Gadis Kecil Milik Bos Mafia

Gadis Kecil Milik Bos Mafia
BAB. DIJODOHKAN _GKMBM


__ADS_3

Di rumah dokter Aliando, tapak ia baru saja masuk ke dalam rumahnya sambil memegang jas dokternya. Saat dia masuk ada seorang pelayan datang menemuinya.


"Tuan Aliando sudah pulang, Mau saya buatkan teh hangat?.


Seperti biasa pelayan ini menyambut kedatangan dokter Aliando dan akan menawarkan teh hangat, seperti yang sudah dia lakukan setiap hari. Dan biasanya dokter Aliando pasti mau dibuatkan teh hangat. karena menyukai teh hangat tanpa gula di saat dia capek seharian dia bekerja di rumah sakit. Tapi untuk kali ini dia menolak.


"Tidak perlu, apa Lisa sudah pulang?


Sangking khawatirnya dia malah menanyakan di saat Apakah adiknya itu betul-betul sudah pulang.


"Iya Tuan, Nona bisa ada di kamarnya sekarang. Dokter Aliando Buru-Buru pergi menaiki anak tangga ke kamar Lisa.


Sampai di depan kamar Lisa, dokter Aliando mengetuk pintu kamar adiknya.


Tok ...


Tok ....


Tok...


"Lisa kau ada di dalam? Tanya Dokter Aliando sambil menempelkan telinganya di pintu.


saat tidak ada jawaban dari Lisa, dokter Aliando berniat membuka pintu itu


Tapi ternyata Lisa mengunci pintu kamarnya dia di dalam.


Di dalam kamar, Lisa tanpa berbaring terlentang di atas kasur. Nasi menggunakan sepatu dan baju yang sama, dia belum membersihkan tubuh setelah seharian berada di luar.


Dia langsung berbaring di atas kasur menatap langit-langit kamar dengan tatapan kosong. Suara dokter Aliando kembali terdengar


"Lisa kau baik-baik saja kan?


"Kalau kau tidak menjawabku, aku akan mendobrak pintu kamarmu." teriak dokter Aliando.


Dokter Aliando terlihat panik, saat ia tidak mendengar ada jawaban dari dalam. Ia takut terjadi sesuatu pada adiknya, soalnya Lisa sempat bilang dia sedang tidak enak badan.


"Lisa...! teriak dokter Aliando


Lisa yang dalam kondisi sedih, tidak ingin bertemu sama siapapun termasuk kakaknya sendiri.


"Aku baik-baik saja. Kakak pergi saja, aku mau tidur." teriaknya.


"Kau benar baik-baik saja kan, tadi kau bilang sedang tidak enak badan.


"Iya, aku baik-baik saja. Kakak tidak perlu khawatir aku mau tidur. Kalau kakak mau kembali ke rumah sakit, pergi saja Jangan pikirkan aku." teriaknya.


"Ada apa dengannya, dia tidak pernah bersikap seperti ini sebelumnya." gumam dokter Aliando di dalam hati.


Dokter Aliando seperti bisa merasakan ada sesuatu yang aneh pada Lisa karena biasanya Lisa adalah orang yang paling antusias tentang hal apapun dan dia wanita yang paling banyak bicara.


Apalagi dia tahu Lisa suka menjodohkan dirinya sama Nadine sahabatnya sendiri.

__ADS_1


Seharusnya sekarang bisa akan bertanya banyak hal Setelah dia dan Nadine makan malam bersama. Tapi dia malah ingin tidur. dokter Aliando turun ke lantai bawah.


di anak tangga terakhir dokter Aliando memanggil pelayan


"Pelayan....


Tidak lama kemudian, seorang pelayan muncul dari samping


"Iya Tuan, ada apa?"


tolong jaga Lisa. Aku harus kembali ke rumah sakit, dia lagi kurang sehat. Kalau ada apa-apa, langsung telepon aku." ujar dokter Aliando dibalas anggukan dari pelayan itu.


"Baik Tuan.


"Satu hal lagi, jangan lupa siapkan makanan untuknya. jangan sampai dia bangun tengah malam mencari makanan


"Iya Tuan."


