Gadis Imut Kesayangan Playboy

Gadis Imut Kesayangan Playboy
Eps. 41.Ara di culik Yuki


__ADS_3

Malam hari telah tiba namun Marfel belom juga kembali, hal itu membuat Semua abang-abang nya khawatir,Ara juga sebenarnya khawatir namun ia tak ingin menunjukkan nya ia hanya memain mainkan jari nya...


"Bang Marfel abang di mana bang, abang baik- baik aja kan" lirih Ara dalam hati


"Sepertinya Ara juga khawatir" Bisik Hendra pada Rizal, Rizal pun langsung melihat ke Arah Ara yang terlihat sangat gelisah sehingga ia memainkan jari untuk menutupi kegelisahan nya.


Rizal menyenggol tangan Hendra dan saat Hendra melihat nya Hendra menunjuk ke arah Ara yang terlihat gelisah, Hendra melihat itu pun tersenyum tipis..


Kenapa Hendra tersenyum? Karena itu tandanya Ara masih menyayangi Marfel , di mulut nya ia berkata BENCI pada Marfel, namun hati nya sangat menyayangi Marfel ...


"Kak ,Refan akan mencari Marfel ,Refan khawatir Marfel kenapa- napa" Ucap Refan dan mengambil kunci Mobil nya dan ingin mencari Marfel, namun sebelum itu Marfel telah datang, keadaan Marfel sangat kacau, mata yang bengkak akibat terlalu lama menangis, Hidung yang memerah, rambut acak acakan,Wajah+Bibir yang Pucat karena kedinginan dan terlalu lama di luar di tambah hari yang sedang hujan.


"Marfel kau kemana saja? " tanya Refan khawatir dan langsung menghampiri Marfel yang sedang berjalan sempoyongan, Saat mendengar nama Marfel pun Hendra dan Rizal langsung melihat ke arah Marfel dan menghampiri nya.


"Marfel , ada apa dengan mu coba lihat dirimu sangat berantakan, apa yang terjadi padamu" tanya Rizal khawatir.


Marfel tak mengubris pertanyaan Rizal dan Refan ia langsung berlari ke arah Ara dan ingin memeluk Ara, Namun ia mengingat Ara membenci nya jadi tangan yang Semula merentang untuk memeluk Ara ia turun kan kembali dan langsung menunduk.


"Kenapa berhenti?" tanya Ara dengan lirih.


"Ap.... " ucapan Marfel terpotong saat Ara langsung berhambur kepelukan Marfel dan memeluk nya dengan erat seakan akan Marfel akan pergi jauh dari nya,Marfel pun reflek membalas pelukan Ara tak kalah erat nya..


"Bang Marfel kemana aja,bang Marfel kenapa jadi gini, Ara khawatir tau nggak, Ara pikir bang Marfel bakal ninggalin Ara, Ara ga mau hiks hiks, Ara ga mau huwaaa" Ara menangis histeris ia semangkin mengerat kan pelukan nya.


"Hey... " Ucap Marfel. Lembut sembari mengendorkan pelukan Ara, Ara pun mendongak.


"Abang tidak akan meninggalkan mu, tadi abang mencari mu namun tak kunjung ketemu akhirnya abang memilih pulang dan mencari mu besok, namun ternyata kau sudah pulang" ucap Marfel sembari tersenyum


"Lalu kenapa telpon mu tidak aktif" ucap Refan kesal dan memukul kepala Marfel dengan pelan,kenapa gak kuat?? karena nanti Marfel bisa geger otak:v


"Apa kau tau, kami sangat khawatir"Sambung Refan.


" HP Marfel lowbet "ucap Marfel. sembari cengengesan


" Wkwkwkwk, HP kentang


hahhhhhhhha"ucap Ara sembari tertawa.


"Enak aja, HP gw tu IPhone gak kayak HP lu Advan hahahah" ucap Marfel tak mau kalah.


"Enak aja....... " ucapan Ara terpotong saat Hendra menghentikan nya


"Sudah sudah.... ini sudah malam ayo tidur" ucap Hendra.


"Belom ada yang boleh tidur" ucap Ara dingin, saat itu juga Hendra, Rizal,Marfel, Karfel, dan Refan langsung merinding saat mendengar suara dingin Ara.


"Duduk di sini" ucap Ara sembari menunjuk Sofa di sebelah nya, dan kelima abang nya langsung duduk.


"Ada yang mau Ara tanyakan" ucap Ara kali ini dengan nada Lembut

__ADS_1


"T.... Tanyakan saja" ucap Refan


gugup


"Apa yang sedang kalian rencanakan" ucap Ara, semua orang terkejut saat Ara tiba tiba menanyakan soal rencana yang mereka rencanakan.


"Rencana apa? " tanya Rizal pura- pura tidak tau


"Ara tidak tau, tapi waktu dirumah sakit Ara denger kalian ngomongin soal rencana rencanaan"Ucap Ara sembari mengingat apa yang ia dengar saat di rumah sakit.


