
Di dalam mobil perjalanan ke rumah Tuan kemal di kepala wanita itu ada pistol anak buah Cornelius yang ditodongkan di samping kepalanya.
Pelayan yang duduk di kursi belakang dan ada dua anak buah Cornelius di sisinya.
Tubuh wanita itu gemetar ketakutan menunjukkan setiap jalan ke rumah Tuan kemal.
Setelah mengikuti semua jalan yang dikatakan pelayan itu, mereka sampai di sebuah rumah sederhana.
Mereka semua langsung keluar wanita itu didorong keluar dari mobil disuruh jalan dengan ditodongkan pistol di belakang punggungnya, oleh anak buah Cornelius. Sementara Cornelius masih duduk di dalam mobil.
Mereka sampai di depan pintu rumah.
"Ketuk pintunya." ucapnya sambil menekan pistol mendorong maju tubuh wanita itu. Wanita itu dengan tangan yang gemetar mengetuk pintu rumah milik tuan kumal
Tok....
tok.....
tok......
Ketukan ketiga pintu rumah itu terbuka
Tuan kemal muncul dari balik pintu.
"May kau datang sama siapa?
Ucap Tuan kemal heran melihat sosok pria tak terlihat di belakang mau
Anak buah Cornelis muncul dari samping langsung menembak Tuan kemal.
__ADS_1
May sontak melotot kaget menutup mulut dengan kedua tangannya.
Tubuhnya gemetar melihat Tuan kemal yang tersungkur jatuh ke lantai memegang perutnya yang mengeluarkan darah dengan pupil matanya yang membesar.
Anak buah Cornelius dengan cepat melangkahi Tuan kemal masuk ke dalam. Tapi saat dia masuk Tuan kemal masih sempat-sempatnya menahan kaki anak buah Cornelius untuk tidak melangkah masuk ke dalam.
langkah anak buah Cornelius dengan rasa tanpa bersalah menendang wajahnya, sampai Tuan kemal kembali jatuh ke lantai
Anak buah Cornelius lainnya, juga langsung berlari masuk ke dalam rumah itu.
Tuan Bernando yang sedang berada di dapur, dibuat kaget melihat kehadiran anak buah Cornelius sudah berdiri di depan pintu masuk ke dapur.
Dia tidak tahu kalau Cornelius dan anak buahnya sudah ada di rumah sahabatnya itu. Dia juga bahkan tidak mendengar suara tembakan yang dilontarkan oleh anak buah Cornelis pada Tuan kemal. Karena anak buah Cornelius memasang alat peredam suara untuk senjata api.
"Kau tidak bisa lari lagi."ucap anak buah Cornelius dengan tatapan penuh amarah dan rasa jengkel dipermainkan oleh Tuan Bernando.
Tuan Bernando yang berdiri di depan meja mengaduk kopi hitamnya, berlari mengambil pisau dapat melemparnya ke anak buah Cornelius.
Anak buah Cornelius dan beberapa lainnya berlari masuk ke dalam. Tuan Bernando melompat naik ke atas meja makan.
melompat terbang di atas kepala anak buah Cornelius turun tepat di belakang mereka. Tuan Bernando langsung menendang anak buah Cornelis yang berada di depannya sampai membuat tubuhnya terlempar kemeja makan.
Beberapa anak buah Cornelius melompat naik ke meja makan. melangkah kakinya dengan cepat berjalan di atas meja makan melompat memutarkan tubuhnya, menendang dada Tuan Bernando sampai membuat Tuan Bernando melangkah mundur ke belakang.
"Kali ini aku tidak akan membiarkanmu lari lagi. Kau sudah membuat bosku marah besar teriaknya kembali melayangkan pukulan kepada Tuan Bernardo dengan cepat menangkis pukulan anak buah Cornelius dengan pergelangan tangannya. Kaki Tuan Bernando terbang menendang bagian tulang rusuk anak buah Cornelius.
Beberapa anak buah Cornelius dengan persamaan menyerang Tuan Bernando dari samping kiri, kanan, muka, belakang. Tapi serangan yang mereka berikan dengan kekuatan Tuan Bernardo menangkis dan memberikan serangan perlawanan sampai mereka semua jatuh ke lantai.
Cornelius yang terlalu lama menunggu turun dari mobil miliknya. Tuan Bernando menarik kerah bajunya melempar ke arah Cornelius yang baru tiba di sana. Tuan Bernando melayangkan tendangan ingin menendang tubuh Timoty tapi dengan cepat Timoty menyingkir dari sana. Timothy melayangkan pukulan di wajah tuan Bernando.
__ADS_1
Hingga hidung Tuan Bernando langsung mengeluarkan udara segar dari lubang hidung kirinya. Tuan Bernando juga melayangkan pukulan ke dagu Cornelius dan Timoty sampai membuat mulut Timoty mengeluarkan percikan air liur.
Bung...
Timothy kembali mendorong tubuh Tuan Bernando kemeja yang ada di samping wastafel dan tangan Tuan Bernando dengan cepat mengambil piring memecahkannya di atas kepala Timoty. Pecahan piring tebal itu berjatuhan ke lantai dari atas kepala Timoty.
Tiba-tiba mata Tuan Bernando berkunang-kunang penglihatannya tiba-tiba jadi kabur
Tuan Bernardo bangkit memegang kepalanya terasa pusing
"Apa yang terjadi padaku?" ucapnya berjalan sambil menggelengkan kepalanya.
Tuan Bernando berjalan sempoyongan dan akhirnya tumbang ke lantai.
Sedangkan Timoty masih kesakitan memegang kepalanya. Jongkok di hadapan Tuan Bernando sudah tak sadarkan diri
"Aku sudah terlalu capek mengejar mu ucap Timoty senyuman di ujung.
Tuan Bernando jatuh tak sadarkan diri karena sebuah jarum suntik yang melekat di lengannya, di dalam suntikan kecil itu ada sebuah cairan obat bius dosis tinggi yang sudah masuk ke dalam tubuhnya.
Saat Timoty mendorong tubuh Tuan Bernando ke meja samping wastafel timoty menancapkan jarum suntik yang sudah dipersiapkan di dalam saku jasnya. Cornelius yang masih berdiri dengan melipat kedua tangannya di dada. Meminta kepada Timoty dan anak buahnya untuk membawa Tuan Bernando masuk ke dalam mobil.
"Bawa dia ke ruang bawah tanah. Sekap di sana sampai Tuan Thomson tiba. perintah Cornelius sambil langsung berjalan meninggalkan anak buahnya, masuk ke dalam mobil miliknya. Cornelius memerintahkan anak buahnya untuk segera menghantarkan dirinya kembali ke rumah yang selama ini ia tempati. sebelum jam menunjukkan pukul tiga dini hari.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏
__ADS_1
sambil menunggu karya ini up kembali. mampir ke karya emak yang lain