Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 140. AMARAH TUAN JASON_GKMBM


__ADS_3

Jangan khawatir. Dia dengan sendiri yang akan datang ke sini. Dia tidak akan melakukan apa-apa kepada adik kesayanganmu itu.


Dengan kita menyiksa Irene di sini. Tidak perlu susah payah mengejarnya. Dia akan datang sendiri ke sini." ucap Tuan Thomson sambil memandang wajah Irene.


"Walaupun aku sudah mendapatkan barang itu, tapi Cornelius dan Tuan Bernando itu harus mati! kehadiran mereka bisa mengancam posisiku nanti." sambungnya.


rencanaku pasti akan berhasil Cornelius pasti juga akan mati terbakar.


Tak ada seorangpun dari mereka yang mengetahui keberadaan Camelia saat ini di mana. Bahkan Tuan Jason tidak mengetahui ruangan di mana Cornelius menyekap adiknya itu. Mereka mencoba untuk mengakses keberadaan Camelia. Tetapi lagi-lagi ilmu IT yang dimiliki anak buah Cornelius begitu ahli. Sehingga tidak ada yang bisa melacak keberadaan mereka.


Tuan Jason sudah sangat emosi kepada Tuan Thomson. Yang tidak bersedia menggantikan Irene dengan Camelia. Padahal anak buah Tuan Jason sendiri yang berhasil membawa Irene ke hadapannya. Dengan kesepakatan mereka berdua sebelumnya, terlihat Jason merasa tidak mampu berbuat apa-apa kali ini.


Cornelius tidak ingin menunggu. Walaupun Camelia sudah berada di tangan mereka. Cornelius tetap pergi Di mana keberadaan Irene saat ini. Karena ia sangat mengetahui bagaimana sikap dari Tuan Thomson yang mampu menghabisi siapapun untuk memuluskan rencananya.


Cornelius khawatir bukan Tuan Jason yang akan menghabisi Irene, melainkan Tuan Thomson. Yang mana kedua Group mafia ini sudah bersatu untuk melawan Cornelius. Misi Tuan Jason ingin sekali membunuh Cornelius. Sementara misi Tuan Thomson ingin sekali menguasai cincin yang dimiliki oleh Cornelius yang sekarang berada di tangan Tuan Bernando.


Bagi Tuan Thomson tidak ada gunanya ribuan nyawa, asalkan misinya berhasil mendapatkan apa yang dia impikan. Termasuk dengan membunuh Irene dan Tuan Jason, sekalipun Tuan Jason sudah membantunya membawa Irene menjadi tawanan agar memancing Tuan Bernando dan Cornelius datang ke markasnya. Itu pasti tidak masalah baginya. Hal itu yang dikhawatirkan oleh Cornelius, walaupun Camelia sudah berada di tangan mereka.


Apalagi setelah menunggu 15 menit kemudian, Tuan Jason sama sekali tidak mengirimkan pesan apa-apa kepada Cornelius. Membuat Cornelius semakin khawatir akan kondisi Irene bersama mereka.


Cornelius dan Tuan Bernando memutuskan untuk segera berangkat ke lokasi di ujung kota Santa Barbara, tepatnya di tengah hutan,


Di atas gedung, rumah utama Cornelius dari atas ada satu helikopter yang terbang menuju ke arah rumah itu. Di mana ada Cornelius dan Tuan Bernando yang berdiri menunggu helikopter itu datang.


Tuan Cornelius tampak tak mengenakan baju sama sekali. Hanya ada perban yang membalut tubuhnya. Saat helikopter itu mendekat, angin kencang yang dibawanya menerpa tubuh Tuan Bernando dan tubuh Tuan Cornelius.


Helikopter itu perlahan turun. Mereka berdua pun jalan bersama pergi ke arah helikopter itu. Dengan raut wajah yang serius, menatap lurus ke depan. Terlihat kekhawatiran di wajah Cornelius dan juga Tuan Bernando. walaupun Camelia berada di tangan mereka Karena tuan Thomson ada bersama Tuan Jason.

__ADS_1


Yang mereka khawatirkan sekarang bukan Tuan Jason, melainkan Tuan Thomson yang mampu melakukan segala hal termasuk membunuh Irene. Tuan Thomson dan Tuan Cornelius naik ke dalam helikopter duduk di kursi belakang.