Dokter Aliando pun pergi kembali ke rumah sakit dan menitipkan adiknya pada pelayan.


saat dia keluar dari pintu utama, Tiba-tiba ponselnya berdering


Kring


Kring


Kring


Dokter Aliando langsung menghentikan langkahnya mengambil ponselnya dari kantong celana.


dokter langsung buru-buru mengangkat telepon ayahnya.


"Hello Ayah."


"Ada apa Ayah menghubungi tengah malam seperti ini?"


"Apa ada Lisa tinggal bersamamu?


"Ayah tidak tahu Lisa datang ke sini?


"Ayah tidak tahu dia meninggalkan rumah tanpa izin.


"Tapi Lisa bilang, dia sudah memberitahu Ayah kalau akan tinggal bersama aku."


"dia tidak pernah memberitahu ayah


"Apa Ayah dan Lisa bertengkar? makanya dia datang ke sini tanpa memberitahu ayah.


"Adik perempuan itu memang benar-benar terlalu keras kepala. Ayah sudah mencarikan pasangan yang pas untuknya. Tapi dia malah menolak dan melarikan diri dari rumah.


"Ayah mau menikahkan Lisa yang masih umur 20 tahun? Apa itu tidak terlalu buru-buru. dia masih terlalu muda Kenapa harus menikah buru-buru.

__ADS_1


"Ayah hanya ingin yang terbaik untuk Putri ayah.


"Tolong beritahu. besok suruh dia pulang dan Ayah minta kau juga bujuk-bujuk adikmu itu biar dia mau mendengarkan nasehat Ayah." ucapnya sambil mematikan ponselnya..


****


Di ruang tamu Ayah Lisa tampak duduk di tempat di depan ada Bernard si pria yang dia ingin jodohkan pada Putri semata wayangnya.


Dia datang ke rumah ayah kandung Lisa, untuk bertanya di mana Lisa sekarang. Ayah Lisa tidak tahu kalau Putri Ternyata benar melarikan diri ke Rumah kakaknya.


Anak itu memang sedikit keras kepala. Tapi Paman akan pastikan Lisa menerimamu sebagai calon suaminya nanti. Pria itu menarik senyuman kecil di bibirnya mendengar perkataan ayah kandung Lisa.


Pantas anak itu tiba-tiba datang ke sini. Ternyata dia bertengkar dengan ayah." gumam dokter Aliando di dalam hati.


Tapi ayah juga salah, seharusnya dia tidak boleh menjodohkan Lisa dengan pria pilihannya. Dia selalu siap membiarkan Lisa yang memilih calon suaminya sendiri nanti.


anak itu juga tidak cerita padaku


"Hemmnn sudahlah, aku tidak perlu ikut campur dalam masalah ini. Biarkan saja Ayah dan Lisa menyelesaikan sendiri.


Dokter Aliando berjalan menuruni anak tangga, pergi ke mobilnya ia masuk ke dalam mobil dan meninggalkan halaman rumahnya itu.


Di kamar Lisa tampak berada di jendela kamarnya duduk menyamping memeluk lututnya. Sambil melihat beberapa bintang-bintang yang muncul di langit.


matanya terlihat berkaca-kaca memandang langit perasaannya masih belum juga membaik.


Dia sebenarnya mau tidur. tapi matanya tak bisa terpejam dan otaknya, terus berpikir.


karena dia kesulitan untuk tidur Lisa memilih duduk di jendela memandang langit sambil merasakan hembusan angin malam yang menyentuh kulitnya.


Wajah kesedihan Masih terpampang jelas di wajahnya.


Lisa tiba-tiba menangis


Hiks...


Hiks....


Hiks....


dia berusaha menghapus air matanya dan menghentikan matanya menangis. Tapi otaknya tak sejalan dengan perasaannya dia, tidak mau menangis tapi dia tiba-tiba menangis.


Kenapa aku sayang sekali." ucapnya sambil menangis dan mengusap air mata yang jatuh di wajah cantiknya. Hanya karena mengingat mantan kekasihnya, dia sampai menangis seperti itu. Kepergian sang mantan kekasih memberitahu kekasih yang luar biasa di hatinya.


"Kau jahat sekali Andreas ucapnya sambil menangis.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


JANGAN LUPA, LIKE COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓🙏🙏

__ADS_1


sambil menunggu karya ini up kembali. mampir ke karya emak yang lain


" Hasrat Tuan Muda Arogant"


__ADS_2