Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB 65. AKU TIDAK TAU!"_GKMBM


__ADS_3

"Tuan, Aku baru saja melihat teman Cornelius di bawah.


"Tuan Cornelius kamu bilang ?


"Iya tuan,"


Tuan Aska langsung berdiri dari tempat duduknya. Kalian pergi dari sini." ucapnya mengusir para wanita penghibur yang menemani dirinya.


Para wanita itu langsung pergi meninggalkan ruangan itu."Apa yang dilakukan Cornelius di tempat ini?


"Aku tidak tahu Tuan, tapi datang sendiri dan pulang bersama seorang wanita yang sedang mabuk."


"Bersama seorang wanita, Apa kau yakin?


"Tentu tuan, saya melihatnya sendiri Tuan Cornelius menggendong tubuh seorang wanita itu di pundaknya. Membawanya pergi meninggalkan klub ini.


"Jangan-jangan wanita itu masih hidup, atau Tuan Cornelius memiliki wanita lain?"


tanya Tuan Aska kepada asisten yang selama ini setia menemani dirinya.


"Saya ingin kamu menyelidikinya cari tahu siapa wanita yang digendong oleh Cornelius."perintah Tuan Aska kepada anak buahnya dibalas anggukan dari anak buahnya lalu pergi meninggalkan Tuan Aska.


Di tempat lain Irene duduk di kasur mengenakan baju tidur dengan kondisi setengah mabuk. Di depannya ada Cornelius yang berdiri mengusap rambut Irene Yang basah dengan handuk putih dipegangnya.


"Sekarang kau sudah bersih."ucap Cornelius sambil melepaskan handuk dari kepala Irene dan mengambil hair dryer yang ada di kursi rias untuk mengeringkan rambut irene. dengan telaten Cornelius mengeringkan rambut Irene dengan menggunakan hair dryer yang ada di sana.


Tiba-tiba saja Irene menangis kencang membuat Cornelius.


Cornelius duduk di kasur mengangkat dagu Irene yang tertunduk ke bawah.

__ADS_1


Cornelius menghapus air mata Irene yang menetes di wajah cantiknya.


"Sayang kenapa kamu menangis? tanya Cornelius penuh selidik karena ia paling tidak bisa melihat gadis kecil kesayangannya meneteskan air matanya.


"Kau sudah mengambilnya dariku dan Kau pasti akan mencampakkanku begitu saja.


"Kenapa semua orang memperlakukanku tidak?. Sambungnya dengan air mata yang terus menetes jatuh ke wajah cantiknya.


"Apa yang kau katakan?" ucapnya sambil mengusap air mata.


"Aku tidak akan mencampakkan mu seperti Aris memperlakukanmu." tangis Irene semakin menjadi emosionalnya yang tidak bisa ia kontrol, karena pengaruh alkohol yang ia minum di klub malam itu.


"Kau pasti berbohong, Kau hanya menghiburku. Kau bilang kau mencintaiku tapi kau menggandeng wanita lain. Semua pria sama saja."ucap Irene sambil menangis sesungguhkan


"Kelopak mata Irene dipenuhi dengan air mata. Perasaannya sekarang amburadul. Hati hancur karena menganggap dirinya sudah kehilangan mahkotanya. Orang yang mengambilnya juga mempunyai wanita lain, tapi dia tidak tahu wanita yang bersama Cornelius adalah adik sepupunya bukan seperti apa yang dia pikirkan.


"Kau sama saja dengan Aris. Dia meninggalkanku, karena wanita lain sekarang kau juga akan melakukan hal yang sama kepadaku kan?" teriaknya sambil terus menangis.


"Semua orang akan meninggalkanku. Kau pasti akan meninggalkanku karena kau sudah mengambilnya dariku." lagi-lagi Irene menangis.


"Kenapa kau menolak menikah denganku?


"Karena kau menikahiku karena kasihan Aku tidak ingin itu.


"Apa kau mencintaiku?


"Aku tidak tahu."ucap Irene sambil menggelengkan kepala.


"Lalu kenapa kau marah kalau aku bersama wanita lain?

__ADS_1


"Aku tidak tahu!" teriaknya marah


"Aku tidak tahu kenapa? aku tidak suka melihatmu dengan wanita lain." ucapnya menangis sambil memeluk Cornelius.


"Jangan tinggalkan aku juga. Seperti mereka yang sudah meninggalkanku." tangis Irene di pelukan Cornelius.


Emosional Irene saat ini sedang kacau. Dia baru saja dihadapkan dengan masalah yang datang bertubi-tubi kehilangan kepercayaan terhadap pria yang dulu ia cintai. Sekarang dia merasakan hampa yang luar biasa. Menyelimuti dirinya. Kekosongan yang dia rasakan juga membuatnya takut tak bisa memiliki kebahagiaan di dunia ini.


Irene menangis dalam pelukan Cornelius sampai ia tertidur Saat ini irene berbaring di bawah pangkuan Cornelius.


Senyum kebahagiaan terpampang jelas di wajah Cornelius. Yang memandangi wajah wanita yang dia cintai itu. Pengakuan yang dibuat Irene, di bawah pengaruh alkohol membawa kebahagiaan tersendiri untuk Cornelius.


Walaupun Irene tidak mengatakan bahwa dia mencintainya, tapi setidaknya ada tanda-tanda Irene mulai menaruh perasaan padanya.


"Aku yakin kau juga pasti akan mencintaiku nanti. Aku akan menunggu saat itu tiba." ucapnya mengelus wajah cantik irene yang lembut dengan penuh kasih sayang.


Ia Menggendong tubuh irene dan membaringkannya di atas kasur mengajukannya sebelum dia menyelimuti Irene.


"Good night dear, have a good sleep and sweet dreams."


Keesokan pagi malam telah berlalu fajar telah tiba. Irene wanita yang dicintai Cornelius tertidur lelap di bawah pelukannya wajah Irene menempel di dada Cornelius dan tangan nya memeluk tubuh Cornelius. Kedua insan ini sama-sama memeluk satu sama lain.


Jam sudah menunjukkan pukul 08.30 pagi kedua kelopak mata irene bergoyang berusaha membuka matanya. Kepalanya terasa berat membuatnya tak mampu untuk bangun. Ia menggeser tangannya dari tubuh Cornelius naik memegang kepalanya yang nyeri luar biasa, sampai matanya menyempit menahan rasa sakit itu.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓

__ADS_1


__ADS_2