
Di sebuah rumah sakit terbesar di kota Santa Monica, terlihat dokter Aliando sedang sibuk menangani para pasien yang membutuhkan pertolongannya. Terlihat Camelia datang menghampiri dokter Aliando.
"Dimana dokter Aliando? Mengapa tidak ada di ruang kerjanya? susah banget sih untuk bertemu dengan pria yang satu ini." gumam Camelia dalam hati ketika dirinya sudah tiba di ruang kerja dokter Aliando.
Tiba-tiba seorang suster masuk ke ruang kerja dokter Aliando. Untuk mengambil berkas pasien yang tertinggal di sana. Ketika dokter Aliando memintanya untuk mengambil langsung ke ruang kerjanya.
"Loh, Anda ngapain di sini? dokter Aliando sedang bertugas menangani pasien di ruang operasi. Lebih baik anda keluar dari sini." pinta Suster itu yang merasa terganggu dengan kehadiran Camelia di sana.
"Memangnya salah, saya menunggu calon suami saya di sini? terserah aku menunggu calon suamiku di ruang kerjanya, ataupun di mana saja. Lebih baik kamu kerjakan saja tugas dan tanggung jawabmu, sebagai perawat di Rumah Sakit ini. Jangan terlalu banyak komentar." sahut Camelia yang melihat raut wajah Suster itu seolah tidak ingin dirinya berada disana.
"Apa?
"Calon suami?
"Apa nggak salah dengar tuh? sahut Suster itu kepada Camelia, karena selama ini Suster itu melihat Kalau dokter Aliando, merasa terganggu. Jika Camelia datang ke sana. tapi untuk kali ini ,dokter Aliando yang meminta Camelia datang menghampirinya di rumah sakit.
"Matamu masih normal kan?
"Kamu tidak lihat, kalau dokter Aliando sangat mencintai saya? buktinya kamu lihat sendiri. aku di sini tertidur pulas, tidak masalah baginya. Coba dengan kamu tertidur pulas di sini, pasti kamu akan ditendang langsung dari ruang kerjanya.
Kamu masuk ke sini, karena mendapatkan tugas untuk mengambil berkas, bukan? Jadi langsung saja ambil berkasnya. Dan bekerjalah dengan baik, sebelum kamu didepak dari rumah sakit ini. ucap Camelia sambil mengalihkan pandangannya.
Suster itu sangat kesal. Ia menghentakkan kakinya, lalu keluar dari ruang kerja dokter Aliando. Ia membanting pintu itu dengan keras. Membuat Camelia menggelengkan kepalanya.
"Dasar suster tidak tahu diri." gumamnya dalam hati sambil mengotak-atik layar ponselnya untuk menghilangkan kebosanannya.
__ADS_1
Beginilah nasib kalau sudah memiliki kekasih seorang dokter. Selalu sibuk tidak pernah bisa diajak santai bareng." gumamnya dalam hati. Tapi, ah namanya juga sudah resiko mencintai seorang dokter.
Sekitar lima belas menit kemudian, Camelia menunggu di ruang kerja dokter Aliando . Akhirnya dokter Aliando kembali ke ruang kerjanya."Maaf ya sayang, sudah membuat kamu lama menunggu."
"Tidak apa-apa, sudah resiko juga, kan? punya kekasih dokter handal seperti kamu." ucap Camelia sambil mengembangkan senyumnya menatap dokter Aliando dengan tatapan penuh cinta.
Dokter Aliando mengembangkan senyumnya. "Terima kasih, kau sudah memahami tugas dan tanggung jawabku selaku seorang dokter." sahutnya sambil meraih tubuh Camelia.
"Oh iya, ada apa kau memintaku datang ke sini? tumben banget kamu memintaku tiba-tiba datang ke ruang kerjamu. Biasanya kau merasa terganggu jika aku datang ke sini.
"Jangan berbicara seperti itu, sebenarnya aku tidak merasa terganggu. Hanya saja waktuku nggak banyak untuk bisa ngobrol bersama kamu. Karena terlalu banyak para pasien yang harus aku tangani di sini." sahut dokter Aliando.
"Ya sudah, sekarang Apa yang membuat kamu memintaku datang ke sini?
"Pesta pernikahan Cornelius dengan Irene sudah tidak lama lagi tinggal beberapa hari lagi. Aku ingin kita menghadirinya. Dan aku juga ingin kita melakukan fitting baju di sebuah butik ternama langganan dari Lisa adikku.
