
Satu minggu sudah berlalu kini kondisi Tuan Bernardo sudah menunjukkan perkembangan. Kondisi kesehatan Tuan Bernando berangsur-angsur membaik. Begitu juga dengan Irene. Irene sudah diizinkan pulang oleh dokter Aliando. Karena kondisi kesehatan Irene dan luka yang dialami sudah membaik.
Pesta pernikahan Cornelius dengan Irene pun akhirnya ditunda, hingga beberapa pekan ke depan. Mereka menginginkan Tuan Bernardo dapat menghadiri pesta pernikahan mereka. Sepertinya impian itu akan tercapai. Karena kondisi Tuan Bernando sudah semakin membaik, dan tidak akan lama lagi Tuan Bernardo pasti akan dapat pulang dan kembali ke rumah.
Di saat yang bersamaan, Camelia dengan kesendiriannya menatap langit-langit kamar yang begitu luas. Kini hidupnya hanya sendiri dilayani para pelayan dan juga anak buah Tuan Jason, yang masih setia melayani Camelia walaupun Tuan Jason sudah menghadap Sang khalik.
Keadaan sudah berubah 180 derajat. Bagaimana tidak, semua musuh-musuh Tuan Jason yang selama ini banyak yang berhasil merebut harta kekayaan milik Tuan Jason. Tapi bagi Camelia itu tidak masalah baginya. asalkan hidupnya terbebas dan ia ingin hidup biasa seperti masyarakat lainnya.
Dia tidak ingin hidup seperti dulu lagi, dibayang-bayangi dengan musuh bebuyutan sang kakak. Yang ingin merenggut nyawanya. salah satu harta kekayaan yang diberikan Camelia adalah rumah yang selama ini mereka tempati, dan beberapa aset peninggalan kedua orang tua mereka.
Jika musuh-musuh bebuyutan sang kakak ingin merenggut aset milik orang tua Camelia, maka sampai titik darah penghabisan Camelia pasti akan mempertahankannya. Dia membiarkan musuh musuh sang kakak merebut harta kekayaan Tuan Jason, dari hasil kerja Tuan Jason yang ilegal itu tidak masalah baginya.
Walaupun terkadang anak buah Tuan Jason yang masih setia di sana memberontak, beberapa musuh yang ingin merenggut harta kekayaan Tuan Jason. Tetapi Camelia tidak peduli akan hal itu. "Nona Camelia, Mengapa Nona membiarkan mereka merebut harta kekayaan Tuan Jason dengan hasil jerih payahnya selama ini?" tanya salah satu anak buah Tuan Jason.
Berto salah satu anak buah Tuan Jason yang masih setia menemani Camelia.
"Kakakku meraih harta kekayaan yang mereka renggut dengan cara ilegal. Aku tidak ingin hidup di bayang-bayangi dengan harta kekayaan yang direnggut paksa oleh kakakku.
Aku ingin hidup normal dan tidak ingin memakan hasil dari bisnis ilegal kakakku. Aku ingin hidup seperti masyarakat biasa lainnya, tidak perlu ada penjagaan ketat, tidak dibayang-bayangi dengan musuh-musuh yang ingin mengincar nyawaku dan orang-orang terdekatku."
__ADS_1
Berto langsung terdiam, ketika mendengar apa yang diucapkan oleh Nona Camelia.
"Sudah, itu tidak perlu kamu pikirkan. Yang penting, aku bisa hidup dengan tenang tanpa dibayang-bayangi oleh musuh-musuh kakakku.
Sekarang aku ingin pergi ke suatu tempat, tolong jaga rumah ini, aku akan kembali setelah aku bertemu seseorang dan mendapat kepastian." ucap Camelia membuat Berto mengerutkan keningnya.
Camelia berlalu dari hadapan Berto, menuruni anak tangga menuju parkiran mobil dan melewati pekarangan yang terbentang luas, dengan taman hijau yang menghiasi taman rumah yang selama ini ditempati Camelia. sudah terlihat sepi tidak seperti saat Tuan Jason masih berada di rumah itu.
Saat ini tidak ada pemuda dan pemudi bersenjata menjaga tempat itu. Hanya ada beberapa petugas keamanan dan juga asisten rumah tangga lainnya yang masih bekerja untuk Camelia.
