
"mama? Ma ...," panggil Deby sambil menepuk pipi Mamanya lembut.
Tania terjaga dari mimpi buruknya itu lalu memeluk sang ank dengan erat.
"Mama takut kehilangan kamu sayang," kata Tania sambil terus mendekapnya erat. Deby hanya diam saja dia bingung harus apa.
"Mama akan bahagiain kamu nak, mama janji akan selalu bersama kamu, " kata Tania
"Deby juga akan selalu sama Mama," balas Deby
'Aku harus minta bantuan sama om Irfan, pasti om bisa bantuin aku ... semoga aku bisa menang dalam persidangan ini," batin Tania
Irfan adalah adik dari Papinya Tania dia seorang pengacara yang cukup terkenal. Beberapa kasus besar pernah ia tanggani dan berakhir dengan sesuai harapan.
________________
"Kurang ajar sekali suami kamu dengan keluarganya itu, kamu tenang saja om akan membantu kamu ... sementara kamu bisa tinggal dirumah om, agar mereka tidak mneganggu kamu lagi," saran om Irfan
"terimakasih om, aku tidak tau harus mengatakan apa lagi? Tante maaf aku akan merepotkan kelaurga kalian , tapi aku janji akan membalas semuanya nanti," kata Tania
"Iya Tania, tidak masalah. Lagian kami senang karena ada kamu dan juga Deby, rumah kami jadi ramai tidak sepi lagi," kata Dian alias istri dari om Irfan
Mereka hanya tinggal berdua anak mereka sudah menikah dan tinggal di Amerika.
Selagi asik nya memgobrol ada seseorang datang.
"Assalamualaikum Pa," seru orang itu memberi salam
"Walaikumsalam," balas semuanya.
"Kebetulan Aditya, kamu kemari. Saya ingin membahas hal yang penting dengan kamu. Sebelumnya kenalkan dulu ini keponakan saya," kata Irfan
"Iya, pa ada apa?" tanya Aditya
"Permasalahannya adalah keluarga suaminya, jadi begini ?" om Irfan menceritakan segalanya pada Aditya
Aditya mendengarkannya dengan baik-baik. Lalu mereka berdua berdiskusi hal apa saja yang bisa mereka lakukan di persidangan nanti.
_____________________
Tibalah di hari H yang sudah di tentukan. Segala proses yang cukup memakan waktu dan juga Fikiran. Akhirnya tiba juga keputusan terakhir ini. Walau sebelumnya begitu beratnya persaingan antara dua keluarga.
"Setelah kami mendengarkan dari segala sisi perbandingan dan pernyataan. Maka hak asuh akan kami berikan kepada," kata ketua hakim membuat semua orang penasaran.
Gino sangat berharap hak asuh Deby itu jatuh kepadanya. Ia sangat yakin pasti akan jatuh kepadanya ia sudah berusaha sekeras mungkin agar hak asuh itu jatuh kepadanya.
Tania juga demikian. Ia tidak henti-hentinya berdoa kepada sang pencipta agar hak asuh itu diberikan kepadanya- selaku ibu kandung yang selalu menjaga anaknya.
"Kepada 'Tuan Gino Andriano'," kata hakim memutuskan persidangan mengenai hak asuh tersebut.
__ADS_1
Tuk!
Tuk!
Tuk!
"Enggak, ini salah ... om bagaimana ini?" kata Tania pada omnya .
"Tania berikan Deby padaku ?" suruh Gino
Tania menyembunyikan Deby dibelakangnya. "Tidak ! Deby akan tetap bersama denganku, kamu jangan ambil dia dariku!" cegah Tania
"Bisa apa kamu menghidupi anakku? Hah?! kamu tidak punya apa-apa, kamu sudah tau keputusan hakim bukan? Jadi cepatlah, sebelum aku memaksa?" kata Gino
"Tidak mas, aku hanya memiliki Deby ... jangan ambil dia dari aku," pinta Tania
Gino menarik Deby lalu menggedongnya.
"Lepas Pa! Deby enggak mau!"
Gino menulikan telinga nya ia membawa Deby untuk segera meninggalkan ruangan.
