
Di dalam pelukan ayahnya, Irene berbicara dalam hatinya mendoakan keselamatan Cornelius. Sementara dokter Aliando tampak masih menjahit luka yang cukup panjang itu membuat waktu terasa begitu lama.
Wajah Cornelius berkeringat tangannya menguatkan tenaganya, menahan sakitnya lukanya yang dijahit. Tusukan jarum terakhir menjadi akhir dari jahitan yang hampir memakan waktu hampir satu jam, dari proses awal pembersihan.
Setelah lukanya dijahit, Cornelius tampaknya kehilangan kesadarannya. Matanya tertutup bersamaan dengan tangan mengepal perlahan melemas.
"Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa bisa dia terluka seperti ini? ucapnya sambil berdiri berbalik, bicara pada Timoty yang tampak tidak ada luka sama sekali di tubuhnya.
Irene melirik keluar. Melihat Cornelius yang sudah terkapar tak sadarkan diri, Irene melepaskan pelukan dari ayahnya. lari berlutut di samping sofa.
"Dia Kenapa pingsan? Irene tampak kwatir melihat Cornelius tidak sadarkan diri.
"Apa perlu kita membawanya ke rumah sakit sekarang? sambungnya berdiri, lari masuk ke dalam kamarnya.
"Ini Ada apa sebenarnya Timoty? Aku bahkan lihat anak buah Cornelius berkeliling di sekitar rumah ini. Apa ada sesuatu yang akan terjadi?" ucap dokter Aliando menekan Timoty untuk bicara.
Tuan Bernardo yang Mendengar hal itu, langsung pergi ke jendela melihat. Dari atas dia melihat banyak sekali orang-orang berkeliling di sekitar rumah kost itu.
Tuan Bernando berbalik pergi mengecek keluar. Saat dia membuka pintu dan melihat keluar, ternyata tidak hanya di bawah anak buah Cornelius. Bahkan sekeliling di sekitar kamar kos Irene.
"Tuan Bernando dengan tutup pintu dengan keras. " Ada apa ini, Kenapa banyak orang di luar, Apa kalian sudah dikejar musuh?" ucapnya berbalik bertanya pada Timoty.
Irene Yang panik keluar dari kamarnya. menggandeng tasnya pergi ke sofa. "Ayo kita ke rumah sakit sekarang. Kenapa kalian malah bengong semua? ucap Irene dengan nada suara yang tinggi.
"Tuan Cornelius tidak ingin ke rumah sakit. apapun yang terjadi itu pesan darinya." balas Timoty dengan lantang. Irene yang mendengar jawaban seperti itu, langsung menghampiri timothy dengan wajahnya tampak sangat marah. "Kau ini temannya, atau musuhnya. Kau ingin bosmu mati di sini?" ucapnya dengan nada tinggi dan tatapan mata melotot penuh emosi.
Irene menarik tangan dokter Aliando. Bantu aku membawanya ke rumah sakit sekarang. Kau pasti akan membantuku kan? dia kakakmu. Kau tak mungkin mau terjadi sesuatu padanya. Dokter Aliando tanpa ragu melepaskan tangan Irene dari pergelangan tangannya. "Aku tidak bisa melakukan itu sudah ada perintah darinya."
Tasnya jatuh bersamaan dengan dirinya, terkejut mendengar jawaban dokter Aliando
"Kalian semua ingin membunuhnya?" teriaknya marah melototi dokter Aliando tak percaya dokter Aliando bersikap sama dengan Timoty.
Tuan Bernando yang melihat putrinya marah, menghampirinya. Tenanglah Irene,
"Bagaimana aku bisa tenang Ayah, Cornelius sedang kesakitan dan kita hanya diam di sini. Cornelius harus dibawa ke rumah sakit
"Dengarkan ayah, mereka punya alasan sendiri kenapa tidak mau membawa keluar dari sini. kemungkinan nyawa Cornelius lebih akan terancam jika di luar dalam kondisi seperti ini.
Bagaimana mungkin?
__ADS_1
"Biasa saja, karena sepertinya musuh Cornelius sedang mengincarnya sekarang. kalau kita membawa Cornelius dalam kondisi kritis seperti ini, sama saja kita akan menyerahkan Cornelius pada musuhnya." ucap dokter Aliando.
Ada sesuatu yang disembunyikan Cornelius dan itu hanya Timoty yang tahu. Karena dia yang bersamanya." ucap dokter Aliando berbalik menatap Timoty
"Katakan ada masalah apa, sampai anak buah Cornelis berkeliaran diluar." ucap dokter Aliando
"Jawab Timoty, jangan diam saja." ucap irene.
katakan saja, kita akan membantu kalian kata Tuan Bernando.
