Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 171. I LOVE YOU RINA_GKMBM


__ADS_3

Camelia menghampiri dokter Aliando di ruang kerjanya. "sayang sebenarnya apa yang terjadi kepada adik sepupuku?"


"Ada beberapa luka tembakan dan peluru bersarang di tubuhnya, Sepertinya dia korban perampokan." ucap dokter Aliando.


"Terus tolong Jawab dengan jujur, Apakah ada kemungkinan adik sepupuku dapat selamat?


"Kamu tenang saja, pelurunya sudah berhasil dikeluarkan, walupun kondisinya masih butuh pantauan dan perawat yang intensif tapi, kita harus tetap berdoa supaya dia dapat bertahan. Kebetulan golongan darah kamu tadi cocok untuk dinonorkan kepadanya.


"Saat ini kondisinya sudah mulai stabil, Mungkin besok sudah bisa dipindahkan ke ruang rawat inap." ucap dokter Aliando membuat Camelia bernafas lega.


"Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada adik sepupuku, karena hanya merekalah keluargaku saat ini. Dokter Aliando mengangguk paham. Bagaimana perasaan Camelia saat ini, yang mengkhawatirkan adik sepupunya.


"Oh iya, kamu jangan lupa, kalau kondisi kesehatan adik sepupu kamu sudah mulai membaik, kita akan segera melakukan sesi foto prewedding dan juga fitting baju sesuai dengan yang kita rencanakan sebelumnya. "Aku sudah tidak sabar ingin menjadikanmu ratuku." ucap dokter Aliando yang mampu membuat Camelia tersenyum malu.


"Tidak perlu malu seperti itu, kau calon istriku, sudah sewajarnya kau akan kujadikan menjadi ratu." ucap dokter Aliando sambil memberikan kecupan hangat di bibir manis Camelia. Perlahan kecupan itu semakin mendalam, hingga keduanya pun merasakan sensasi yang sangat luar biasa. Kini Camelia membuka rongga mulutnya agar dokter Aliando leluasa memainkan lidahnya di sana.


lidah kedua insan itu saling bertautan, membuat Camelia tidak dapat menahan suara merdu yang dapat membangkitkan jiwa ke laki-lakian dokter Aliando. Dokter Aliando kembali menyesap bibir manis Camelia membuat Camelia semakin merasakan getaran yang cukup hebat di tubuhnya. hingga ketukan pintu ruang kerja dokter Aliando yang mengusik aksi mereka disana.


"CK,,, siapa sih mengganggu aja." kesal dokter Aliando saat dirinya sedang merasakan sensasi dan getaran yang cukup hebat di tubuhnya, mendapat balasan kecupan dari Camelia. Tiba-tiba saja ketukan pintu membuat dirinya benar-benar kesal.


Dokter Aliando melepaskan kecupannya, lalu bangkit berdiri membuka pintu ruang kerjanya. Ia melihat Lisa yang datang ke ruang kerjanya.


"Ada apa kamu datang ke sini?" Tanya Dokter Aliando sedikit menunjukkan raut wajah kesal.


"Kakak sepertinya kesal melihat kedatanganku ke sini, apa aku mengganggu kalian?"Camelia hanya menunduk malu tidak mampu Menatap Lisa


"Tidak kok, ada apa kau datang? apa ada sesuatu hal penting? Tanya Dokter Aliando.


Aku hanya memberitahu kalau orang yang merampok dan menganiaya adik sepupu calon kakak iparku ini, sudah kami bawa ke markas. Kakak ipar Tenang saja, semuanya sudah aman terkendali." ucap Lisa membuat hati Camelia sedikit tenang.


Beberapa hari kemudian Timoty menghampiri Rina yang sedang bekerja di kantor Mahesa Group. Yang mana Mahesa grup merupakan kantor tempat Irene bekerja saat dirinya belum dipersunting oleh Cornelius menjadi istrinya. Mahesa group juga merupakan milik Cornelius yang ternyata saham milik Cornelius di sana terdapat 55%.


"Sepertinya ada yang lagi pendekatan nih." ucap Ricardo kepada Rina membuat Rina mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Maksud kamu apa sih?


"Tuh lihat, Timothy sudah datang menjemputmu. Sepertinya kalian sudah janjian, kan? Rina menepuk jidatnya. Ia lupa kalau hari ini dia sudah berjanji akan pergi ke sebuah Cafe bersama dengan Timothy. tentunya setelah Timothy menghubunginya sebelumnya.


