
"Ahhhhk
Tuhan Fernandez menurunkan pandangannya melihat ke dadanya yang mengeluarkan darah. Tuan Fernandez berbalik kebelakang melihat Tuan Thomson yang berdiri jauh dari Tuan Fernandez, Ia tersenyum lebar menaikkan satu alisnya menatap kakaknya.
"Selamat jalan kakakku tersayang. Kau sudah lebih jauh ikut campur dengan urusanku. Jangan pernah mengusik bisnisku yang aku jalankan.
"Brengsek kau Thomson!!!!!! teriaknya marah mengangkat senjata apinya menembak Tuan Thomson
Dor......
peluru melaju dengan cepat. Tapi sayangnya tembakan itu meleset. Karena penglihatan Tuan Fernandez sudah berbayang. Dia tidak bisa melihat wajah Tuan Thompson, dengan jelas. Bahkan dia melihat Tuan Thomson jadi dua.
Tuan Thomson berjalan dengan santai, sedangkan Tuan Fernandez kembali melepaskan tembakan dan lagi-lagi meleset.
Saat Tuan Thompson akan melepaskan tembakan kembali pada kakaknya. Dari pintu utama muncul Tuan Bernando
Dor!!!
Tuan Bernando melayangkan tembakan ke kaki Tuan Thomson yang pada akhirnya diarahkan ke lantai. Tuan Thomson langsung berlari bersembunyi di belakang tembok.
"Sial dia datang saat yang tidak tepat."
Tuan Fernandez yang masih setengah sadar berbalik ke belakang. "Pergi ke kamarku sekarang, bawa Cornelius bersamamu."Teriaknya.
"Tapi Tuan sedang terluka,"
mereka berdua berbicara dari jarak yang jauh.
Tiba-tiba Tuan Thomson melayangkan tembakan ke Tuan Bernardo.
Dor!!!!!
Tuhan Fernandez mengorbankan dirinya sebentar lagi akan mati.
Akghthhh.....
__ADS_1
Peluru itu langsung menembus punggung belakangnya untuk kedua kalinya. Tuan Fernandez langsung tersungkur jatuh ke depan.
Sebelum nafasnya berhenti, dia mengeluarkan kalimat permintaan kepada Tuan Bernando. Bawa pergi Cornelius jauh dari sini." teriaknya.
Tuan Thomson melepaskan pelatuk pistolnya menembak Tuan Bernando. sebelum peluru itu sampai ke Tuan Bernardo ia lebih dulu lari keluar dari sana
"Sial!!!!! pekiknya.
Tuan Thomson berbalik lari menaiki anak tangga yang akan membawanya ke lantai atas. Dia berlari dengan cepat pergi ke kamar Tuan Fernandez sesampainya di depan pintu, langsung mencoba membuka pintu itu Tapi sayangnya Tuan Fernandez sudah mengunci pintunya.
Tuan Thomson mendobrak pintu.
Bruk....
Bruk....
Bruk....
Tuan Thomson berulang kaling mendobrak pintu itu, dengan tubuh kekarnya sekuat tenaga yang ia punya saat itu. Dia kembali mendobrak pintu itu untuk beberapa kalinya.
Bruk....
Bruk....
Bruk....
Tuan Thompson berdiri di depan pintu, kaget melihat Tuan Bernando yang lebih dulu sampai di dalam kamar kakaknya.
Tuan Bernando berdiri di samping kasur, memeluk Cornelius. Tangannya satu memegang pistol yang diarahkan kepada Tuan Thomson. Tuan Thomson menarik senyuman di wajahnya. Dia mencoba berbicara baik-baik pada Tuan Bermandi.
"Kita tinggal berdua saat ini, sepertinya tidak perlu ada pertumpahan darah lagi. Aku sarankan kau berikan anak itu kepadaku, dan aku akan memberikan kehidupan mewah dengan harta berlimpah dan kekuasaan sebagai tangan kananku.
"Bagaimana penawaran yang aku berikan padamu, cukup menarik bukan?ucapnya dengan percaya diri.
Cih....
__ADS_1
Tuan Bernando meludah ke lantai mendengarkan perkataan Tuan Thomson. "Jangan harap aku menjadi tangan kananmu, Aku bukan tipe orang suka berkhianat seperti mu." ucapnya dengan sorot mata yang tajam.
Tuan Thomson mengerahkan senjata apinya pada Tuan Bernardo. Berikan dia dan aku akan membebaskan mu.
"Jangan harap!
Tiba-tiba Tuan Bernando menghilang di bawah masuk ke dalam dinding yang berputar. Ternyata dinding di sampingnya mempunyai jalan rahasia yang dipergunakan oleh Tuan Fernandez dan dipersiapkan untuk hal-hal yang tidak diinginkan seperti terjadi malam itu.
Sama halnya ruangan seperti yang dimiliki Cornelius saat ini.
Dan jalan rahasia ini, hanya Tuan Fernandez istrinya dan Tuan Bernando yang tau.
Tuan Thomson berlari ke dinding itu,
"Sial!!!! dia pergi, teriaknya sambil memukul tembok itu.
Bung......
Tuan Thomson lari keluar dari kamar itu, dengan cepat pergi menuruni anak tangga buru-buru keluar ke halaman depan. Berharap dia masih bisa mendapatkan Tuan Bernando dan Cornelius sebelum dia meninggalkan rumah itu.
Tapi sayangnya, saat dia keluar di teras rumah itu mobil Tuan Bernando baru saja melaju dengan kecepatan tinggi meninggalkan halaman rumah itu. Dari malam itu, Tuan Bernando menjadi buruan Tuan Thomson. Karena barang berharga milik keluarga tuan Fernandez ada bersamanya.
Karena kejadian malam yang terakhir itu, aku membawa Cornelius bertemu dengan pamannya Andreas.
Demi melindungi Cornelius sesuai janji yang aku buat untuk Tuan Fernandez. Karna Taun Andreas salah satu kepercayaan Tuan Fernandez setelah ayah.
"Cornelius perlahan mengingat-ingat masa lalu. Cornelius menurunkan pandangannya ke bawah tak kuat mendengar apa yang diterangkan oleh Tuan Bernando. Irene langsung memeluk Tuan Bernando.
"Aku menyayangi Ayah, Terima kasih sudah mau terbuka kepada Irene dan juga Tuan Cornelius. Cornelius benar-benar emosi dan marah sekali. Kalau bisa, ia sudah melenyapkan Tuan Thomson saat ini. Tetapi seperti hal yang dikatakan oleh Tuan Bernardo, dia harus lebih sabar. Dan mereka ingin mengatur strategi untuk membalaskan dendam kepada Tuan Thomson.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏
__ADS_1
sambil menunggu karya ini up kembali. mampir ke karya emak yang lain
" Hasrat Tuan Muda Arogant"