
ππHaii Readers happy reading guys.
"Sebenernya masih ada ... Tapi, Salsa berusaha buat gak ngejar ngejar Refan teruss ..." Ujar Salsa dengan suara lirihnya.
"Kata Bang Bagas ... Cewe kalo ngejar cowo itu Ga ada harga diri nya! Tapi, Salsa kan pengen kaya cewe ... "
Pletak!
Rara menjitak dahi Salsa.
"Salsa lo masih aja nyempetin ngomongin Watt pada!" Gerutu Rara membuat Salsa terkekeh kecil.
"Jadi lo terjebak di antara Cinta dan Harga Diri?" Sela Sesil.Salsa mengganguk pelan.
πππππ
Di sekolah Salsa
"Sal Kantin yuk!'' Ajak Rara.
Salsa mengganguk dan berjalan menuju kantin sekolah.
*Skip kantin ...
"Teteh gendang!" Seru Arka melihat Rara sedang memesan makanan.
"Iyaa kenapaa?" Jawab Rara
Salsa hanya diam melihat tingkah Arka dan Rara.
"Kalo saya bilang mundur ... Mundur yaa?" Titah Arka.
"Kenapa emang?" Ucap Rara sadis karena Salsa tahu pasti hatinya sedang berdisko.
"Soalnya cantik nya kelewatan ...."
"SALSAA! OKSIGEN!!" Teriak Rara mengibas ngibas lehernya menggunakan tangan.
Hingga mengundang perhatian penghuni kantin. Kemudian ia berlari menuju kelas.
Salsa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal "Bukan temen gue."Arka terkekeh geli melihat tingkah Salsa.
πππππ
Salsa sedang berdiri di depan gerbang sekolah. Pasalnya sekolah sudah sepi, dia ingin pulang bersama Sesil dan Rara namun mereka ada urusan penting dan, Bagas, ia menghilang ntah kemana.
Hingga satu Motor berwarna merah berhenti tepat didepan Salsa. Ia membuka helm full face nya hingga menampakkan wajah yangantengg.
"Kamu siapa?" Tanya Salsa.
"Lo siapa?" Tanya nya berbalik.
"Ihh ... Salsa tuh nanya seriuss ..." Kesal Salsa namun menggemaskan bagi pria itu.
"Gue ... "
πππππ
Di Suatu Tempat
Ternyata Salsa diculik oleh Alqi dan kawan-kawan untuk membuat Refan keluar.
"Neng cantik banget!"
"Pipinya chubby!"
"Boleh dong akang sentuh!"
Dua pria itu tengah berbicara dengan Salsa yang sedang duduk di kursi, tangan dan kaki nya diikat oleh dua pria itu. Siapa mereka? Anak buah Algi.
"Hikss ... Lepa-ssin Salsa hikss ... "
Dua pria itu menjulurkan tangannya untuk memegang paha Salsa yang hanya memakai rok pendek SMA itu.
"STOP!!"
Bugh!
Bugh!
"Kalian gue suruh buat diawasin bukan disentuh!" Bentak Algi setelah memukul dua pria itu.
"Masa kita ga boleh nyentuh doang? Bos mau gilir dia sendirian?"
"Udahh sana pergi!!" Bentak Algi.
Dua pria itu berlari terbirit-birit. Pandangan Algi sekarang kembali ke Salsa.
"Algi Hikss ... Jahat banget sama Salsa ..." Isak Salsa.
"Kenapa sih Algi Jahatt sama Salsaa!!" Sentak Salsa.
Algi duduk di kursi yang berada di samping Salsa.
"Shuttt! Salsa lo itu pancingan gue tauu gakk!" Ujar Algi.
"Pancingan? Mancing ikan?" Tanya Salsa.
"Gak! Buat mancing Refan biar kesini!" Tegas Algi.
__ADS_1
"Refan? Katanya Algi itu temennya Refan" Timpal Salsa.
"Heh! Mana ada badboy ga punyaa musuh! Gue musuh nya bukan temennya!" Jawab Algi.
"Kenapa Salsa yang jadi korban?" Tanya Salsa.
"Karna lo suka sama Refan!" Sentak Algi.
"Kan Salsa yang suka! Bukan Refan!" Tekan Salsa.
"Ya bisa jadi dia juga suka sama lo,liat aja nanti kalo dia emang Dateng berarti dia sayang sama lo dan sebaliknya!"
Salsa diam mendengarkan perkataan Algi.
"WEY! ******-"
"Tuhh Refanudahh datengg! Ayokk!" Titah Algi menyeret kursi yang di duduki Salsa keluar gedung.
Sreettt!
"Algi! Kenapa sih lo nyulik Salsa?!" Bentak Refan.
"Kenapa emang? Masalah?"
"Ternyata lo beneran datengg ya,"
Algi tertawa setelah berujar.
"Sayang banget ya lo sama dia? Mau lagi gue suruh cuma Dateng sendiri!"
"CANGKEMAN!!" Teriak Refan. langsung menyerang dua anak buah Algi.
Bugh!
Bugh!
Bugh!
Srett!
Bugh!
Taraktakdungg! Eh?
Dua anak buah Algi terkapar tak berdaya dan Refan pun sedang menahan sakit diperut dan rahang nya.
"Majuu lo Algi!!" Sentak Refan.
Bugh!
Srett!
Bugh!
Bugh!
Cup! Ehh? Candaa gaessπΉ
Salsa memejamkan matanya sungguh ia tak mampu melihat semua kejadian ini. Suara pukulan keras dan suara erangan Refan yang kesakitan. Salsa menitikkan air matanya ia tak kuat saat ini.
