalan. Yoga pun memberhentikan mobilnya di pinggir jalan, ia tidak tega.
"Lo kenapa gak tunjukin hasil rekaman itu?" tanya Yoga, membuat Rika menoleh, bahkan ia tak sadar jika Yoga memberhentikan mobilnya.
"Gue cuma mau liat seberapa sayangnya Gino sama gue ... eh faktanya dia masih belain si Erina!" ucap Rika, pria itu pun menghembuskan nafasnya kasar.
"Terus sekarang, lo mau nya gimana?" tanya Yoga.
__ADS_1
"Gue akan pergi jauh ... sejauh mungkin, dari kehidupan Gino !" ucap Rika, sembari menunduk.
Dan, Rika pergi setelah malam nya dia memesan tiket pergi ke Jogjakarta ke bule nya. Dan tanpa disadari kalo Rika tengah hamil Anaknya dengan Gino setelah dlu keguguran, mereka sempat berhubungan beberapa kali.