
"Hmmmm, Baik lah, tapi inget demi Ara aku tidak menuruti mu"ucap Marfel mengalah walau dalam hati nya tak henti hentinya berdo'a agar tidak pingsan saat memasuki rumah hantu.
" Yeeey, Ayo pergi mesan tiket dan kerumah hantu "ucap Ara Gembira
#Skip_Rumah_Hantu
"Bang Marfel sama Bang Refan duluan ya "ucap Ara sembari menunjukkan wajah imut nya
"Tapi.. "ucapan Marfel terpotong Hendra
"Marfel...... "ucap Hendra memberi kode bahwa dia harus turuti apa yang Ara katakan agar Ara tidak sedih, Marfel yang mengerti pun akhirnya menurut saja
"Baiklah"Ucap Marfel Pasrah,
Marfel Dan Refan pun masuk kerumah hantu duluan
#dalam_Rumah_Hantu
Rumah hantu tersebut sangat lah menyeramkan kan cahaya yang remang remang, bunyi jangkrik, dan suara suara aneh menambah kesan menyeramkan kan
"Huwaaa, mak tolongin Marfel, Marfel takut mak" Batin Marfel.
"Gelap bener di sini" Ucap Marfel.
waaaaa (Anggap suara ngagetin)
"Aaaaaaaa" teriak Marfel dan Refan bersamaan, bagaimana tidak tiba tiba ada hantu (Lebih tepatnya hantu jadi jadian) yang muncul di depan Refan dan Marfel dengan keadaan muka yang berdarah darah, kuku yang panjang nan hitam, baju putih yang terdapat banyak noda darah.
"Huwaaa,kak Marfel ga mau liat Marfel takut huwaaaa" Ucap Marfel histeris sembari memegang erat tangan Refan dan bersembunyi di belakang Refan.
"Tenang lah ada kakak disini, jadi jangan takut ayo jalan" Ucap Refan sembari membalas pegangan Marfel tak kalah erat nya dan berjalan di depan di ikuti Marfel dari belakang .
Tep (Tiba tiba kaki Marfel di pegang dari bawah)
"Aaaaaaa, kak tolong Marfel ada yang megang kaki Marfel huwaaaa" ucap Marfel histeris dan membuat Refan terkejut serta membalik badan dan melihat kaki Marfel di pegang oleh suster ngesot membuat Refan Reflek menendang suster ngesot tersebut hingga tersungkur dan Refan langsung menarik Marfel. untuk berlari menjauh dari suster ngesot tersebut, namun Marfel tak bergerak ternyata Marfel pingsan.
"Ya ampun, ni anak malah sempat sempat nya pingsan" ucap Refan sembari menggeleng geleng kan kelapa eh kepalanya dan menggendong Marfel ala bridal style
(Author ga tau tulisannya) Bagi Refan ,Marfel tak terlalu berat karena berat badan Marfel hanya sekitar 60 kg Refan berharap tak ada lagi hantu jadi jadian yang mengganggu
namun Tak semudah itu, tiba tiba ada sekumpulan pocong dan kunti menghadang Refan
__ADS_1
"Pergi kalian" ucap Refan gemetar Refan juga takut sama hantu namun lebih takut Marfel lagi
"hihihihihihi" tawa mbak kunti sembari mendekat
"Mbak abis makan jengkol ya? " tanya Refan.
"Eh kok tau? " Heran mbak kunti
"Napas lu bau jengkol vangke" ucap Refan ketus, pasal nya dia paling tak suka bau jengkol
"Masak sih, Hah hah hah" ucap mbak kunti sembari mengembuskan napasnya guna menghirup Napas yang kata Refan Bau jengkol.
"Malu -maluin, ngapa tadi gw bisa lupa buat gosok gigi sih" Batin mbak kunti.
"Aku di mana, eh kak turunin Marfel" Ucap Marfel setelah sadar, Refan pun menurunkan Marfel
"Kak, kok bau jengkol sih" Tanya Marfel.
"Itu si mbak kunti abis makan jengkol tadi" Ucap Refan Sembari menunjuk mbak kunti di depan nya Marfel pun berbalik dan terkejut kala melihat mbak kunti di depan nya
"Aaaaaaaaa" Marfel teriak dan reflek menendang anu nya si mbak kunti serta menarik Refan untuk Berlari
"Kak, yang lain mana? " Tanya Marfel saat sudah keluar dari rumah hantu namun bagi Marfel adalah neraka yang sangat menakutkan.
