
ππHaii para readers, happy reading guys
Di Sekolah Salsa
"Haii Ra!" Sapa Salsa lalu duduk di samping Rara.
"Haii Sil!" Lanjut nya.
"Haii Sal!" Sentak Rara dan Sesil bersamaan.
"Tumben lo gak nyamperin Refan?" Sindir Sesil
"Maless."
"Ehh ****kenapa lo?" Tanya Rara merasa aneh dengan Salsa.
"Gue? Ngak kenapa Napa."
"Apa? Gue? Biasa nya juga pake aku-kamu atau gak pake nama," Ujar Rara.
"Apa salah nya?"
"Hm." Rana berdehem "Ada yang merhatiin lo tuh." Tunjuk Sesil menggunakan dagu nya.
Salsa melihat ke arah meja yang ditunjukkan Sesil. Ya, meja Refan, Bagas dan juga Arka. Nampaknya Refan tak henti-hentinya menatap ke arah Salsa.
"Biarin aja."
πππππ
"Salsa!" Seru seseorang ketika Salsa berjalan di koridor.
Salsa menoleh ke belakang dan ... Ya! Refan
"Kenapa lo?" Tanya Salsa acuh.
"Berhenti dulu Napa?" Ucap Refan
"Gue mau ke perpus." Salsa melajukan langkahnya. Refan tetap mengikutinya.
"Sal?" Panggil Refan melihat Salsa menaruh buku di rak.
"Naon?"
"Emm ... Ituu ... Anuu ... "
"Kalo gak ada yang mau dibicarain, lo bisa pergi."
"Iya juga ya, kenapa gue malah ngejar Salsa? Alah bodo Refan!" Refan membatin.
"Iya gue pergi."
"Baguss!"
"Kenapa lo gak halangin gue?" Tanya Refan.
"Gaada urusan sama gue!"
πππππ
Dirumah Salsa
"Bang! Temenin Salsa ke mall ya? Salsa pengen belanjaa banyak pakaian, besok Salsa akan merubah penampilan!"
"Lo yakin kan? Keputusan lo udah bulat?" Tanya Bagas.
"Iya." ucap Salsa
πππππ
Di Mall
"Salsa!" Seru Bagas melihat Salsa memilih baju.
Salsa hanya berdehem.
"Lo lama banget milih nya!" Titah Bagas.
"Yang ini bagus gak?" Salsa memperlihatkan satu gaun berwarna putih dan satu lagi berwarna biru.
"Gak cocok sama lo!" Lalu Bagas mengambil kaos hitam polos.
"Yang ini bagus dan cocok sama lo."
"Okee yang ini."
πππππ
Di Sekolah
"Rara !" Seru Salsa berlari menghampiri Rara.
__ADS_1
"Mau kantin dulu atau kelas dulu?" Tanya Rara. .
"Kelas dulu deh."
Mereka berdua segera menuju kelas nya.
*Skip Kelas ...
"Sal nanti gue sama Sesil mau nginep di rumah lo, boleh kan?" Tanya Rara. .
"Boleh lah!" Jawab Salsa.
"Lo bilang lo bakal merubah sikap lo?"
"Bener Sal?" Tanya Rara memastikan.
"Iya! Tapi tenang, Salsa gak bakal berubah klo sama kalian."
"Baguss dehh!" Ujar Rara.
πππππ
"Refan!" Panggil Seorang gadis.
Refan menoleh lalu ia memperhatikan setiap inci wajah gadis itu. Gadis itu sekarang berubah, dulu ia tak memakai Make up sedikit pun! Tapi sekarang ia mulai memoles wajah nya dengan bedak, memakai maskara dan eyeliner, bibir nya yang dulu pink alami sekarang menggunakan lipstik.
"Salsa?" Tanya Refan.
"Ini lo?" Tanya Nya lagi.
"Iya kenapa? Masalah?" Tanya Salsa acuh.
"Owhh iyaa, gue mau ngomong untuk terakhir kalinya!" Seru Salsa.
"Terakhir kali? Lo mo mati?" Ujar Refan bercanda.
"Iya terakhir kalinya gue bilang kalimat ini!"
"Yaudahh ngomong!" Titah REFAN.
"Gue suka sama lo!"
"Udah kan? Mulai detik ini gue gak akan ngomong itu lagi! Jangan nyesel kalo gue menjauh bahkan hilang dari lo!" Jelas Salsa.
DEGH!!
Rasanya nyeri ketika Salsa berbicara tadi, bahkan Refan diam tak berkutik di tempat.
Refan masih diam dan menatap Salsa.
"Yaudah gue duluan!" Salsa berjalan melewati Refan.
"Salsa? Ini lo? Berubah secepat ini?" Batin Refan.
πππππ
1 Bulan berlalu ...
Dan benar sekarang Salsa benar benar melupakan Refan. ketika berpapasan ia pun hanya lewat saja tanpa menyapa bahkan melirik! Dan juga jarang ke kantin sekarang dia sibuk bermain bola basket dengan Alvin Mahendra Murid Baru yang datang tiga Minggu lalu.