Timothy turun dari mobil berwarna hitam yang ia kendarai sendiri. "Sudah lama menunggu?" tanya Rina ketika melihat Timoty keluar dari dalam mobilnya.


"Tidak, paling sekitar 10 menit. Kita langsung pergi saja." ucap Timoty meminta kepada Rina segera mengikutinya masuk ke dalam mobil miliknya.


Sementara Ricardo langsung meninggalkan Rina dan juga Timoty sedang berbincang di sana dan memilih melajukan motor matic miliknya, lalu melambaikan tangan ke arah Rina.


"Rin, aku duluan ya."pamit Ricardo yang dibalas anggukan dan lambaian tangan dari Rina. Rina menatap kepergian Ricardo, hingga Ricardo hilang dari pandangannya.


Setelah teringat berada di dalam mobil memiliki motif, Timothy langsung menghidupkan mesin mobil miliknya. Dengan kecepatan sedang beberapa menit kemudian mereka tiba di sebuah Cafe tongkrongan anak-anak muda.


"Kamu sering nongkrong di sini?" tanya Timothy.


"Tidak terlalu, tapi sesekali itu pun bersama Ricardo dan juga Irene saat Irene masih bekerja di Mahesa group. Timothy menganggukkan kepalanya, lalu menarik kursi untuk Rina mempersilahkan Rina duduk terlebih dahulu baru ia mendudukkan bokongnya tepat di hadapan Rina.


Salah satu pelayan di cafe itu, datang membawakan daftar menu. Memberikannya kepada Rina dan juga Timoty. Rina memesan makanan kesukaannya, Begitu juga dengan Timoty yang kebetulan makanan favorite mereka sama.


"iya lumayan," sahut Rina.


pelayan itu kembali meninggalkan Timoty dan juga Rina. Saat pelayan itu meninggalkan mereka, Timothy langsung memegang kedua tangan Rina membuat Rina terhenyak.


"Rin Aku ingin bicara sesuatu kepadamu, makanya aku meminta kamu untuk menungguku menjemputmu.


"Kalau ada yang ingin kamu bicarakan bicarakan saja tidak perlu sungkan."


"Aku boleh jujur nggak sama kamu?"


"Iya, katakan saja kejujuran itu lebih penting dari segalanya.


"Aku mencintaimu Rina. I love you, will you marry me." ucap Timoty membuat Rina terhenyak

__ADS_1


Ia tidak menyangka lelaki dingin seperti Timothy mampu menghangatkan suasana.


"Kamu serius?


"Aku nggak mimpi,kan? seorang Timoty yang terlihat dingin mengungkapkan rasa cintanya kepada seorang wanita."


"Aku memang terlihat kejam, tidak jauh sifatnya dari Cornelius. Tapi percayalah aku juga masih memiliki segudang cinta dan kasih sayang. Aku benar-benar sangat mencintaimu Rina." ucap Timothy.


Rina terdiam tidak mampu menjawabnya. "Kenapa kamu diam? Apa kau sama sekali tidak memiliki perasaan apa-apa kepadaku?" ucap Timothy.


"Bukan begitu, tapi ini aku rasa terlalu cepat.


"Tidak."


"Kenapa?


"Sejujurnya aku sudah sangat lama mencintaimu, sejak pertemuan kita di rumah bibi kamu." Saat itu kami datang untuk mencari Irene." ucap Timothy mengingatkan Rina kalau Timothy dan rekan-rekannya datang membabi buta mencari keberadaan Irene kala itu.


"Tapi sudah sangat cukup lama kamu baru mengatakannya kepada aku? Mengapa tidak dari dulu?"


"Karena aku khawatir musuh-musuh dari gang mafia, kami akan mengincarmu seperti yang dirasakan oleh Irene selama ini. Tapi percayalah musuh-musuh bebuyutan kami, yang dulu sudah tidak ada lagi. Dan sepertinya Tuan Cornelius sudah tidak akan mengelola usaha ilegalnya. Ia ingin memulai usaha legal di negara ini dan di beberapa negara lainnya." ucap Timothy terus terang kepada Rina.


Rina mengangguk paham.


"Ya sudah,aku minta waktu untuk berpikir, boleh?


"Iya,aku akan menunggumu. Besar harapanku kamu juga memiliki perasaan yang sama seperti yang aku rasakan terhadapmu." ucap Timothy sambil menatap Rina dengan penuh cinta.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA"


__ADS_2