
Acara pernikahan Cornelius dan irene Setelah usai dilaksanakan. Camelia dan dokter Aliando datang menghampiri Cornelius dan Irene sebelum mereka turun dari pelaminan. "Bulan madu ke mana? pertanyaan itu yang langsung dilayangkan dokter Aliando kepada Cornelius sambil mengedipkan matanya sebelah.
"Memangnya kenapa? Sepertinya kamu sangat penasaran.
"Tentu, karena dalam jangka waktu dekat Kami juga akan melangsungkan pernikahan.
"Serius?
Dokter Aliando menganggukkan kepalanya lalu Irene menghampiri Camelia bertanya benar tidaknya Apa yang diucapkan oleh dokter Aliando.
Tampaknya Camelia menganggukkan kepalanya. Pertanda apa yang dikatakan oleh dokter Aliando kepadanya benar adanya.
"Aku doakan acara pernikahan kalian nanti berjalan dengan lancar tanpa kendala apapun. "Maaf kami harus segera kembali karena tubuh istriku sudah tampak kelelahan dan aku sudah tidak sabar ingin langsung bermalam pertama ." ucap Cornelius tapak vulgar di hadapan dokter Aliando dan juga Camelia.
Dokter Aliando menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Cornelius yang tampak tidak memiliki rasa malu saat mengatakan kalau dirinya ingin segera bermalam pertama bersama istrinya.
Cornelius meraih tubuh istrinya kepelukannya. " Sayang Aku sangat lelah." ucap irene mengeluh Kepada Cornelius. tampak tanpa basa-basi Cornelius Langsung menggendong tubuh gadis kecil pujaan hatinya, yang sudah sah menjadi istrinya. lalu membawanya turun dari pelaminan berniat untuk istirahat. Karena aktivitas mereka hari ini cukup melelahkan.
"Kesal deh, mungkin gak Cornelius sudah tidak sabar lagi mau malam pertama sehingga dirinya langsung pergi meninggalkan kita disini." ucap Dokter Aliando.
"Sudah lah, ngak usah negatif seperti itu. Mereka pasti sangat lelah setalah satu harian beraktivitas. Sementara Ricardo yang melihat Lisa hendak meninggalkan lokasi pesta, langsung berlari menghampiri Lisa.
__ADS_1
"Kamu sudah mau pulang?
Lisa tidak langsung menjawab dia hanya menatap heran Ricardo.
"Memangnya ada apa?
"Tidak apa apa, hanya saja aku ingin ngobrol bersamamu. Apa kamu ada waktu?"tanya Ricardo kepada Lisa membuat Lisa mengerutkan keningnya.
"Sepertinya Lain kali saja kita ngobrolnya. Soalnya ada pekerjaan penting yang harus aku kerjakan sekarang. Berhubung karena Kak Cornelius tidak bisa menangani pekerjaan sekarang, maka aku yang harus turun tangan langsung. Nanti saya akan hubungi kamu, jika aku sudah memiliki waktu. berikan saja nomor ponselmu, aku akan pasti menghubungi kamu." ucap Lisa sepertinya memberikan harapan kepada Ricardo. Kalau mereka dapat berteman dekat.
Ricardo langsung meraih ponsel Milik Lisa yang bisa sodorkan kepada Ricardo, dan mengetik nomor ponselnya di sana. Tampak Lisa mengembangkan senyumnya lalu berpamitan kepada Ricardo.
Sementara Timoty yang melihat keduanya, tampak tertawa cengengesan. Tidak jauh-jauh, Ternyata Timoty juga asik ngobrol bersama Rina. Hingga dirinya melupakan waktu untuk segera kembali ke markas.
Rina seolah tidak percaya, lelaki dingin seperti Timothy meminta nomor ponsel miliknya. " Kerasukan jin apa pria ini, kok tiba-tiba asik diajak ngobrol tadi? sayangnya dia tidak memiliki banyak waktu." gumam Rina dalam hati sembari memperhatikan langkah Timoty dan Lisa masuk ke dalam mobil yang terparkir di parkiran hotel.
Sementara di tempat lain, Cornelius dan Irene sudah berada di dalam kamar presiden suite yang disediakan oleh pihak hotel untuk tempat mereka istirahat. Terlihat kamar itu sudah disulap menjadi kamar pengantin yang begitu megah dan mewah. Terlihat kamar itu yang sudah tertata rapi, ditaburi dengan bunga-bunga mawar merah dan juga putih. harum semerbak bunga mawar itu menelisik ke rongga hidung irene.
