Gadis Imut Kesayangan Playboy

Gadis Imut Kesayangan Playboy
Eps. 73. Cacing Anaconda (Sessions 2 )


__ADS_3

Setelah jalan-jalan ke taman sore hingga malam bersama Reno, Ara dan Reno pulang ke rumah dan , membersihkan badan terlebih dulu dan Ara pun membaringkan tubuhnya disusul sama Reno yang memeluknya dari belakang, terlelap karena keletihan hingga pagi hari nya.


Hari ini adalah hari terakhir Ara menyelesaikan datang bulannya, sehabis subuh tadi ia langsung mandi besar Untuk mensucikan kembali tubuhnya. Seperti biasa, aktivitas yang sudah ia jalani sebelumnya yaitu membuat sarapan untuk keluarga nya, dan mengantar sang suami untuk kembali bekerja .


" Kaka berangkat ya, adek baik-baik di rumah , nanti jagain mama juga. " ucap Reno pamit pada istrinya.


Mama Reno kini tengah menginap d irumah anak dan menantu, di karenakan papa Nando sedang dinas keluar kota, mama merasa sendirian di rumah jadi datang kemari manemani Ara.


" Iya-iya ." jawab Ara sambil meraih tangan suaminya, lalu Reno mengecup kening Ara, seperti nya beberapa hari ini itu sudah menjadi kebiasaan mereka berdua.


" Dahhh adek. " tangannya melambai ke arah sang istri.


" Iya dadah ." Ara juga ikut melambai kan tangannya.


" Dahhh. " tangan Reno melambai lagi ke arah istrinya, bahkan ia seperti tak rela, walaupun hanya untuk pergi sebentar dari sisi Ara .


" Iyaaa dahhhh." Balas Ara lagi. Dan kali ini Reno benar-benar pergi.


Saat tubuh Reno tidak lagi terjangkau oleh pandangan matanya, ia kembali masuk ke dalam rumah, hari ini Ara tidak pergi ke kampus hanya mengerjakan tugas di rumah.


Ara kembali membaringkan tubuhnya ke atas ranjang, mau apalagi pikirnya kalo bukan rebahan ala ala istri sultan. Ia buka aplikasi chat berwarna hijau seperti akan menghubungi seseorang.


Ara : Saaa dimana?


Pesannya langsung terbaca oleh sahabat nya.


Salsa : gue dirumah, kenapa beb?


Ara ragu untuk bertanya pada Salsa mengenai permasalahan yg sedang ia pikirkan, tapi jika bukan pada Salsa lalu pada siapa ia akan bercerita, jadi yaudah gapapa lah pikirnya.


Ara : Saaa, gue mau tanya, tapi gue malu.


Salsa : Dih kaya sama siapa aja lo, gue aja tau ukuran dada lo ya, jadi jangan so soan lu malu-malu sama gue!


Ara : Gila lu, bawa-bawa ukuran dada segala.


Saaaa gue udah janji buat nyerahin diri gue sebagaimana layaknya seorang istri gitu lah, tapi kan gue kemaren masih datang bulan, dan sekarang udah bersih, gue udah mandi tadi pagi, terus gue harus gimana menurut lo?


Salsa : Hqhqhq, cie cie yg udah ga sabar mauuu anuu πŸ™ŠπŸ˜†πŸ˜†


Ara : lu mau mati ya saaa 😑😑😑😑


Salsa : Sorry, sorry πŸ˜‚


Saran gue sih, lo tanya si mbah aja, kalo gue kan belom punya laki, belom ada pengalaman apa-apa lagi, ya walaupun si mbah juga belom jelas si statusnya jadi apa ckck


Ara : Yaudah oke deh, tngkyuu jomblo 😜


Akhirnya Ara mengikuti saran dari Salsa untuk bertanya kepada si mbah, empunya segala warta berita.


Ketik ketik ketik


Ara mengetik sesuatu di mesin pencarian, ada banyak sekali di sana artikel yg sesuai dengan keinginannya.


