Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 137. MENYUSUN RENCANA _GKMBM


__ADS_3

Sementara areal rumah kost Irene begitu banyak anak buah Cornelius berdiri di luar, dan ada beberapa orang yang terkapar di lantai termasuk Tuan Bernando.


Wajah Tuan Bernando tampak menempel di lantai. Jari-jari tangannya terlihat bergerak dengan bersamaan kedua matanya perlahan yang terbuka.


Dahi Tuan Bernando tampak mengerut, karena masih merasakan pusing dengan pandangan yang buram. Kejadian sebelumnya, pingsan kembali bermunculan di kepalanya, tangannya terkapar di lantai refleks memegang kepala dengan dahi yang mengkerut.


Sebelumnya tepat jam 02.00 siang, di rumah kost yang ditempati oleh Irene Tuan Bernando tampak berjalan sambil membawa kantong sampah.


Tiba-tiba langkahnya terhenti saat melihat anak buah Cornelius berjatuhan sepanjang gang. Tuan Bernando sontak berlari ke satu anak buah Cornelius, lalu jongkok.


"Sial!!!! Tuan Bernando langsung menyadari sudah ada musuh yang berhasil masuk ke sana


Dia langsung berdiri berbalik ingin pergi kembali. Tapi tiba-tiba ada sesuatu yang menggelinding dari belakang mengenai kakinya.


Tuan Bernando seketika kembali berbalik langkahnya juga ikut mundur selangkah. Melihat sebuah benda bentuk persegi seperti bom.


Saat dia melihat dengan cermat wajahnya langsung terlihat serius. Tiba-tiba keluar asap seperti kabut dari benda itu.


"Sial!!!!!teriak Tuan Bernando menutup hidung, saat semua asap itu mengerumuninya. Dia berjalan di dalam asap, sampai menabrak sesuatu yang menghalangi dirinya.


Matanya yang perih terbuka lebar, melihat sosok pria tua mengenakan masker dan penutup wajah.


Tuan Bernando menjatuhkan kantong sampahnya, dan melepaskan tangannya yang menutup hidungnya. Berlari menarik kerah baju pria itu. Saat tangannya besarnya akan menghajar Wajah pria tua itu, tubuhnya langsung melemas tak bertenaga dan akhirnya jatuh tersungkur ke lantai.


***


Tuan Bernando bangkit perlahan bangkit dengan kondisi kepala yang terasa sangat berat. Sampai jalan saja, ia harus berpegangan di sisi tembok untuk membantunya.


Tuan Bernando berjalan sempoyongan pergi ke kamar mencari putrinya. Saat sampai di sana, dia melihat anak buah yang berdiri di luar pintu. Dengan kondisi pintu yang terbuka lebar. Tuan Bernando dengan tubuh yang masih sempoyongan berjalan cepat masuk ke dalam tak menghiraukan anak buah Cornelius


"Irene.....!!!!! teriaknya sambil masuk ke dalam.


dimana Dia melihat Cornelius yang masih telanjang dada dengan balutan perban tengah duduk di sofa memegang pistol.


Wajah cornelius tanpa serius. Tapin tatapan matanya terlihat seperti kosong. Tuan Bernando berjalan sempoyongan menghampiri Cornelius.


"Dimana Irene!!!!?"


Cornelius tidak merespon.


ucapan Tuan Bernando


"Dimana Irene Cornelius!!!!??" teriaknya.

__ADS_1


"Pria brengsek itu berhasil membawa Irene saat aku tertidur


"Anjing....!!!! ucapnya penuh dengan rasa marah.


Tuan Bernando terlihat sangat marah, dan kecewa, kenapa kau masih bisa duduk tenang? sedangkan Irene sudah ada di tangan mereka!"


Cornelius kembali terdiam dengan kepala yang tertunduk ke bawah.


Tuan Bernando yang sudah kecewa, pergi ke kamar putrinya untuk mengambil sesuatu barang penting yang akan menyelamatkan putrinya.


"Dia hanya butuh cincin ini." ucapnya sambil berjalan pergi ke kamar Irene sebelumnya Cornelius masih tetap menyerahkan cincin miliknya kepada Tuan Bernando sebelum ia menikahi irene.


Saat dia masuk ke dalam kamar putrinya, ia dibuat terdiam melihat lantai bersimbah darah dan ada mayat anak buah Cornelius terkabar di lantai.


Mata seketika melotot, dia kembali mengingat melihat tangan Cornelius dan memegang pistol.


"Apa dia melakukan ini karena amarahnya?" batinnya


Tuan Bernando tidak mempedulikan, yang ada di depannya. Ia berjalan melewati mayat itu, pergi mengambilkan cincin yang disimpan oleh Irene di dalam laci.