Membuat dirinya benar-benar sangat bahagia dengan kejutan yang diberikan Cornelius kepadanya. Ia tidak menyangka kalau lelaki kejam, angkuh, dingin, seperti Cornelius bisa romantis seperti sekarang. "Terima kasih sayang, Kau menyediakan ini semua untukku?" tanya irene penasaran sambil mengalungkan tangannya di jenjang leher milik Cornelius.
Cornelius mengembangkan senyumnya. "Iya dong sayang, semua ini aku persiapkan untuk kamu seorang. Kau gadis kecil pujaan hatiku, sudah sah menjadi istriku. Dan akan menjadi Ibu dari anak-anakku." ucap Cornelius sambil langsung memberikan kecupan hangat di bibir manis irene.
__ADS_1
Perlahan kecupan itu semakin mendalam hingga Irene pun tidak dapat menahan suara merdu berkumandang di kamar mewah itu. Ia membuka rongga mulutnya agar Cornelius lebih leluasa memainkan lidahnya di sana. sehingga lidah kedua insan itu saling bertautan.
Tangan Cornelius sudah mulai menjalar di bagian gunung kembar memiliki Irene membuat Irene semakin mengeluarkan suara merdunya. Seolah dirinya meminta lebih dan lebih lagi. Cornelius menuntut irene naik ke atas tempat tidur. Lalu mulai membuka gaun yang melekat di tubuh Irene. Tidak menunggu lama, gaun itu sudah terlepas begitu saja.
Begitu juga dengan kain yang melekat di tubuh Cornelius sudah tercampak ke sembarang arah di lantai. Entah siapa yang memulai, membuat keduanya pun benar-benar menikmati malam yang indah itu
Irene tampak menikmati gerakan demi gerakan yang dilakukan Cornelius. Tanpa ada unsur paksaan. Ia pun memberikan kecupan hangat dijenjang leher milik Cornelius, hingga menciptakan mahakarya yang begitu indah di sana pertanda kepemilikan Irene.
Begitu juga dengan Cornelius, Ia melakukan hal yang sama di tubuh irene. Keduanya larut dalam suasana. Seolah dunia ini milik mereka berdua. Cornelius tidak peduli akan apa yang terjadi di masa yang akan datang, yang ia inginkan saat ini ia benar-benar bahagia bersama wanita yang sangat ia cintai.
Bahkan ia rela mati untuk Irene. Beberapa kali Irene disandera oleh kawanan penjahat musuh bebuyutan Cornelius, tetapi Cornelius selalu berusaha untuk menyelamatkan wanita yang sangat ia cintai, yang saat ini sudah sah menjadi istrinya.
"Terima kasih sayang, Kau sudah benar-benar membuatku bahagia. Kau memang sangat luar biasa." ucap Cornelius kepada Irene. Irene mengembangkan senyumnya. "Terima kasih juga suamiku sayang, karena kau memang lelaki yang sangat luar biasa. walaupun pertemuan kita memang begitu dramatis. Tapi di pertemuan itu Irene banyak belajar akan hal yang terjadi di muka bumi ini. Terima kasih kau sudah menjagaku selama ini. Aku mencintaimu suamiku Cornelius Fernandes." ucap Irene yang mampu membuat Cornelius merasa sangat bahagia mendengar pengakuan rasa cinta Irene yang begitu dalam terhadapnya.
Di tempat lain, Nyonya Brigez dan Tuan Bernando masih membahas hal yang sama tentang masa depan Cornelius dengan Irene. Mereka benar-benar menginginkan Cornelius hengkang dari dunia mafia, dan kembali mengelola bisnis legal yang ia jalankan.
"Kita tidak boleh memaksakan kehendak, tetapi kita harus pelan-pelan memberitahu kepada Cornelius. Kamu tenang saja, jangan khawatir Cornelius sebenarnya anak yang baik. Tapi karena keadaan yang membuat dirinya terbentuk menjadi seperti sekarang." ucap Tuan Bernando kepada Nyonya Brigez dibalas anggukan dari Nyonya Brigez.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
__ADS_1
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
JANGAN LUPA MAMPIR KE KARYA MORATA YANG BARU TERBIT." MENJANDAKAN ISTRI DEMI JANDA"