Bugh!
Pukulan terakhir Refan ke Algi, hingga Algi terkapar tak berdaya.
"A-wass ajaa Refan gu-e bakall kal-ahin lo suat-uu saat nan--." Tak selesai berbicara Algi lebih dulu pingsan.
Pandangan Refan tertuju pada Salsa yang memejamkan matanya dan sesegukan.
Refan melepaskan ikatan tali yang mengikat kaki dan tangan Salsa.
"Ayokk Sal." Setelah berjongkok Refan kembali berdiri dengan memegang perutnya yang terkena pukulan.
Grepp! Salsa memeluk Refan.
"Ahhh! Makasih udah bantuin Salsa!" Ujar Salsa.
Refan membalas pelukan itu. "Gue bakal lakuin apa aja buat Lo."
Degh!
"Ya bisa jadi dia juga suka sama lo, liat aja nanti kalo dia Dateng berarti dia sayang sama lo dan sebaliknya!"
Salsa mengingat ucapan Algi.
"Salsa? Lo kenapa? "
πππππ
Lapor Komandan!
Untuk sekarang saya Menyerah! Namun, Saya Akan Kembali. Setelah saya Benar-benar siap dan menjadi lebih pantas:)
Laporan Selesai!
~SalsaBila Winata.
Refan melepaskan pelukan nya. "Ayok Salsa pulang, ini udah sore."
Refan dan Salsa segera menaiki motor ninja berwarna hitam milik Refan, sebelum itu ...
__ADS_1
Refan mengikat jaketnya ke pinggang Salsa. "Ini punya ku ga bolehh diliat orang lain."
Salsa Hanya cengengesan, entah ia mengerti atauu tidakk. (Ettss! Sejak kapan Ret ngomong pake aku-kamu?π³)
Diperjalanan pulang Salsa terus teringat dengan ucapan Algi.
"Kalo Refan datengg ... Berarti dia sayang sama Salsa?" Gumam Salsa.
"Tapii ... Apa iya?" Tanya Salsa kecil.
"Ngomong apa Sal? Mulutnya monyong monyong gituu! Hahaha!" Ujar Refan melihat Salsa di kaca spion.
"Ihh! Refan ngeledek Salsa yaa!" Ucap Salsa.
Refan terkekeh melihat Salsa memanyunkan bibirnya.
πππππ
Dirumah Salsa
"Salsa?" Panggil Cika.
"Iyaa Mom?" Balas Salsa.
Cika tidak tahu jika Salsa tadi diculik, untung saja Bagas pandai mengelak jika tidak pasti ia sudah dimarahin abis abisan sama Mommy Salsa dan untungnya Refan menyuruh Salsa untuk tidak bicara jujur tentang hal ini.
"Sinii." Cika menepuk sofa disebelah nya untuk menyuruh Salsa duduk.
"Kenapa Mom?" Tanya Salsa ketika duduk disamping Cika.
"Kamu udahh punya pacar?" Tanya Cika.
"Kenapa nanya gitu Mom?" Tanya Salsa.
"Salsa, dua bulan lagi kamu lulus, mama gak mampu biayain kuliah kamu," Lirih Cika.
"Nanti kan kalo kamu punyaa suamii, dia yang bakal tanggung kehidupan kamu."
"Tapi Salsa gapunyaa." Salsa tiba tiba berubah jadi cuek.
"Truss Refan itu siapaa?" Tanya Cika.
"Diaa temen Salsa Mom, udahlahh Salsa mau tidurr."
Salsa beranjak dari duduknya lalu berlenggang menuju kamar.
Dikamar Salsa
Ceklekk!
Salsa menutup pintu kamar nya.
"Dewasa itu emang susah."
Suara ituu?
Salsa berjalan menuju balkon kamar nya.
"Refan? Ngapain disini?" Tanya Salsa ketika melihat Refan tengah berdiri di balkon kamar nya.
"Gue cuma mau ngambil jaket! Gausahh GR!" Pekik Refan.
"Kan bisaa lewat pintu depan," ujar Salsa.
"Maless."
Salsa menghampiri ranjang nya lalu mengambil jaket milik Refan yang ia gletakkan di ranjang.
"Nihh!" Salsa menyodorkan Jaket Levis milik Refan, "Makasihh ya Refan"
Refan hanya berdehem lalu menuruni balkon kamar Salsa. Entahlah Salsa tidak peduli dengan Refan ia langsung menutup pintu kaca itu dan menutup tirai nya.
πππππ
Di Sekolah
Gadis dengan rambut hitam panjang terurai tak lupa dengan bando berwarna pink yang bergambar unicorn tengah mengotak-atik buku Novel nya. Bahkan di kelas pun menyempatkan untuk membaca novel, untung ini jam istirahat jadi tidak masalahh.
"SALSA!"
Salsa mendonggok ke arah sumber suara itu, "Kenapa sih Ra?"
"Lo tauu gakk? REFAN!?" Pekik Rara
"Refan Kenapa?" Tanya Salsa cemas.
"Ayok ikut gue!" Rara menarik tangan Salsa untuk menuju lapangan.
Dan sampailah mereka disanaa, banyak siswa dan siswi berkumpul di sisi lapangan entah apa yang mereka krumuni. Salsa dan Rara menerobos para siswa untuk bisa melihat apa yang terjadi di tengah lapangan.
"Salsa! Lo mau kan jadi pacar gue?"
Degh!
"Iyaa aku mauu"
ππHai readers,
β€πHati siapa yang sedang berbunga-bunga, ada yang baru jadian.
__ADS_1
Jangan lupa koment bawel buat authorπ