"Iya, serius dong nggak mungkin juga main-main dan Lagian sebentar lagi kamu juga bakalan adik ipar irene. Apa kamu tidak ingin menikah denganku?" ucap dokter Aliando yang mampu membuat Camelia terhenyak sekaligus tersipu malu.
"Are you serious?
"yes baby. sahut dokter Aliando sambil tersenyum menatap Camelia dengan tatapan penuh arti. Kalau boleh jujur Camelia sangat bahagia mendengar apa yang diucapkan dokter Aliando karena dia ingin serius menjalin hubungan dengannya.
"Aku ingin menikahimu dalam jangka waktu yang dekat. Tetapi setelah pesta pernikahan Kak Cornelius berjalan dengan lancar tanpa kekurangan satu apapun. Aku berharap kau bersedia menikah dalam jangka waktu dekat ini
"Kembali Camelia dibuat tersipu malu oleh dokter Aliando yang mengatakan kalau dirinya ingin segera menikahinya. "Aku juga ingin segera menikah dengan lelaki yang aku cinta seperti kamu." sahut Camelia sambil mengalungkan tangannya di jenjang leher dokter Aliando.
__ADS_1
Sementara Timothy yang selalu setia menjadi anak buah yang dapat dipercaya oleh Cornelius Masih Berdiri tegap di samping Cornelius. Saat mereka sudah selesai menyantap menu makanan yang disediakan oleh pihak Restoran.
"Irene...., itu, anak buah calon suami kamu vakum banget nih jadi orang." ucap Rina yang menatap Timothy berwajah datar tanpa ada senyuman di sana.
"Memangnya kenapa?
"Dia masih jomblo loh, Kamu suka sama dia? ucap Irene yang mampu membuat Rina membulatkan matanya.
"Jangan ngadi-ngadi kamu,
"Aku tidak ngada-ngadi sobatku, Timothy masih single parent. Dan Sepertinya dia masih jomblo. Kamu juga jomblo, kan tidak ada salahnya jomblo dengan jomblo di persatukan." ucap Irene Sambil tertawa cengengesan membuat Rina sedikit kesal kepada sahabatnya.
Cornelius yang melihat interaksi antara gadis kecil pujaan hatinya, dengan sahabatnya menatapnya dengan tatapan penuh tanya.
"Ada apa Sayang, Kenapa kau tertawa seperti itu tanya Cornelius yang belum mengetahui apa yang dibicarakan Irene dengan Rina
Benarkan Sayang, kalau Timothy itu masih jomblo? jadi maksud aku, Rina kan jomblo. jomblo tambah jomblo dipersatukan, tidak masalah, bukan? yang mampu membuat Cornelius juga Irene tertawa ngakak.
Baru kali ini, Rina dan Ricardo melihat Cornelius tertawa ngakak. Ricardo juga belum mengetahui apa yang mereka tertawakan. karena dia terlalu asik berbicara dengan seorang wanita yang berminat serba hitam menggunakan senjata api laras panjang anak buah Cornelius.
"Wah, keren banget. Wanita, tapi bisa menggunakan senjata laras panjang. Sungguh menakjubkan." ucap Ricardo yang dapat didengar wanita itu.
"Mata kamu!!! jangan jelalatan seperti itu. Kamu mau aku tembak Sekarang,atau tidak? lebih baik kamu fokus dengan urusan kamu. Jangan melihatku seperti itu." ucap wanita yang berpakaian serba hitam itu, membuat nyali Ricardo langsung menciut.
Ricardo menghampiri Rina, Irene dan Cornelius. Tampak orang-orang yang di sana ada yang tertawa dan ada yang cemberut. sementara Timoty sama sekali tidak mengetahui kalau dirinya yang dibahas kali ini.
__ADS_1
Kalau kamu sama Timothy, Aku sih yes. Tapi aku tidak mengetahui Timoty juga memiliki perasaan kepada kamu. Jadi kamu harus banyak-banyak berusaha." ucap Cornelius kepada Rina. Membuat Rina menatap Cornelius dengan tatapan tajam. Tak ada rasa takut pun di wajah Rina, kepada Cornelius karena sepertinya Cornelius sudah mulai berbicara hangat bersama mereka.