" Yang mana yaaa. " gumam Ara.


" Yang ini, apa yang ini. Ahh yang ini ajalah kaya nya lebih manjur, hehe udah kaya lagi pesen jamu aja kamu Ara "


Akhirnya Ara memilih artikel yg berjudul '1001 cara memikat suami di malam pertama, 100% anti gagal '


Ara membacanya satu persatu, terkadang ia juga menscreenshot nya agar ia bisa menghafal sakaligus latihan nanti sebelum suaminya pulang.


Ara : Saaaa


Ia kembali mengirim pesan pada ira sahabat nya.


Salsa : apalagi nyonya


Ara : gue udah tau cara-caranya .


Salsa : terus lu mau praktekin nya ama gue, ih ogah


Ara : ihhh bukan, temenin gue ya ke toko baju bentar


Salsa : Ngapain? πŸ˜•


Ara : pokoknya ntar lu tau dah, buruannn. Ntar gue nyamper


Salsa : Oke πŸ₯΄


Bersamaan dengan itu Ara mendapat pesan juga dari suaminya.


Pemilik cacing : Dek, kaka kayanya pulang abis maghrib deh, soalnya kaka mau pasang kabel di rumah baru di renovasi. Gapapa ya kaka agak telat.


jangan kangen ya mamah, muach 😘


Ttd : Calon Ayah 😎


" Kebeneran banget Reno juga mau pulang telat, aku kan jadi punya waktu banyak, tapi apa ini? Mamah? Calon Ayah? Sinting ya dia. " gumam Ara dan tercetak juga senyum kecil disudut bibir mungil nya.


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Ara pun bersiap dan berdandan dengan pakaian casual nya, dan turun kebawah menuju garasi menaiki mobil menuju rumah Salsa untuk menjemputnya menuju Toko yang dimaksud Ara.


Setelah sampai di rumah Salsa, Salsa sudah menunggu nya di depan rumah nya, jadi tidak lama menjemput Salsa. Mereka pun berangkat menuju toko tersebut.


Sesampainya di toko baju...


" Lu ngapain ke toko baju tidur? Emang orang mau gituan juga harus pake baju yang baru ya. " cerocos Salsa tak mengerti dengan apa yg akan Ara beli. Sedangkan alya membekap mulut sahabat nya, yang suara nya tidak tau tempat dan kondisi.


" jangan kenceng -kenceng kenapa Saaaa, lu mau maluΒ²in gue. "


" ya maaf lagian lo aneh mau itu--"tanya pelayan toko.


" cari apa mba? " karyawan toko melerai perdebatan mereka berdua.


" Tuh ditanyain mau cari apa? "ucap Salsa.

__ADS_1


" Hehe mau cari anu mba. "ucap Ara merasa malu.


" anu apa mba? "tanya pelayanan heran.


" anu apasih lo al, disini ngga jual anu. "ucap Salsa kesal.


Plakk , Ara menggeplak Salsa lagi untuk kesekian kali.


" diem dulu ngapa sih Sa, gue malu ngomong nya. "ucap Ara yang malu.


Lantas Ara mengeluarkan hp nya untuk menunjukkan gambar yang ia dapat dari si mbah .


" Yg kaya gini nih mba? " Ara memberi informasi.


" Ohh lingerie, mau yg bentuknya kaya gitu apa yg lebih hot mba? "tanya pelayan toko sambil tersenyum kepada Ara dan Salsabila.


" Yang lebih hot aja mba" malah Salsa yg menjawab nya.


Ara mendelik ke arah sahabat nya.


" Gapapa kan biar cepet berhasil Ara"ucap Salsa cengengesan.


" Hehe mba ini pengantin baru yaaa. " tanya si mba nya.


" Bukan mba, cuma emang baru mau anu aja. "Salsa lagi yg menjawabnya.


" Salsa lu gila yaaaa. " kesal Ara sambil membentuk tangannya seperti singa mau mencakar mangsanya.


" Hehe udah si Ara jujur aja sama si mba nya, gapapa kan ya mbaa? ."