"Ga tau, kek nya mereka cuma mau kita aja yang pergi agar kita bisa berdua dan...... " Ucap Refan menggantung ucapan nya
"Huwaaa, kakak maaf in Marfel ya udah nendang kakak dari kasur" Ucap Marfel sembari memeluk Refan.
"Huwaaa, kakak maaf in Marfel ya udah nendang kakak dari kasur" Ucap Refan sembari memeluk Marfel.
"Iya, kakak juga minta maaf karena sudah mengerjai mu bahwa terjadi gempa dan membuat mu terkejut bahkan jantung mu hampir copot huwaaa" ucap Refan memeluk Marfel sembari mendramatis
"Uhuk uhuk uhuk, ehem uhuk"Batuk seseorang di belakang Marfel. yang tak lain adalah Hendra.
" Eh, ada kak Hendra "Ucap Refan sembari melepas pelukan nya dari Marfel karena malu saat dia memeluk Marfel adik dan kedua kakak nya melihat itu
"Hmmmm, sudah baikan" tanya Hendra.
"Sudah kak,oh ya kenapa kalian ga ikut masuk ke rumah hantu" tanya Refan sembari menyipitkan mata nya ke arah Ara.
"Hehe, Ara yang punya ide soal nya kalau bang Marfel lagi marah serem" Ucap Ara cengengesan.
__ADS_1
"Sini peyuk" ucap Marfel. sembari merentang kan tangannya mengajak Ara untuk berpelukan,Ara pun langsung berhambur ke pelukan Marfel.. udah kek teletabis aja berpelukan😂
"Ayo, bang Refan, bang Rizal,bang Kafel ama bang Hendra peluk juga" ucap Ara melihat ke belakang tanpa melepaskan pelukan nya, Refan
dan Rizal memeluk Ara dan Marfel namun tidak dengan Hendra.
"Bang Hendra. juga" ucap Ara merengek
"Baik lah"ucap Hendra . tersenyum, Hendra pun memeluk Ara dan keempat adik nya secara bersamaan. tak lama kemudian mereka berlima melepaskan pelukan nya secara bersamaan. Hening pun terjadi hingga suara perut Ara yang kuat mampu menghentikan ke heningan tersebut
kruukk(anggap suara perut😅)
"Huwaaaaa, bang Ara laper"rengek Ara sembari memegang perut nya yang keroncongan.
"Astaghfirullah, Ara itu barusan suara perut kamu" tanya Marfel tak percaya.
"Bukan,itu suara perut kambing, ya jelas lah suara perut Ara abang ku yang ku benci" ucap Ara ketus .
"Huwaaaaa, bang Refan Ara benci sama Marfel huwaaa" ucap Ara mendramatis, Refan pun hanya terkekeh geli melihat tingkah Marfel yang sangat kekanak-kanakan dan kadang lebay.
"Bodo amat,Ara laper, bang ayo makan udah itu baru belanja ini udah jam 1 siang,Tikus di perut Ara udah pada tereak tereak ni minta di kasi makan" ucap Ara merengek.
"Yasudah, ayo kita makan di restoran yang ada di Mall ini" ucap Hendra. Mereka pun berjalan ke bawah Mall karena di sana ada restoran yang makanan nya sangat enak! kenapa di bawah? karena mereka lagi di lantai paling atas guys.
"Emang di perut ada tikus ya bang Refan" tanya Marfel sambil di berjalan.
"Ada, coba aja tanya sama mbak Google" jawab Refan asal, Marfel pun segera menanyakan nya ke mbak Google
"Kata mbak nya di perut gak ada tikus yang ada cacing" jawab Marfel. dengan polos nya
"Eh anjim, jan pura pura polos lu jyjyk gw liat nya" ucap Refan kesal, pasalnya ia tau bahwa Marfel tak sepolos yang orang pikirkan
"Enak aja, emang Marfel masih polos kali" ucap Marfel. memanyunkan bibir 5 meter eh 5 centi meter maksudnya
"Lu kira gw gak tau, kalau lu sering N*k*p " ucap Refan kesal.
👋🙋Haii readers,
Semoga suka dengan ceritanya.
Tinggalkan jejak dan koment bawelnya.
__ADS_1