"Sekarang tugasku menyelamatkan Irene. Walaupun cincin ini akan jatuh ke tangan Tuan Thomson, yang terpenting keselamatan Irene sekarang." ucapnya memegang cincin itu dengan erat.


Tuan Bernando berbalik pergi keluar dari kamar itu kembali ke ruang dimana dia melewati sofa. Cornelius berdiri.


"Bagaimana Kau bisa tidak cemas,dan malah menyuruhku menunggu."


"Kita tidak berbuat apa-apa sekarang, aku tak memiliki sesuatu yang bisa melacak keberadaan Irene. Dan satu hal yang harus Tuan tahu, aku juga sangat-sangat mencemaskannya."


Raut wajah Cornelius tampak sangat meyakinkan. Ditambah dengan bercak darah yang ada di perut Cornelius. Tuan Bernando kembali melirik ke kamar Irene.


"Berarti dugaanku benar. Anak ini yang membunuh mereka." gumamnya dalam hati


"Anak ini ternyata tidak bisa mengontrol emosinya." batinnya


saat mereka berdua sedang ribut, Siapa yang paling khawatir Irene, Cornelius tiba-tiba mendapatkan sebuah telepon dari nomor yang tidak dikenal.


Feelingnya mengatakan bahwa telepon ini pasti ada hubungannya dengan Irene. Saat dia mengangkat teleponnya,


"Hello..." ucapnya dengan nada suara tinggi.


"Sepertinya kau sangat marah sekali sekarang. Nada suaramu sudah jelas menggambarkan wajahmu. Ternyata feeling yang benar yang menghubunginya adalah Tuan Jason.


"Kembalikan Irene padaku, atau aku akan membuatmu menyesal?

__ADS_1


"Ha....ha.....ha." Cornelius. ..Cornelius Aku bukan tipe pria yang akan takut dengan ancamanmu. Aku sudah menculik wanitamu itu, berarti sudah menyerah setengahnya nyawaku. Irene sekarang masih aman tertidur pulas. Tapi tidak tahu Sampai kapan bisa aman di tanganku.


"Jangan coba-coba menyakitinya!" teriaknya penuh dengan emosi.


"Ha....ha...ha tenang dulu Cornelius." ucapnya dengan nada suara yang mengejek.


"Aku tidak akan menyakitinya, asal kau dan pria tua bernama Bernando itu datang ke sini. menyerahkan barang yang diinginkan oleh Tuan Thomson, kita akan melakukan barter." sambungnya sambil langsung mematikan sambungan telepon selulernya.


Cornelius berteriak marah


"Sialan!!!!! Pekiknya emosi


"Aku akan membunuhmu pria brengsek!!!!


Tiba-tiba ada sebuah pesan dari nomor yang masuk


Memberikan Dimana alamat Irene berada saat ini. Itu berarti Irene sedang berada di tengah hutan bersama Tuan Thomson dan juga tuan Jason.


Di kawasan hutan yang letaknya berada di ujung kota Santa Barbara, untuk sampai ke sana hanya ada dua jalur pertama jalur udara dan satu lagi jalur laut.


"Aku sudah tahu tempatnya, kita bisa pergi ke sana sekarang." ucap Cornelius kepada Tuan Bernando


"Ayo kalau begitu."


"tunggulah dulu, aku akan menyuruh orang untuk mengirimkan helikopter ke sini. sebelum pergi, kita sebaiknya membuat rencana untuk berjaga-jaga.


Tuan Bernando menganggukkan kepala setuju dengan apa yang dikatakan Cornelius barusan.


Di saat Cornelius dan Tuan Bernando sedang merancang strategi. Salah satu anak buah Cornelius memiliki rencana untuk menculik adik kesayangan Tuan Jason terlebih dahulu sebagai barter untuk menyelamatkan Irene.


Saat anak buah Tuan Cornelius memberikan idenya, Tuan Cornelius langsung setuju. karena ia mengetahui Camelia itu merupakan adik yang paling disayangi Tuan Jason. Sudah tidak mungkin Tuan Jason membiarkan adik tercintanya terluka.


Dengan gerak cepat anak buah Cornelius mencari keberadaan Camelia. Cornelius menghubungi dokter Aliando untuk tetap bersiap, kapan saja ia meminta pertolongan medis jika terjadi sesuatu kepadanya. Saat melakukan sambungan video call, dengan dokter Aliando, Cornelius melihat keberadaan Camelia di sana.


Cornelius langsung secepat kilat mendapat ide. Cornelius menyudahi pembicaraannya dengan dokter Aliando. Lalu memberitahu kepada anak buahnya kalau keberadaan Camelia saat ini berada di rumah sakit dokter Aliando. Dan itu cukup mudah bagi mereka untuk menculik Camelia dari sana.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya baru emak "Antara kutub Utara dan Selatan.(YOU & ME)

__ADS_1



__ADS_2