Abang Ara saling tatap, mereka Bingung pasal nya waktu mereka membicarakan soal rencana itu Ara sedang tidur


"Bukan kah waktu itu kau sedang tidur? " tanya Marfel dengan wajah songong nya, eh maksud nya polos😂, Hendra pun menatap Marfel tajam, pasalnya jika ia bertanya seperti itu,berarti memang benar mereka membicarakan soal rencana itu pada saat Ara sedang tertidur/pura- pura tidur.


"Waktu itu sebenarnya Ara udah tidur tapi.... ah sudah lupakan soal Ara tidur jangan mengalihkan pembicaraan" tegas Ara.


"Oh" Marfel hanya ber oh ria saja, walau jantung nya sudah hampir keluar dari tempat nya saat ia di tatap tajam oleh Hendra.


"Cepat kasih tau Ara" ucap Ara sembari menunjukkan pupy eyes-nya


"Tidak, kami tidak bisa memberitahu mu, itu terlalu berbahaya" ucap Rizal memperingatkan.


"Ayo lah, kasi tau Ara" ucap Ara sembari merengek.


"Tidak" ucap Rizal dingin


"Bang Hendra " ucap Ara merengek pada Hendra, dan Hendra hanya menggeleng tanda ia tak mau memberi tahu Ara.


"Bang Marfel " ucap Ara dengan mata berkaca kaca, Marfel pun Bingung harus menjawab apa ia melihat ke abang abang nya untuk meminta jawaban "Dikasi" atau "tidak" Dan Keempat abang nya hanya diam saja, dan akhirnya Marfel memilih untuk diam.


"Huwaaaa..... kasi tau Ara" ucap Ara sembari menangis


"Kasi tau Ara rencananya huwaaa" Ara menangis lebih kencang, abang abang nya yang tak tega melihat Ara menangis pun akhirnya memilih untuk memberi tahu Ara rencana mereka.


#Skip_ke esokan pagi nya


Ara sudah lengkap dengan seragam sekolah nya,dia hanya menggunakan make up yang tipis dan lipbalm namun tetap terlihat cantik dan manis,dia keluar dari kamar nya ketika sudah selesai berdandan.


"Good Morning semua nya" ucap Ara dengan suara cempreng nya, dan langsung duduk di kursi kekecilan nya


"Nasi goreng Ara mana? "tanya Ara dengan nada sedihnya


"Tidak kau tidak boleh makan nasi goreng lagi"ucap Rizal datar


"Tapi Ara mau nasi goreng"ucap Ara sembari merengek


"Jangan banyak bicara cepatlah makan"ucap Hendra menengahi mereka


"Huf, pasti gara gara nasi goreng kemarin mereka takut aku sakit lagi" ucap Ara dalam hati.

__ADS_1


#Skip_Sekolah_Ara


"Hay Ara" Sapa Yuki Ramah,lebih tepatnya sok ramah..


"langsung To The Poin, apa yang kau ingin kan"ucap Ara dingin


"Ayo kita jalan jalan, kau kan teman ku" ucap Yuki sembari tersenyum.


"Sejak kapan kau dan aku berteman, dan setan apa yang merasuki mu sehingga kau jadi baik pada ku" ucap Ara tetap dengan nada dingin nya


"Kalau bukan Yuli yang memaksa ku, aku juga tidak mau ber pura_pura baik pada mu" Batin Yuki kesal


"Sejak.... " Yuki kebingungan untuk menjawab apa


"Baik lah jam berapa kita akan pergi? "Tanya Ara


"Nanti siang pulang sekolah aku akan menunggu di parkiran "ucap Yuki Bahagia


"Oh, ok aku pergi dulu "ucap Ara lalu pergi meninggalkan Yuki


"Berhasil "ucap Yuki lalu tersenyum Smirk..


#Skip_pulang_sekolah


Seperti janji yang Ara buat, ia pergi ke parkiran untuk Jalan jalan bersama Yuki


"Ayo masuk"ucap Yuki sembari membuka pintu mobilnya, Ara pun masuk ke dalam Mobil dan di susul oleh Yuki


"Apa kau mau minum" tanya Yuki


"Tidak, aku tidak haus"Bls Ara


"Jika tidak bisa membuat mu tidur dengan meminum Air ini maka aku akan membuat mu pingsan"Batin Yuki.


"Apa masi jauh? " Tanya Ara


"Tidak,sudah dekat kok"jawab Yuki sembari tersenyum, Ara tidak menjawab dia hanya mengangguk kan kepala nya


" Ara aku ada sesuatu untuk mu"ucap Yuki tak lupa dengan yang di buat buat nya


"Apa? " tanya Ara penasaran


"Tutup dulu mata mu"ucap Yuki, tanpa bertanya lagi Ara langsung menutup matanya, dan dengan cepat Yuli mengeluarkan Sapu tangan nya yang sudah di beri obat bius dan langsung menutup hidung dan mulut Ara dengan sapu tangan itu.


Ara sontak langsung membuka mata nya dan mencoba untuk melawan namun nihil Yuki sudah mengunci gerakan Ara sehingga Ara tak bisa melawan dan akhirnya Ara menutup matanya/Pingsan.


👋🙋Hai readers,


Semoga suka dengan cerita nya,

__ADS_1


Tinggalkan jejak dan koment bawelnya.


__ADS_2