πππππ
"Refan lo gak kerasukan kan?" Tanya Arka yang melihat Refan diam saja.
"Mana bisa dia kerasukan, kan dia setan nya." Ujar Bagas santai.
"Abang Hendra,Refan kenapa?" Tanya Arka.
"Mungkin masalah Hati." Ujar Hendra
Setelah memastikan kembali ke ruang kerja,Arka Bertanya. "Kenapa Fan?".
"Salsa." Entah Sadar atau tidak, Refan menyebut nama Salsa.
Bagas tersenyum miring. "Kenapa dia? Bukannya lo yang sia Sia-in dia?".
"Arrgghh!! Entahlah!" Teriak nya mengacak rambut nya frustasi.
"Sekarang Lo gamau Dia berubah?" Jeda Bagas. "Kalo emang lo ga suka sama dia, lo tolak secara halus ... Bilang kalo dia gak pantes buat Lo! Jangan kasar seolah olah dia emang bukan level lo."
"Gue tau Salsa emang culun tapi, dia punya hati yang lembut kalo lo ngomong ke dia kalo lo itu nggak mau pacaran sama dia, dia bisa ngerti kan? Atau gak kalian bisa jadi sahabat kan?" Jelas Bagas.
"Lo ikutin hati lo! Bukan Ego!" Tambah Arka
"Sekarang mungkin udah terlambat! Salsa gak punya rasa lagi sama lo!" Titah Bagas
πππππ
Dirumah Salsa
"Salsa!" Teriak Cika dari bawah.
__ADS_1
"Kita ke rumah bang Bagas yuk!" Sambung nya.
"Iya mom! Bentar!" Jawab Salsa.
Salsa menuruni anak tangga. Ia mengenakan baju kaos hitam polos, celana Levis sobek sobek, kalung bertuliskan nama nya menggantung di leher nya, dan rambut hitam panjang nya dibiarkan terurai.
*Skip rumah Bagas...
Salsa menekan bel rumah Bagas dan tak lama kemudian Bunda Bagas membukakan pintu lalu mempersilahkan Salsa dan Mommy nya masuk.
"Bundaa Bang Bagas mana?" Tanya Salsa ketika tidak melihat Bagas diruang tamu.
"Dikamar nya, baru aja pulang dari rumah Refan," Jawab Fitri (Bunda Bagas).
Salsa mengganguk dan berlari kecil ke kamar Bagas,Salsa menatap seluruh isi kamar Bagas Hal yang pertama Salsa rasakan adalah Seram!! Ya! Kamar nya bernuansa Hitam dan hanya diterangi cahaya matahari yang masuk melalui tirai jendela itu menambah kesan ANGKER!
"Bang! Bisa gak hidupin lampunya! Salsa gabisa liat!" Heboh Salsa.
Plekk!
"Nah gitu kek!" Lega Salsa bisa melihat wajah datar Bagas.
"Sal? Lo ke semula lagi mau?" Tanya Bagas.
"Hah?"
πππππ
Dirumah Salsa
"YUHHUUU! SALSA SESILIA!" Seru Rara.
"APA RA!" Balas Salsa berteriak.
Ya! Malam ini Rara dan Sesil sedang nginep di rumah Salsa.
Rara dan Salsa memakai baju piyama berwarna pink sedangkan Sesil, ia biasa saja menggunakan kaos putih dan celana Levis.
15 Menit Berlalu ...
Setelah loncat loncat di kasur, bernyanyi gak jelas, dan menari kayak setan Mereka memutuskan untuk bermain ToD.
"Ayokk!" Seru Rara melihat botol nya mengarah ke Salsa.
"Nahh! Itu elo Sal!" Teriaknya.
"Iyaa dehh," pasrah Salsa.
"Truth or dare?" Tanya Sesil.
"Truth!" Jawab Salsa cepat.
"Ooowwooo ... Tuhan tolong aku!" Seru Rara.
"Ingin dirinya! Rindu padanya!" Sambung Salsa.
"Memikirkan nya!" Lanjut Sesil.
"Namun Mengapa! Saat jatuh cinta!" Teriak Rara.
"Sayang sayang!" Pekik Sesil.
"Dia ada yang punyaa!" Sambung Salsa.
Mereka bertiga tertawa terbahak bahak. Ya Rara Sering menyanyikan lagu itu jadi temen temen nya sudah hapal.
Ting!!
Sebuah notifikasi masuk ke ponsel Salsa. Ia langsung membuka nya.
Refan : Punten nengπ
Refan: Good Night Salπ₯Ί
Refan: Jangan lupa mimpi-in akuu
Salsa tak menghiraukan pesan itu ia kembali lagi tertawa dengan teman teman nya.
"Back Again! Truth nya apa Sil?" Sela Rara
"Lo masih suka sama Refan? Jawab jujur Sal!"
"Ee ... A-akuu ... "
ππHaii readers,
Kira-kira apa jawaban Salsa?
Semoga suka cerita nya,. masih ada satu episode kisah Salsa sama Refannya.
Jangan lupa tinggalkan jejak dan koment bawelnya.
__ADS_1