Helikopter kembali terbang ke atas meninggalkan rumah itu dengan cepat. Di dalam helikopter, anak buah Cornelius yang mengemudikan helikopter, memberikan baju baru untuk Cornelius. Dia melemparnya ke belakang. Cornelius menangkap pakaian itu. Ia langsung memakai baju itu.


"Bagaimana dengan yang aku minta? ucap Cornelius sambil mengancing bajunya.


"Sudah Tuan, yang lain juga sedang menyusul."


"Baguslah, lakukan seperti yang Aku perintahkan. Jangan bergerak sampai aku yang memerintahkan kalian semua."


"Baik Tuan."


Di tempat lain, di Jalan raya Timoty yang seharusnya pergi, masih berada di supermarket belanja. Kini dia bersama anak buahnya dengan mengendarai mobil mereka di tengah jalan, di bawah teriknya matahari mobil yang dikendarai Timoty dan anak buahnya melaju dengan cepat di jalan raya.


Di samping kiri, kanan, belakang dan anak buah Cornelius mengendarai motor trail. mereka semua akan pergi menyusul Cornelius seperti perintah yang diberikan. anak buah Cornelius, juga sudah menyusun strategi agar Tuan Thomson dan juga Tuan Jason tidak melakukan apa-apa terhadap Irene.


"Kau harus melepaskan Irene Sekarang. Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada adikku. "Keparat!!!!! teriak Tuan Jason kepada tuan Thomson tetapi Tuan Thomson justru langsung menodongkan senjatanya kepada Tuan Jason saat Tuan Jason berniat ingin melepaskan Irene dari tiang itu.


Di saat yang bersamaan Cornelius tampak helikopternya sudah memasuki hutan. Di dalam helikopter Cornelius dan Tuan Bernando tampak memegang senjata api dan peluru.


Mereka satu persatu memasukkan peluru itu ke dalam kotak hitam, tempat penyimpanan seluruhnya. lalu memasukkannya dalam senjata apinya mempersiapkan senjatanya sebelum mereka turun ke bawah.


"Sebentar lagi aku dan ayahmu akan membawamu pulang."Batin Tuan Cornelius dengan tatapan tajam, mengusap senjata api yang sudah siap digunakan. Posisi duduk Cornelius dan Tuan Bernando tampak melebar. Kedua kaki dan postur tubuh yang agak menunjukkan kepala seperti memikirkan sesuatu.


Mereka berdua memikirkan kemungkinan apa saja yang bisa terjadi. "Tuan kita akan segera turun."ucap anak buah Tuan Cornelius.


Tuan Cornelius dan Tuan Bernardo menoleh secara bersamaan melihat satu sama lain.

__ADS_1


Kontak mata antara dua pria ini, mensyaratkan bahwa mereka berdua sudah siap mulai perang mereka.


Di tempat lain, anak buah Cornelius yang lain juga sudah sampai di pinggir jalan di mana awal masuk hutan itu. Timoty turun dari bot naik ke atas motor anak buahnya dengan melanjutkan perjalanan mereka memasuki hutan itu.


Helikopter milik Cornelis perlahan turun menyentuh tanah. Mereka berdua langsung turun.


Di depan pintu bangunan, Tuan Thomson dan anak buahnya tampaknya dari tadi menunggu mereka. Sedangkan Tuan Jason masih setia berada di dekat Irene Yang mana saat ini Tuan Jason sedang kembali di Sandra oleh anak buah Tuan Thomson.


Cornelius dengan kemeja yang di luar dan tangan kemeja yang digulung sampai di bawah siku, berjalan dengan postur tubuh tegap menatap ke arah mereka.


Tuan Bernando berjalan di samping Cornelius Mereka berdua tidak memperlihatkan senjata mereka. Senjatanya ada di balik bajunya.


Mereka tampak berjalan saling bertemu di tengah-tengah, dengan angin kencang yang menerpa mereka. Tuan Thomson berhadapan dengan Tuan Bernando. Sedangkan anak buah Tuan Thomson berhadapan dengan Cornelius.


"Sudah lama kita tak bertemu teman lama."ucapkan Thomson dengan Tatapan yang tajam, kepada tuan Bernando.


Tuan Bernando yang emosi menarik kedua keras kemeja Tuan Thomson.


"Di mana Irene!!!!"ucapnya dengan mata melotot, menarik tubuh Tuan Thomson menariknya mendekat padanya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓


sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya baru emak "Antara kutub Utara dan Selatan.(YOU & ME)

__ADS_1



__ADS_2