
Cornelius menatap irene yang hingga saat ini belum sadarkan diri. "Apa yang membuat Irene hingga sekarang tidak sadarkan diri? Mengapa kau tidak bisa membangunkannya sekarang?" tanya Cornelius kepada dokter Aliando.
"Semuanya butuh proses, jangan Kamu kira aku seorang pesulap. Walaupun dokter ahli dan obat-obat yang sudah kami berikan obat terbaik, itu semua juga memiliki proses. jadi bersabarlah. Irene pasti baik-baik saja. Karena Irene sudah kami tangani dengan baik.
Tapi mengapa sampai sekarang belum bangun? lagi-lagi pertanyaan yang sama dilontarkan oleh Cornelius kepada dokter Aliando. Membuat dokter Aliando sedikit kesal kepada kakak sepupunya itu, yang tidak pernah sabaran kalau dia menyangkut kepada Irene.
"Kamu memang sulit diberitahu." ucap dokter Aliando sambil langsung meninggalkan Cornelius di ruang UGD bersama Irene yang masih berbaring lemah di atas Branker. Karena tidak akan lama lagi, Irene akan dipindahkan ke ruang rawat inap.
Sementara di ruangan lain, terlihat Tuan Bernando masih dapat berjuang untuk tetap dapat melihat putri kesayangannya. Anak buah Cornelius sudah menemukan seseorang yang bersedia mendonorkan ginjalnya kepada Tuan Bernando. orang yang sama dengan orang yang akan ditemui oleh Irene sebelumnya, sebelum kecelakaan itu terjadi.
Cornelius tidak sanggup meninggalkan Irene sendirian. Tetapi ia juga tidak ingin membiarkan Tuan Bernando begitu saja. Dia juga penasaran Bagaimana kondisi Tuan Bernando saat ini.
Tetapi setidaknya Cornelius bersyukur karena Irene masih diberikan nafas kehidupan Begitu juga dengan Tuan bernandung. Kalau dilihat dari kecelakaan yang menimpa Irene, sudah tidak mungkin Irene akan selamat dari kecelakaan itu. Apalagi mobil yang ditumpangi Irene sengaja dilakukan tembakan bom agar mobil itu langsung meledak.
Entahlah masih dalam misteri, siapa pelaku tembakan bom itu ke mobil yang ditumpangi irene itu sudah menjadi tugas anak buah cornerius yang mencari tahu siapa sosok penembak misterius itu. Tetapi sepertinya wanita bercadar itu mengetahui siapa yang mengincar nyawa Irene saat ini hingga dirinya pun terus berjaga untuk menyelamatkan Irene.
Kini Irene sudah dipindahkan ke ruang rawat inap VVIP khusus keluarga pemilik Rumah Sakit. Dokter Aliando sengaja menempatkan di sana, karena ia mengetahui Irene wanita yang sangat dicintai oleh Cornelius tidak menutup kemungkinan, Cornelius akan membelinya jika menempatkan di ruang VVIP biasa.
__ADS_1
Cornelius mengikuti langkah suster dan dokter Aliando mendorong beranker untuk membawa Irene masuk ke ruang VVIP itu.
"Sayang bangun dong, Aku ingin mendengar celotehan kamu itu. Aku ingin mendengar suara cerewetanmu itu.
Hati ini terasa hampa, karena aku tidak mendengarkan suara cerewetanmu yang selalu mengingatkan ku supaya hati hati dalam melakukan apa saja." ucap Cornelius walaupun Irene belum sadarkan diri hingga saat ini.
Sehingga dan ingin kembali melakukan pemeriksaan. Mengapa Irene sampai saat ini tidak sadarkan diri. Dokter Aliando pun mengembangkan senyumnya. "Kau tenang saja. Irene tidak apa-apa dia belum sadarkan diri karena obatnya masih di proses ditubuhnya. Biarkan dia istirahat dulu.
" Kamu kok sulit untuk membuat, membuka kedua kelompok matanya bangun dan berbicara padanya?.
"Sabar butuh proses. Itu sua Karena rasa ngantuk yang ia merasakan." sahut dokter Aliando
Dokter Aliando pun mengembangkan senyumnya mendengar berita yang dikasih tahu oleh anak buah Cornelius. Itu artinya tidak akan lama lagi. Pasti akan pulih kembali.
Hati Cornelius sedikit merasa lega. Karena setidaknya kemungkinan besar Tuan Bernando dapat pulih kembali . Hal itu dapat membuat Irene kembali semangat untuk menjalani hari-harinya.
Kamu dengar , kan Sayang? apa kata anak buahku. Mereka sudah bertemu dengan seseorang yang ingin mendonorkan ginjalnya kepada Ayah kamu. Jadi kamu harus segera bangun jangan biarkan aku sendiri menghadapi ini semua.
__ADS_1
Aku tahu kau wanita yang kuat. Kau gadis kecil pujaan hatiku. Jangan pernah berniat meninggalkanku sayang." ucap Cornelius sambil langsung memberikan kecupan hangat di kening Irene yang masih berbaring lemah di atas branker.
Dokter Aliando langsung melakukan pemeriksaan kepada Tuan Bernardo. Agar tindakan operasi pencangkokan ginjal segera dilakukan. Sebelumnya dokter Aliando melakukan pengecekan. Apakah hari ini layak untuk dilakukan tindakan operasi pencangkokan ginjal atau tidak.
Setelah memastikan itu semua, kini dokter Aliando dan timnya sudah berada di ruang operasi bersama. Tuan Bernando ada 4 perawat 3 dokter ahli dan juga dokter bedah, yang akan membantu operasi pencangkokan ginjal Tuan Bernando
Beberapa jam kemudian, setelah tindakan operasi pencangkokan ginjal terhadap Tuan Bernando dengan penuh perjuangan, walaupun dokter sedikit kewalahan untuk menyelamatkan Tuan Bernando, melakukan tindakan operasi pencangkokan ginjal, akhirnya operasi itu berhasil dilakukan.
Seluruh tim medis yang bekerja di dalamnya, berupaya menyelamatkan Tuan Bernando, akhirnya bernapas lega. Apalagi setelah mereka mengetahui kalau Tuan Bernando orang yang akan mereka selamatkan, adalah calon ayah mertua dari Cornelius. Mereka semua mengetahui siapa sosok Cornelius berada di rumah sakit itu.
Dokter dan suster perlahan keluar dari ruang operasi dan cornelius langsung berlari menghampiri dokter itu.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
__ADS_1
sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya teman emak