Si mba hanya tersenyum sambil manggut-manggut saja, mendengar perdebatan mereka. sedangkan alya tak tau lagi mau menaruh mukanya dimana.


" Nih mba kalo mau yg seperti di gambar tadi, dan yg ini yg lebih hot nya lagi. " Si mba memperlihatkan dua baju yg bentuk dan model nya berbeda. Yg satu lebih agak tertutup walaupun masih terlihat sangat seksi, dan yg satu hanya kain menerawang yg akan menunjukkan seluruh bentuk badan.


" Apa ngga masuk angin itu mba, pake yg begitu?. " Ara sedikit ragu.


" Wah ini malah model terbaru nya, stok toko kami saja sudah hampir habis karena memang sangat laris, apalagi buat pengantin baru yg masih yaaa begitulah mba tau sendiri kan yaaa, hehe. " ucap si mba, yg malah malu sendiri dengan pernyataan nya. Akhirnya Ara mengambil satu lingerie itu, ia bayar menggunakan uang yg telah Reno berikan kepada nya waktu itu.


Setelah membeli pakaian tadi Ara dan Salsa mampir ke restoran terdekat dan setelah itu mereka pulang. Ara pun mengantar Salsa ke rumah, Salsa melambaikan tangan setelah tiba di rumah dan Ara pun segera pulang ke rumahnya.


Sesampainya di rumah Ara langsung menuju kamarnya dan melihat lingerie yang dibeli sambil melihatnya di depan kaca, dan tersenyum malu.


Ara pun menyimpan nya dalam lemari dan ke kamar mandi karena lelah dan kegerahan melandanya.


🌻🌻🌻🌻


Petang telah datang, gurat merah pada langit pun kian memudar, yg ada kini hanya awan hitam , seperti menandakan akan ada turun nya hujan. Reno tergesa memasuki halaman rumahnya karena gerimis telah melanda di atas bumi yg fana ini, untung saja sudah sampai kalau saja ia terlambat sedikit lagi mungkin badannya sudah basah terkena guyuran air hujan.


" Assalamualaikum, dek? "ucap Reno


Ara yg mendengar suara suaminya dari arah luar, langsung berlari untuk mengampiri Reno.


" Waalaikumussalam, kaka kok keliatan ngos-ngosan? "tanya Ara.


" Iya abis lari tadi ngehindarin gerimis, untung udah nyampe."ucap Reno.


" He'eum, cakung ya dek. " Ucap Reno sambil melangkah masuk ke dapur dan mengambil air minum.


" Cakung apa ka?. "tanya Ara.


" Cuaca mendukung, hehe. " Dengan mengerlingkan sebelah matanya ke arah Ara.


_Apa dia tau rencana ku ya_batin Ara.


Ia melirik lagi ke arah Reno.


_Ah ga mungkin yg tau kan cuma aku sama Salsabila_


" Ihh udah ah jangan ngegombal mulu, basi tau! " Balas Ara.


" Tapi seneng kan? ." Ucap Reno, sambil berjalan ke tempat sang istri berdiri.


_mau apa dia ini, ah kenapa tatapan matanya jadi berubah begitu_


Reno sudah tepat didepan Ara , Ia menghimpit tubuh istri kecilnya hingga menempel ke dinding, Reno meraih tengkuk Ara yg mematung ditempat nya. Dan...


Cup


Reno mel*m*tnya pelan, merasai b*b*r mungil yang selalu saja memakinya saat ia terus-terusan menggodanya. Kali ini tak ada penolakan apa-apa dari istrinya, malah sepertinya dia ikut menikmati nya juga. Nampaknya tangan Reno juga mulai nakal sekarang, ia sudah berani menyusup dan menyusuri tiap inchi tubuh sang istri sampai pada titik yg akan selalu ia sukai dannn......


" Dek. "ucap Reno


Reno menepuk-nepuk pelan pipi Ara yg sedari tadi memejamkan mata.