Tuan Thomson sudah tahu kalau Tuan Cornelius telah menyembunyikan Tuan Bernardo darinya. Dan sekarang Tuan Thomson membuka perang secara terbuka. "Sial! pekik Tuan Bernando.
Ini terlalu cepat." sambungnya
"Aku tidak mengerti." ucap Aliando
Beberapa bulan yang lalu Tuan Thomson datang menemui Tuan Cornelius, untuk membuat sebuah kesepakatan kerjasama. Dia meminta Kami mencari seseorang dengan imbalan pembagian wilayah di bawah kekuasaan Tuan Thomson.
Tapi Tuan Cornelius membatalkan kerjasama itu, setelah mengetahui kalau orang yang mereka cari itu ternyata Ayah Nona Irene dan hari ini juga Tuan Thomson mengetahui kebenarannya. Di samping itu, pembunuh ayah kandung Tuan Cornelius ternyata Tuan Thomson sendiri adik kandung ayah kandung dari Tuan Cornelius.
"Sekarang Tuan Thomson sudah tahu, kalau Tuan Bernando dan Irene tinggal di sini. itu sebabnya Kenapa Tuan Cornelius memilih datang ke sini, ketimbang harus ke rumah sakit mengobati lukanya. Karena Tuan Cornelius takut saat dia ada di rumah sakit, mereka akan datang menyerang kalian.
Tuan Cornelius hanya ingin memastikan Nona Irene tidak dalam bahaya." sambungnya. Mendengar penjelasan itu, tangisan Irene seketika pecah. Dia selalu memikirkan keselamatanku, sedangkan aku selalu membuatnya marah." ucapnya sambil menangis.
tangis Irene sambil meminta maaf kepada Cornelius.
Bagaimana bisa Tuan Thomson tau?
puan Thomson bisa tahu dari musuh kami orang itu adalah Tuan Jason orang yang kita temui yang tadi siang.
Irene semakin menangis sejadi-jadinya. tubuhnya seketika lemas, jatuh ke lantai. ini semua karena kesalahanku. Cornelius terluka, dan sekarang ayah dalam keadaan bahaya karena diriku yang bodoh ini.
Hik ...
hik...
hik...
Tuan Bernando jongkok memeluk putrinya yang menangis. " Jangan menangis, ini sudah terjadi. Kau tidak bisa berubah apapun lagi, dengan tangisanmu itu. Kita harus mencari jalan keluarnya sekarang.
__ADS_1
Maafkan Aku Ayah, tiba-tiba Irene berhenti menangis ia melepaskan pelukan ayahnya. Ayah lebih baik pergi sebelum mereka datang ke sini mencari ayah. "Ayah tidak akan bisa meninggalkanmu lagi, mereka sudah tahu tentang dirimu. Ayah akan terus di samping mu, melindungimu dari mereka aku tidak akan biarkan mereka menyentuhmu sedikitpun..
Ayah....
Jangan salahkan dirimu, tapi sudah ketentuan takdir. ini sudah saatnya Ayah muncul dan tidak bersembunyi lagi di hadapan mereka.
Maafkan aku Ayah, ucapnya memeluk ayahnya menangis dalam pelukannya meratapi semua kesalahan yang ia lakukan.
Satu kesalahan yang dibuatnya, membuat dua orang yang ia cinta, sekarang dalam bahaya. sekarang hanya ada penyesalan. Seandainya dia tahu akan terjadi masalah seperti ini. Sejak awal dia pasti akan menolak kerjasama antaranya dengan Tuan Jason.
Tapi bagaimana Cornelis bisa terluka? Tanya Dokter Aliando masih penasaran.
Kejadiannya bermula saat kami sedang dalam perjalanan pulang dari pertemuan, dengan salah satu rekan bisnis Tuan Cornelius
Sebelum kejadian. Di dalam mobil Cornelius.
"Jangan ke rumah dulu, antarkan aku ke rumah kost Irene sekarang."
"Baik Tuan, jawab Timoty tampak fokus melihat ke depan. tiba-tiba Timoty menginjak rem mendadak.
"Ada apa ini? ucap Cornelis kaget.
sebuah mobil tiba-tiba berhenti tepat depan mobil mereka
"Ada mobil yang berhenti di depan kita Tuan,
Cornelius langsung turun dari mobilnya menghampiri mobil yang ada di depannya.
Saat dia turun, seorang pria paruh baya ikut turun dari mobil. Wajah Cornelius yang marah seketika berubah kaget melihat Tuan Thomson.
"Ada apa ini Tuan Thompson? Kenapa Anda menghalangi jalanku? ucap Cornelius dengan nada suara yang tenang, tapi tatapan matanya sangat tajam menatap Tuan Thomson.
"Luar biasa, balasnya dengan tepuk tangan.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓💓
__ADS_1
sambil menunggu karya ini up yuk mampir ke karya baru emak. "Antara kutub Utara dan Selatan (You & me)"