Dengan mengendarai mobil kesayangannya, Camelia meninggalkan rumah itu menuju rumah sakit di mana dokter Aliando mengabdikan diri sebagai dokter handal yang ada di negaranya.
Camelia tidak mengetahui kalau Irene Cornelius dan Tuan Bernando ada di rumah sakit itu. Sungguh disayangkan, sang kakak yang sangat ia sayangi harus merenggang nyawa akibat perbuatannya sendiri. yang ingin melenyapkan Cornelius dan Irene Begitu juga dengan Tuan Bernando. Tetapi malah nyawanya yang melayang.
Camelia berjalan menatap para suster yang lalu lalang di lorong Rumah Sakit. Salah satu suster yang sering sekali dibuat kesal, ia menatap kedatangan Camelia dengan tatapan tajam."Ngapain lagi sih wanita ganjen ini datang ke rumah sakit ini, aku sudah merasa nyaman sudah satu bulan lamanya, dia tidak datang ke rumah sakit ini mengganggu dokter tampan Aliando, pujaan hatiku." gumam Suster itu sambil menatap Camelia dengan tatapan tajam.
Tapi sepertinya kamu lihat, tidak peduli dengan tatapan suster cantik itu. Ia malah melenggang berjalan melewati Suster itu, di lorong Rumah Sakit. Sampai akhirnya dia tiba di ruang kerja dokter Aliando, ia mengetuk pintu beberapa kali. Tapi tak kunjung ada jawaban. Hingga Camelia pun berinisiatif membuka ruang kerja dokter Aliando sendiri. dan ia tidak menemukan dokter Aliando di sana.
Camelia mendudukkan bokongnya di sofa, yang ada di ruang kerja dokter Aliando. Karena ia memastikan Kalau dokter Aliando pasti akan datang ke ruang kerjanya. Yang ternyata dugaan Camelia benar adanya, saat dokter Aliando sudah selesai memeriksa kondisi kesehatan Tuan Bernando. Ia pun berlalu meninggalkan Tuan Bernando Irene dan Cornelius di sana.
__ADS_1
Saat dokter Aliando sudah tiba di ruang kerjanya, ia ternyata melihat keberadaan Camelia yang sudah tertidur pulas di sofa. dokter Aliando menggelengkan kepalanya, selama ini hidupnya sudah tenang, Karena sudah satu bulan lamanya Camelia tidak mengganggu dirinya.
Sejujurnya dokter Aliando belum mengetahui siapa sosok Camelia yang sebenarnya. Yang ternyata wanita itu adalah adik kandung dari musuh bebuyutan Kakak sepupunya sendiri. yang mati saat pertempuran terjadi untuk menyelamatkan Irene dari tangan Tuan Thompson dan juga Tuan Jason.
"Ngapain dia ke sini, Pasti dia sudah lama menungguku di sini sampai dia tertidur pulas." gumam dokter Aliando sambil membenahi rambut Camelia yang menutupi wajahnya, dan menyelipkannya di daun telinga Camelia.
"Cantik dan menggemaskan." gumam dokter Aliando tanpa ia sadari. Tiba-tiba Camelia bergeliat membuat dokter Aliando terhenyak dan langsung menyingkir dari sana. Camelia kembali tertidur tanpa ada niatan mengganggu dokter Aliando. Membiarkan Camelia masih tetap tidur dengan posisinya. Ia hanya menatap wanita cantik yang tertidur pulas itu dengan tatapan penuh arti.
Entahlah, dokter Aliando sudah mulai menyukai wanita itu atau tidak. Yang pasti akhir-akhir ini, ketika kamu melihat tidak menemuinya di rumah sakit. Seperti ada sesuatu yang hilang. Tapi dokter Aliando juga tidak mengetahui apa itu.
Dokter Aliando duduk di kursi kerjanya. Sambil mengotak-atik ponsel yang ia pegang. Sesekali, ia mendokumentasikan saat Camelia tertidur pulas. So cute."gumamnya dalam hati sambil terkekeh, Menatap layar ponselnya. Karena sebelumnya ia mengambil foto milik Camelia di layar ponselnya. Sambil Menatap layar ponselnya, Ia pun mengembangkan senyumnya.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏
JANGAN LUPA TEKAN, FAVORIT, LIKE, COMMENT, VOTE, DAN HADIAHNYA YA TRIMAKASIH 🙏💓
sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir ke karya emak
__ADS_1
Antara kutub Utara dan Selatan ( you & me)