" Dek Ara. " Ucap Reno dengan menambah volume suaranya. Dan itu membuyarkan semua lamunan istri tercinta nya.


_gila gila gila, apa aku sudah gila? kenapa aku jadi ikutan berpikir mesum seperti nya_


" Adek ini kenapa?. " tanya Reno keheranan .


Ara menggeleng pelan.


" Terus ngapain dari tadi nutup mata, terus ngga buka-buka? "tanya Reno heran.


Ara a malah meraih bibirnya.


_jadi benar diantara aku dan dia tadi tidak terjadi apa-apa? Ara kau sungguh sudah gila ternyata_


" Ngga tau ahh. " Akhirnya hanya itu yg terucap dari bibir Ara, demi menghindari pertanyaan sang suami.


" Ya udah kalo ga mau cerita mah, kita buruan makan yuk, kaka udah laper. " Ucap Reno sambil mengusap usap perut ratanya.


" kaka ngga mandi dulu?" tanya Ara pada suaminya.


" Nanti abis makan aja dek. " jawab Reno.


Ara mengangguk , tanda ia mengerti.

__ADS_1


Ara menata makanan yg sudah ia hangatkan di meja makan, setelah selesai ia pun duduk dan makan malam dengan tenang bersama suami nya.


πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯πŸ”₯


Terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi, menandakan ada seseorang di sana yang sedang melakukan ritual mandinya, menyegarkan kembali tubuh dari lelahnya mencari rizki hari ini.


Dan di sana, di atas ranjang yg biasa Ara gunakan untuk istirahat nya berdua dengan suaminya, ia duduk manis dengan lingerie seksi warna merah menyala yg ia siapkan untuk menggoda Reno malam ini.


_Apa benar ya aku akan melakukan ini?_batin Ara


_Ah kenapa aku jadi geli melihat diri ku sendiri, lihat sudah seperti wanita penggoda saja aku ini_batin Ara meragu.


_Tapi kamu sudah berjanji akan berubah Alya, jadi tak apa! Ini demi rumah tangga mu dan juga mas Ardi_harap-harap cemas batinnya.


_Duduk saja, setelah Reno keluar dari kamar mandi kamu bangun lalu, lalu apa tadi? Ah lupa lagi, lalu?_batinnya mulai meragu.


Ceklek


Suara pintu kamar mandi terbuka, dan terlihat Reno keluar dari sana, ia mengibas ngibas kan rambutnya yg telah ia keramas, dan Ia hanya mengenakan handuknya sebatas pinggang. Lalu Reno melihat ke arah ranjang, ia dibuat melongo dengan penampilan Ara sekarang.


_apa dia sedang menggoda ku sekarang_ gumam Reno sambil menyunggingkan senyumnya.


Ara nampak ragu, ia gugup sekali, tapi sudah kepalang basah karena ardi pasti sudah melihat nya saat ini.


_Ahhh lihat wajahnya, aku jadi takut sendiri_


_dan ada apa dengan tubuhnya, aaahhh kenapa dia jadi terlihat lebih seksi_ (Ara )


Tapi akhirnya ia melangkah juga mendekati suaminya, mencoba mengikuti saran dari si mbah yg sudah ia hafal tadi siang hingga menjelang petang.


" Kaaa. " Ucap Ara dengan suara dibuat se manja manjanya.


Reno tak memberi respon, ia ingin melihat sebesar apa nyali Ara untuk menggoda diri nya.


" Ka Reno " Ucapnya lagi, kali ini Ara menyetuh otot otot dada suaminya yg tak terhalang apa-apa, lalu berhenti pada perut Reno yan g rata.


_Apa benar begini?_batin Ara.


" Ada apa, hemmm? " pura-pura polos sajalah begitu pikir Reno.