Tania menuju hakim yang akan berlalu dari tempatnya
"Aku mohon pak hakim, sebagai seorang ibunya. Aku berhak mendapatkan hak asuh tersebut, aku tidak ingin putriku kenapa Napa dirumah mereka, Papanya itu tidak menyayangi dia," kata Tania
"Keputusan tidak bisa di ganggu gugat, anda sendiri bilang bahwa dia anak anak kandung mantan suami anda, tidak mungkin seorang ayah menyiyiakan anaknya," balas nya
"Tenang Tania, kita bisa melakukan tindakan lainnya nanti," kata om Irfan
"Bagaimana 'Tania' bisa tenang om? Deby itu nyawa untuk kehidupan Tania.Tania tidak terima ini semua," Tania berlalu keluar untuk mencari Deby
Terlihat Deby yang akan di masukan kedalam mobil namun ia terus berontak. Ia melihat Tania yang mengejarnya.
"Mama!"
"Deby!"
"Masuk! Papa bilang masuk!" suruh Gino
"Enggak! Deby nggk mau!" Deby menggigit pipi Gino sehingga ia melepaskan Deby lalu Deby berlari memeluk Tania
"Deby enggak mau ikut Papa Ma, Deby mau ikut mama hiks," tangis Deby begitu memilukan
"Iya, Deby kamu akan ikut mama. Ayo kita pulang," kata Tania
"Lepasakn Deby, kamu tidak bisa membawanya karena hak asuh ada padaku, aku bisa saja memberikan hak asuh itu kepadamu jikalau kamu ingin mendekam dipenjara, bagaimana?" kata Gino
"Kamu jahat sekali sama aku, aku enggak nyangka aku bisa nikah sama monster kaya kamu!" tunjuk Tania
__ADS_1
Gino mengambil Deby itu kembali.
"Aku sudah bilang Tania, hak asuh akan jatuh kepadaku, sekeras apapun usahamu. Hanya uang lah diatas segalanya," kata Gino sembari membawa anaknya kemobil.
"Mama! Aku mau sama Mama, lepasin aku Pa! aku mau sama Mama!" marah Deby sambil menangis
"Tania tenang Tania!" peringat om Irfan
"Kamu yang sabar, kita cari jalan keluarnya bersama, Tante yakin nanti hak asuh nya akan pindah ketangan kamu," kata Tante Dian
"Tolong Tania ,Tante, om?" pinta Tania
"Pasti om akan terus berusaha Tania, ini belum berakhir kok," kata Irfan menenangkan Tania.
___________________
Beberapa hari kemudian. Deby mogok makan, dan tidak ingin bicara pada siappun kecuali pembantunya. Itu pun ia sangat irit bicara.
"Deby sayang, makan ya? Oma udah masakin Deby makanan kesukaan nya Deby ... yuk?" tawar Hani
Deby menggeleng. "Aku mau makan masakan mama! Aku enggak mau makan makanan ini!" seru Deby lalu berbaring membelakangi Hani.
"Kamu ini masih kecil udah ngelawan, Oma tidak mau tau kamu harus makan, kalau disuruh makan ya makan!" bentak Hani sambil menarik Deby agar duduk lalu mengambil sendok untuk menyuapi Deby
Prang!
Deby berhasil menangkis sendok itu hingga jatuh kelantai.
Hani meletakkan piring di nakas lalu ia terlihat emosi.
"Kamu masih kecil sudah kurang ajar! " Hani mengangkat tangannya berniat untuk menampar Deby
"Mama!" teriak Gino mengambil Deby
Segera dan memeluknya.
"Mama kenapa kasar sama Deby, Deby ini cucu mama," kata Gino
"Mama udah pusing banget bujukin anak kamu ini, beda sama Vanya ... dia nurut sama mama, lah ini ... disuruh makan tapi enggak mau malah makanan dibuang, untuk apa sih kamu urusin Deby segala?" protes Hani
"Ma, aku tidak suka ya kalau mama berbuat semenah-menah sama Deby anak aku, aku akan urusin Deby kok. Mama tenang aja, " kata Gino
"Aku mau sama Mama, anterin aku pulang pa ... Aku mau sama Mama," pinta Deby
"Enggak Deby, kamu akan tinggal sama Papa disini. Atau kamu mau Papa masukin mama kamu kepenjara? Kamu tau penjara? Itu tempat orang-orang di larang untuk pergi kemana mana. Kamu mau?" tanya Gino.
Deby menggeleng pelan.
"Maka dari itu, Deby harus tinggal sama Papa disini oke?! sekarang Deby makan?"
__ADS_1
Sehingga Deby terpaksa mengangguk dan mulai makan walau ia juga sambil menangis mengingat Mamanya