"Eummmm ka akuβ€”, Akuβ€”,"


Reno tak peduli lagi dengan apa yg akan Ara katakan, adik kecilnya membisikan bahwa ia sudah tak tahan, sesegera mungkin ia menarik tubuh sang istri ke dalam pelukkan nya, Ia meraih tengkuk istrinya, dan melabuhkan ciuman pertamanya ke bibir Ara , ********** dengan sangat pelan Sesekali ia juga menghisap benda kenyal dan terasa manis itu, Ara yang terkejut dengan tindakan suaminya hanya bisa pasrah dan memejamkan mata, Reno juga membelit kan lidah nya ke dalam mulut Ara , Membelit lebih dalam, mencoba meminta balasan.


Deru nafas keduanya menggebu- gebu tatkala Reno sejenak melepaskan ciumannya pada Ara . S*s*pan, l*m*t*n, serta jejak kepemilikan telah ardi sematkan ditubuh istri kecilnya yg sejak dulu ia puja dan ia damba. Padangan matanya kini berubah penuh nafsu , nafsu yg segera ingin ia tuntaskan bersama dengan Ara istri tercinta nya.


" Ka " lirih Ara.


" Adek siap?. " bisik Reno pada Ara.


Ara mengangguk tanda ia menyetujui untuk melanjutkan kegiatan mereka berdua malam ini.


Dalam waktu sekejap saja, lingerie yang Ara beli tadi sudah teronggok entah dimana, karena Reno melemparkannya begitu saja. Ara memejamkan matanya,ia terlalu malu kepada suaminya sekarang, karena baru kali ini tubuh polosnya terekspos bebas untuk lelaki dihadapannya, Reno merebahkan tubuh istrinya di pusaran ranjang, ia meletakkan Ara tepat berada di bawah nya sedangkan ia yang di atas dengan menumpu berat badannya . Ia membuka handuk yang melilit pinggang nya dan membuangnya ke sembarang arah .Kini Senjata tempur nya sudah siap untuk meluncur ke medan perang, Lalu ia tarik kembali sesuatu yg masih melekat di inti tubuh istrinya hanya dengan satu kali tarikan.


Ara mengerjap-ngerjapkan matanya perlahan lalu membukanya, dan tiba-tiba Ara berteriak dengan apa yg baru saja ia lihat.


" AKHHHH "teriak Ara.


" Kenapa dek.?"tanya Reno


" Caβ€”cingnya." ucapnya terbata.


" Cacing apa? "tanya Reno heran.


" Cacing kaka sudah berubah jadi anaconda. " ucapnya pelan dengan menunjuk sesuatu yang ia maksud.


Reno terkekeh pelan mendengar pernyataan istrinya yg mengatakan senjatanya berubah jadi anaconda.


" Tenang saja, Ini ngga apa-apa. "ucap Reno mengelus rambut Ara.


" Apa memang begitu ka ?." tanya Ara polos.


" Haha ya iya, memang mau yg bagaimana?. "jawab Reno.


" Apa tidak terlalu besar?. "tanya Ara.


" hahaha adek ini bagaimana? Harusnya adek senang karena biasanya perempuan sukanya dengan yg besar-besar. "tegas Reno.


" kok ka bisa tau?. " Ara memicingkan matanya.


" jangan-jangan Ka ? ." lanjut Ara.


" Apa sih sayang, udah jangan mikir yang enggak-enggak dia ( dengan menunjuk kepunyaannya) hanya akan bereaksi ketika dekat dengan dek Ara. . "


" Bener yaaa. Awas aja!! " Ara memberi kode zero pada suaminya.


" Iya yasudah kita lanjutkan yaaaa. "tegas Reno.


Ara mengangguk imut.


Reno kembali bersiap dan fokus mengambil ancang-ancang, dann....


Jedarrrrrr


Tepppppp


Suara petir menggelegar sepertinya menyambar pohon besar yg akhirnya tumbang dan mengakibatkan listrik padam.


" Yahh GAGAL" Ucap mereka bersamaan.


πŸ‘‹πŸ™‹Haii readers,


Semoga suka ceritanya,


Tinggalkan jejak dan koment bawelnya.


πŸ™πŸ’•Terimakasih

__ADS_1


Sehat-sehat kalian ya πŸ€—πŸ€—πŸ˜‡


__ADS_2